Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Jagat media sosial dihebohkan dengan cerita seorang perempuan yang kehilangan botol minumnya dalam sebuah perjalanan KRL rute Stasiun Tanah Abang-Rangkasbitung.

Netizen heboh karena unggahan di media sosial perempuan tersebut menyudutkan seorang petugas kereta yang membuatnya terancam dipecat.

Satu unggahan tentang botol minum bisa menjadi pemicu seseorang kehilangan pekerjaan.

Ini jadi pengingat bahwa media sosial bukan ruang tanpa konsekuensi.

Emosi sesaat yang ditumpahkan ke media sosial bisa berakibat fatal.

Baca Juga Kaca KRL Baru dari Tiongkok Retak Dilempar Batu, Pelaku Masih di Bawah Umur di https://www.kompas.tv/regional/604738/kaca-krl-baru-dari-tiongkok-retak-dilempar-batu-pelaku-masih-di-bawah-umur

#tumbler #krl #anita

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/634417/drama-botol-minum-di-krl-tertinggal-satu-unggahan-viral-bisa-ancam-nasib-pekerjaan-seseorang
Transkrip
00:00Informasi berikutnya, Saudara Kementerian Luar Negeri melaporkan warga 7 warga negara Indonesia tewas dalam kebakaran apartemen di Taipo, Hongkong.
00:10Seluruh korban merupakan pekerja migran sektor domestik.
00:15Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Yvonne, menyebut selain 7 korban tewas, kebakaran juga mengakibatkan seorang WNI lainnya basih menjalani perawatan dan dalam kondisi stabil.
00:27Pemerintah Indonesia membuka posko darurat di Konsulat Jenderal RI di Hongkong untuk layanan informasi dan penampungan sementara korban terdapat,
00:36serta menerjunkan tim di sekitar lokasi kejadian untuk verifikasi pekerja migran Indonesia.
00:43Kementerian Luar Negeri mencatat sebanyak 140 WNI berada di kawasan tersebut dengan status pekerja domestik.
00:50Kami dengan sangat berduka mengkonfirmasi bahwa terdapat 7 warga negara Indonesia yang meninggal dunia dan seluruhnya adalah pekerja migran Indonesia sektor domestik.
01:06Terdapat satu orang WNI lainnya yang masih menjalani perawatan dan dalam kondisi yang stabil.
01:10Dapat kami sampaikan bahwa di kawasan tersebut tercatat sekitar 140 WNI yang bekerja sebagai pekerja domestik.
01:19KJRI Hongkong telah berhasil mengkonfirmasi kondisi 61 orang termasuk para korban meninggal.
01:25Sementara 79 WNI lainnya masih terus ditelusuri keberadaannya secara intensif.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan