Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Nilai tukar rupiah menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat sejak Kamis, 4 Juni. Meski demikian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pelemahan rupiah tersebut masih dalam perhitungan pemerintah.

Menurut Purbaya, kurs rupiah yang telah melampaui asumsi makro APBN 2026 tidak memberikan dampak signifikan terhadap anggaran negara, termasuk terhadap beban pembayaran kupon bunga utang yang berdenominasi dolar AS.

Dalam asumsi makro APBN 2026, nilai tukar rupiah berada pada kisaran Rp16.500 per dolar AS.

Namun, Purbaya menjelaskan asumsi tersebut berubah setelah meningkatnya tensi perang di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dunia.

#purbaya #amerikaserikat #rupiah

Baca Juga IHSG Anjlok 4,2 Persen ke Level 5.594, Saham Energi-Teknologi Tertekan | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/ekonomi/673065/ihsg-anjlok-4-2-persen-ke-level-5-594-saham-energi-teknologi-tertekan-sapa-malam



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/673068/rupiah-tembus-rp18-000-per-dolar-as-menkeu-sebut-masih-sesuai-perhitungan-pemerintah
Transkrip
00:00Informasi di Sapa Indonesia malam, nilai tukar rupiah telah menembus 18 ribu per dolar Amerika Serikat sejak Kamis kemarin.
00:07Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa menyatakan, pelemahan nilai tukar rupiah masih dalam perhitungan pemerintah.
00:14Purbaya mengatakan kurs rupiah yang telah melewati asumsi makro APBN 2026 tidak berdampak banyak terhadap anggaran negara,
00:22termasuk beban pembayaran kupon bunga utang dalam bentuk dolar AS.
00:26Dalam asumsi makro 2026, level rupiah berada di rentang 16.500 per dolar Amerika Serikat.
00:35Namun menurut Purbaya, asumsi ini berubah setelah Perang Timur Tengah yang kemudian memicu pada harga minyak dunia yang naik.
00:48Jadi dolar ke dolarnya sama, natural hedge, tidak ada beban tambahan ke kita.
00:56Kecuali saya beli dolar untuk bayar utang itu.
01:01Tapi kan tahun ini kita terbitkan juga government bond global yang income-nya dolar harusnya disesuaikan dengan pembayaran utang minimal
01:10dan tutupin kan.
01:11Pasti tertutup.
01:12Jadi dari sisi pembayaran bunga, pembayaran utang, faktor rupiah dampaknya amat minim.
01:19Subsidia NRG kan udah kita hitung.
01:23Pasti signifikan, tapi udah kita hitung di waktu hitung-hitungan yang sebelumnya tuh.
01:27Harga minyak asumsinya 100 delat per barrel.
01:31Waktu itu saya gak sebutkan juga sebetulnya.
01:34Asumsi perhitungan nilai tukarnya gak sama dengan APBN.
01:38Udah jauh di atas.
01:39Tapi tentunya gak saya sebutkan ke publik.
01:42Takutnya nanti orang bilang, Menteri Keuangan maunya rupiah melemah.
01:46Nanti saya disalahin lagi.
01:48Tapi gak jauh dari level yang sekarang.
01:50Jadi saya gak harus merubah simulasi APBN kita.
01:55Soal melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat,
01:59Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan,
02:02pemerintah melalui Kementerian Keuangan berkoordinasi secara intens
02:05dengan Bank Indonesia dan OJK untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
02:11Prasetyo Hadi juga menegaskan,
02:13inflasi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih terjaga,
02:16ini menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia kuat.
02:22Pasti bisa kami sampaikan bahwa kita harus yakin
02:27bahwa sesungguhnya fundamental ekonomi kita
02:32yang tergambar dari pertumbuhan ekonomi,
02:36kemudian dari inflasi yang masih terjaga,
02:42insya Allah sesungguhnya kita memiliki fundamental ekonomi yang cukup kuat.
Komentar

Dianjurkan