Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Tanah bergerak berdampak di Tegal dan Semarang, Jawa Tengah, merusak rumah dan infrastruktur. Ribuan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Tegal, Jawa Tengah, masih terus terjadi.

Tempat tinggal warga hingga infrastruktur rusak akibat tanah bergerak. Akibatnya, warga harus mengungsi, meski dengan keterbatasan sarana dan ketersediaan air bersih yang tidak sebanding dengan jumlah pengungsi.

Menanggapi situasi ini, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bilang akan merelokasi korban tanah bergerak ke tempat yang lebih aman.

Pergeseran tanah juga terjadi di Kampung Skip, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Warga secara swadaya mendirikan tenda pengungsian di depan mushala setempat, untuk mengantisipasi jika nantinya kembali terjadi hujan yang mengakibatkan pergeseran tanah.

Sementara itu, pakar geologi lingkungan dan kebencanaan UGM, Dwikorita Karnawati, bilang tanah bergerak dipengaruhi oleh curah hujan tinggi.

Tanah bergerak di kontur yang landai, pergerakannya sistemik, dan bertahap. Sebagian orang tidak menyadari jika ada pergerakan tanah di bawah rumah mereka.

#tanahbergerak #tegal #semarang

Baca Juga Warga Diimbau Tak Mancing dan Konsumsi Ikan Dari Sungai Cisadane | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/regional/649932/warga-diimbau-tak-mancing-dan-konsumsi-ikan-dari-sungai-cisadane-sapa-pagi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/649933/tanah-bergerak-di-tegal-dan-semarang-rusak-rumah-infrastruktur-warga-terpaksa-tinggalkan-rumah
Transkrip
00:00Bertemu kembali saudara, tanah bergerak yang berdampak di Tegal dan Semarang, Jawa Tengah merusak rumah dan infrastruktur.
00:07Ribuan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
00:16Bencana tanah bergerak di desa Padasari, Tegal, Jawa Tengah masih terus terjadi.
00:22Tempat tinggal warga hingga infrastruktur rusak akibat tanah bergerak.
00:25Akibatnya warga harus mengungsi meski dengan keterbatasan sarana dan kesergian air bersih yang tidak sebanding dengan jumlah pengungsi.
00:55Menanggapi situasi ini, Guru Jawa Tengah Ahmad Lutfi bilang akan melokasi korban tanah bergerak ke tempat yang lebih aman.
01:07Kita tidak hanya mengevakuasi masyarakat di tempat pengungsian,
01:11tetapi bagaimana masyarakat nanti bisa eksis kembali, bisa mandiri, serta bisa melakukan kehidupan secara normal.
01:18Maka secara tidak langsung, contohnya di wilayah Tegal, ini dampaknya sangat luar biasa sekali.
01:25Bahkan terhitung sampai hari ini, kita nanti harus merelokasi hampir mendekati angka 800 rumah.
01:33Jadi 800 rumah itu nanti akan kita pindahkan.
01:36Bupati sudah saya perintahkan untuk menyarikan tempat,
01:40dan sudah dapat tempat di wilayah perhutani yang nantinya sudah disurvey tidak mungkin adanya tanah bergerak.
01:47Pergisiran tanah juga terjadi di Kampung Skip, Kota Semarang, Jawa Tengah.
01:54Warga secara swadaya mendirikan tenda pengungsian di depan musalah setempat untuk mengantisipasi
01:59jika nantinya kembali terjadi hujan yang mengibatkan pergisiran tanah.
02:04Sementara itu pakar geologi lingkungan dan kebencanaan UGM, Dwi Korita Karnawati bilang,
02:29tanah bergerak dipengaruhi oleh curah hujan tinggi.
02:34Tanah bergerak di kontur yang landai, pergerakannya sistemik dan bertahap.
02:38Sebagian orang tidak menyadari jika ada pergerakan tanah di bawah rumah mereka.
02:42Sering terjadi di musim hujan, tiba-tiba tanah retak-retak.
02:50Biasanya memotong jalan, bahkan lantai rumah pun bisa terpotong menjadi retak.
02:57Berarti kekuatannya besar itu sebetulnya, meretakkan lantai rumah.
03:00Dalam penelitian kami, tanah bergerak bisa mengakibatkan rumah itu terpotong ambles,
03:09turunnya itu bisa 4 meter.
03:12Tapi pergerakannya tidak cepat.
03:15Perlahan-lahan, jadi kadang-kadang kita tidak merasakan, tidak langsung anjlok, itu tidak.
03:20Perlahan sehari turun 1 cm, turun lagi 5 cm, turun lagi sampai akhirnya
03:25tidak terasa kalau hujannya semakin lebat, semakin meteran turunnya.
03:32Hingga kini tugas gabungan, terus menogokkan pemantauan intensif terhadap pergerakan tanah
03:36dan menyiagakan langkah antisipasi jika terjadi bencana susulan.
03:48Bencana tanah bergerak merusak rumah warga dan infrastruktur di Tegal, Jawa Tengah.
03:52Kita tinjau perkembangan terbaru dari sana.
03:54Lewat laporan langsung, Jurnalis Kompas TV, Novelia Hasana dan Prahayuda Febrianto.
03:59Sampai dengan saat ini, apakah peristiwa tanah bergerak masih terjadi, Novel,
04:04dan apa kabar warga terdampak saat ini?
04:09Ya, selamat pagi, Tifal dan juga Saudara.
04:12Saat ini, saya nampingkan langsung dari tempat terjadinya bencana tanah bergerak
04:17di Bisa Padasari, Kepersama Tanjaya Negara, Kabupaten Tegal.
04:20Seperti yang saat di belakang saya, yang dapat digambarkan oleh
04:23kamera person saya, Prahayuda Febrianto,
04:27tampak rumah warga yang sudah abruk,
04:30ataupun juga malang patahan,
04:32dan juga jalanan juga yang sudah mulai patah,
04:36dan tidak dapat dilewati oleh sendaraan roda 4,
04:40itu pun dengan roda 2 harus dengan berhati-hati.
04:43Tampak pula warga terdampak,
04:45yang mulai mencoba untuk kembali ke rumahnya untuk menyelamatkan barang berharga miliknya,
04:55seperti tadi ada barang elektronik, ada kasur, dan juga ada pakaian,
05:01ada juga peralatan dapur.
05:02Ya, Tisa dan juga Saudara, ini di desa Padasari,
05:07Kecepatan Jatinegara, Kabupaten Tegal,
05:09terjadi tanah bergerak itu pada hari Senin malam,
05:12Dinihari atau pada Selasa Dinihari,
05:14tampak ini rumah juga sudah tidak dapat ditempati kembali,
05:18sudah teroboh, sudah tidak ayak untuk ditempati,
05:21dan warga pun di desa Padasari ini,
05:24yang terkena dampak dari tanah bergerak,
05:27sudah dievakuasi atau sudah diungsikan ke tempat yang lebih aman,
05:32ada beberapa posko yang disediakan.
05:35Selain di posko pengungsian,
05:37juga ada warga yang menginap di rumah-rumah sesangganya yang lebih aman
05:42ataupun di rumah saudaranya.
05:45Sebenarnya tampak di layar kaca ini beberapa kendaraan
05:47yang mencoba membawa barang berharga
05:51untuk ke tempat yang lebih aman,
05:54namun tetap harus berhati-hati,
05:56dikarenakan memang jalan yang sudah patah
06:01dan sudah hampir tidak layak untuk melewati kembali.
06:06Tertifol dan juga saudara,
06:08selain kelusian juga dari kerelawan,
06:14dari Binsos dan juga sekolah terkai,
