00:00Saya sudah bilang, jangan macam-macam.
00:03Aku dapat, pasti saya pecat.
00:06Enggak boleh.
00:07Ini uang negara, ini uang rakyat.
00:09Pertama, kami ucapkan terima kasih masyarakat Indonesia atas laporannya.
00:14Itulah jasa-jasa Anda pada negara.
00:16Lapor Pahamran membuahkan hasil.
00:18Ada traktor 20 titik.
00:20Bisa saja ratusan diselewengkan.
00:23Bukan diselewengkan.
00:26Bukan diselewengkan.
00:27Tetapi, setiap ngambil traktor, itu bayar.
00:32Padahal itu gratis untuk rakyat.
00:35Kami akan cek semua.
00:37Kami akan cek semua.
00:39Ada 21 tempat.
00:42Tetapi, ada pegawai kementerian.
00:48Ya, diberhentikan dulu.
00:52Terbukti, ya apa boleh buat.
00:53Dan kami, Satgas, langsung tindak lanjuti.
00:59Kalau perlu bawa periksa hari ini.
01:01Dan Pak Sekjen, berhentikan.
01:04Di kementerian.
01:06Kayaknya gak boleh.
01:08Saya sudah bilang, jangan macam-macam.
01:11Aku dapat, pasti saya pecat.
01:14Gak boleh.
01:14Ini uang negara, ini uang rakyat.
01:18Tapi, sedihnya.
01:19Ada orang luar.
01:21Pak General, nanti ada orang luar dikejar.
01:26Dia tahu tuh.
01:27Langsung di anuari ini.
01:30Ditanya hari ini.
01:33Kami akan kirim ke penegah hukum.
01:34Ini tidak manusiawi juga.
01:47Di atas AET ada 90 orang.
01:50Ini kami minta izinnya dicabut.
01:54Cabut itu.
01:55Jangan ditunda-tunda, Pak.
01:56Jangan itu rakyat menyakiti petan itu.
01:59Tapi ini sudah menurun.
02:00Dulu kan 2000.
02:01Tapi cabut.
02:02Ijinnya 90 ini cabut.
02:11Oh, sorry.
02:12Al-Sin tanya bukan 33.
02:1499.
02:15Saya minta maaf.
02:1699.
02:17Titik.
02:18Bisa saja satu titik, lima atau berapa.
02:2199.
02:22Dan pelakunya dari pertanian satu.
02:25Dari luar lebih banyak.
02:26Dan aku berhentikan hari ini.
02:30Dia masih muda.
02:32Ditanya, baru aku tanya langsung nangis.
02:35Nih, kamu ambil uang gak?
02:37Iya, Pak.
02:38Hilap.
02:39Gimana hilap?
02:40Bolak-balik ambil uang.
02:41Hilap itu kalau satu kali bisa lah.
02:43Kecelakaan.
02:45Ini bolak-balik ambil peras petani.
02:48Petani itu sudah sulit hidupnya.
02:51Jangan dibikin berat.
02:52Sekali lagi saya sampaikan.
02:54Bantuan traktor, bantuan benih, bantuan bibit, triliunan tuh.
03:02Ada bibit dari Bapak Presiden.
03:05Kakau, menteh, lapah, palah, tebu.
03:12Itu gratis.
03:13Enggak pungut biaya.
03:15Dan kalau ada, laporkan.
03:18Ini mana nomor?
03:19Sudah tahu nomor saya, Kak?
03:21Lapor, paham?
03:21Laporkan.
03:22Kami monitor.
03:23Yang melapor kemarin,
03:25seribu,
03:26sorry,
03:27yang melapor,
03:28seribu tujuh ratus lima puluh lima.
03:29Eh, sorry,
03:29dua ribu lapan ratus sembilan puluh.
03:32Yang melapor,
03:33satu minggu.
03:34Yang,
03:35kita tindak lanjuti,
03:36lima ratus,
03:38dari dua ribu.
03:39Lima ratus empat.
