Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPASTV - Kematian Prada Lucky Namo meninggalkan duka mendalam bagi para sahabatnya.

Sahabat almarhum Prada Lucky Namo yang menceritakan soal kekerasan yang dialami Lucky Namo sebelum meninggal dunia.

Fakta kematian Prada Lucky terus diungkap, baik di ruang sidang maupun dari keterangan keluarga dan kerabat.

Ia bercerita, Prada Lucky mulai alami kekerasan sejak bulan Juni.

Natalia juga memperlihatkan sebuah ruangan di rumahnya yang biasa digunakan Lucky untuk belajar dan beristirahat.

Kepada Natalia, Lucky bilang bertekad untuk jadi TNI demi membahagiakan keluarganya.

Kini, keluarga dan kerabat Prada Lucky tengah berjuang mengungkap fakta di balik kematian Prada Lucky.

#pradalucky #prada #sahabatpradalucky

Baca Juga Sahabat Beberkan Kisah Prada Lucky: Sempat Dianiaya dan Tunjukkan Luka Sebelum Wafat di https://www.kompas.tv/nasional/629136/sahabat-beberkan-kisah-prada-lucky-sempat-dianiaya-dan-tunjukkan-luka-sebelum-wafat



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/629246/sahabat-beberkan-penganiayaan-yang-dialami-prada-lucky-kompas-petang

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Kesorotan selanjutnya saudara, kematian Prada Luki Namo meninggalkan duka mendalam bagi para sahabatnya.
00:06Jurnalis Kompas TV, Niputu Tersenanda dan Juru Kamera Roy Ilman
00:09bertemu dengan salah satu sahabat almahrum Prada Luki Namo yang menceritakan soal kekerasan yang dialami Luki Namo sebelum meninggal dunia.
00:19Fakta kematian Prada Luki terus diungkap, baik di ruang sidang maupun dari keterangan keluarga dan kerabat.
00:44Jurnalis Kompas TV, Niputu Tersenanda dan Juru Kamera Roy Ilman
00:50bertemu dengan salah satu sahabat almahrum Prada Luki Namo, Goldetris Natalia Tokatalan.
00:56Ia bercerita, Prada Luki mulai mengalami kekerasan sejak bulan Juni.
01:01Satu minggu di Nagekeoka itu sudah dianiaya, sudah dipukul.
01:05Terus saya tanya, kenapa dipukul? Tidak tahu nama senior dengan NRP-nya.
01:11Terus setelah itu, masih lagi dipukul berame-rame tentang masih nama NRP sama nama senior.
01:19Terus dia dipukul sendiri di belakang barak.
01:22Terus lagi yang bulan Juli kemarin kalau tidak salah, itu dia dipukul.
01:27Dia bilang dia tidak kuat lagi di sini, dia mau pindah saja ke Kupang.
01:31Terakhir chat dengan saya tanggal 27.
01:34Terus tidak ada lagi chat, kakak.
01:35Tidak ada lagi kontak dengan Prada Luki.
01:37Biasanya pada saat cerita itu dilakukan lewat apa, kakak?
01:42Lewat chat atau video call?
01:44Biasa video call.
01:45Kalau yang bukti-bukti chat, kakak sudah tidak ada lagi.
01:48Sudah dihapus.
01:50Entah dari pihak Luki-nya atau dari mana, saya tidak tahu.
01:55Natalia juga memperlihatkan sebuah ruangan di rumahnya
01:57yang biasa digunakan Luki untuk belajar dan beristirahat.
02:01Kepada Natalia, Luki bilang bertekad untuk jadi TNI demi membahagiakan keluarganya.
02:07Saya harus bisa jadi tentara untuk beli rumah untuk mama.
02:11Untuk mama dan adik-adik tinggal.
02:13Jadi memang dia pengen sekali jadi?
02:15Iya, pengen sekali.
02:17Dia terinspirasi dari bapak.
02:19Hari harus lari, pagi lari, sore lari, makan teratur.
02:23Mungkin kami jadwal tidurnya yang tidak teratur.
02:26Soalnya belajarnya sampai pagi jam 3, baru kami tidur.
02:30Terus jam 5 lagi harus berangkat tes.
02:33Seperti itu, kakak.
02:34Dan itu dilakukan Luki supaya bisa jadi tentara?
02:41Kini, keluarga dan kerabat perada Luki Tengah berjuang
02:44mengungkap fakta di balik kematian perada Luki.
02:48Niputu Trisnanda, Roy Ilman, Kompas TV, Kupang, Nusa Tengah Timur.
02:53Sidang penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya perada Luki Namo
02:59akan dilanjutkan pada Senin besok, sodara.
03:02Lalu, seperti apa jalannya sidang?
03:06Kita akan menyapa jurnalis Kompas TV Niputu Trisnanda
03:10dan juru kamera Roy Ilman dari Kupang, Nusa Tengah Timur, sodara.
03:14Dan kalau kita lihat, sodara, informasinya
03:17sidang besok juga akan beragendakan pemeriksaan sejumlah saksi
03:23informasi yang kami dapatkan dari Kupang, Nusa Tengah Timur
03:27bahwa nanti pada saat sidang lanjutan yang dilaksanakan esok hari
03:32akan menghadirkan dua saksi dokter, sodara.
03:37Melihat jalannya sidang, kasus kematian perada Luki Namo ini
03:41memang dibagi menjadi tiga klaster
03:43yaitu untuk satu tersangka yang merupakan atasan dari perada Luki Namo
03:49kemudian ada dua puluh tersangka lainnya
03:53yang dibagi menjadi dua klaster
03:55yaitu tujuh belas tersangka dan juga empat tersangka.
03:59Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan