00:00Bertemu kembali saudara, tanah bergerak yang berdampak di Tegal dan Semarang, Jawa Tengah merusak rumah dan infrastruktur.
00:07Ribuan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
00:16Bencana tanah bergerak di desa Padasari, Tegal, Jawa Tengah masih terus terjadi.
00:22Tempat tinggal warga hingga infrastruktur rusak akibat tanah bergerak.
00:25Akibatnya warga harus mengungsi meski dengan keterbatasan sarana dan kesergian air bersih yang tidak sebanding dengan jumlah pengungsi.
00:55Menanggapi situasi ini, Guru Jawa Tengah Ahmad Lutfi bilang akan melokasi korban tanah bergerak ke tempat yang lebih aman.
01:07Kita tidak hanya mengevakuasi masyarakat di tempat pengungsian,
01:11tetapi bagaimana masyarakat nanti bisa eksis kembali, bisa mandiri, serta bisa melakukan kehidupan secara normal.
01:18Maka secara tidak langsung, contohnya di wilayah Tegal, ini dampaknya sangat luar biasa sekali.
01:25Bahkan terhitung sampai hari ini, kita nanti harus merelokasi hampir mendekati angka 800 rumah.
01:33Jadi 800 rumah itu nanti akan kita pindahkan.
01:36Bupati sudah saya perintahkan untuk menyarikan tempat,
01:40dan sudah dapat tempat di wilayah perhutani yang nantinya sudah disurvey tidak mungkin adanya tanah bergerak.
01:47Pergisiran tanah juga terjadi di Kampung Skip, Kota Semarang, Jawa Tengah.
01:54Warga secara swadaya mendirikan tenda pengungsian di depan musalah setempat untuk mengantisipasi
01:59jika nantinya kembali terjadi hujan yang mengibatkan pergisiran tanah.
02:04Sementara itu pakar geologi lingkungan dan kebencanaan UGM, Dwi Korita Karnawati bilang,
02:29tanah bergerak dipengaruhi oleh curah hujan tinggi.
02:34Tanah bergerak di kontur yang landai, pergerakannya sistemik dan bertahap.
02:38Sebagian orang tidak menyadari jika ada pergerakan tanah di bawah rumah mereka.
02:42Sering terjadi di musim hujan, tiba-tiba tanah retak-retak.
02:50Biasanya memotong jalan, bahkan lantai rumah pun bisa terpotong menjadi retak.
02:57Berarti kekuatannya besar itu sebetulnya, meretakkan lantai rumah.
03:00Dalam penelitian kami, tanah bergerak bisa mengakibatkan rumah itu terpotong ambles,
03:09turunnya itu bisa 4 meter.
03:12Tapi pergerakannya tidak cepat.
03:15Perlahan-lahan, jadi kadang-kadang kita tidak merasakan, tidak langsung anjlok, itu tidak.
03:20Perlahan sehari turun 1 cm, turun lagi 5 cm, turun lagi sampai akhirnya
03:25tidak terasa kalau hujannya semakin lebat, semakin meteran turunnya.
03:32Hingga kini tugas gabungan, terus menogokkan pemantauan intensif terhadap pergerakan tanah
03:36dan menyiagakan langkah antisipasi jika terjadi bencana susulan.
03:48Bencana tanah bergerak merusak rumah warga dan infrastruktur di Tegal, Jawa Tengah.
03:52Kita tinjau perkembangan terbaru dari sana.
03:54Lewat laporan langsung, Jurnalis Kompas TV, Novelia Hasana dan Prahayuda Febrianto.
03:59Sampai dengan saat ini, apakah peristiwa tanah bergerak masih terjadi, Novel,
04:04dan apa kabar warga terdampak saat ini?
04:09Ya, selamat pagi, Tifal dan juga Saudara.
04:12Saat ini, saya nampingkan langsung dari tempat terjadinya bencana tanah bergerak
04:17di Bisa Padasari, Kepersama Tanjaya Negara, Kabupaten Tegal.
04:20Seperti yang saat di belakang saya, yang dapat digambarkan oleh
04:23kamera person saya, Prahayuda Febrianto,
04:27tampak rumah warga yang sudah abruk,
04:30ataupun juga malang patahan,
04:32dan juga jalanan juga yang sudah mulai patah,
04:36dan tidak dapat dilewati oleh sendaraan roda 4,
04:40itu pun dengan roda 2 harus dengan berhati-hati.
04:43Tampak pula warga terdampak,
04:45yang mulai mencoba untuk kembali ke rumahnya untuk menyelamatkan barang berharga miliknya,
04:55seperti tadi ada barang elektronik, ada kasur, dan juga ada pakaian,
05:01ada juga peralatan dapur.
05:02Ya, Tisa dan juga Saudara, ini di desa Padasari,
05:07Kecepatan Jatinegara, Kabupaten Tegal,
05:09terjadi tanah bergerak itu pada hari Senin malam,
05:12Dinihari atau pada Selasa Dinihari,
05:14tampak ini rumah juga sudah tidak dapat ditempati kembali,
05:18sudah teroboh, sudah tidak ayak untuk ditempati,
05:21dan warga pun di desa Padasari ini,
05:24yang terkena dampak dari tanah bergerak,
05:27sudah dievakuasi atau sudah diungsikan ke tempat yang lebih aman,
05:32ada beberapa posko yang disediakan.
05:35Selain di posko pengungsian,
05:37juga ada warga yang menginap di rumah-rumah sesangganya yang lebih aman
05:42ataupun di rumah saudaranya.
05:45Sebenarnya tampak di layar kaca ini beberapa kendaraan
05:47yang mencoba membawa barang berharga
05:51untuk ke tempat yang lebih aman,
05:54namun tetap harus berhati-hati,
05:56dikarenakan memang jalan yang sudah patah
06:01dan sudah hampir tidak layak untuk melewati kembali.
06:06Tertifol dan juga saudara,
06:08selain kelusian juga dari kerelawan,
06:14dari Binsos dan juga sekolah terkai,
06:15juga menyiapkan dapur umum,
06:17yang dimana ada sekitar 4 dapur umum
06:20untuk memberi logistik ataupun makanan kepada pengungsi.
06:26Tampak ini salah satu rumah
06:27yang bisa dikatakan sudah sangat hajur
06:31ataupun sangat robo,
06:33dan tidak dapat ditinggali kembali,
06:37dimana emang terjadinya.
06:39Ini pada hari Senin,
06:41langsung banyak rumah yang terdampak,
06:44langsung robo, langsung rusak.
06:45Bahkan ada yang terbelah,
06:47dan jalannya juga langsung patah-patah.
06:50Terima kasih juga saudara,
06:51tadi kami sempat berbincang dengan beberapa warga di sini,
06:54kejadian terakhir itu sekitar hampir 7 tahun yang lalu.
06:58Namun, yang tahun ini yang sekarang terjadi
07:01memiliki dampak yang paling besar
07:04daripada yang sebelumnya.
07:06Ya, tampak jalan sudah patah,
07:10sudah tidak bisa dilewati dengan kendaraan,
07:12dan juga ada warga yang mulai menyelamatkan
07:18barang-barangnya yang bisa diselamatkan.
07:22Tepak warga mulai menyelamatkan lemari,
07:25pakaian, alat-alat dapur, dan kursi,
07:29bahkan ada juga beberapa pahalatan
07:31rumah tangga lainnya.
07:33Ival.
07:35Membayangkan bahwa dampaknya sebesar itu,
07:39tapi masih ada warga yang tetap beraktifitas,
07:41sesungguhnya dari otoritas terkait,
07:43sudah menetapkan jarak aman,
07:45tidak ya untuk aktivitas di area tanah bergerak ini?
07:51Ya, Tifal dan juga saudara,
07:53memang untuk aktivitas di tempat kejadian
07:57atau di tempat lokasi tanah bergerak di dasar kebosar ini
07:59sudah dilarang oleh stakeholder terkait,
08:03dengan instasi terkait.
08:04Namun memang masih ada warga yang mencoba
08:07menyelamatkan barang berharga berusaha.
08:12Biasanya saat evakuasi atau setelah kejadian berlangsung,
08:17warga langsung mengevakuasi diri,
08:20ke tempat yang lebih aman.
08:22Yang pada siang hari,
08:23ke tempat yang lebih hari,
08:25dikasih yang cukup aman,
08:27warga mencoba
08:29menyelamatkan
08:31barang berharganya
08:33yang masih ada di rumah.
08:35Namun juga tidak ramai
08:37atau tidak banyak warga
08:39yang mencoba untuk kembali,
08:41hanya ada beberapa yang mencoba
08:42untuk menyelamatkan
08:44barang berharganya.
08:47Tifal.
08:48Dan sejauh ini,
08:49adakah informasi dari otoritas terkait
08:51soal titik relokasi warga
08:53terdampak tanah bergerak ini?
08:54Novel.
08:54Ya, Tifal dan juga saudara,
08:58memang untuk saat ini
09:00informasi sementara
09:01yang kami dapatkan
09:03itu ada empat calon
09:05tahan berlokasi.
09:07Itu ada di desa Padasari,
09:09desa Lebakwangi,
09:10dan desa Capar.
09:11Dan juga satu lokasi
09:12pondok pesatren milik Perhutani.
09:15Namun itu masih dalam kajian
09:16oleh Badan Geologi
09:17dan juga Inspek Holit terkait
09:19untuk memastikan bahwa
09:20lahan itu stabil,
09:22aman,
09:23dan juga tidak jauh
09:24dari mata pencaharian
09:26warga yang terdampak.
09:27Tifal.
09:28Saya harap Anda
09:28berada di titik aman setelah ini
09:31karena potensi tanah bergerak juga
09:32belum tentu bisa akan terjadi
09:34dalam kurun waktu.
09:35Kita bahkan tidak tahu
09:36kondisinya,
09:37tapi keselamatan dan keamanan Anda
09:38tetap jadi yang utama.
09:39Novel, terima kasih.
09:40selamat menikmati.
09:42Terima kasih.
Komentar