00:00Saudara, usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM menjadi salah satu pilar penting perekonomian di Indonesia.
00:07Beragam usaha digeluti para pelaku UMKM, namun dalam perjalanannya tak jarang kendala ditemui para pelaku usaha.
00:15Bank Indonesia melakukan pembinaan dan mendorong perkembangan UMKM agar lebih dikenal, berdaya saing, dan memiliki pasar yang luas baik lokal maupun internasional.
00:30Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto memiliki sejumlah UMKM pinaan yang bergerak di berbagai bidang,
00:37seperti kerajinan, kuliner, fashion, batik, serta pertanian.
00:44Di Kabupaten Banyumas, salah satu wilayah kerja kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, UMKM batik yang diantingi Bank Sentral adalah Batik Hadi Prianto.
00:54Usaha batik Hadi Prianto dengan rumah produksi di kompleks Kota Lama Banyumas ini sempat alami naik turun dalam usahanya,
01:03apalagi saat masa pandemi.
01:06Sang pemilik Selamat Hadi Prianto bilang, batik yang diproduksi di tempatnya adalah batik tulis, batik cap, dan juga batik print.
01:15Ia berusaha mengangkat nama batik bajumasan melalui usahanya yang sudah turun-temurun.
01:20Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto menggandeng usaha ini dengan mensupport peralatan
01:27dan juga mengajak batik Hadi Prianto ke pameran-pameran produk UMKM
01:31yang menjadi etalase produk, serta menjadi ajang perkenalan antara pelaku UMKM dengan pasar.
01:37Kita kenal melalui BI, mungkin karena BI sempat membina batik di Papringan,
01:48terus makanya kita ke Serebelan juga lah ya, dikenal sama BI, makanya kita mulai diajak,
01:58mulai akhirnya ini diajak ke pameran-pameran juga,
02:01dan bahkan kita sempat dapat bantuan dari istilahnya printing lilin itu yang karena kita cerita kesulitan pembatiknya
02:12dan solusinya adalah ke batik printing pakai lilin yang untuk mengantisipasi bahwa pembatik sulit,
02:21makanya kita lebih, dengan printing lilin kita bisa lebih cepat.
02:24Tak hanya di bidang fashion dan batik, di Kabupaten Banyumas, tepatnya di Desa Dauhan,
02:32Kecamatan Banyumas, Bank Indonesia juga turut membantu dan mendukung berjalannya ekosistem pertanian organik.
02:39Pertanian organik yang digluti kelompok tani marsudi among tani ini menghasilkan produk beras organik.
02:47Bank Indonesia telah memberikan pendampingan dan pelatihan kepada kelompok tani tersebut
02:52untuk membuat produk turunan dari hasil pertanian organik tersebut.
02:56Keberadaan usaha pertanian organik ini secara langsung dirasakan dampaknya oleh masyarakat sekitar.
03:02Sebab, selain melibatkan kelompok tani dalam produksi produk turunan,
03:07juga melibatkan kaum ibu yang tergabung dalam kelompok wanita tani atau KWT
03:12dalam memproduksi sejumlah produk seperti serbuk bekantul, kripik beras, dan juga tepung beras organik.
03:18Produk kelompok tani sendiri telah dipasarkan di KDMP Desa Dauhan.
03:23Untuk pemberian bantuan dari BI tahun 2022 berupa rice meal khusus produk res organik.
03:41Selanjutnya untuk vakum juga dari Banten BI.
03:47Vakum untuk memvakum apa Pak?
03:49Untuk memakum beras, beras hasil produksi kelompok tani ini?
03:53Betul, iya.
03:54Selanjutnya timbangan digital.
03:58Ini juga dua jenis yang ukuran kapasitas besar dan yang kiloan.
04:05Ada alatnya.
04:06Selain beratnya?
04:07Tak hanya di Kabupaten Banyumas, UMKM Binaan Bank Indonesia juga merambah ke kabupaten lain,
04:14yakni di Kabupaten Banjar Negara.
04:17Sebuah usaha tepung berbahan dasar singkong atau modified, kasapa flower, atau mocap
04:21juga mendapat support dari Bank Indonesia.
04:25Tepung mocap ini digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan makanan olahan tepung
04:30di tiga dapur MBG setempat.
04:32Selain itu, tepung mocap ini bahkan telah dipasarkan hingga ke luar negeri
04:38seperti Dubai dan Amerika Serikat dengan bantuan atau campur tangan Bank Indonesia.
04:43Itu, waktu itu, waktu kami lagi benar-benar sudah, wah ini bisa lanjut atau enggak gitu ya.
04:53Nah, waktu itu Bank Indonesia datang untuk ada pasar murah gitu ya.
04:56Pasar murah di alun-alun Banyanegara.
05:01Kan biasa kalau Romantan itu akhir-akhir ada bagi-bagi pasar murah ya gitu.
05:05Nah, Bank Indonesia bagi-bagi sembako.
05:07Sembakonya yang tadinya dari tepung teribu diganti dengan tepung mocap yang lokal.
05:11Seperti itu, waktu itu ada pesanan saya ingat sekali sekitar seribu bungkus gitu ya.
05:17Seperti itu ya, diminta oleh Bank Indonesia.
05:19Setelah muncul semangat lagi gitu ya, seperti itu ya.
05:22Kami dari Bank Indonesia Purwoporto memiliki wilayah kerja di empat kelopaten.
05:26Kelopaten Banyumas, Cilacap, Perbalingga, dan Banjarnegara.
05:30Dan untuk UMKM Binaan, kita itu diselaraskan tentu dengan tugas dan tanggung jawab Bank Indonesia dalam hal pengendalian inflasi.
05:40Berarti kita punya ketahanan klaster ketahanan pangan, UMKM ketahanan pangan.
05:45Kemudian juga berkaitan dengan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
05:48Berkelanjutan kita mempunyai UMKM di bidang wasra, kemudian di kerajinan, kemudian UMKM produk makanan, minuman, olahan.
05:58Kemudian juga UMKM darangka mendukung pariwisata.
06:01Dan yang terlalu penting adalah tentu UMKM darangka mendukung ekspor.
06:04Peminaan dan penampingan UMKM ini tak hanya berdampak pada pelaku dan usaha UMKM itu sendiri,
06:14tetapi dengan kelangsungan hidup dan konsistensi UMKM juga akan berdampak kepada masyarakat sekitar.
06:20Masyarakat yang dilibatkan menjadi tenaga kerja pada UMKM membuat peluang kerja serta mengurangi angka pengangguran.
06:28Bayunur Sasongko, Kompas TV, Banyumas, Jawa Tengah.
06:34Bayunur Sasongko, Kompas TV.
Komentar