Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 bulan yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Menteri Pertanian Amran Sulaiman memecat staf Kementan yang mengaku Dirjen di lapangan dan palak traktor gratis untuk petani.

Amran juga menggambarkan saat staf tersebut menemuinya.

"Dia masih muda. Baru aku tanya, langsung nangis. Nih, kamu ambil uang nggak? 'Iya, Pak, khilaf.' Gimana khilaf bolak-balik ambil uang?" ujar Amran dalam konferensi pers pada Jumat (28/11/2025).

Amran juga menegaskan selain oknum internal, pihak luar kementerian yang ikut memungut uang juga akan diburu oleh aparat penegak hukum.

Video Editor: Lintang Amiluhur

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/634374/mentan-amran-pecat-staf-kementan-ngaku-dirjen-peras-petani-baru-aku-tanya-langsung-nangis
Transkrip
00:00Saya sudah bilang, jangan macam-macam.
00:03Aku dapat, pasti saya pecat.
00:06Enggak boleh.
00:07Ini uang negara, ini uang rakyat.
00:09Pertama, kami ucapkan terima kasih masyarakat Indonesia atas laporannya.
00:14Itulah jasa-jasa Anda pada negara.
00:16Lapor Pahamran membuahkan hasil.
00:18Ada traktor 20 titik.
00:20Bisa saja ratusan diselewengkan.
00:23Bukan diselewengkan.
00:26Bukan diselewengkan.
00:27Tetapi, setiap ngambil traktor, itu bayar.
00:32Padahal itu gratis untuk rakyat.
00:35Kami akan cek semua.
00:37Kami akan cek semua.
00:39Ada 21 tempat.
00:42Tetapi, ada pegawai kementerian.
00:48Ya, diberhentikan dulu.
00:52Terbukti, ya apa boleh buat.
00:53Dan kami, Satgas, langsung tindak lanjuti.
00:59Kalau perlu bawa periksa hari ini.
01:01Dan Pak Sekjen, berhentikan.
01:04Di kementerian.
01:06Kayaknya gak boleh.
01:08Saya sudah bilang, jangan macam-macam.
01:11Aku dapat, pasti saya pecat.
01:14Gak boleh.
01:14Ini uang negara, ini uang rakyat.
01:18Tapi, sedihnya.
01:19Ada orang luar.
01:21Pak General, nanti ada orang luar dikejar.
01:26Dia tahu tuh.
01:27Langsung di anuari ini.
01:30Ditanya hari ini.
01:33Kami akan kirim ke penegah hukum.
01:34Ini tidak manusiawi juga.
01:47Di atas AET ada 90 orang.
01:50Ini kami minta izinnya dicabut.
01:54Cabut itu.
01:55Jangan ditunda-tunda, Pak.
01:56Jangan itu rakyat menyakiti petan itu.
01:59Tapi ini sudah menurun.
02:00Dulu kan 2000.
02:01Tapi cabut.
02:02Ijinnya 90 ini cabut.
02:11Oh, sorry.
02:12Al-Sin tanya bukan 33.
02:1499.
02:15Saya minta maaf.
02:1699.
02:17Titik.
02:18Bisa saja satu titik, lima atau berapa.
02:2199.
02:22Dan pelakunya dari pertanian satu.
02:25Dari luar lebih banyak.
02:26Dan aku berhentikan hari ini.
02:30Dia masih muda.
02:32Ditanya, baru aku tanya langsung nangis.
02:35Nih, kamu ambil uang gak?
02:37Iya, Pak.
02:38Hilap.
02:39Gimana hilap?
02:40Bolak-balik ambil uang.
02:41Hilap itu kalau satu kali bisa lah.
02:43Kecelakaan.
02:45Ini bolak-balik ambil peras petani.
02:48Petani itu sudah sulit hidupnya.
02:51Jangan dibikin berat.
02:52Sekali lagi saya sampaikan.
02:54Bantuan traktor, bantuan benih, bantuan bibit, triliunan tuh.
03:02Ada bibit dari Bapak Presiden.
03:05Kakau, menteh, lapah, palah, tebu.
03:12Itu gratis.
03:13Enggak pungut biaya.
03:15Dan kalau ada, laporkan.
03:18Ini mana nomor?
03:19Sudah tahu nomor saya, Kak?
03:21Lapor, paham?
03:21Laporkan.
03:22Kami monitor.
03:23Yang melapor kemarin,
03:25seribu,
03:26sorry,
03:27yang melapor,
03:28seribu tujuh ratus lima puluh lima.
03:29Eh, sorry,
03:29dua ribu lapan ratus sembilan puluh.
03:32Yang melapor,
03:33satu minggu.
03:34Yang,
03:35kita tindak lanjuti,
03:36lima ratus,
03:38dari dua ribu.
03:39Lima ratus empat.
03:40Nah, tindak lanjuti,
03:42yang aku cari pertama adalah,
03:44siapa di pertanian?
03:46Aku dapat satu,
03:48kami minta,
03:49siapa lagi temannya?
03:50Silahkan tunjuk.
03:51Aku,
03:51aku pecat juga.
03:54Ya,
03:55oke, ada pertanyaan?
03:57Bukan dia pejabat,
03:59staff.
04:00Tapi,
04:00dia mengaku dirjen kalau kelepangan.
04:03Dirjen terlampangan.
04:04Aku lihat mukanya,
04:06ini kayaknya gak pernah saya lantik.
04:08Saya bolak-balik mukanya,
04:10fotonya dari tiga sisi.
04:12Dia ngaku dirjen.
04:14Khusus Al-Sintan ya,
04:15kan ya, Pak?
04:16Iya.
04:17Ada yang lain?
04:18Kalau yang 90 itu,
04:20kukuk per pekan ini, Pak?
04:22Alat mesin pertanian.
04:23Saya ulangi ya,
04:25totalnya pengeduan ini,
04:27yang bisa ditindak lanjuti,
04:28lima ratus empat.
04:32Yang di atas AET,
04:3390.
04:34Tolong Pak Dirut,
04:35Pak Direktur,
04:36pengeduan cabut di sini.
04:37Gak usah ditanya lagi, Pak.
04:38Cabut aja.
04:39Ini sudah berapa lama kita?
04:42Jangan lagi mengatakan ini keluarga siapa.
04:45Cabut dulu.
04:49Buku subsidi,
04:50109.
04:52Alat mesin pertanian,
04:5299.
04:55Yang 90 itu per pekan ini, Pak,
04:57yang pupuk?
04:57Iya.
04:58Bukan.
04:59Alat mesin pertanian,
05:0099.
05:01Bukan yang 90 pupuk cabut ini.
05:03Yang pupuk tadi,
05:04iya, ini minggu.
05:04Yang 90.
05:05Per pekan ini ya?
05:06Iya.
05:07Oke, ada.
05:12Ini satu titik,
05:13600 juta diambil uang.
05:17Nanti,
05:18yang ditemani,
05:19Satgas,
05:20kejar.
05:22Enggak,
05:22enggak lolos.
05:24Kita kejar.
05:25Dia ngaku di sana pengusaha,
05:28satu mengaku dirjen.
05:29Padahal setelah biasa di sini.
05:31Aku cari fotonya.
05:33Tadi ketemu orangnya,
05:34aku tanya.
05:36Saya bilang,
05:37jujur,
05:38berat sekali.
05:39Aku memecah torah,
05:40memberhentikan orang.
05:42Tapi,
05:43ini pidana.
05:47Sudah ngaku.
05:49Aku tanya.
05:50Kalau internal,
05:51aku tanya langsung.
05:52Itu di kantor pusat, Pak.
05:54Hah?
05:55Nanti penyidik yang tentukan.
05:57Pak, dia di kantor pusat.
05:59Kerjanya.
05:59Iya.
06:01Di tanaman pangan.
06:03Tapi,
06:03mengakunya,
06:05dirjen.
06:06Jangan-jangan ini,
06:06staff-staff mengaku semua dirjen,
06:08kalau turun ke lapangan.
06:10Ini,
06:11kartu nama dirjen wajib.
06:14Apa?
06:14Adikat wajib.
06:15Ya.
06:16Echelon 2 wajib.
06:17Turun lapangan,
06:18pakai.
06:20Dan sampai,
06:20kayak yang tidak pakai itu,
06:22tulis,
06:22kalau staff-staff biasa ada.
06:25Ada namanya, ya?
06:25Oke.
06:26Wajib pakai,
06:27kalau ke lapangan.
06:29Saya, Valentina Sitorus.
06:50Saksikan program-program Kompas TV
06:53melalui siaran digital,
06:55pay TV,
06:56dan media streaming lainnya.
06:58Kompas TV,
06:59independen,
07:00terpercaya.
Komentar

Dianjurkan