Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 bulan yang lalu
RUBICNEWS.COM – Ribuan warga memadati Desa Adat Kemiren, Kecamatan Glagah, dalam Festival Ngopi Sepuluh Ewu 2025 pada Sabtu malam (8/11/2025).

Tradisi masyarakat Using ini kembali menghadirkan suasana hangat kebersamaan lewat ritual ngopi massal.

Acara turut dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, Dandim 0825 Letkol (Arm) Triyadi Indra Wijaya, serta tokoh masyarakat dan stakeholder terkait.

Kegiatan dibuka dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan penampilan Tari Cunduk Menur yang mencerminkan kekayaan budaya Osing.

Ngopi Sepuluh Ewu merupakan simbol jati diri warga Using yang harus dijaga kelestariannya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam sambutannya mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat.

“Festival ini bukan sekadar menikmati kopi. Ini tentang merawat nilai kebersamaan, gotong royong, dan kearifan lokal, sekaligus menggerakkan ekonomi desa,” kata Ipuk.

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Muzik
00:01Suasana malam di desa Kemiren, Kecamatan Gelagah, Kabupaten Banyuwangi
00:16tampak begitu ramai pada Sabtu 8 November 2025
00:20Ribuan warga dan wisatawan memadati jalan desa
00:24untuk mengikuti tradisi tahunan Ngopi 10 EU atau Ngopi 10.000
00:30Festival Hasuku Osi ini menjadi ajang kebersamaan
00:32di mana setiap rumah di sepanjang jalan utama menyuguhkan kopi secara gratis bagi para tamu
00:38Sebanyak satu kuitau papi wabusta Banyuwangi disiapkan untuk dinikmati bersama
00:44sebagai sipul keramah tambahan dan semangat ketoroyong masyarakat setempat
00:48Selain menikmati kopi, pengunjung juga disuguhkan pertunjukan seni tradisional Osi
00:54dan aneka produk UMKM lokal
00:56Melalui acara ini, pemerintah daerah berharap
01:00budaya Ngopi bersama bisa terus menjadi daya tarik wisata
01:04yang memperkuat identitas Banyuwangi sebagai kota budaya dan kopi
01:08Tim Liputan Rupik News melaporkan
Komentar

Dianjurkan