00:00Yang menyangkut hilirisasi, menteri lain gak bicara hilirisasi kok.
00:07Satgasan hilirisasi ini muncul di kementerian ESDM kan baru kali ini.
00:13Dan inilah trigger pertumbuhan ekonomi.
00:15Dan inilah trigger penciptaan lapangan pekerjaan.
00:18Dan ini juga trigger untuk pemerataan pertumbuhan ekonomi.
00:22Tapi kalau diminta ada gak selainnya untuk...
00:26Nanti kami akan kirimkan.
00:27Sekedar saya memberikan penjelasan, 18 proyek hilirisasi yang ditangani oleh Satgas Hilirisasi yang notabene ketuanya adalah menteri SDM.
00:35Itu telah disampaikan kepada menteri investasi karena akan dibiayar oleh Danantara.
00:40Dan kemarin ratasnya dengan Bapak Presiden, insya Allah Desember awal udah selesai.
00:44Totalnya Rp618 triliun.
00:46Dari berbagai sektor, termasuk pertanian, perkeburan, dan kelautan.
00:50Namun 90% dari hilirisasi itu adalah meng-cover untuk sektor mineral batubara, oil and gas.
00:59Termasuk dalamnya adalah DMA.
01:01Ini adalah sebuah instrumen penting untuk menciptakan kawasan pertumbuhan.
01:06Dan untuk sekaligus untuk menciptakan layak tambah terhadap pengelolaan sumber daya alam kita.
01:11Karena ini kembali kepada pasal 33.
01:14Tapi Pak Gunnar saya sangat setuju sekali bahwa ini penting untuk terkait dengan implementasi, hilirisasi, maupun regulasi.
01:22Saya pikir kita tata.
01:23Kita harus tata karena ini untuk kebaikan kita ke depan.
01:26Yang kemudian mengangkut pencabutan IUP.
01:29Saya itu bingung.
01:31Ijin Bapak Ibu semua.
01:34Kita cabut IUP, ada juga yang datang protes.
01:39Kayak IUP Raja Ampat.
01:42IUP Raja Ampat ini kan betul yang tadi dari Bapak Sartono ini.
01:48Bapak Sartono dari Demokrat.
01:50DFK.
01:51Disinformasi, fitna, kebencian.
01:54Waduh, saya bertemu ke referensi ini Pak.
01:57Saya terima kasih Pak.
01:58Waduh, kalau saya tidak rapat, tidak dapat ini barang.
02:01Ini terkait dengan Raja Ampat.
02:04Itu Raja Ampat kan 5 IUP, Pak.
02:075 IUP itu satu yang dikelola oleh BUMN.
02:11yang namanya PT Gak Mikkel.
02:13Itu anak perusahaan miliknya Antam.
02:16Dan itu adalah kontrak karya yang dilakukan sejak tahun 70-an.
02:21Ibu saya sama ayah saya belum ketemu Pak, barang ini sudah ada.
02:27Saya belum ada di muka bumi.
02:30Tapi dikaitkan seolah-olah itu, saya yang urus.
02:33Empat izin.
02:36Dan saya juga tahu siapa kontraktornya.
02:39Tapi kan enggak usah sampai gitu-gituan banget kita.
02:43Empat perusahaan yang saya cabut,
02:46hasil kunjungan kami ke lapangan,
02:48itu pun IUPnya dikeluarkan tahun 2004.
02:50oleh Bupati Lama karena undang-undang rezim Lama
02:54dikeluarkan oleh Kepala Daerah.
02:56Dan sebagian oleh Gubernur.
02:58Itu pun kita cabut.
03:01Dan
03:02saya pikir yang begini-begini,
03:05kita semua dalam ruang ini punya nyali lah untuk melakukan itu.
03:07Selama
03:08Merah Putih dan Ibu Pertiwi,
03:10untuk kebaikan Ibu Pertiwi,
03:12saya pikir
03:12saya enggak ada mundur-mundur itu Pak.
03:15Sudah biasa dari jalan-jalanan kok kita.
03:19Kita ini kan saya masuk sampai ke sini kan
03:21melewati darat, laut, dan udara.
03:25Tidak hanya satu fase kita.
03:27Jadi
03:27nah untuk pencabutan IUP,
03:29saya kasih contoh Pak.
03:30Ini saya jawab general aja.
03:34Bayangkan
03:34reklamasi benar dari abang saya dari Nasdem itu.
03:37Benar itu.
03:39Bayangkan orang
03:40mau nyusun RKAB
03:42enggak kasih jaminan reklamasi.
03:46Saya keliling pakai helikopter
03:48di atas itu
03:49hasil penambangan setelah tambang
03:51dikasih tinggal semuanya.
03:55Saya tidak mempersalahkan masa lalu
03:56karena pemerintahan
03:58dulu, sekarang, dan ke depan itu
04:00satu mata rantai.
04:02Ada kelebihan, kekurangan, itu biasa.
04:04Tugas kita adalah
04:05yang sudah bagus kita lanjutkan,
04:07yang belum bagus kita sempurnakan.
04:09Nah khusus untuk jaminan reklamasi.
04:11Kemarin kan ada protes juga itu.
04:12190
04:13190 IUP
04:15diturunkan dari Modi
04:18karena tidak membayar jaminan reklamasi.
04:22Kalau tidak menjawab jaminan reklamasi,
04:24siapa yang mereklamasi ini barang?
04:27Kita ini sebentar lagi meninggal bumi,
04:28dipanggil Allah SWT.
04:30Tapi apakah kita harus tinggalkan kepada
04:32anak-anak cucu kita
04:34penambangan yang seperti itu?
04:35Maka kita tata.
04:39Caranya bagaimana?
04:40Boleh RKAB kita kasih,
04:42tapi yuk bayar dong
04:43reklamasi jaminannya.
04:46Bang, apa namanya,
04:47formulasinya pun harus kita lakukan.
04:49Saya kan mantan pengusaha tambang.
04:51Mantan, bukan sekarang ya.
04:52Mantan.
04:54Ya kalau dia mau ambil
04:55100 hektare
04:57dengan cadangan yang
04:58banyak,
05:00jangan dia
05:00bayar reklamasi dengan
05:02seadanya saja.
05:02syukur Alhamdulillah
05:04kalau dia punya hati yang baik,
05:06begitu dia selesai nambang,
05:08dia melakukan reklamasi.
05:10Rata-rata ada juga yang melakukan begitu,
05:12tapi tidak sedikit juga
05:13yang meninggalkan
05:15dirita di daerah-daerah itu.
05:18Itulah kemudian kenapa saya katakan
05:20tidak boleh seperti ini.
05:22Pasti
05:23muncul lagi istilah itu
05:25DFK ini.
05:28Memang, Pak,
05:29memperbaiki itu, Pak,
05:30DFK lebih banyak
05:31daripada mau-maunya kita.
05:33Apa yang saya lakukan ini
05:34hanya untuk memperbaiki saja.
05:37Itu
05:37saya terima kasih.
05:39Jadi ini
05:40Pak Dirjen sama Dirjen Gakum mana ya?
05:43Pak Dirjen Gakum
05:44Komisi 12 lagi
05:45unyi nyali Bapak ini.
05:48Bapak,
05:48jaksa atau bukan jaksa?
05:50Oh iya.
05:51Kalau nyali tidak ada,
05:53segera pertimbangkan.
05:58Saya nggak benar.
05:59benar, ini barang ini
06:00nggak ada urusan kita.
06:02Yang berikut
06:03menyangkut lifting.
06:05Bapak, Ibu semua,
06:06ini Golkar punya ini.
06:08Ya ini karena
06:09fraksi Golkar jadi
06:11nggak berani agak tajam-tajam gitu.
06:16Tapi gini saya mau jelasin ya.
06:19Lifting.
06:20Bapak,
06:21Bapak-bapak ini kan
06:21sudah anggota DPR lama.
06:23Tunjukkan kepada saya
06:24tahun berapa
06:25terakhir
06:26yang lifting kita
06:27mencapai target APBN.
06:30Tunjukkan.
06:33Saya nggak mau bicara
06:34omon-omon,
06:35saya mau bicara fakta aja.
06:38Saya pikir
06:39sudah sangat lama
06:41target
06:42lifting kita
06:44hampir tidak mencapai
06:46di dalam APBN.
06:48Di 2024,
06:50target APBN kita
06:52N605.000 baril per day
06:53dalam APBN.
06:55N600 apa N605?
06:57N605.
06:58Mohon maaf
06:59kalau saya salah,
06:59tolong dikoreksi.
07:01Realisasi kita berapa?
07:03580.000 baril per day.
07:06Sekarang,
07:07Alhamdulillah
07:08karena kedukungan
07:09dari Bapak-Ibu semua,
07:10pimpinan Komisi 12
07:11dan seluruh stokholder,
07:13kita sudah mencapai
07:13N605
07:14sampai dengan
07:15N606.000
07:17baril per day.
07:19Sekalipun
07:20ada kenaikannya
07:21tidak
07:21signifikan,
07:23tapi
07:23kita hari ini
07:25sudah mencapai target
07:26APBN.
07:28Dan
07:29mengurus BBM ini,
07:30mengurus lifting ini
07:31Bapak-Ibu semua,
07:32saya jujur mengatakan
07:33kita ini
07:34kalau tidur malam,
07:35baca doa tidur malam
07:36terakhir baca doa lifting.
07:39Karena bagi saya,
07:41KPI saya
07:41yang dipegang oleh
07:42Bapak Presiden adalah
07:43apa yang ditargetkan
07:44dalam APBN,
07:45dalam undang-undang APBN.
07:47Itu.
07:48Dan saya nggak mau pusing,
07:49saya pembantu Presiden,
07:51Menteri itu pejabat negara
07:52pembantu Presiden.
07:54Bos kita cuma Presiden.
07:56Jadi bekerja sesuai
07:57dengan apa yang diperintahkan,
07:58bukan apa yang mereka
08:00orang lain
08:01pikirkan.
08:03Kalau pikirannya bagus,
08:04kita rangkul.
08:05Tapi kalau tidak bagus,
08:06ya sorry ya.
08:07Gitu.
08:08Ya kira begitu.
08:08selamat menikmati.
08:10Selamat menikmati.
Komentar