Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjawab soal polemik penerbitan izin usaha pertambangan (IUP) di Raja Ampat saat rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Selasa (11/11/2025).

"Ibu saya sama ayah saya belum ketemu, Pak. Barang ini sudah ada. Saya belum ada di muka bumi. Tapi dikaitkan seolah-olah itu saya yang urus," ujar Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.

"Saya pikir yang begini-begini, kita semua dalam ruang ini punya nyali untuk melakukan itu. Selama Merah Putih dan Ibu Pertiwi untuk kebaikan Ibu Pertiwi, saya pikir saya enggak ada mundur-mundur itu, Pak," lanjut Bahlil disambut riuh tepuk tangan anggota Komisi XII DPR RI.

Baca Juga Reaksi Bahlil Saat Ditanya Terkait BBM Baru Bobibos di https://www.kompas.tv/nasional/629956/reaksi-bahlil-saat-ditanya-terkait-bbm-baru-bobibos

#breakingnews #bahlillahadalia #bahlil

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/629985/riuh-dpr-menteri-esdm-bahlil-soal-penerbitan-izin-tambang-raja-ampat-saya-belum-ada-di-muka-bumi
Transkrip
00:00Yang menyangkut hilirisasi, menteri lain gak bicara hilirisasi kok.
00:07Satgasan hilirisasi ini muncul di kementerian ESDM kan baru kali ini.
00:13Dan inilah trigger pertumbuhan ekonomi.
00:15Dan inilah trigger penciptaan lapangan pekerjaan.
00:18Dan ini juga trigger untuk pemerataan pertumbuhan ekonomi.
00:22Tapi kalau diminta ada gak selainnya untuk...
00:26Nanti kami akan kirimkan.
00:27Sekedar saya memberikan penjelasan, 18 proyek hilirisasi yang ditangani oleh Satgas Hilirisasi yang notabene ketuanya adalah menteri SDM.
00:35Itu telah disampaikan kepada menteri investasi karena akan dibiayar oleh Danantara.
00:40Dan kemarin ratasnya dengan Bapak Presiden, insya Allah Desember awal udah selesai.
00:44Totalnya Rp618 triliun.
00:46Dari berbagai sektor, termasuk pertanian, perkeburan, dan kelautan.
00:50Namun 90% dari hilirisasi itu adalah meng-cover untuk sektor mineral batubara, oil and gas.
00:59Termasuk dalamnya adalah DMA.
01:01Ini adalah sebuah instrumen penting untuk menciptakan kawasan pertumbuhan.
01:06Dan untuk sekaligus untuk menciptakan layak tambah terhadap pengelolaan sumber daya alam kita.
01:11Karena ini kembali kepada pasal 33.
01:14Tapi Pak Gunnar saya sangat setuju sekali bahwa ini penting untuk terkait dengan implementasi, hilirisasi, maupun regulasi.
01:22Saya pikir kita tata.
01:23Kita harus tata karena ini untuk kebaikan kita ke depan.
01:26Yang kemudian mengangkut pencabutan IUP.
01:29Saya itu bingung.
01:31Ijin Bapak Ibu semua.
01:34Kita cabut IUP, ada juga yang datang protes.
01:39Kayak IUP Raja Ampat.
01:42IUP Raja Ampat ini kan betul yang tadi dari Bapak Sartono ini.
01:48Bapak Sartono dari Demokrat.
01:50DFK.
01:51Disinformasi, fitna, kebencian.
01:54Waduh, saya bertemu ke referensi ini Pak.
01:57Saya terima kasih Pak.
01:58Waduh, kalau saya tidak rapat, tidak dapat ini barang.
02:01Ini terkait dengan Raja Ampat.
02:04Itu Raja Ampat kan 5 IUP, Pak.
02:075 IUP itu satu yang dikelola oleh BUMN.
02:11yang namanya PT Gak Mikkel.
02:13Itu anak perusahaan miliknya Antam.
02:16Dan itu adalah kontrak karya yang dilakukan sejak tahun 70-an.
02:21Ibu saya sama ayah saya belum ketemu Pak, barang ini sudah ada.
02:27Saya belum ada di muka bumi.
02:30Tapi dikaitkan seolah-olah itu, saya yang urus.
02:33Empat izin.
02:36Dan saya juga tahu siapa kontraktornya.
02:39Tapi kan enggak usah sampai gitu-gituan banget kita.
02:43Empat perusahaan yang saya cabut,
02:46hasil kunjungan kami ke lapangan,
02:48itu pun IUPnya dikeluarkan tahun 2004.
02:50oleh Bupati Lama karena undang-undang rezim Lama
02:54dikeluarkan oleh Kepala Daerah.
02:56Dan sebagian oleh Gubernur.
02:58Itu pun kita cabut.
03:01Dan
03:02saya pikir yang begini-begini,
03:05kita semua dalam ruang ini punya nyali lah untuk melakukan itu.
03:07Selama
03:08Merah Putih dan Ibu Pertiwi,
03:10untuk kebaikan Ibu Pertiwi,
03:12saya pikir
03:12saya enggak ada mundur-mundur itu Pak.
03:15Sudah biasa dari jalan-jalanan kok kita.
03:19Kita ini kan saya masuk sampai ke sini kan
03:21melewati darat, laut, dan udara.
03:25Tidak hanya satu fase kita.
03:27Jadi
03:27nah untuk pencabutan IUP,
03:29saya kasih contoh Pak.
03:30Ini saya jawab general aja.
03:34Bayangkan
03:34reklamasi benar dari abang saya dari Nasdem itu.
03:37Benar itu.
03:39Bayangkan orang
03:40mau nyusun RKAB
03:42enggak kasih jaminan reklamasi.
03:46Saya keliling pakai helikopter
03:48di atas itu
03:49hasil penambangan setelah tambang
03:51dikasih tinggal semuanya.
03:55Saya tidak mempersalahkan masa lalu
03:56karena pemerintahan
03:58dulu, sekarang, dan ke depan itu
04:00satu mata rantai.
04:02Ada kelebihan, kekurangan, itu biasa.
04:04Tugas kita adalah
04:05yang sudah bagus kita lanjutkan,
04:07yang belum bagus kita sempurnakan.
04:09Nah khusus untuk jaminan reklamasi.
04:11Kemarin kan ada protes juga itu.
04:12190
04:13190 IUP
04:15diturunkan dari Modi
04:18karena tidak membayar jaminan reklamasi.
04:22Kalau tidak menjawab jaminan reklamasi,
04:24siapa yang mereklamasi ini barang?
04:27Kita ini sebentar lagi meninggal bumi,
04:28dipanggil Allah SWT.
04:30Tapi apakah kita harus tinggalkan kepada
04:32anak-anak cucu kita
04:34penambangan yang seperti itu?
04:35Maka kita tata.
04:39Caranya bagaimana?
04:40Boleh RKAB kita kasih,
04:42tapi yuk bayar dong
04:43reklamasi jaminannya.
04:46Bang, apa namanya,
04:47formulasinya pun harus kita lakukan.
04:49Saya kan mantan pengusaha tambang.
04:51Mantan, bukan sekarang ya.
04:52Mantan.
04:54Ya kalau dia mau ambil
04:55100 hektare
04:57dengan cadangan yang
04:58banyak,
05:00jangan dia
05:00bayar reklamasi dengan
05:02seadanya saja.
05:02syukur Alhamdulillah
05:04kalau dia punya hati yang baik,
05:06begitu dia selesai nambang,
05:08dia melakukan reklamasi.
05:10Rata-rata ada juga yang melakukan begitu,
05:12tapi tidak sedikit juga
05:13yang meninggalkan
05:15dirita di daerah-daerah itu.
05:18Itulah kemudian kenapa saya katakan
05:20tidak boleh seperti ini.
05:22Pasti
05:23muncul lagi istilah itu
05:25DFK ini.
05:28Memang, Pak,
05:29memperbaiki itu, Pak,
05:30DFK lebih banyak
05:31daripada mau-maunya kita.
05:33Apa yang saya lakukan ini
05:34hanya untuk memperbaiki saja.
05:37Itu
05:37saya terima kasih.
05:39Jadi ini
05:40Pak Dirjen sama Dirjen Gakum mana ya?
05:43Pak Dirjen Gakum
05:44Komisi 12 lagi
05:45unyi nyali Bapak ini.
05:48Bapak,
05:48jaksa atau bukan jaksa?
05:50Oh iya.
05:51Kalau nyali tidak ada,
05:53segera pertimbangkan.
05:58Saya nggak benar.
05:59benar, ini barang ini
06:00nggak ada urusan kita.
06:02Yang berikut
06:03menyangkut lifting.
06:05Bapak, Ibu semua,
06:06ini Golkar punya ini.
06:08Ya ini karena
06:09fraksi Golkar jadi
06:11nggak berani agak tajam-tajam gitu.
06:16Tapi gini saya mau jelasin ya.
06:19Lifting.
06:20Bapak,
06:21Bapak-bapak ini kan
06:21sudah anggota DPR lama.
06:23Tunjukkan kepada saya
06:24tahun berapa
06:25terakhir
06:26yang lifting kita
06:27mencapai target APBN.
06:30Tunjukkan.
06:33Saya nggak mau bicara
06:34omon-omon,
06:35saya mau bicara fakta aja.
06:38Saya pikir
06:39sudah sangat lama
06:41target
06:42lifting kita
06:44hampir tidak mencapai
06:46di dalam APBN.
06:48Di 2024,
06:50target APBN kita
06:52N605.000 baril per day
06:53dalam APBN.
06:55N600 apa N605?
06:57N605.
06:58Mohon maaf
06:59kalau saya salah,
06:59tolong dikoreksi.
07:01Realisasi kita berapa?
07:03580.000 baril per day.
07:06Sekarang,
07:07Alhamdulillah
07:08karena kedukungan
07:09dari Bapak-Ibu semua,
07:10pimpinan Komisi 12
07:11dan seluruh stokholder,
07:13kita sudah mencapai
07:13N605
07:14sampai dengan
07:15N606.000
07:17baril per day.
07:19Sekalipun
07:20ada kenaikannya
07:21tidak
07:21signifikan,
07:23tapi
07:23kita hari ini
07:25sudah mencapai target
07:26APBN.
07:28Dan
07:29mengurus BBM ini,
07:30mengurus lifting ini
07:31Bapak-Ibu semua,
07:32saya jujur mengatakan
07:33kita ini
07:34kalau tidur malam,
07:35baca doa tidur malam
07:36terakhir baca doa lifting.
07:39Karena bagi saya,
07:41KPI saya
07:41yang dipegang oleh
07:42Bapak Presiden adalah
07:43apa yang ditargetkan
07:44dalam APBN,
07:45dalam undang-undang APBN.
07:47Itu.
07:48Dan saya nggak mau pusing,
07:49saya pembantu Presiden,
07:51Menteri itu pejabat negara
07:52pembantu Presiden.
07:54Bos kita cuma Presiden.
07:56Jadi bekerja sesuai
07:57dengan apa yang diperintahkan,
07:58bukan apa yang mereka
08:00orang lain
08:01pikirkan.
08:03Kalau pikirannya bagus,
08:04kita rangkul.
08:05Tapi kalau tidak bagus,
08:06ya sorry ya.
08:07Gitu.
08:08Ya kira begitu.
08:08selamat menikmati.
08:10Selamat menikmati.
Komentar

Dianjurkan