Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Anggota Komite IV DPD RI, Sinta Rosma Yenti, menyampaikan protes langsung kepada Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa terkait pemotongan TKD Kalimantan Timur, pada Senin (3/11/2025).

"Walaupun fans sama Pak Purbaya, saya tetap menyoroti beberapa hal ya, Pak. Izin. Undang-Undang APBN Tahun 2026 baru saja kita sahkan pada tanggal 23 September 2025," ujar Anggota Komite IV DPD RI, Sinta Rosma Yenti.

"Sudah dipastikan TKD turun sebanyak 25%. TKD Kaltim dalam perencanaan menerima Rp10 triliun, tapi ternyata kami kekurangan itu 70%, Pak. Kami hanya menerima Rp3 triliun saja," lanjutnya.

Mendengar hal itu, Menkeu Purbaya langsung meminta agar Anggota Komite IV DPD RI, Sinta, kembali mengecek kebenaran data yang disampaikan.

Baca Juga [FULL] Menkeu Purbaya Buka-bukaan Rapat di DPD, Singgung Danantara hingga Dana Daerah Nganggur di https://www.kompas.tv/nasional/627845/full-menkeu-purbaya-buka-bukaan-rapat-di-dpd-singgung-danantara-hingga-dana-daerah-nganggur

#menkeu #purbayayudhisadewa #dpd


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/627848/menkeu-purbaya-balas-balik-anggota-dpd-protes-tkd-kaltim-memang-ibu-sudah-cek

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Dengan hal ini, izin Pak Tamsil saya langsung, izin pimpinan saya langsung saja
00:03Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
00:08Bagaimana hari ini Pak Purbaya, time to sell atau time to buy Pak?
00:14Saya nungguin Pak Purbaya
00:15Time to buy?
00:16Siap Pak, kalau gitu
00:17Ini karena kita perbaikin secara fundamental
00:20Indeks saham akan menggambangkan ekonomi pada akhirnya
00:25Siap Pak, nanti saya beli lagi Pak
00:26Jadi 10 tahun depan akan ekspansi terus jadi kali sekarang
00:29Siap
00:30Baik Pak, saya walaupun fans sama Pak Purbaya
00:35Saya tetap menyeroti beberapa hal ya Pak, izin
00:37Undang-undang APBN tahun 2026 baru saja kita sahkan di tanggal 23 September tahun 2025
00:44Sudah dipastikan TKD turun sebanyak 25%
00:47TKD Kaltim kami perencanaan itu menerima 10 triliun
00:51Tapi ternyata kami kekurangan 70% Pak
00:56Kami hanya menerima 3 triliun saja
00:59Sudah Pak, saya sudah cek
01:02Coba cek lagi deh
01:03Ya baik
01:03Kebetulan Pak, saya
01:06Kaltim Pak, saya baru saja pulang dari reses Pak
01:11Dari Kundapil Pak
01:12Saya bertemu dengan seluruh jajaran Pemda, Pemprov Pak
01:15Jadi informasi yang kami dapatkan begitu Pak
01:17Kaltim, 3 triliun
01:19Dari 10 triliun yang sudah kami rencanakan Pak
01:23Kami kehilangan 70% Pak
01:25Itu Pak Jiwandono di sana ya?
01:29Dari sana ya?
01:30Dari Kaltim ya?
01:30DPRD Kaltim bukan?
01:32Saya
01:32Budi Jiwandono
01:34Saya reses sama Pemprov Pak
01:36Sama BKAD
01:37Oh, Pak Budi saya tidak bertemu Pak
01:41Kami berbeda
01:42Paling tidak dia orang sana kan?
01:44Iya
01:44Dari sana
01:45Ibu cek
01:46Dia ada ya?
01:46Baik
01:47Nanti saya
01:48Tapi ini tetap saya lanjutkan Pak
01:50Jadi kalau kita
01:54Karena sesuai data yang pada saat reses Pak Menteri
01:57Kalau kita lihat mandatory spending infrastruktur itu
02:0040% ditambah lagi pendidikan 20%
02:03Maka uang kami tersisa 1 triliun saja Pak Menteri
02:06Kalau hitungan dari 3 triliun tadi Pak
02:08Dikurangi mandatory spending pendidikan dan infrastruktur jadi kurang
02:12Akhirnya menjadi 1 triliun saja
02:15Bagaimana dengan gaji P3K yang baru saja dilantik Pak?
02:19Hampir 4.000 provinsi Kaltim itu melantik P3K
02:22Apakah ini yang bertanggung jawab BKN Pak?
02:25Karena mereka sudah kekurangan yang sangat tinggi Pak
02:27Kalau kita lihat gaji dari P3K di
02:30Dasari dari dana alokasi umum yaitu DAU bagian dari TKD
02:34Kalau nanti alasannya uang ini dilarikan kepada
02:37Balai Pekerjaan Nasional Pementeri
02:40Tentu saja saya
02:41Kalau saya boleh bawa Pementeri ke Kutim, ke Kubar bagian
02:45Bagian Barat dari Kalimantan Timur
02:47Itu jalannya hancur sehancur-hancurnya Pak
02:49Tapi kalau kita lihat lagi ke arah selatan Pak
02:51Sabar Pak Proya, sabar
02:53Tapi kalau kita lihat lagi ke arah selatan Kaltim Pak
02:57Ada di sana namanya Kabupaten Pasir
02:59Sampai ditahanamin pohon pisang Pak
03:02Masyarakat sama masyarakat Pak Jalan Nasionalnya
03:04Jadi kami di sana Pak Balai Pekerjaan Nasional mungkin perlu
03:07Tambahan anggaran supaya bisa melakukan
03:09Ke pekerjaan nasional yang ada di sana Pak
03:11Kalau dialasankan MBG Pak
03:13Saya pernah ditelepon sama Deputi MBG Pak
03:15Bu Sinta, bangun dong MBG di Kaltim ini termasuk terendah se-Indonesia
03:18Itu MBG Pak
03:20Jadi saya kira Pak Menteri
03:21Kami Kaltim itu kehilangan saya pikir
03:24Mudah-mudahan nanti saya cek
03:26Kalau Pak Menteri tadi bilang tolong cek lagi
03:28Saya akan cek lagi Pak Menteri
03:29Mudah-mudahan tidak 3 triliun ya Pak
03:31Yang kedua Pak saya berbicara tentang
03:34Adalah
03:35Keputusan Menteri Keuangan nomor 25 tahun 2025
03:40Kekurangan bayar untuk tahun 2023 Pak
03:44Izin saya sampaikan Pak
03:45Kaltim itu 1,2 triliun
03:48Kabupaten Pasir 450 miliar
03:51Berau 500 miliar
03:52Kukar 1,3 triliun
03:53Kubar 170 miliar
03:55Kutim 990 miliar
03:57Balikpapan 194 miliar
04:00Bontang 247 miliar
04:02Dan Samarinda 266 miliar
04:04Penajam Pasir Utara 208 miliar
04:06Dan Mahulu 236 miliar
04:09Total kurang lebih 6 triliun Pak
04:11Saya hanya mengingatkan kepada Pak Menteri
04:13Ini kapan Bapak cairkan
04:15Kalau Bapak mencairkannya setelah bulan November Pak
04:18Setelah mereka pengesahan
04:19Sudah dipastikan tahun 2026
04:21Anggaran ini menjadi silva Pak
04:23Karena pada saat saya bertemu sama BPKAD
04:26Bapenda
04:27Saya tanya
04:28Dimasukkan tidak dalam rencana kerja
04:30Anggaran 1,2 triliun atau 6 triliun ini
04:33Kata mereka
04:34Mereka tidak siap memasukkan dalam rencana kerja mereka
04:37Karena mereka takut
04:38Uang ini tidak disalurkan
04:39Jadi saya harap Pak Menteri
04:41Ini bisa disalurkan
04:42Sebelum mereka ketok palu Pak Menteri
04:44Yaitu sebelum bulan November
04:46Supaya mereka bisa memasukkan ini
04:48Kedalam rencana kerja mereka tahun 2026
04:51Malam ini ya
04:52Saya berharap sih malam ini Pak Menteri
04:54Kalau bisa cair
04:55Ini kalau Bapak mencairkan di atas November Pak
04:59Sudah dipastikan 2026 uang ini silva Pak
05:02Dan juga sekaligus Pak Menteri
05:05Jangan dicicil-cicil dong Pak
05:07Uang transfer tuh
05:08Uang kekurang bayar selalu dicicil Pak
05:11Setiap tahun
05:11Karena ini berpengaruh kepada perencanaan mereka
05:15Iya
05:16Karena uang ini pasti akan silva
05:18Mereka bisa menggunakannya itu setelah perubahan
05:20Baik itu dari saya Pak Menteri
05:22Terima kasih
05:23Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
05:25Waalaikumsalam
05:27Maksudnya
05:28Terima kasih Ibu Sinta
05:30Biar ruangnya beredar katanya dicairkan itu Pak Menteri
05:33Sampai jumpa di video selanjutnya Pak Menteri
Komentar

Dianjurkan