Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
SEMARANG, KOMPAS.TV - Investigasi untuk mengungkap kasus kematian dosen Universitas 17 Agustus, Untag Semarang, Dwinanda Linchia Levi masih dilakukan polisi.

Namun, proses penyelidikan ini menyisakan tanda tanya bagi keluarga korban, yang menganggap kematian korban sangat janggal.

Keluarga korban melalui kuasa hukum korban mempertanyakan, mengapa seorang perwira menengah Polri berinisial AKBP B, yang diduga di dalam kamar kostel yang sama dengan korban saat kejadian, hanya dijerat pasal kelalaian.

Padahal, ada obat yang ditemukan di kamar kostel saat olah TKP, kendati jenis obat tersebut belum diungkap polisi.

Karena itu, Senin (24/11/2025) pagi kuasa hukum korban akan ke Polda Jawa Tengah untuk menanyakan jenis obat tadi.

Di sisi lain, Komisi Kepolisian Nasional, Kompolnas terus mendorong Polda Jawa Tengah untuk secara paralel menelusuri ada tidaknya tindak pidana dalam peristiwa tewasnya dosen Untag di kamar kostel. Sembari dugaan pelanggaran etik juga tetap diproses.

Sementara itu, Psikolog Forensik Reza Indra Giri menjelaskan, penentuan penyebab kematian tidak bisa dilakukan berdasarkan dugaan semata.

Dibutuhkan pemeriksaan medis mendalam untuk memberikan kepastian ilmiah penyebab kematian korban.

Soal kematian dosen Levi yang masih jadi misteri, kita tanyakan kepada Jurnalis Kompas TV Febriana Mila dan Juru Kamera Senot Puji di Semarang, Jawa Tengah.

Baca Juga Reza Indragiri & Kompolnas Soal Sebab Kematian Dosen Untag di Semarang, Singgung Olah TKP-Autopsi di https://www.kompas.tv/nasional/633058/reza-indragiri-kompolnas-soal-sebab-kematian-dosen-untag-di-semarang-singgung-olah-tkp-autopsi

#dosenuntag #dosentewas #semarang

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/633191/misteri-kematian-dosen-untag-temuan-obat-obatan-di-tkp-akbp-b-ditahan-20-hari-kompas-siang
Transkrip
00:00Soal kematian dosen Levy yang masih jenis misteri, kita tanyakan kepada jurnalist kompasi Viada Febriana Mila dan jurukamera Senot Puji di Semarang, Jawa Tengah.
00:08Selamat siang Mila, bisa dijelaskan bagaimana proses pendalaman kasus kematian dosen Levy.
00:14Apa yang menjadi keberatan pihak keluarga korban sehingga harus mendatangi polda Jawa Tengah?
00:19Sial Lintang dan juga saudara, sekarang ini memang tim polisi dari polda Jawa Tengah masih melakukan penerbitan terkait dengan penyebab meninggalnya dosen muda Universitas 17 Agustus Kota Semarang,
00:36Dwi Nanda Tensia Levy, di mana yang ditemukan meninggal pada Senin lalu.
00:40Sehingga hari ini, berdasarkan informasi yang kami dapat, hari Sabtu kemarin,
00:49dari tim Inafis dan juga Lepor Pol Jawa Tengah, di mana dari hasil olah TKP lanjutan ini ditemukan sejumlah obat-obatan,
00:59namun memang masih belum diketahui secara pasti, dari tim pendidik juga belum menyampaikan terkait dengan obat-obatan apa yang ditemukan,
01:06apakah memang ini obat-obatan karena sakit yang mungkin, riwayat sakit yang diderita oleh almarhum,
01:15atau memang ini obat-obat jenis lain seperti itu.
01:18Kemudian juga untuk saat ini, polda Jawa Tengah sudah memeriksa 7 orang saksi,
01:24di mana AKPP Basuki, kemudian juga penjaga kos hotel, di mana tempat kejadian perkara berlangsung, dan juga kakak korban.
01:34Dan untuk saat ini, AKPP Basuki sendiri dilakukan penahanan di polda Jawa Tengah.
01:42Untuk di pasusnya ini, dilakukan penahanan selama 20 hari, terhitung dari 19 November hingga 18 Desember pendatang.
01:53Dan untuk saat ini juga tim penyelidik dari polda Jawa Tengah masih terus melakukan upaya-upaya untuk mengungkap penyebab dari meninggalnya dosen muda untak Semarang.
02:08Apakah memang karena ada riwayat sakit, atau memang ada kelalaian dan tindak pidana.
02:14Nah, dan ini masih terus diselibiki hingga saat ini.
02:18Kemudian juga dari keluarga korban ini menentuk adanya transparansi dari pihak polda Jawa Tengah.
02:23Mengingat memang untuk pasus ini melibatkan salah seorang periwara polisi yang bertugas di polda Jawa Tengah.
02:29Masih seperti itu, Lintang.
02:30Baik, tiga orang saksi diperiksa.
02:33Namun tadi polisi juga menyebut akan ada gelar perkara.
02:36Kapan kira-kira gelar perkara yang dilakukan oleh polisi, Febri?
02:39Ya, Lintang sejauh ini memang belum ada informasi yang pasti terkait dengan gelar perkara.
02:45Namun memang dari pihak kepolisian ini masih terus mengumpulkan bukti-bukti.
02:48Kemudian juga memanggil saksi-saksi untuk mengetahui secara pasti kronologi.
02:56Kemudian juga pada saat ataupun sebelum korban ini ditemukan meninggal dunia.
03:01Kemudian juga berdasarkan informasi yang kami didapat, dokter yang menangani almarhum sebelumnya.
03:08Karena memang dikabarkan pada tanggal 15-16 November ini, almarhum ataupun korban Dwinanda Linsia Levi ini sempat
03:16ke rumah sakit seperti itu.
03:21Sehingga ini harus ada penjelasan lebih detail lagi terkait sakit apa yang dialami oleh Levi.
03:29Sehingga dokter ini nanti akan dihadirkan untuk dijadikan sebagai saksi tersebut seperti itu.
03:34Sejauh ini apakah masih ada saksi yang masih diperiksa oleh pihak kepolisian?
03:42Ya memang untuk saat ini baru tiga saksi yang diperiksa namun berdasarkan informasi yang kami dapat.
03:48Seperti yang saya sampaikan tadi, dokter yang dokter di Tupasakit Lagojo yang dimana sebelumnya almarhum Alevi
03:55ini mendapatkan penanganan terkait dengan riwayat penyakitnya.
04:00Ini nanti juga akan dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui lebih lanjut
04:03dan juga lebih jelas lagi terkait penyakit yang diderita oleh Levi.
04:08Seperti itu lintang.
04:09Baik, hasil penyelidikan dan pedalaman pihak kepolisian masih kita tunggu.
04:13Termasuk juga hasil dari gelar perkara terkait kematian dosen Untak Semarang.
04:17Terima kasih Febriana Mila dan jurukamera Senot Puji melaporkan langsung dari Semarang, Jawa Tengah.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan