Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Juru bicara Mahkamah Agung mengeluarkan respon terkait operasi tangkap tangan pimpinan dan pegawai Pengadilan Negeri Depok. Penangkapan tersebut dinilai telah mencederai kehormatan, martabat, serta kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan.

Mahkamah Agung menyatakan kekecewaan mendalam atas operasi tangkap tangan KPK yang menjerat hakim Pengadilan Negeri Depok.

Juru bicara Mahkamah Agung, Yanto, menegaskan lembaganya tidak akan menghalangi proses hukum yang berjalan, bahkan MA siap mengeluarkan izin penangkapan dan penahanan terhadap hakim yang diduga terlibat tindak pidana korupsi.

Dalam pernyataannya, Mahkamah Agung menyampaikan sebelas poin sikap resmi, mulai dari penyesalan pimpinan Mahkamah Agung, dukungan penuh terhadap langkah KPK, hingga komitmen tanpa kompromi terhadap praktik korupsi di lingkungan peradilan.

Mahkamah Agung juga menegaskan kesejahteraan hakim telah menjadi perhatian negara, sehingga tidak ada pembenaran atas praktik korupsi dalam bentuk apa pun.

Lembaga peradilan tertinggi ini menekankan setiap hakim dan aparatur peradilan yang terbukti melakukan korupsi akan dihadapkan pada dua pilihan tegas, yakni berhenti dari jabatan atau menjalani proses pidana.

#OTT #KPK #MANEWS

Baca Juga Mahkamah Agung Gelar Perayaan Natal KRISMA 2026, Perkuat Iman Aparatur Peradilan | MA NEWS di https://www.kompas.tv/nasional/649684/mahkamah-agung-gelar-perayaan-natal-krisma-2026-perkuat-iman-aparatur-peradilan-ma-news



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/649924/ma-tanggapi-soal-kasus-ott-kpk-di-pengadilan-negeri-depok-ma-news
Transkrip
00:00Juru bicara Makam Agung meluarkan respon terkait operasi tangkap tangan pimpinan dan pegawai pengadilan negeri Depok.
00:19Perangkapan itu dinilai telah mencederai kehormatan martabat dan kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan.
00:24Makam Agung menyatakan kekecewaan dalam atas operasi tangkap tangan KPK yang menjerat hakim pengadilan negeri Depok.
00:33Juru bicara Makam Agung, Yanto menegaskan lembaganya tidak akan menghalangi proses hukum yang berjalan.
00:39Bahkan MA siap mengeluarkan izin penangkapan dan penahanan terhadap hakim yang diduga terlibat tindak perdana korupsi.
00:46Dalam pernyataannya, Makam Agung menyampaikan 11 poin sikap resmi.
00:52Mulai dari penyesalan pimpinan MA, dukungan penuh terhadap langkah KPK, hingga komitmen tanpa kompromi terhadap praktik korupsi di lingkungan peradilan.
01:00Dalam kesempatan ini, saya ingin menyampaikan sikap pimpinan MA terkait dengan operasi tangkap tangan pimpinan dan pegawai pengadilan negeri Depok pada hari Kamis tanggal 5 Februari 2026
01:18yang diduga melakukan tindak perdana korupsi.
01:21Yang pertama, atas peristiwa tersebut, Ketua Mahkamah Agung menyatakan kecewa dan sangat menyesal peristiwa yang telah mencederai keluhuran harkat dan martabat hakim.
01:35Dan perbuatan tersebut juga telah mencoreng gerumatan dan marwah institusi Mahkamah Agung RI.
01:43Dua, peristiwa tersebut merupakan bentuk pelanggaran komitmen Mahkamah Agung.
01:48Kesejahteraan hakim dalam memujudkan dirutuan atas segala bentuk pelayanan pengadilan.
01:55Terlebih dilakukan beberapa saat setelah para hakim menikmati kenaikan tunjangan hakim
02:00yang merupakan wujud bentuk dukungan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan independensi hakim.
02:09Mahkamah Agung juga menegaskan, kesejahteraan hakim telah menjadi perhatian negara
02:13sehingga tidak ada pembenaran atas praktik korupsi dalam bentuk apapun.
02:18Lembaga peradilan tertinggi ini menekankan setiap hakim dan aparatur peradilan yang terbukti
02:23melakukan korupsi akan dihadapkan pada dua pilihan tegas
02:27yang ini berhenti dari jabatan atau menjalani proses pidana.
02:31Tim Liputan, Kompas TV
02:35Terima kasih.
02:36Terima kasih.
02:37Terima kasih.
02:38Terima kasih.
02:39Terima kasih.
02:40Terima kasih.
02:41Terima kasih.
02:42Terima kasih.
02:43Terima kasih.
02:44Terima kasih.
02:45Terima kasih.
02:46Terima kasih.
02:47Terima kasih.
02:48Terima kasih.
02:50Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan