00:00Terangan resmi berikut.
00:30Dalam kurun waktu tersebut adalah sekitar 214 ton, rekan-rekan.
00:36Tetapi yang sekarang ini sedang kita musnahkan, itu jumlahnya sekitar 2,1 ton.
00:44Kenapa terjadi tersebut?
00:46Karena dalam undang-undang kita mengamanahkan bahwa kita hanya bisa menyimpan barang bukti itu sepaling lama 14 hari.
00:56Antara 7 sampai 14 hari itu paling lama, itu harus dimusnahkan.
01:00Sehingga kalau periode 1 tahun itu kita tidak mungkin menyimpan sebanyak 214 ton.
01:05Ya teman-teman, kemudian total dari total 214 ton tersebut, apabila diestimasikan barang bukti tersebut bernilai sekitar 29 triliun.
01:2029,366,331,860.
01:23Dan ada pun terhadap yang sekarang, kalau saya rincikan, tidak apa-apa salah kira-kira.
01:34Hari ini, jam sekarang, dari 2,1 ton itu yang kita musnahkan dari sabu sebanyak 1,33 ton,
01:45ekstasi 335.019 butir, ganja 608.095 gram, tembaka gorila 18,4 kilo, kemudian heroin 1,1 kilogram, ketamin 2.356 gram,
02:06etomidate sebanyak 12.429 ml, HP5 7.993 butir, HP water 27.851 gram, dan THC, paling belakangan ini paling aktif, mulai meningkat pemasukannya ke Indonesia, 5.531 gram.
02:29Pemusnahan tadi pagi, pemusnahan dalam bentuk simbolis dari Bapak Presiden Republik Indonesia dilaksanakan tadi pagi, dan malam ini kita menghabiskan seluruh yang tadi pagi sudah diizinkan oleh Bapak Presiden untuk dimusnahkan.
02:46Demikian, teman-teman. Mungkin ada pertanyaan?
02:49Sebelah setengah ini, Pak. Mohon maaf, mohon maaf.
02:52Pak, ini ada hadir juga dari Jaksa Penuntut Umum, tadi kalau misalnya saya dengar-dengan, artinya kasus ini sudah berjalan ya, Pak ya?
02:58Kasus ini sudah berjalan, semua kasus yang dari 114 kasus tersebut, kenapa mesti dimusnahkan?
03:04Karena barang bukti ini sudah mendapat penetapan, penetapan sita baik dari kejaksaan maupun dari pengadilan, sehingga bisa disita.
03:13That's why, Jaksa Penuntut Umum, kita perlukan, kita butuhkan saat-saat ini karena untuk mensahkan bahwa pemusnahan ini sah dan legal secara hukum.
03:24Sebelah tersangka yang sekarang dihadirkan ini apakah sampel atau seperti apa, Pak?
03:27Sebelah tersangka yang ada di sini adalah yang barang buktinya ada sekarang ini kita musnahkan, dan mereka tahanan baris krim, bukan dari daerah.
03:37Kalau yang dari daerah, tadi per zoom, sudah ininya.
03:40Lain?
03:41Kalau modus-modus yang biasa dilakukan itu seperti apa aja, Pak?
03:44Modus banyak, banyak caranya.
03:47Kalau yang tradisional itu seperti lewat darat, lewat laut, sesekali kalau bandel dia pakai udara kan, karena udara kan hampir-hampir mustahil ya, Pak ya.
03:58Terus sekarang mulai berkembang itu yang melalui jasa pengiriman, melalui ekspedisi.
04:04Nah ini yang sedang kita cari solusinya dengan pihak-pihak perusahaan ekspedisi.
04:08Banyak perusahaan ekspedisi di Indonesia ini, Pak.
04:12Pak, dari persoalan tadi saya lihat, banyak dari Alimantan, Polda, mana daerah timur, apakah ini ada pergeseran?
04:18Oh tidak, jadi pintu-pintu masuknya selama ini tetap banyak di wilayah barat kita.
04:25Cuman memang sekarang ini karena banyak barang yang masuk, kemungkinan banyak barang yang masuk, itu sudah, dan kegiatan, memang ada kegiatan rutin yang ditingkatkan dari teman-teman Polda wilayah timur,
04:39untuk mengimbangi Polda-Polda wilayah barat, itu mereka mulai banyak yang terungkap, jaringannya, apa segala macam.
04:48Jadi, bukan kita bilang bahwa banyak apa sudah terjadi pergeseran, tidak.
04:54Tapi, pengungkapan kita sudah mulai banyak ke arah situ, itu hasil kegiatan imbangan.
05:00Apakah semua sabu ini dari Cina atau memang ada lokal sendiri?
05:04Atau dari negara alami?
05:06Atau dari Polda dan Tengur?
05:06Saat ini, sabu ini kan produk kimia ya, produk kimia, bukan alami.
05:12Banyak pabrik clandestine, ada yang dari Indonesia, ada yang memang dari luar negeri, dan ada juga yang jauh langsung dari Cina.
05:21Tapi pada umumnya kalau dari Cina itu banyak prekursor, bukan narkotik sabu ini.
05:27Masuk ke Indonesia dalam bentuk jadi.
05:30Jadi, kalau soal sabu atau barang-barang, kayak kita bilang sintesis ya, kimia, apa segala macam, itu semuanya bisa dibuat di Indonesia sebenarnya.
05:41Tinggal kita bagaimana bekerja keras untuk mengungkap lab-lab clandestine tersebut.
05:46Pak, ini kan ada di bawah dari...
05:48Sebentar, sebentar.
05:49Kenapa memilih lokasi di sini untuk pemasukannya, Pak?
05:52PT Wastek Internasional ini adalah salah satu mitra kami,
05:57dan mereka sangat berpengalaman di dunia internasional untuk pengolahan-pengelolaan limbah B3.
06:06Jadi, kami menggunakan...
06:08Kita bekerjasama dengan pihak ini,
06:11karena mereka...
06:13Apa, fasilitasnya lengkap sekali.
06:15Bayangkan saja, teman-teman, tungkunya ini bisa memusnahkan limbah B3,
06:21termasuk narkotik dan sebagainya itu, 1.200 kg per jam.
06:28Bayangkan dengan yang di tempat lain, misalkan kayak tadi yang mungkin teman-teman lihat di mesin insineratornya BNN,
06:34atau misalnya pus lapor punya, itu hanya 15 kg per jam, 15 kg per jam.
06:42Sementara kalau di sini sampai 1.200.
06:43Jadi, kita memilih tempat di sini,
06:46dan ini di sini jauh dari pemukiman,
06:50sehingga kemungkinan terjadinya efek berkelanjutan daripada mungkin asap buangannya dan sebagainya itu bisa kita minimalisir.
07:00Pak, itu butuh panas berapa, Pak, untuk memastikan bahwa barang bukti yang dimusnahkan sekarang benar-benar habis terbakar?
07:06Ini, ya ini pasti di atas 1.000 derajat ya,
07:10mau sekolah untuk ininya.
07:12Tapi untuk anggap pastinya, itu dari teknisi ya, Pak, ya.
07:15Kita tidak bisa, apa, tidak mengini.
07:18Tapi, nanti kan hasilnya itu dalam bentuk bubuk,
07:21eh, bukan, sorry, abu,
07:23yang nanti kemudian dikasih cairan,
07:26jadi musnah sama sekali, gitu.
07:28Tidak ada lagi yang bisa dimanfaatkan dari residunya itu.
07:33Pak, tadi kan imbawan dari Pak Prabowo adalah,
07:35pertama, tidak hanya PORI, namun diperlisasi lain juga hal-hal.
07:38Iya.
07:39Yang kedua adalah terkait dengan polisi harus bisa, berapa ya,
07:42mengimbangi kecanggihan-kecanggihan yang dilakukan oleh Pak Prabowo ini.
07:45Siap, betul.
07:46Bagaimana kemudian komitmen PORI, mungkin ada arahan dari Bapak Kapolri?
07:49Ya, kalau arahan dari Bapak Kapolri, tetap satu,
07:53tetap, masih tetap yang dulu,
07:54bahwa kita harus selalu memerangi narkoba ini.
07:59Teman-teman, mungkin jargon tersebut agak,
08:02ya, mungkin agak klise ya bagi teman-teman,
08:04yang sering diuncapkan.
08:05Tetapi, kami sebagai para pelaksana di lapangan,
08:09itu sangat-sangat, ya, kita memang harus bersemangat untuk ininya,
08:14mulai dari mempelajari kira-kira modusnya yang baru ini,
08:21apalagi, dan jujur aja,
08:23kayak sekarang nih ya, misalkan dari undang-undang ya,
08:25undang-undang kita itu hanya mengkomodir,
08:29hanya sekian seratus yang namanya NPS,
08:33New Psychotropical Substance.
08:36Nah, sementara di dunia ini,
08:39itu udah lebih dari seribu NPS.
08:42Nah, ini kan kita harus belajar terus,
08:44modusnya kayak apa,
08:47struktur kimianya macam mana,
08:49nah, hal-hal seperti itulah.
08:51Jadi, kami juga tidak mungkin Polri ini berjuang sendiri,
08:55karena kami anggaran terbatas,
08:58personil yang tidak memadai,
09:01ya, teman-teman,
09:02kami di lapangan kadang-kadang berbulan-bulan itu,
09:06ngejar-ngejar yang seperti ini,
09:08itu paling hanya bertiga, berempat,
09:10nah, itu sesuatu hal yang sebenarnya sangat riskan,
09:13baik keselamatan jiwa dari petugasnya,
09:16maupun dari mungkin efek samping yang akan terjadi,
09:21misalnya kayak collateral damage,
09:23itu kan harus-harus dihindari ya mbak ya,
09:25jadi kita tidak bisa,
09:27itu harus, kan ada angka atau jumlah personil yang harus memadai,
09:33nah, ini kan kita kurang,
09:34makanya karena itu kita menghimbau teman-teman,
09:37utamanya masyarakat,
09:38dan tentu saja kita bermitra lah dengan teman-teman kita
09:42dari kementerian atau lembaga yang lainnya,
09:44baik dari sisi undang-undangnya,
09:47baik dari sisi nanti kewenangannya,
09:49baik dari sisi personilnya,
09:52kita biasa bekerjasama,
09:55misalkan kayak di laut dengan Bia Cukai,
09:58dengan TNI AL,
09:59biasa itu mbak,
10:00udah sering itu kayak begitu,
10:01nanti tinggal lihat bagaimana keurgensiannya di lapangan seperti apa,
10:07misalkan kita lagi ngejar nih,
10:08kebetulan lewat kapal angkatan laut,
10:10ya kita samperin tuh,
10:12minta tolong dong sekalian bantu kejar ke sana,
10:14itu seperti itu mbak,
10:15jadi memang betul kata Bapak Presiden,
10:19dan dilaksanakan oleh Bapak Kapolri,
10:21kita memang harus bermitra secara strategis
10:24dengan teman-teman yang lain,
10:26demikian.
10:26Pak, kalau untuk TPPU-nya pak,
10:29kalau aset yang disita para cari kasus ini,
10:31udah-udah Bapak?
10:32Kalau saya nggak salah,
10:34tadi pagi itu,
10:35yang ini itu sekitar 18 miliar ya,
10:39tapi untuk ininya,
10:40secara total selama setahun itu,
10:42aset yang kita berhasil sita mencapai nilai 222 miliar,
10:46kalau saya nggak salah.
10:47Maksudnya 2,1 tahun ini 18 miliar, pak?
10:50Kalau yang ini,
10:51jadi harus dibedakan antara aset,
10:53apa, aset yang disita atau dirampas untuk TPPU,
10:57dengan yang,
10:58kayak ini kan belum tentu TPPU,
11:00walaupun,
11:01jadi TPPU itu semacam cara kita,
11:05cara kita untuk,
11:06kalau misalkan di,
11:08ini kan follow the money,
11:09misalkan begitu,
11:10kayak di KPK gitu kan,
11:11ada prinsip follow the money,
11:13kita juga ikut juga seperti itu,
11:14follow the money,
11:15untuk menentukan,
11:16ada beberapa kasus,
11:18kalau kita lihat secara real,
11:20oh,
11:21ini,
11:22kasus narkoba apa bukan,
11:23itu nggak kelihatan,
11:25begitu kita telusuri melalui TPPU,
11:29nongol dia,
11:30kayak contoh,
11:30pernah di Kalimantan Selatan,
11:33itu ada kasus kayak begitu juga,
11:35itu nongol itu,
11:36ternyata,
11:37oh,
11:37dari TPPU-nya,
11:38kelihatan,
11:39nah itu,
11:39itulah beberapa cara yang kita lakukan,
11:42supaya kita bisa memerangi narkoba,
11:44satu kali,
11:45ini apa kan,
11:46sebelas ini,
11:48bandar atau kurir?
11:50campur Pak,
11:51campur,
11:52ada bandar,
11:53ada kurir,
11:54kayak kapan hari,
11:55beberapa waktu yang lalu,
11:57kami,
11:58pertamanya kurir,
11:59kami pikir kurir,
12:00tiga bulan yang lalu,
12:01kami nangkap,
12:02di daerah,
12:03Riau ya kalau nggak salah,
12:05itu,
12:06begitu di cek,
12:08di sini,
12:08seperti kurir,
12:10begitu didalami,
12:12ditelusuri jaringannya,
12:13ternyata,
12:14dia bandar,
12:14kemarin putus sumur hidup,
12:17ya kan,
12:18itu,
12:18ada perkembangan,
12:19ada dinamikanya Pak,
12:20ada dinamikanya,
12:21ya,
12:22demikian,
12:23terima kasih ya,
12:24saya Kompes Polaudi,
12:25Carmi,
12:26di sana,
12:27Kasus G2,
12:28Direktur Tindak-Tindak dan Aratoba,
12:30Baris Krim.
12:31Terima kasih,
12:32terima kasih ya,
12:33terima kasih banyak Pak.
Komentar