03:40Nah, tindak lanjuti,
03:42yang aku cari pertama adalah,
03:44siapa di pertanian?
03:46Aku dapat satu,
03:48kami minta,
03:49siapa lagi temannya?
03:50Silahkan tunjuk.
03:51Aku,
03:51aku pecat juga.
03:54Ya,
03:55oke, ada pertanyaan?
03:57Bukan dia pejabat,
03:59staff.
04:00Tapi,
04:00dia mengaku dirjen kalau kelepangan.
04:03Dirjen terlampangan.
04:04Aku lihat mukanya,
04:06ini kayaknya gak pernah saya lantik.
04:08Saya bolak-balik mukanya,
04:10fotonya dari tiga sisi.
04:12Dia ngaku dirjen.
04:14Khusus Al-Sintan ya,
04:15kan ya, Pak?
04:16Iya.
04:17Ada yang lain?
04:18Kalau yang 90 itu,
04:20kukuk per pekan ini, Pak?
04:22Alat mesin pertanian.
04:23Saya ulangi ya,
04:25totalnya pengeduan ini,
04:27yang bisa ditindak lanjuti,
04:28lima ratus empat.
04:32Yang di atas AET,
04:3390.
04:34Tolong Pak Dirut,
04:35Pak Direktur,
04:36pengeduan cabut di sini.
04:37Gak usah ditanya lagi, Pak.
04:38Cabut aja.
04:39Ini sudah berapa lama kita?
04:42Jangan lagi mengatakan ini keluarga siapa.
04:45Cabut dulu.
04:49Buku subsidi,
04:50109.
04:52Alat mesin pertanian,
04:5299.
04:55Yang 90 itu per pekan ini, Pak,
04:57yang pupuk?
04:57Iya.
04:58Bukan.
04:59Alat mesin pertanian,
05:0099.
05:01Bukan yang 90 pupuk cabut ini.
05:03Yang pupuk tadi,
05:04iya, ini minggu.
05:04Yang 90.
05:05Per pekan ini ya?
05:06Iya.
05:07Oke, ada.
05:12Ini satu titik,
05:13600 juta diambil uang.
05:17Nanti,
05:18yang ditemani,
05:19Satgas,
05:20kejar.
05:22Enggak,
05:22enggak lolos.
05:24Kita kejar.
05:25Dia ngaku di sana pengusaha,
05:28satu mengaku dirjen.
05:29Padahal setelah biasa di sini.
05:31Aku cari fotonya.
05:33Tadi ketemu orangnya,
05:34aku tanya.
05:36Saya bilang,
05:37jujur,
05:38berat sekali.
05:39Aku memecah torah,
05:40memberhentikan orang.
05:42Tapi,
05:43ini pidana.
05:47Sudah ngaku.
05:49Aku tanya.
05:50Kalau internal,
05:51aku tanya langsung.
05:52Itu di kantor pusat, Pak.
05:54Hah?
05:55Nanti penyidik yang tentukan.
05:57Pak, dia di kantor pusat.
05:59Kerjanya.
05:59Iya.
06:01Di tanaman pangan.
06:03Tapi,
06:03mengakunya,
06:05dirjen.
06:06Jangan-jangan ini,
06:06staff-staff mengaku semua dirjen,
06:08kalau turun ke lapangan.
06:10Ini,
06:11kartu nama dirjen wajib.
06:14Apa?
06:14Adikat wajib.
06:15Ya.
06:16Echelon 2 wajib.
06:17Turun lapangan,
06:18pakai.
06:20Dan sampai,
06:20kayak yang tidak pakai itu,
06:22tulis,
06:22kalau staff-staff biasa ada.
06:25Ada namanya, ya?
06:25Oke.
06:26Wajib pakai,
06:27kalau ke lapangan.
06:29Saya, Valentina Sitorus.
06:50Saksikan program-program Kompas TV
06:53melalui siaran digital,
06:55pay TV,
06:56dan media streaming lainnya.
06:58Kompas TV,
06:59independen,
07:00terpercaya.
Komentar