Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 6 bulan yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa melempar kelakar saat bertanya dengan Anggota Komisi XI DPR Fraksi Gerindra, Kardaya.

Momen ini terjadi saat Menkeu Purbaya Rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI pada Kamis (27/11/2025).

"Saya nggak boleh ngelawan beilau biar gimana beliau senior saya, junior menghormati senior. Tapi barusan menurut Bapak, Pak Dolfi menghormati saya nggak pak?" tanya Purbaya disambut tawa para anggota DPR.

Video Editor: Vila Randita

Produser: Theo Reza

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/633963/ngakak-kelakar-menkeu-purbaya-tanya-kardaya-gerindra-di-dpr-pak-dolfie-menghormati-saya-gak-pak
Transkrip
00:00Untuk Pak Kandaya dari Gerindra, senior saya, saya yang gak boleh ngelawan beliau, biar gimana, beliau dari senior saya,
00:08junior saya menghormati senior, tapi barusan menurut Bapak, Pak Dovi menghormati saya enggak Pak?
00:17Main-main Pak, main-main.
00:22Senior sendiri gitu.
00:26Oke gak, bercanda Pak, bercanda.
00:30Jadi banyak anak yang kerja di luar negeri, itu karena kegagalan kita menciptakan lapangan kerja di dalam negeri.
00:41Waktu pertumbuhan ekonomi lambat seperti itu kemarin-kemarin, ya iya seperti itu.
00:45Jadi ada salah persepsi di antara ekonomi-ekonomi kita bahwa tumbuh 5% adalah maksimal buat kita.
00:54Di atas 5, diperlambat lagi ke 5.
00:56Padahal kalau melihat koefisien teknik kita, kita mesti tumbuh 6,7% atau lebih untuk menyerap tenaga kerja yang masuk ke usia kerja.
01:07Jadi Pak, kita harapkan nanti dengan berhasilnya program-program yang dijalankan oleh Pak Prabowo,
01:13dengan perbaikan investasi, dengan optimalisasi belanja pemerintah, optimalisasi manajemen fiskal dan moneter,
01:20harusnya kita bisa lebih baik lagi.
01:23Mengenai yang kerja di luar negeri, kalau menurut saya, ya selain di dalam negeri, keluar negeri juga didorong.
01:36Karena apa? Yang penting kan kesejahteraan.
01:39Mereka kenapa keluar?
01:41Karena mereka, UMR misalkan di Jepang itu 49 juta.
01:44Korea 30 juta.
01:48Lihat dari situ, lalu Taiwan 20 juta.
01:51Lihat dari situ, ya mereka keluar.
01:53Ya biarkan saja mereka itu kehendak sendiri,
01:55tapi kita dorong supaya dia mempunyai kemampuan yang lebih sehingga tidak jadi pekerja yang di bawah, Pak.
02:05Itu maksud saya.
02:06Karena jelas sekali kalau ke daerah Pantura, itu harapan mereka hanya kerja di luar negeri.
02:12Kita contoh lah, kayak negara-negara, katakanlah Filipin, Aljajair, apa.
02:20Itu kesejahteraannya didapat dari kerja di luar negeri.
02:24Nah itu yang, jadi kalau menurut saya, yang penting itu sejahtera dulu.
02:29Terima kasih atas masukannya, Pak.
02:31Pak Presiden sudah menjelaskan, membuat program vocational yang cukup besar tuh kosnya
02:35untuk welder, hospitality, dan lain-lain diperkuat nanti tahun depan mulai berjalan
02:41sehingga mereka bisa dapat kerja yang lebih layak.
02:43Tapi itu kan yang gak pendek, Pak.
02:45Yang gak panjang, kalau orang Amerika lebih bagus,
02:47misalnya negara Amerika lebih bagus dari kita.
02:50Apa orang kita ke sana semua.
02:52Harusnya gini, harusnya kita membuat Indonesia kayak Amerika sejahteranya.
02:57Itu yang kita kejar dalam beberapa tahun ke depan, 10 tahun mungkin.
03:00Jadi, target kita bukan mindahin orang ke sana,
03:05supaya di sana hidup enak, tapi kita membuat di sini bagus suasananya
03:08sehingga di sini kita juga bisa hidup lebih enak tanpa harus ke luar negeri.
03:12Kalau ke sana itu masalah pilihan atau ke luar negeri, liburlah, bolehlah.
03:16Kira-kira gitu, Pak.
03:17Ini di kepala saya isinya kira-kira gitu, Pak.
03:22Sebagai orang ITB, Pak.
03:23Bapak orang ITB juga, kan?
03:24Sebagai senior.
03:25Pasti Bapak mendukung saya.
Komentar

Dianjurkan