Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Sidang lanjutan kasus kematian Prada Lucky Namo memasuki tahap pemeriksaan terdakwa.

Agenda sidang hari ini adalah pemeriksaan terdakwa, setelah sebelumnya oditur dan kuasa hukum 22 terdakwa tidak mengajukan saksi tambahan.

Satu terdakwa, yakni Komandan Kompi A Batalyon TP 834 Waka Nga Mere, Lettu Ahmad Faisal, kembali dihadirkan dalam persidangan kasus kematian Prada Lucky Namo pada Senin pagi.

Dalam sidang, Lettu Ahmad Faisal mengaku menyesal karena ceroboh sebagai atasan langsung dan tidak bisa melindungi bawahannya.

#pradalucky #komandanpradalucky #lucky

Baca Juga Aksi Pengejaran Pengedar Narkoba di Medan, Pelaku Kabur Dengan Perahu | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/regional/633183/aksi-pengejaran-pengedar-narkoba-di-medan-pelaku-kabur-dengan-perahu-kompas-petang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/633184/kasus-kematian-prada-lucky-lettu-ahmad-faisal-mengaku-menyesal-tak-lindungi-bawahan-kompas-petang
Transkrip
00:00Saudara sidang lanjutan kasus kematian Prada Luki Namo memasuki tahap pemeriksaan terdakwa.
00:07Agenda sidang hari ini adalah pemeriksaan terdakwa setelah sebelumnya auditor dan juga kuasa hukum
00:11menghadirkan 22 terdakwa tidak mengajukan saksi tambahan.
00:18Satu terdakwa yakni komandan Kompi A Batalion TP 834 Wakanga Mere yaitu Letu Ahmad Faisal
00:25kembali dihadirkan dalam persidangan kasus kematian Prada Luki Namo ini saudara.
00:30Dalam sidang, Letu Ahmad Faisal mengaku menyesal karena ceroboh sebagai atasan langsung tidak bisa melindungi bawahannya.
00:42Masih ini kami salingkan untuk kasus kami, kami susahkan atas kebunan kami
00:48karena tidak pernah kebunan keseluruhan kami, orang-orang kata Luki bisa melindungi.
00:57Dan kebunan itu juga, sebenarnya kami berinisiatif untuk mengambil alamat rum
01:07kemindahan dari Masaklik Nd sampai dengan Kepungan.
01:13Ibunda Prada Luki Namo, Sepriana Paulina Merpey yang menyaksikan jalannya sidang
01:23mengaku kecewa dengan Letu Ahmad Faisal karena membiarkan aksi penganiayaan terjadi kepada anaknya.
01:30Padahal sebagai atasan langsung, Letu Ahmad Faisal dianggap mampu menegur bawahannya yang melakukan penganiayaan.
01:38Sepriana pun berharap auditor militer dan majelis hakim dapat menuntut dan memutuskan perkara ini
01:43secara adil. Agenda akan dilanjutkan dengan pemeriksaan terdakwa lainnya.
01:48Kami cukup kecewa. Kecewanya dalam hal bahwa beliau ini seorang Komendan Kompi.
01:59Di mana di dalam saat pada waktu kejadian itu, beliau sebenarnya punya hak, punya tanggung jawab.
02:08Itu tanggung jawabnya penuh untuk menahan dan melerai agar tidak terjadi penganiayaan maupun penyiksaan
02:14terhadap Prada Richard dan Almagum Prada Luki.
02:18Karena beliau itu seorang Komendan.
02:21Dia berhak melarang.
02:23Yang masuk ini kan semuanya senior tapi beda kompi.
02:27Beliau hanya membiarkan saja.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan