Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
SOLO, KOMPAS.TV - Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara terkait polemik utang Kereta Cepat Jakarta Bandung atau Whoosh.

Jokowi mengatakan kehadiran Whoosh merupakan langkah mengatasi kemacetan di Jabodetabek dan Bandung yang mengakibatkan kerugian keuangan bagi negara.

Selain itu, ia menilai transportasi publik ditujukan untuk pelayanan bukan mencari keuntungan, sehingga kehadiran kereta cepat merupakan investasi bukan kerugian.

"Prinsip dasar transportasi umum itu adalah layanan publik ini kita harus mengerti, bukan mencari laba. Jadi sekali lagi, transportasi tidak diukur dari laba, tapi adalah diukur dari keuntungan sosial. Social return on investment, pengurangan emisi karbon, produktivitas dari masyarakat jadi lebih baik, polusi berkurang, waktu tempuh lebih cepat. Di situ keuntungan sosial yang didapatkan dari transportasi massal. Kalau ada subsidi itu investasi, bukan kerugian," ujar Jokowi ditemui di Solo, Senin (27/10/2025).

Baca Juga Respons Jokowi, AHY hingga Purbaya soal Utang Kereta Cepat Whoosh - PARASOT di https://www.kompas.tv/video/625406/respons-jokowi-ahy-hingga-purbaya-soal-utang-kereta-cepat-whoosh-parasot

#jokowi #keretacepat #whoosh

Video Editor: Lintang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/625883/jokowi-angkat-bicara-soal-utang-kereta-cepat-investasi-bukan-kerugian
Transkrip
00:00Ini, jadi kita harus tahu masalahnya dulu.
00:06Di Jakarta itu kemacetannya sudah parah.
00:11Ini sudah sejak 30 tahun, 40 tahun yang lalu, 20 tahun yang lalu.
00:20Dan Jabodetabek juga kemacetannya parah, termasuk Bandung juga kemacetannya parah.
00:30Dari kemacetan itu, negara rugi secara hitung-hitungan, kalau di Jakarta saja kira-kira Rp65 triliun per tahun.
00:40Kalau Jabodetabek plus Bandung kira-kira sudah di atas Rp100 triliun per tahun.
00:49Nah, untuk mengatasi itu, kemudian direncanakan dibangun yang namanya MRT, LRT.
00:58Kereta cepat, dan sebelumnya lagi KRL, ada juga kereta bandara.
01:05Agar masyarakat berpindah dari transportasi pribadi, mobil atau sepeda motor, ke kereta cepat, MRT, LRT, kereta bandara, KRL.
01:21Agar kerugian itu bisa berkurangi dengan baik.
01:29Dan prinsip dasar transportasi masal, transportasi umum itu adalah layanan publik.
01:36Ini kita juga harus ingat, bukan mencari laba.
01:45Jadi, sekali lagi, transportasi masal, transportasi umum itu tidak diukur dari laba, tetapi adalah diukur dari keuntungan sosial.
01:57Social return on investment.
02:01Apa itu?
02:03Misalnya, pengurangan emisi karbon, produktivitas dari masyarakat menjadi lebih baik.
02:16Kemudian, apalagi, polusi yang berkurang, waktu tempuh yang bisa lebih cepat.
02:27Di situlah keuntungan sosial yang didapatkan dari pembangunan transportasi masal.
02:35Jadi, sekali lagi, kalau ada subsidi, itu adalah investasi, bukan kerugian.
02:44Terima kasih telah menonton!
03:14Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan