Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri ATR/BPN Nusron Wahid angkat bicara terkait tanah Wakil Presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla diduga diserobot PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD), bagian dari Lippo Group.

Nusron mengatakan pihaknya telah mengirim surat kepada Pengadilan Negeri Makassar mengenai eksekusi lahan tersebut.

"Kami sudah kirim surat kepada Pengadilan di Kota Makassar bahwa intinya mempertanyakan proses eksekusi tersebut karena belum ada constatering," ujar Nusron seperti dilansir dari Kompas.com, Kamis (6/11/2025).

Diketahui sebelumya, Jusuf Kalla menuding tindakan PT GMTD sebagai perampokan hak atas lahan.

Baca Juga Kesal Jadi Korban Mafia Tanah, Jusuf Kalla Datangi Langsung Lahan Miliknya di Makassar | SAPA SIANG di https://www.kompas.tv/regional/628430/kesal-jadi-korban-mafia-tanah-jusuf-kalla-datangi-langsung-lahan-miliknya-di-makassar-sapa-siang

#jusufkalla #nusronwahid #tanah

Video Editor: Galih

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/628533/nusron-wahid-angkat-bicara-soal-tanah-jusuf-kalla-diserobot-kami-sudah-bersurat
Transkrip
00:00Jadi itu kebohongan dari kaya sama teman-teman
00:03Itu para menalipo, itu ciri-lipo gitu
00:30Terima kasih telah menonton
01:00Saya punya tanah, itu kesimpulannya
01:02Udah sertifikat, ada jual belinya
01:0635 tahun lalu saya sendiri yang beli
01:10Dan tidak ada ya, kalau memang yang
01:15Kami tidak ada hubungan hukum dengan GEMD, tidak
01:20Karena yang dituntuk itu siapa namanya?
01:23Maju Balang
01:24Itu penjual ikan kan?
01:26Ya penjual ikan
01:27Penjual ikan
01:28Masa penjual ikan punya tanah seluruh sini?
01:31Ah, betul
01:32Ya kan?
01:34Jadi itu kebohongan dari kaya sama teman-teman
01:36Itu para menalipo, itu ciri-lipo gitu
01:39Jadi jangan main-main di sini, di Makassar ini
01:47Ada dugaan perampokan yang dilakukan oleh GEMD?
01:51Apa?
01:52Ada dugaan perampokan yang dilakukan oleh GEMD?
01:53Ada dugaan perampokan yang dilakukan oleh GEMD?
01:54Ah iya, karena kita punya ada suruhannya, ada sertifikannya
01:57Cepat-cepat dipengaku
01:58Itu perampokan namanya kan?
02:00Oh gimana?
02:01Benar nggak?
02:05Ya nggak begitu?
02:06Ada semacam permainan mafia tanah begitu?
02:09Tapi iya, itu memang dulu yang dia beli dari Haji Najibnya
02:13Haji Najibnya kan nama mafia tanah di sini dulu kan?
02:17Jadi dia mungkin ditipu
02:19Dia kalau ambil kita punya tanah
02:22Dia belum datang ke Makassar, kita sudah punya
02:26Begitu kejadiannya
02:30Kalau begini, nanti seluruh kol tadi akan mainkan seperti itu
02:34Rampok seperti itu
02:36Kalau Haji Najibnya, saya ada mau main-main, apa lagi yang lain?
02:40Lagi masyarakat kecil
02:41Iya
02:41Langkah selanjutnya apa?
02:44Upaya hukum?
02:45Langkah selanjutnya tidak ada
02:47Kita hukumnya, kita nanti ajukan ke mana-mana
02:50Mau sampai ke mana pun, kita siap untuk nggak melawan
02:54Ketidakadilan, ketidakkebenaran
02:56Dan jangan juga aparat pengadilan itu berlaku adil lah
03:00Berlaku kebenaran lah
03:02Jangan dimainin
03:04Pak Ininya sudah ada perintah eksekusi
03:07Perintah eksekusi dari mana?
03:10Dari pengadilan?
03:12Itu eksekusi harus didahului dengan namanya
03:15Kostatering
03:16Pengukuran
03:18Mana pengukuran?
03:19Mana orang BPN-nya?
03:21Mana orang camaknya?
03:22Mana orang-orang Tika tidak ada semua
03:23Dia sendiri
03:25Dia bilang jam 8
03:26Dia pergi ke jam 7
03:26Supaya ini tidak hadir
03:28Dan tidak
03:29Jadi ini kan penipuan semua
03:32Berarti bisa jadi salah objek ini?
03:36Objek ini siapunya?
03:37Berarti ini yang
03:39Yang perintah eksekusinya ini berarti salah objek
03:41Salah objek
03:42Tanya sama orang
03:44Kan dia bersiap
03:44Melawan ini
03:48Deng siapa?
03:48Menyumbalan Solo
03:49Menyumbalan Solo dan kawan-kawan
03:51Panggil dia
03:52Mana tanamu?
03:56Pengadilan tidak dugaan permainan dengan
03:58Ognem BPN?
03:59Saya tidak tahu lah
04:00Oh tidak BPN tidak
04:01Bukitnya BPN tidak ada ukurannya
04:03Kalau pengadilan misalnya?
04:06Saya tidak tahu lah
04:07Anda menaksirkan sendiri
04:08Saya Rizka Klarissa
04:17Saksikan program-program Kompas TV
04:20Melalui siaran digital
04:22Pay TV
04:23Dan media streaming lainnya
04:25Kompas TV
04:26Independent
04:27Terpercaya
04:28Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan