Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Upaya penyelamatan korban banjir masih terus dilakukan. Akses jalan yang terputus jadi salah satu kendala yang terjadi di lapangan.

Kita update bagaimana kondisi terkini dengan berbincang bersama Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Rio Firdianto.

Dalam wawancara Sabtu 29 November 2025, Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Rio Firdianto menyebut terdapat 143 orang meninggal, 239 hilang dan lebih dari 11.000 Warga Sumut mengungsi, data ini disebutkan pada Sabtu 29 November 2025.

Baca Juga Blak-Blakan! Greenpeace Ungkap Fakta di Balik Kayu Gelondongan saat Banjir Terjang Sumut di https://www.kompas.tv/nasional/634420/blak-blakan-greenpeace-ungkap-fakta-di-balik-kayu-gelondongan-saat-banjir-terjang-sumut

#banjir #sumatera #tni

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/634421/banjir-di-sumut-143-meninggal-239-orang-hilang-tni-sebut-tak-ada-penggundulan-hutan
Transkrip
00:00Upaya penyelamatan korban banjir masih terus dilakukan, akses jalan yang terputus.
00:04Jadi salah satu kendala yang terjadi di lapangan.
00:08Kita pantau bagaimana kondisi terkini di sana.
00:10Kita berbincang bersama dengan Pangdam 1 Bukit Barisan, Maijen Rio Firdianto.
00:16Selamat petang, Pak Pangdam dengan Maidob.
00:20Selamat sore Mbak Maidob.
00:21Oke, berapa daerah yang sampai dengan sore ini masih terisolir dan apa upaya untuk bisa membuka akses?
00:30Baik, Maidob kami infokan bahwa saya tadi bersama Kapolda, Gubernur Sumatera Utara,
00:41kemudian Bupati Tapanuri Tengah dan Danrem Sibolga sudah berkeliling meninjau lokasi-lokasi yang terputus akibat bencana alam.
00:52Jadi dari awal kami laporkan 26 titik longsor dari Tapanuri Utara sampai dengan Tapanuri Tengah,
00:58hari ini sudah 15 titik longsor yang sudah terbuka.
01:01Dikerjakan oleh tim gabungan dari TNI, Polri dengan pemerintah daerah menggunakan 6 alat berat
01:07karena memang kondisi medannya cukup sempit sehingga tidak bisa lebih.
01:14Itu sudah dikerjakan dari mulai beberapa hari yang lalu,
01:16hari ini sudah tembus sampai dengan kecamatan Sibalanga di daerah Tapanuli,
01:22di perbatasan antara Tapanuri Utara dengan Tapanuri Tengah.
01:25Di situ yang diperkirakan cukup banyak korban,
01:28kemudian tadi dari pantauan udara juga kami menggunakan helikopter
01:31melihat bahwa banyak, ada puluhan sampai dengan ratusan kendaraan
01:38yang melintas, yang berhenti akibat jalan putus, Mbak.
01:44Oke, apakah dalam bencana ini Jenderal TNI juga menemukan adanya kerusakan hutan
01:49yang jadi penyebab longsor dan juga banjir bandang yang terjadi di Sumatera Utara?
01:55Kami tadi pada saat terbang di atas area itu memang secara spesifik tidak menemukan
02:02yang tadi dijelaskan oleh Mbak, bahwa kami hanya melihat penyebab utamanya adalah
02:08curah hujan yang cukup tinggi dan berlangsung selama berhari-hari.
02:13Ini yang menyebabkan tanah-tanah yang sudah jenuh itu akhirnya longsor.
02:17Jadi banyak pohon-pohon yang memang itu hutan karena mungkin terlalu dras hujannya
02:22sehingga longsor dan itu terjadi di beberapa titik.
02:25Saya lihat ada beberapa jalan yang putus, kemudian ada beberapa desa
02:30atau pemungkir penduduk yang terisolir.
02:33Ini sudah kami petakan.
02:35Tadi kami sudah melapor kepada BNPB untuk merencana menggunakan helikopter
02:40dengan pasukan kami untuk menurunkan logistik ke daerah-daerah tersebut secara airdrop.
02:46Menggunakan helikopter diturunkan sedekat mungkin dengan masyarakat, Pak.
02:50Dari pantauan udara tidak ada tanda kerusakan hutan, banjir, bencana ini pure
02:59karena memang curah hujan yang tinggi.
03:01Tapi kan tadi kita juga sudah lihat ya, Pak, dari pantauan udara, dari visual udara.
03:05Kita lihat ada banyak lahan-lahan yang gundul, hutan-hutan yang gundul.
03:09Iya, betul. Memang kami juga awalnya berpikir sama, Mbak.
03:16Bahwa memang itu awalnya seperti ada pengundulan hutan,
03:19ternyata di titik-titik yang memang hijau pun juga longsor.
03:23Makanya itu yang kami sampaikan, ternyata tidak pure masalah yang diceritakan
03:29di isukan ada pengundulan hutan dan lain-lain.
03:32Memang ini benar-benar karena alam.
03:34Nah, saya sudah diskusi dengan Pak Gubernur, Pak Kapolda,
03:37bahwa mungkin ke depan kita akan melihat
03:40kalau memang itu benar terjadi, itu menjadi evaluasi kami
03:44di Forkopimda Provinsi Sumut untuk membenahi atau mengawasi ke depan
03:48supaya lebih tertib sesuai dengan aturan pemerintah, Mbak.
03:52Untuk kawasan yang masih belum bisa ditembus, Pak,
03:55gimana saja dan apa kandalanya, Pak?
04:00Yang tadi kami laporkan, Mbak, yang di daerah antara Tapaloni Utara
04:04dengan Tapaloni Utara itu ada 11 titik yang masih belum bisa dilalui.
04:10Dan permasalahannya cukup serius karena jalannya putus.
04:15Jadi, aspal itu putus dengan tempat lain.
04:17Makanya kami laporkan ke Kepala BNPB, kemudian ke Gubernur bahwa
04:22mungkin dalam waktu dekat belum bisa ditembus,
04:25hanya bisa sampai titik putus itu.
04:27Sehingga kami tadi melapor ke Pak Mensesne, ke Menseskap,
04:34bahwa kondisi ini kita membutuhkan tambahan helikopter
04:38untuk mendistribusikan logistik.
04:41Hari ini logistik sebagian dari bantuan pemerintah pusat,
04:44dari Bapak Presiden sudah tiba di Pinangsori,
04:47kemudian sudah ada yang tiba di Kuala Namu di Medan
04:50dengan lanut Suwondo Medan.
04:52Sudah kami geser sebagian ke Sibolga,
04:54kemudian ada sebagian yang digeser ke Bandara Silangit
05:00di Baligie, di Datapan Utara.
05:02Ini juga ada bantuan dari Pak Panglima TNI,
05:05kemudian Pak Sampangkat Tendarat,
05:06dari Kapolri dengan termasuk dari pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
05:12Oke, terakhir Jenderal, jumlah korban tewas berapa hingga hari ini
05:17dari data terakhir yang Anda terima?
05:18Jumlah korban tewas yang hari ini tercatat adalah
05:28143 korban meninggal dunia,
05:35kemudian yang hilang 239 orang,
05:40kemudian luka-luka 539,
05:42kemudian pengungsi jumlahnya saat ini kurang lebih 11 ribu jiwa
05:49yang tersebar di Tapanuli Tengah,
05:52kemudian Sibolga dan Tapanuli Selatan.
05:55Ini hanya untuk wilayah Sumatera Utara saja Jenderal?
05:57Iya, hanya untuk wilayah Sumatera Utara kami,
06:02karena kami memang bertanggung jawab
06:05untuk membantu penanganan bencana di wilayah Sumatera Utara.
06:09Baik, terima kasih sudah bergabung,
06:11dan juga memberikan informasi kepada kami terkait penanganan bencana
06:14di Sumatera Utara,
06:15Majen TNI, Rio Firdianto, Pangdam 1, Bukit Barisan.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan