00:00Intro
00:00Jerat penculikan anak kembali menghantui sejumlah daerah.
00:22Di Makassar, Sulawesi Selatan, seorang balita berinisial B hilang saat menemani ayahnya berolahraga
00:27di Taman Pakwisayang pada 2 November lalu.
00:30Rekaman CCTV menunjukkan korban dibawa secara tergesa-gesa oleh orang tak dikenal.
00:36Setelah hampir dua pekan, balita B akhirnya ditemukan selamat di Kabupaten Merangin, Jambi
00:41dan telah diserahkan kembali kepada orang tuanya.
00:44Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Juhandani Rahar Jopuro, mengungkap
00:48kasus ini adalah jaringan sindikat perdagangan anak.
00:51Kemudian AS dan MA mengaku membeli korban dari NH sebesar Rp30 juta
00:59dan menjual kembali kepada kelompok salah satu suku di Jambi seharian dari Rp80 juta.
01:11Berduanya mengaku telah memperjualkan 9 bayi dan 1 anak melalui Kip-Tok dan BA.
01:18Polisi menyebut para korban memakai modus mendekati korban melalui anak-anak mereka
01:26sebelum akhirnya membawa kabur dan menjual korban melalui media sosial.
01:31Nah jadi pelaku ini mengarahkan anaknya juga, anak kandungnya untuk bermain-main dengan korban.
01:39Sehingga ketika sudah dekat antara PO ini, antara korban dengan anaknya,
01:46kemudian diajaklah anak ini untuk ikut kediaman dari pelaku tersebut.
01:54Sehingga kalau kita ketahui, ya dari video itu sama sekali tidak ada ketakutan
01:59ataupun perlawanan dari korban karena sudah terlebih dahulu ada dekatnya.
02:05Nasib berbeda di alami Alvaro Kiano Nugroho, pocah enam tahun di pesanggerahan Jakarta Selatan.
02:13Delapan bulan sudah Alvaro hilang sejak terakhir terlihat di sebuah masjid dekat rumahnya pada 6 Maret lalu.
02:20Keluarga pun masih terus berharap ke pulangannya.
02:23Begitu itu ya saya nggak ada kecurigaan apa-apa ya, karena udah kebiasaan.
02:29Begitu maharap kok biasa pulang nggak pulang.
02:32Cuman kita juga nggak ada kecurigaan juga apa main di depan, biasa main di koptik.
02:38Ya harapan saya mudah-mudahan cukup saya cepat pulang dibantu.
02:43Kapolsek pesanggerahan AKP Siala Syah Alam menyatakan tim khusus gabungan telah dibentuk
02:52dan pencarian diperluas hingga ke luar Jawa.
02:55Terus kami juga melakukan pencarian, dugaan-dugaan yang memang diindikasi keberanian dari adik Alvaro.
03:01Kami selalu ke lokasi-lokasi tersebut,
03:04coba berkoordinasi dengan ayah dari adik Alvaro yang ada di Lapas, Cipinang,
03:11seberluarga di Nancin.
03:13Di Lapas, Cipinang, kami juga sudah membangun kemerkasi.
03:15Siapa tahu dari pihak keluarga, ayah Alvaro yang ada di Batam juga mengetahui.
03:23Di Jakarta Utara, kisah miris lain terekam.
03:26Dua anak ditemukan petugas PJR di tepi jalan Tol Wiyoto Wiyono.
03:30Kakak beradik ini mengaku di bawah kabur orang tak dikenal menggunakan motor
03:34sebelum akhirnya ditelantarkan begitu saja.
03:37Beruntung, keduanya kini telah aman bersama keluarga.
03:41Maraknya kasus ini menjadi sorotan.
03:44Wakil Ketua KPAI Jasra Putra menyoroti maraknya grup adopsi anak ilegal di media sosial
03:49yang berpotensi menjadi modus perdagangan anak.
03:53Ini sebetulnya fenomena gunung es terkait data penculikan atau penjualan bayi ini
03:58dan per setengah jam yang lalu Mas Isan saya coba searching di Facebook ya
04:06dengan memasukkan kata adopsi bayi.
04:11Itu setidaknya saya sangat mudah menemukan misalnya adopsi bayi Jawa Tengah
04:15dengan pengikut ada 3.000 gitu ya.
04:18Kemudian ada ikhtiar bumil dan adopter dengan pengikut 7.000.
04:24Kemudian ada adopsi bayi wilayah Tanrang dengan pengikut 2.000.
04:29Jadi memang modus dan model penculikan atau penjualan bayi ini memang terus bertumbang.
04:37Faktor ekonomi dan adanya kesempatan diduga mendorong kasus penculikan anak
04:44kini dilakukan secara sistematis oleh sendikat.
04:48Kenapa kasus penculikan ini maharat?
04:51Sebetulnya kembali lagi bahwa kebutuhan masyarakat saat ini adalah kebutuhan uang.
04:57Tapi faktor keuangan ini atau finansial ini bukan menjadi faktor yang utama.
05:03Ada beberapa faktor yang lain.
05:05Antara lain kesempatan.
05:08Jadi ketika pelaku melihat ada kesempatan untuk mengambil anak ini
05:12dengan melihat beberapa orang atau orang tua itu mengabaikan anak-anak yang berada di ruang publik
05:19ini menjadi faktor opportunity yang digunakan untuk pelaku untuk melakukan penculikan.
05:24Yang kedua, adanya pasar gelap yang dianggap sangat menguntungkan.
05:29Jadi mereka tidak perlu melakukan perdagangan secara offline
05:33tapi mereka hanya melakukan penawaran secara online.
05:38Dan ini sudah ada semuanya.
05:40Baik dari perekrutan, penampungan, sampai ke transaksi penjualan.
05:44Tidak pernah selesai karena yang tertangkap itu selalu di ujung tombak.
05:50Atau perekrut, bukan otaknya.
05:55Ketika ini bukan otaknya berarti pola kejahatan dan pola sindikat ini
06:02tetap saja akan terjadi.
06:07Data Pusiknas Baris Krim Polri menunjukkan,
06:10sejak Januari hingga November 2005,
06:13sebanyak 50 korban penculikan di bawah 20 tahun.
06:17Terdapat 5 wilayah dengan penanganan kasus penculikan tertinggi oleh Polda.
06:21Polda Metro Jaya berada di peringkat pertama dengan 38 kasus.
06:24Dikuti Polda Aceh di peringkat kedua dengan 23 kasus.
06:29Sangis keluarga korban menjadi peringatan keras
06:31bahwa predator ada di sekitar kita menunggu kelengahan.
06:35Penjaman itu nyata, mengintai di keramaian kota.
06:38Hingga di dunia maya yang kini menjadi pasar gelap.
06:42Di mana uang menjadi alasan untuk merenggut keceriaan
06:45dan menciptakan luka bagi kemanusiaan.
06:54Terima kasih telah menonton!
Komentar