Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Atlet wushu yang juga diva Indonesia, Kris Dayanti, berhasil merebut medali perak pada Kejuaraan Dunia Wushu atau World Kungfu Championships di Tiongkok.

Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, @krisdayantilemos, Kris Dayanti mengumumkan pencapaian luar biasa di ajang tersebut dan memperlihatkan sertifikat serta medali yang diraihnya.

Kris Dayanti menjadi salah satu kontingen yang mewakili Indonesia di Kejuaraan World Kungfu Championships 2025 di Tiongkok pada 14 hingga 20 Oktober 2025.

Dalam kejuaraan tersebut, Kris Dayanti menggunakan shanzi alias kipas lipat, yang termasuk senjata tradisional dalam wushu.

World Kungfu Championships merupakan bagian dari Kejuaraan Wushu Tradisional Dunia. Ajang ini pertama kali diadakan pada 2004 dan mencakup berbagai kategori usia.

Di studio Kompas TV, sudah kedatangan sang juara, peraih medali perak Kejuaraan Dunia Wushu. Siapa lagi kalau bukan Kris Dayanti.

#krisdayanti #wushu

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/624715/full-cerita-kris-dayanti-raih-medali-perak-kejuaraan-wushu-di-tiongkok
Transkrip
00:00Sembara di studio Kompas TV sudah kedatangan sang juara peraih medali perak juaraan dunia wushu
00:04Siapa lagi kalau bukan Chris Dayanti
00:07Terima kasih, aduh datang ke studio kali ini jadi atlet ya
00:11Mimi ini baru nyampe Indonesia ya, gimana sih rasanya pulang ke Indonesia bawa medali perak?
00:18Beda suasananya ya ketika kita ikutin ritme sebagai atlet
00:23Artinya dari, kita bisa ngebayangin flashbacknya semua atlet Indonesia ya
00:28Yang berjuang untuk membawa nama harum Indonesia
00:31Dari mereka latihan, ditempa dengan berbagai macam ujian
00:35Dan itu dilakukan rutin terus menerus, gerakannya sama
00:39Bahkan untuk performing biasanya nyanyi 3 jam
00:43Ini hanya untuk tampil 1 menit 30 detik kita perlu latihan yang sebegitu kerasnya
00:48Oke latihannya panjang dan juga harus rutin
00:51Ritmenya harus ditambah setiap saat dan gak semakin ringan tapi semakin berat gitu
00:59Mimi cerita dong bagaimana sih perjalanannya di Tiongkok sana
01:02Apa saja yang dilakukan di sana ketika kejuaraan dilakukan
01:07Seperti apa persiapan dan juga ketika kejuaraannya di sana
01:12Di 10 World Kung Fu Championship ini memang Indonesia diundang dan melalui Yayasan Inti Bayangan
01:20Tapi memang kami tidak berangkat represent Yayasan Inti Bayangan
01:26Namun kami diundang memang ini Open Championship
01:31Jadi siapapun boleh ikut dan saya pun memberanikan diri karena di Wushu ini ada klasifikasinya
01:37Jadi kalau kita lihat di layar kan yang berangkat dari umur 9 sampai 16 tahun
01:43Bahkan ada yang usia 16 tahun yang juga memenangkan medali perak itu
01:48Setelah 10 Kung Fu Championship ini dia harus pensiun gitu karena harus melanjutkan sekolah
01:57Jadi karena itulah tadi jadi mengapa saya berani karena latihan yang sudah cukup intens selama 4 tahun
02:05Dan Yayasan juga mendorong saya untuk ikut
02:09Tambah waktu satu setengah bulan saya pikir cukup oke lah
02:12Saya matengin latihan jurus woman single kipas ini atau Shansi
02:21Ketika berangkat ke Tiongkok ada gak sih ekspektasi begitu Mimi
02:26Aku pasti pulang mendapat medali
02:29Gak ada sama sekali karena kan kita main Kung Fu atau Wushu di tempatnya
02:36Ini kan di pusat Kung Fu dunia kan
02:40Orang-orang sudah familiar dengan Kung Fu disana
02:42Benar dan ternyata pesertanya dari 59 negara dan delegasi terbesar itu dari Amerika
02:51Mereka mengirim 300 atlet kemarin dan ketika kita coba namanya tuh trial lapangan ya
02:59Jadi ini bener-bener ya jadi berangkat saya gak pernah ngebayangin bahwa di tempat kompetisinya itu ada sekitar 12 karpet seperti ini
03:09Jadi ada 12 karpet dan kebayang distreknya tuh kayak apa
03:13Jadi karena semua atlet berkumpul dan kita tuh cuma dapat waktu berapa menit gitu untuk melatih 10 atlet yang juga berebutan dengan atlet dunia yang lain untuk bisa trial karpet itu
03:29Jadi ritmenya bener-bener cepat semuanya
03:32Oke ada berapa tadi 59 negara yang dilawan
03:3459 negara
03:35Ketika mereka masuk begitu Mimi juga ada di dalam sempat ngerasa aduh ini gimana nih
03:39Ada segi-segahan kayak begitu gak sih
03:41Mendingan konser sih ya
03:43Mendingan konser
03:45Gimana tuh antisipasinya
03:46Iya karena ya oke karena kita udah persiapkan sematang mungkin
03:51Jadi saya pikir kalau kita ibaratnya demam panggung atau nanti jadi blank
03:56Karena semua jadi Wushu itu sendiri kan adalah seni bela diri, seni perang
04:01Jadi tetap ada ritme cantiknya disitu
04:04Kenapa saya juga jatuh cinta sama Wushu
04:07Karena memang pertama selain kedisiplinan lalu melatih kekuatan untuk punya daya juang
04:16Itu pun juga akan mempengaruhi self-reminder kita, self-confidence juga gitu
04:21Jadi tentu karena udah latihan jadi pantang untuk minder ya
04:28Karena saya sukanya di olahraga itu gak ada abu-abunya
04:31Cuma ada menang dan kalah
04:33Jadi bener-bener melatih untuk sportifitas disitu
04:36Ini kan sudah lama sekali nih dari tahun 2021 ya?
04:392021 Juni
04:40Juni ini melakukan latihan
04:42Ketika mau berangkat apakah latihan intensitasnya diperbanyak atau seperti apa?
04:47Bagaimana persiapannya sebelum berangkat?
04:49Iya karena saya private di rumah dengan salah satu coach yang hari ini juga berangkat untuk pon bela diri
04:54Jadi saya dilepas di sasana untuk dilatih sama coach yang lebih tinggi
05:00Ada coach ipai disitu yang juga mengajar woman class dan juga mengajar adik-adik atlet semuanya
05:06Dan saya senang bahwa saya dapat treatment yang sama lah artinya
05:12Bukan karena saya penyanyi terus atau saya udah grandma terus jadi dibikin lembek itu enggak
05:18Jadi tetap dilatih, diteriakin dari pinggir lapangan untuk bisa menerima tantangan
05:25Mimmy tadi sebut bilang sudah grandma begitu
05:28Tapi dengan atribut itu pernah gak sih secara power gitu merasa kelelahan
05:34Entah ketika persiapan ataupun menjalani kompetisi disana?
05:38Oke karena memang ternyata di olahraga itu sama kayak nyanyi ya
05:42Artinya kita kan juga melatih sama ketika saya coaching untuk stretching suara
05:48Tidak sama kayak kita stretching otot juga gitu lah
05:51Jadi semakin dilatih dia akan semakin elastis gitu kan
05:56Dan saya berpikir bahwa stamina itu mungkin saya dapat karena saya punya spirit yang saya tanamkan dalam diri saya
06:07Mentalitas
06:07Nah itu penting gitu kan
06:09Dan itu harus dimiliki oleh semua anak-anak muda kita gitu
06:12Jadi membangun semangat, membangun peradaban untuk terus mereka yakin bahwa setiap manusia itu dilahirkan dengan potensi diri yang kuat
06:22Oke mentalitas apa yang dibangun oleh Mimmy ketika menjadi seorang atlet dan juga penyanyi?
06:27Penyanyi? Dinyanyi? Udah sangat di puncaknya begitu
06:30Dan sekarang pun di atlet sangat maksimal begitu pencapaiannya
06:34Apa mentalitas apa yang dibangun oleh Mbak Ade?
06:36Saya ya, saya pikir kita harus bersyukur ya bahwa punya kesempatan yang baik di setiap peran yang saya lakukan
06:48Dan mungkin saya juga dipilih untuk bisa menginspirasi ya
06:53Saya pikir simple saja, sederhana saja
06:55Karena banyak perempuan yang kadang mengklaim bahwa harusnya lo tuh stop karena udah waktunya untuk menikmati
07:04Tapi saya pikir kalau kita diberikan hidup 20 tahun lagi artinya masih ada 70 ribu hari yang harus kita isi dengan hal positif
07:12Stop, tidak ada di kamu seorang Chris Dayanti
07:14Ini kalau kita tahu mengikuti media sosialnya Chris Dayanti
07:20Seorang Chris Dayanti begitu sering membagikan kegiatannya sehari-hari
07:23Namun banyak juga pertanyaan dari warganet begitu
07:26Kok Mbak Kade ini kok tiba-tiba wushu ya?
07:29Apa yang bisa dijelaskan? Bagaimana switchingnya dari seorang penyanyi kemudian wushu?
07:35Mungkin dari hobi karena saya juga kan karena itu coaching di rumah terus juga private
07:43Jadi saya memilih coach perempuan dan saya lakukan di rumah
07:47Meyakinkan diri saya dan meyakinkan keluarga, suami otomatis
07:51Karena dia melihat saya beberapa kali jatuh kan
07:54Dia bilang hati-hati karena usia udah gak muda
07:57Jadi itu justru yang men-challenge saya bahwa saya senang di olahraga ini
08:01Juga setiap sebelum kita mulai latihan kita berdoa
08:04Meyakinkan bahwa spiritualitas kita dengan Tuhan akan menjaga apapun yang kita lakukan
08:11Jadi switchingnya sih sebetulnya gak terlalu sulit karena memang saya pencinta olahraga
08:19Dulu 2018 sudah pernah dinobatkan juga sebagai duta olahraga
08:23Jadi emang suka olahraga
08:26Bukan dunia yang asing lagi ya olahraga ya
08:28Betul, jadi kalau tadi dibilang badannya bisa berubah drastis dan lain-lain
08:35Saya pikir itu bonus
08:36Tapi ayo ibu-ibu boleh loh kita wushu supaya langsing sedikit
08:42Lalu kenapa wushu diantara banyak olahraga
08:45Kalau sekarang kan ada pade lah, ada apa, tenis dan macam-macam
08:48Tiba-tiba seorang kesedayanti wushu begitu
08:51Kenapa wushu?
08:52Saya cukup konsisten ya kalau memilih sesuatu
08:54Jadi wushu itu kan seni perang, seni bela diri
08:57Dan wushu ini ada rutinitas yang masih terlihat kayak cantik gitu
09:04Jadi kayak orang berpikir bonusnya kamu tuh nari kali ya
09:09Jadi dapat gerakan-gerakan yang mengudahkan untuk bisa cepat meresap, merespon, kelenturan
09:15Saya pikir mungkin karena saya berlatih juga gitu
09:19Jadi ya kenapa wushunya karena saya juga karena ada semacam koreo juga
09:27Jadi bisa melatih respon saya dan juga melatih supaya nggak pikun
09:34Oh oke
09:35Gitu
09:36Mbak Kadit sempat bilang tadi di usia yang tidak muda lagi
09:39Bukan saya yang ngomong ya Mbak Kadit sendiri
09:41Dan tadi disebutkan seperti itu pernah nggak saya mengalami cedera
09:45Baik ketika latihan
09:46Walaupun ketika pas kompetisi di sana
09:49Ada cedera nggak?
09:50Ada sempat
09:51Artisipasinya seperti apa?
09:53Beberapa kali saya jatuh
09:54Karena itu kan kita mesti latihan
09:56Kalau di rumah kan kita latihan di lapangan
09:59Tapi kan nggak seperti karpetnya wushu yang tebal gitu
10:04Jadi memang olahraga ini sudah diantisipasi supaya atlet tidak cedera
10:08Saya juga melakukan kunjungan yang cukup rutin dengan dokter tulang saya
10:14Profesor Nikolas
10:15Dan diberikan beberapa vitamin dan juga suntikan
10:18Yang pasti meyakinkan dia bahwa ternyata density saya tuh di atas rata-rata
10:24Jadi bolehlah kamu bertanding gitu
10:26Oke
10:26Dan lalu bagaimana untuk tadi kan sempat ada mungkin suara-suara
10:30Di usia segini apakah bisa gitu
10:32Untuk menabrak batasan-batasan itu begitu
10:35Mimpi kan berhasil banget nih
10:36Menabrak batasan ini
10:37Aduh terima kasih
10:38Dan terus maju bahkan meraih medali begitu
10:41Oke
10:41Itu bagaimana?
10:44Untuk mencoba satu hal baru itu jelas jangan pernah ragu
10:49Untuk nggak cepat putus asa kalau kita belum berhasil
10:56Dan saya pikir usia hanya angka
11:00Oke
11:01Usia hanya angka dan kamu harus yakin bahwa itu benar
11:04Baiklah
11:05Usia hanya angka jadi nikmatin semua momen dalam hidup kita aja
11:11Oke
11:12Ada ini nggak sih misalkan dari segi yang dikonsumsi
11:15Itu dijaga atau bagaimana
11:18Karena kan ini olahraga yang membutuhkan banyak sekali gerakan
11:21Stamina
11:22Fokus sih ya
11:24Karena fokus
11:25Karena kalau memang di olahraga itu performnya cuma kayak yang saya lakukan kemarin
11:29Satu menit tiga puluh detik itu benar-benar harus mengalir
11:35Fokus karena kalau sampai blank atau ke distrek bayangkan kekhawatiran saya untuk ke distrek di lapangan lain
11:41Kemarin kita mainnya satu lapangan saya bertanding sama juara emasnya kan dari Brazil
11:48Itu udah 34 tahun wushu
11:50Jadi saya nggak mau benar-benar ke distrek sama dia
11:53Jadi saya mengalir dan
11:54Ternyata fokus itu adalah pendukung segalanya
11:58Oke ini sih pertanyaan-pertanyaan yang agak-agak sedikit kekeluarga
12:02Oke oke
12:02Serba besar sih support dari keluarga gitu
12:05Apakah sempat ada yang menentang
12:06Aduh yaudah nggak apa kalau sekedar hobi
12:08Kalau sampai kejuaraan jangan dulu deh
12:10Atau memang full support dari keluarga untuk Mimi terbang ke Tiongkok sana
12:14Iya yang saya rasakan saya terima kasih sekali sama suami saya
12:17Karena memang sepanjang dia dampingin saya hampir 15 tahun ini
12:22Kalau nyanyi mungkin karena latar belakang saya udah punya keahlian itu
12:27Tapi untuk bertanding kali ini dia punya concern yang sangat luar biasa
12:31Untuk meminta saya istirahat hati-hati besok mau bertanding
12:36Jadi apa ya daya juangnya itu benar-benar didorong sama keluarga
12:40Dan mereka nggak sangka kungfu championship ini
12:45Mimi dari tadi kan kesini bawa kipas begitu
12:49Saya ketahui bahwa wushu itu ada beberapa senjata
12:53Wushu tau loh
12:53Ada pedang, ada tombak
12:56Itu memilih Mimi memilih kipas atau sebetulnya dipelajari semua
13:00Akhirnya cocok aku kipas nih
13:01Atau seperti apa sih sebenarnya
13:02Jadi wushu itu kan memang ada beberapa
13:05Nanchen, ada Chongchen gitu
13:09Jadi ada karakternya tuh dari China utara gitu
13:15Jadi memang beda dengan China selatan yang sedikit lebih garang
13:20Oke
13:20Jadi memang dari Juni yang saya dapatkan
13:23Jadi semua atlet wushu itu awalnya semua akan dapat
13:26Kipas
13:27Jadi dari awal karena seperti putra saya yang paling kecil
13:30That's not weapon
13:32Dia bilang oh jangan berpikir begitu
13:34Karena gerakannya ini memang
13:36Dia semua menantang lawan
13:39Walaupun hanya sekedar kipas
13:41Beda dengan tombak, dengan pedang, dengan golok
13:45Semua dan bahkan tangan kosong saya udah pelajari
13:48Oke
13:48Jadi tunggu aja
13:49Oh tunggu saja
13:51Walaupun kipas sepertinya tidak berbahaya
13:53Tapi kalau di tangan yang tepat dan memiliki ilmu
13:56Oh iya
13:56Justru
13:56Semua justru menantang lawan
13:58Oke
13:59Untuk melihat bagaimana keindahan gerakan dari seorang Chris Dayanti dalam berwushu
14:04Kita langsung lihat begitu gerakan-gerakannya
14:07Persilahkan Mimi
14:08Tidak cukup ini ya
14:09Oh
14:09Disini lebih mantep
14:11Oke ya
14:12Ini satu gerakan
14:14Jadi memang gerakannya itu kungfu
14:16Kungfu itu semua
14:17Tangannya juga dinilai ya
14:18Mulai ikutan loh
14:19Oke
14:20Tangan juga dinilai
14:21Jadi harus begini
14:22Jadi gini
14:23Ini kalau serendah-rendahnya malah nilainya lebih bagus
14:26Waduh ini beban banget untuk saya
14:27Jadi semakin rendah dia semakin dapet nilai
14:30Oke oh jadi gerakan ini paha ini juga dapet nilai
14:33Jadi ini pun juga ini fungsinya kelawan
14:36Gitu
14:36Oh my God
14:39Suara dari kipasnya aja
14:42Bikin kaget ya
14:43Nah ini kayak gini itu kan
14:49Gini juga menantang lawan
14:51Oke
14:53Wah mantap sekali ini
14:57Gerakan yang sebetulnya
14:58Dilihat sekilas pun
15:00Tidak indah
15:01Dan tidak bisa dilakukan secara instan
15:04Harus perlu latihan
15:05Dan juga konsistensi
15:07Tolong dong Mimi dibagikan tipsnya bagi generasi muda
15:10Saat ini yang hobinya mager
15:11Scroll-scroll media sosial
15:13Malas gerak
15:14Seorang Mimi pun masih sangat konsisten
15:18Dan juga bersemangat dalam berolahraga
15:21Iya karena memang anak-anak muda
15:23Kesempatan kalian sekarang untuk bisa mengeksplore dunia yang begitu penuh dengan tantangan
15:29Jangan sampai hal-hal yang kita bisa lakukan
15:33Anak-anak muda dan kalian bisa lakukan diambil alih oleh AI
15:36Dan memang berlatih seperti layaknya bertanding
15:42Bertanding seperti layaknya berlatih
15:44Jadi semuanya dilakukan semaksimal mungkin
15:47Karena nanti ketika masa tua kalian boleh menikmati hal-hal yang cukup kalian lakukan dan menjadi sukses
15:54Jadi sekarang saatnya untuk sukses dan menjemput impian
15:57Siap
15:58Itu bukan hanya insight bagi pemirsa Kompas TV
16:02Tapi juga untuk saya sendiri
16:03Iya, ayo aku tunggu ke sasala loh
16:05Siap nanti gitu ya
16:06Terima kasih Mimi atas kehadirannya di studio Kompas TV
16:09Sangat mewarnai hari ini bagi kami di Kompas TV
16:11Dan juga bagi teman-teman di rumah
16:14Begitu ya
Komentar

Dianjurkan