00:00Kira-kira harapanmu apa bagi negara ketika tadi sudah ada inisiasi-inisiasi untuk penciptaan lapangan pekerjaan, lalu pelatihan,
00:09apa harapan terbesarmu ketika Pak Menaker sudah memberikan, ini loh kita juga sudah punya langkah-langkah untuk memastikan
00:18generasimu dapat pelatihan, dapat magang, dan juga terlindungi sebenarnya atau di hubungan industrialnya
00:28Kementerian Tenaga Kerja itu berada di balik hak-hak buruh atau tenaga kerja.
00:34Iya, berbicara harapan ya Pak Menaker, ini berbicara juga berasal dari keresahan, berbicara juga tentang negara itu hadir.
00:44Oke sekarang kita sudah melihat negara pelan-pelan mulai hadir, mulai benar-benar ikut merasakan apa yang anak muda rasakan,
00:52dengan oke memberikan fasilitas magang, memberikan janji 19 juta lapan pekerjaan yang pasti janji itu akan terrealisasikan dalam 5 tahun ke depan,
01:02tapi nggak tahu kapan harapan kita semoga segera gitu kan.
01:06Tapi di balik itu lagi-lagi salah satu hal gitu, melakukan gerakan atau menciptakan minimal sebuah lapangan pekerjaan.
01:16Kenapa bisa Putra bilang lapangan pekerjaan Pak Yaserli?
01:18Karena kita juga akan menggandeng ada nanti narasumber, ada nanti stakeholder-stakeholder untuk berperan terjun ke tiap-tiap daerah gitu.
01:27Makanya ayo gitu, Putra bukannya ingin melangkai pemerintah ya dengan membangun program ini,
01:31tapi pemerintah itu minimal melek, bahwasannya anak muda aja udah mulai loh, ingin ngebantu Indonesia itu minimal keluar deh dari hashtag kabur aja dulu,
01:41keluar deh dari stigma-stigma buruk, segala macam.
01:42Sesuatu yang harus kita apresiasi Mbak Rosi gitu ya, apresiasi.
01:47Dan saya yakin banyak Mas Putra-Mas Putra lain ya, yang ada, ada program-program juga yang semoga ini nanti bisa dimanfaatkan ya.
01:56Kita ada program tenaga kerja mandiri, ada program kewirausahaan, program inkubasi di kampus-kampus.
02:05Ini suatu sekali lagi memang kuncinya adalah PR kita masih banyak, saya sadari itu gitu ya.
02:12Mas Putra saya juga punya berada di lingkungan akademisi, dulu gaulnya dengan mahasiswa yang kemudian juga kebingungan mencari kerja.
02:21Begitu ya, ini suatu PR dan tentu kita apresiasi dan semoga ini nanti harapan kita memang dari sekian banyak solusi ketenaga kerjaan itu salah satunya itu adalah harus muncul entrepreneurial-entrepreneur.
02:35Dan sebenarnya Prof, ketika negara tetangga ada demografi yang secara angka penduduk lansia itu jauh lebih besar dan kekurangan angka produktif,
02:46pemuda-pemudi Indonesia itu punya peluang yang sangat besar untuk bekerja.
02:52Jepang misalnya, itu Singapura misalnya, itu kalau tenaga kerja Indonesia dengan skill bisa masuk ke sebagai tenaga profesional di negara-negara tetangga,
03:03itu saya rasa juga satu jawaban yang sangat baik.
03:06Dan pelatihan itu ada di Kementerian Tenaga Kerja.
03:09Salah satunya. Kementerian lainnya juga ada. Kalau UMKM kan mereka juga punya pelatihan, komdiji pelatihan.
03:15Nanti saya juga menghimbau Mas Putra dan teman-teman bisa hadir di balai-balai kita, meramaikan balai kita yang kita sebut tadi Talent and Innovation Hub.
03:24Di situ ada instruktur yang siap untuk membantu.
03:28Nanti kita juga linkkan dengan industri-industri yang kemudian kita harapkan memang itu menjadi pusat kreativitas dan inovasi anak bangsa ke depan.
03:38Sudah dengan Kementerian UMKM, sudah dengan Kementerian Kooperasi, silakan juga link and match dengan Kementerian Tenaga Kerja.
03:47Saya selalu senang mempertemukan, membuat kebijakan dan generasi Z.
03:51Terima kasih Pak Yaserli.
03:52Saya tahu Prof sedang tidak enak badan, tapi tetap mau ke Studio Menara Kompas untuk memenuhi undangan saya.
03:58Terima kasih.
03:59Cepat sembuh.
Komentar