06:15juga menyiapkan dapur umum,
06:17yang dimana ada sekitar 4 dapur umum
06:20untuk memberi logistik ataupun makanan kepada pengungsi.
06:26Tampak ini salah satu rumah
06:27yang bisa dikatakan sudah sangat hajur
06:31ataupun sangat robo,
06:33dan tidak dapat ditinggali kembali,
06:37dimana emang terjadinya.
06:39Ini pada hari Senin,
06:41langsung banyak rumah yang terdampak,
06:44langsung robo, langsung rusak.
06:45Bahkan ada yang terbelah,
06:47dan jalannya juga langsung patah-patah.
06:50Terima kasih juga saudara,
06:51tadi kami sempat berbincang dengan beberapa warga di sini,
06:54kejadian terakhir itu sekitar hampir 7 tahun yang lalu.
06:58Namun, yang tahun ini yang sekarang terjadi
07:01memiliki dampak yang paling besar
07:04daripada yang sebelumnya.
07:06Ya, tampak jalan sudah patah,
07:10sudah tidak bisa dilewati dengan kendaraan,
07:12dan juga ada warga yang mulai menyelamatkan
07:18barang-barangnya yang bisa diselamatkan.
07:22Tepak warga mulai menyelamatkan lemari,
07:25pakaian, alat-alat dapur, dan kursi,
07:29bahkan ada juga beberapa pahalatan
07:31rumah tangga lainnya.
07:33Ival.
07:35Membayangkan bahwa dampaknya sebesar itu,
07:39tapi masih ada warga yang tetap beraktifitas,
07:41sesungguhnya dari otoritas terkait,
07:43sudah menetapkan jarak aman,
07:45tidak ya untuk aktivitas di area tanah bergerak ini?
07:51Ya, Tifal dan juga saudara,
07:53memang untuk aktivitas di tempat kejadian
07:57atau di tempat lokasi tanah bergerak di dasar kebosar ini
07:59sudah dilarang oleh stakeholder terkait,
08:03dengan instasi terkait.
08:04Namun memang masih ada warga yang mencoba
08:07menyelamatkan barang berharga berusaha.
08:12Biasanya saat evakuasi atau setelah kejadian berlangsung,
08:17warga langsung mengevakuasi diri,
08:20ke tempat yang lebih aman.
08:22Yang pada siang hari,
08:23ke tempat yang lebih hari,
08:25dikasih yang cukup aman,
08:27warga mencoba
08:29menyelamatkan
08:31barang berharganya
08:33yang masih ada di rumah.
08:35Namun juga tidak ramai
08:37atau tidak banyak warga
08:39yang mencoba untuk kembali,
08:41hanya ada beberapa yang mencoba
08:42untuk menyelamatkan
08:44barang berharganya.
08:47Tifal.
08:48Dan sejauh ini,
08:49adakah informasi dari otoritas terkait
08:51soal titik relokasi warga
08:53terdampak tanah bergerak ini?
08:54Novel.
08:54Ya, Tifal dan juga saudara,
08:58memang untuk saat ini
09:00informasi sementara
09:01yang kami dapatkan
09:03itu ada empat calon
09:05tahan berlokasi.
09:07Itu ada di desa Padasari,
09:09desa Lebakwangi,
09:10dan desa Capar.
09:11Dan juga satu lokasi
09:12pondok pesatren milik Perhutani.
09:15Namun itu masih dalam kajian
09:16oleh Badan Geologi
09:17dan juga Inspek Holit terkait
09:19untuk memastikan bahwa
09:20lahan itu stabil,
09:22aman,
09:23dan juga tidak jauh
09:24dari mata pencaharian
09:26warga yang terdampak.
09:27Tifal.
09:28Saya harap Anda
09:28berada di titik aman setelah ini
09:31karena potensi tanah bergerak juga
09:32belum tentu bisa akan terjadi
09:34dalam kurun waktu.
09:35Kita bahkan tidak tahu
09:36kondisinya,
09:37tapi keselamatan dan keamanan Anda
09:38tetap jadi yang utama.
09:39Novel, terima kasih.
09:40selamat menikmati.
09:42Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan