- 1 jam yang lalu
- #pkb
- #prabowo
- #cakimin
- #pilpres2029
- #politik
KOMPAS.TV - Partai Kebangkitan Bangsa menegaskan dukungannya kepada Presiden Prabowo Subianto untuk melanjutkan kepemimpinan hingga dua periode.
Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan apakah ini menjadi sinyal awal manuver politik Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar. Selain itu, muncul pula spekulasi terkait sikap partai politik lainnya.
Lebih lengkap, simak dialog KompasTV bersama Ketua DPP PKB Syaiful Huda, Juru Bicara PDI Perjuangan Seno Bagaskoro, serta Direktur Eksekutif Trias Politika Agung Baskoro.
Baca Juga Zulhas Pastikan PAN Dukung Prabowo Dua Periode, "No Komen" Soal Cawapres | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/649212/zulhas-pastikan-pan-dukung-prabowo-dua-periode-no-komen-soal-cawapres-sapa-malam
#pkb #prabowo #cakimin #pilpres2029 #politik
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/649240/full-pkb-dukung-presiden-prabowo-2-periode-manuver-politik-cak-imin-ini-respons-pdi-p-pengamat
Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan apakah ini menjadi sinyal awal manuver politik Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar. Selain itu, muncul pula spekulasi terkait sikap partai politik lainnya.
Lebih lengkap, simak dialog KompasTV bersama Ketua DPP PKB Syaiful Huda, Juru Bicara PDI Perjuangan Seno Bagaskoro, serta Direktur Eksekutif Trias Politika Agung Baskoro.
Baca Juga Zulhas Pastikan PAN Dukung Prabowo Dua Periode, "No Komen" Soal Cawapres | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/649212/zulhas-pastikan-pan-dukung-prabowo-dua-periode-no-komen-soal-cawapres-sapa-malam
#pkb #prabowo #cakimin #pilpres2029 #politik
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/649240/full-pkb-dukung-presiden-prabowo-2-periode-manuver-politik-cak-imin-ini-respons-pdi-p-pengamat
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Partai Kebangkitan Bangsa telah menegaskan dukungannya kepada Presiden Prabowo Subianto
00:05untuk melanjutkan kepemimpinannya hingga dua periode.
00:09Apakah ini sinyal awal manuver politik Caimin dan bagaimana dengan partai politik lainnya?
00:14Kita akan bahas bersama dengan sejumlah narasumber yang sudah hadir secara daring.
00:17Ada Ketua DPP PKB Syekful Huda, Jurubicara PDP Seno Bagaskoro,
00:22dan Direktur Eksekutif Trias Politika Agung Baskoro.
00:25Selamat pagi Kang Huda, Mas Seno, Mas Agung.
00:27Selamat pagi, Mas.
00:30Mas, bagaimana?
00:31Kang Huda, Mas Agus, selamat pagi.
00:33Sehat-sehat semua ya, Bapak-Bapak.
00:34Saya mau ke Kang Huda dulu, Kang Huda.
00:36Ini sudah disebutkan oleh Caimin, gitu ya, mendukung Pak Prabowo dua periode.
00:41Ini nggak kecepatan, apakah sudah diukur-ukur nih kira-kira kalau sekarang sudah ngomong gitu?
00:48Ya, sebenarnya ada beberapa alasan yang di mata PKB penting,
00:54termasuk ini menjadi pertimbangan waktu kemarin kita audiensi dengan Pak Presiden
01:00di saat menjadi bagian dari rangkaian acara Akademi Politik Kebangsaan Akwal Bank PKB.
01:10Pengurus DPP dan seluruh pengurus wilayah PKB seluruh Indonesia diterima beliau,
01:16hampir sekitar 50 orang hadir.
01:18Nah, alasan yang kami pegang dari awal, dan ini berkali-kali disampaikan secara terbuka oleh Pak Presiden
01:26di dalam forum resmi kami, forum-forum ofisial dari PKB,
01:32yaitu menyakut soal komitmen beliau untuk menjalankan undang-undang dasar, terutama pasal 33.
01:41Dan ini termasuk menjadi fokus perjuangan PKB sejak dari awal, bahkan sejak Presiden Gustur waktu itu,
01:53di mana pemerintah negara betul-betul melindungi seluruh kekayaan alam yang ada di Indonesia ini
02:02dan digunakan sepenuhnya untuk kemakmuran rakyat kita.
02:06Nah, tentu untuk menjalankan dan menegakkan undang-undang dasar, terutama pasal 33,
02:15Pak Presiden Prabowo butuh teman, dan PKB siap menjadi teman Pak Prabowo untuk sampai 10 tahun yang akan datang.
02:24Jadi ini bukan soal ini sebenarnya, bukan soal terlalu dini, apakah ini manuver politik atau tidak,
02:31tapi ini lebih kepada kesamaan perjuangan PKB dengan Pak Presiden, dengan teman-teman Gerindra,
02:42terkait dengan semangat untuk menegakkan pasal 33 undang-undang dasar kita.
02:48Nah, dalam situasi itu, tentu sebagai sebuah langkah terobosan, sebagai sebuah rencana untuk merubah sistem
03:01kembali kepada undang-undang dasar, kami menyebutnya sebenarnya keinginan Pak Presiden, Pak Prabowo untuk
03:11membuat sistem baru, ekonomi konstitusi, jadi ekonomi yang sesuai dengan konstitusi undang-undang dasar kita ini,
03:20mau tidak mau memang harus dimulai dari sejak periode awal beliau ini, gitu.
03:26Berarti bukan untuk curi start atau ngamainin posisi ini, Kang Huda?
03:29Sama sekali tidak, gitu. Bahwa kemudian ada ruang untuk itu dan bisa ditafsirkan oleh publik,
03:39oleh elit politik, itu hal lain, gitu. Tapi substansi yang kami ingin sampaikan adalah,
03:45karena ada kesamaan komitmen untuk merubah sistem ekonomi kita yang sangat liberal ini,
03:51yang betul-betul sangat tidak berpihak kepada masyarakat dan terutama kepada rakyat kita ini,
03:59dan Pak Presiden sudah menyampaikan road map-nya juga secara terbuka,
04:03apa yang harus dilakukan sejak dari awal.
04:06Nah karena itu, PKP siap menjadi teman Pak Prabowo untuk 10 tahun yang akan datang,
04:13dan memang harus dimulai dari sekarang.
04:15Bahwa itu kemudian berefek kepada dukungan kami sejak dari awal,
04:19karena memang kita ingin ini harus sudah mulai berjalan sejak perudil beliau memasuki tahun kedua kepimpinan Pak Prabowo.
04:27Oke, sementara ini jadi teman gitu ya Kang Huda ya.
04:30Saya mau minta tanggapan dari Mas Heno.
04:33Mas Heno, Anda melihat langkah dari PKB, masih 3 tahun lagi gitu ya pemilu kita,
04:38sudah ada pernyataan dari Caimin, seperti apa Mas Heno?
04:42Ya yang pertama tentu boleh-boleh saja ya.
04:46Itu siapapun di Republik ini, apalagi Partai Politik punya hak konstitusional dan hak politik untuk menentukan sikapnya,
04:53pastinya tentu kami menghargai sikap dan statement yang disampaikan oleh Caimin.
04:59Apalagi kan ada pepatah itu, there's nothing new under the sun.
05:03Nggak ada hal yang betulnya benar-benar baru gitu di bumi ini.
05:07Apapun ya pernah terjadi gitu ya,
05:09di Pilpres 2024 pun kemarin kita juga melihat berbagai peristiwa yang membuat kita belajar dan berkaca.
05:16Bahwa ternyata sebetulnya ya nggak ada amat gitu, hal-hal yang sifatnya sangat abadi gitu.
05:23Artinya, kalaupun hari ini itu bergerak ke kanan, belum tentu juga kan nanti pasti akan ke kanan.
05:30Nggak ada kok yang super pasti di dunia ini gitu loh, sebelum nanti betul-betul terjadi.
05:35Apakah kalau hari ini setnya ke kiri akan pasti ke kiri di 2029, kita juga belum tahu kok.
05:42Artinya, itu di medsos itu semuanya sudah sangat paham bahwa pada saat hari ini kita bicara soal pergerakan politik,
05:51itu tentunya sangat akan melihat bagaimana dinamika itu bergerak ke depan.
05:56Jadi buat kami, apapun yang menjadi sikap sekarang, menjadi sangat rasional lah.
06:00Kan siapapun juga hari ini kalau berada di dalam pemerintahan, pasti juga harus menyatakan suatu dukungan penuh terhadap visi presiden.
06:09Kita aja yang di luar pemerintahan, kita memberikan dukungan kok, apalagi yang di dalam.
06:13Kayaknya harus lebih setengah ring lagi gitu untuk memberikan dukungannya.
06:18Artinya, ada suatu sikap itu.
06:21Buat kami biasa-biasa saja, meskipun kalau di BDI Perjuangan, kami tentu nggak memberikan dukungan dengan C kosong.
06:28Buat kami, 2029 itu masih jauh, Mas.
06:32Buat kami yang lebih penting hari ini, karena demokrasi kita itu adalah representasi rakyat,
06:37maka yang paling wajar adalah partai politik itu mewakili suara dan keresahan rakyat.
06:42Apalagi hari ini keresahan rakyat itu kayaknya ada cukup banyak itu.
06:46Bagaimana misalnya kita masih harus melakukan pemulihan diri pasca bencana,
06:51bagaimana di Sumatera itu bahkan belum pulih.
06:53Kalau kita bicara pemulihan, belum pulih di banyak tempat gitu.
06:57Di Jawa Tengah sudah ada bencana lagi, Jawa Barat sudah ada bencana lagi,
07:02curah hujan luar biasa tinggi hari ini.
07:05Terakhir di NTT, kita melihat ada suatu peristiwa yang begitu memilukan hati kita.
07:11Lalu IHSG kita itu fluktuasinya luar biasa, sampai ada trading hall,
07:16lalu sampai mengundurkan diri banyak pejabat tinggi negara.
07:18Buat kami ini kan kalau ditarik suatu pola, ada gejala yang itu artinya kita sedang gak fine-fine aja gitu.
07:26Maka buat kami agak wagu bahasa Jawanya itu, gak enak gitu ya.
07:31Untuk kita bicara soal 2029 saat ini, itu buat kami.
07:36Tapi buat teman-teman yang lain, mau ngomong-ngomong saja.
07:38Agak wagu, karena lagi-lagi masih lama gitu ya Mas Enoyan,
07:41dan juga masih banyak hal yang harus diperbaiki di pemerintahan kita.
07:44Saya mau ke Mas Agung. Mas Agung, ini kalau ibarat kita lagi mau beli handphone atau beli mobil gitu,
07:50ini pre-order gitu ya sepertinya ya.
07:52Jadi kita pesan lebih awal dulu untuk mendapatkan penawaran yang lebih menguntungkan misalnya.
07:58Anda melihatnya seperti itu gak Mas Agung?
08:00Iya, biar banyak dapat bonusnya PKB Mas.
08:02Jadi pre-order dulu.
08:04Atau politik incon dulu lah semacam itu.
08:06Tetapi begini, saya mengapresiasi ya Cahimin, Mas Huda, dan yang lain ke istana ya untuk mengenalkan pengurus PKB.
08:16Kepada Pak Presiden, ini juga bagi internal partai bisa memotivasi pengurus untuk bisa lebih semangat ya,
08:22menggerakkan mesin-mesin partai sekaligus keseriusan PKB.
08:25Dan Cahimin untuk maju lagi cawapres tiga kalinya ya Pak Huda ya.
08:302019 itu saya lihat tagline-nya join itu, Jokowi-Cahimin.
08:33Kemudian baru jadi 2024, Amin ya.
08:37Ini semua Amin.
08:38Nah ini saya tadi ubek-ubek kira-kira sebutan yang pas apa gitu ya.
08:43Bisa Waumin Pak Prabowo-Cahimin,
08:45atau misalkan bisa juga Pro-Min, Pro-Minoritas Prabowo-Cahimin gitu kira-kira.
08:51Tapi yang jelas begini, PKB berangkat dari sebuah narasi ide yang sangat baik
08:58karena mendukung pemerintahan total 100% Mas Bremana ya.
09:01Jadi ada soal ya tadi pro-ekonomi kerakyatan pasal tiga-tiga.
09:06Kemudian yang lagi rame nih ya, profil kadar tidak langsung DPRD walaupun saya tidak setuju semacam itu.
09:12Kemudian juga soal ya, soal Indonesia gabung ke Board of Peace.
09:17Jadi berangkat dari sebuah ide narasi yang sepakat dengan pemerintah ya,
09:21tapi yang menarik mendukung Prabowo-Dua Piyodre tanpa Cawapres.
09:26Ini yang memang membuat ruang kosong di awal tadi saya sampaikan bahwa peluang ke arah Sena sangat besar
09:32dan ya saya tidak meragukan Cahimin soal begini-begini Pak Huda ya.
09:37Paling jago lah, paling pinter mencari celah, mencari momentum,
09:40dan saya kira kebutuhan ya seorang Cawapres di 2029 itu sangat relatif berbeda dari 2024 Mas Bremana.
09:49Dan dalam sejarahnya belum ada, ya Cawapres dua kali terpilih untuk mendampingi seorang Presiden Pertahanan.
09:57Nah saya kira Cahimin PKB melihat posisi itu dan kalau bisa diambil,
10:01itu bisa mengalirkan kotel efek yang luar biasa bagi PKB.
10:04Dan bukan tidak mungkin PKB bisa menatap, ya dua besar gitu ya Pak Huda ya, semacam itu.
10:11Sebagai pengantar.
10:13Oke, Kang Huda ini sudah ada tadi tuh, ada saran gitu dari Mas Agung.
10:18Mungkin bisa promin atau wawin gitu ya.
10:20Gimana nih Kang Huda, apakah nggak sekalian nih Cahimin deklarasi juga Wapresnya saya gitu?
10:27Kalau itu waktu setahun kami koalisi dengan Pak Prabowo menuju Pilpres 2024 sudah ada itu akronim ya sampai kali Mas Agung itu.
10:39Tapi tidak kami sampaikan, karena memang urusan Wapres belum jadi bahasa di internal DPP PKB.
10:49Karena itu kira-kira kalau ini motifnya kehebohan tidak sama sekali.
10:53Kami ingin, semua apa disampaikan oleh Mas Heno misalnya, tantangan iklim kita yang sangat ekstrim,
11:03isu bencana kita dan itu termasuk isu kemanusiaan di Aceh, di Jawa Barat, di Kabupaten Bandung Barat,
11:11terus kemudian di Jawa Tengah, itu semuanya kira-kira butuh efektivitas pemerintah untuk bekerja.
11:20Nah untuk menuju efektivitas pemerintah yang bisa bekerja dengan maksimal, cepat,
11:28menyelesaikan berbagai tantangan dan persoalan yang dihadapi oleh rakyat,
11:34itu butuh efektivitas pemerintahan dan karena itu kami memastikan untuk menjadi teman Pak Prabowo,
11:42untuk menangani ini semuanya.
11:43Jadi kenapa itu kami sampaikan secara terbuka ke publik dukungan kami sepenuhnya kepada Pak Prabowo,
11:52semangatnya untuk itu.
11:54Karena hari ini geopolitik internasional kita, baik politik maupun ekonomi,
12:00betul-betul cukup mencekam hari-hari ini dan tidak ada jalan lain,
12:05pemerintah harus kita berkuat.
12:09Dan kalau soal ini terus menjadi bagian dari komitmen PKB,
12:14begitu PKB menjadi bagian dari koalisi pemerintahan,
12:18apapun yang terjadi dan secara sudah menguji,
12:21begitu PKB menjadi bagian dari koalisi,
12:24PKB total 100% untuk menuntaskan berbagai agenda dari koalisi yang sudah disepakapi bersama.
12:31Oke, fokusnya untuk menuntaskan program-program dan juga mungkin masalah-masalah yang ada di Indonesia sekarang.
12:37Saya kembali ke Mas Eno.
12:38Mas Eno, kalau misalnya PKB sudah dari awal gitu ya,
12:42ada pernyataan, kemudian PSI juga sudah punya sikap dengan kemarin,
12:46dalam tanda kutip di-endorse Pak Jokowi gitu ya,
12:49ini PDP nggak mau sekalian ngambil sikap juga Mas Eno?
12:53Ya sikap kita kan sebenarnya clear Mas,
12:56hari ini ya kita fokus saja,
12:58ngerjakan, bantu apa yang bisa kita lakukan,
13:00seberluruh daya energi kita kita kerahkan untuk membantu rakyat di tengah kesulitan.
13:05Itu aja sikapnya.
13:06Kalau hari ini kita lihat,
13:08seperti yang saya sampaikan tadi,
13:09demokrasi itu kan representasi atau perwakilan dari suara masyarakat.
13:15Nah kalau hari ini rakyat kita emang,
13:18berapa persen sih yang mikirin soal memilu 2029 misalnya.
13:22Tapi nggak mau gitu Mas Eno,
13:24dari awal punya sikap gitu misalnya,
13:26mau kontra atau mau pro gitu,
13:28dengan nanti Pak Prabowo nyapres lagi?
13:31Kita nggak mau PO atau kita mau pesan sekarang lah,
13:35kita kan situasinya ya masih panjang ini,
13:38masih sangat panjang 2029 itu,
13:41harus baru aja kayaknya kemarin gitu,
13:43pemilu terakhir selesai,
13:45masa sudah kita langsung PO untuk pemilu berikutnya.
13:47Jadi buat kami masih panjang,
13:50menentukan pemimpin itu butuh waktu panjang,
13:53nggak bisa hanya kemudian dari suasana hegemoni yang ada hari ini.
13:57Dan buat kami ada pertimbangan banyak sekali yang harus kami lakukan,
14:02kerjakan sebelum menentukan pemimpin.
14:04Itulah kenapa kita serius soal bicara soal pemilu,
14:07karena itu ada suatu kepentingan bonding dengan rakyat yang nomor satu.
14:12Nah artinya hari ini,
14:14masalah-masalah itu dulu deh yang kita selesaikan.
14:16Nanti kan siapapun yang menyelesaikan masalah itu,
14:19nggak usah baik kita kampanye,
14:20nggak usah baik kita promosikan repot-repot,
14:22rakyat pasti akan mencatat kok orang-orang yang betul-betul kerja untuk mereka.
14:27Elektabilitas di survei juga otomatis akan ikut naik kok,
14:30kalau kemudian rakyat melihat mereka betul-betul dibela oleh pemimpin yang tepat.
14:34Jadi nanti aja lah kita bicara itu menurut saya.
14:37Apalagi kan di medsus hari ini banyak sekali tuh mas,
14:40anak-anak muda yang pada protes.
14:41Mas kalau teman-teman di PKP masih mending,
14:44di partai lain ada yang sibuk cari kandang juga kan hari ini.
14:47Ini kandang di sini, kandang di situ, kandang di mana lagi.
14:50Itu parah lagi tuh di medsus itu responnya anak-anak muda tuh dalam menanggapi itu.
14:55Jadi buat kami, ya jadi kayak betul itu tadi,
14:58apa yang saya coba ngomong di awal tadi,
15:00wagu gitu loh rasanya.
15:02Lagi repot Indonesia ini lagi banyak.
15:05Anak-anak muda, rakyat yang cari kerja,
15:07cari situasi kepastian dan lain sebagainya.
15:10Malah ada yang mau bikin kandang-kandangan.
15:12Waduh ini repot juga.
15:14Buat kami, pemilu masih cukup panjang dan nggak saat yang tepat bicara itu sekarang.
15:18Jadi nanti aja kalau BDI Perjuangan kita fokus di program-program partai aja mas,
15:22dan program kerajaan.
15:23Oke, baik. Saya ke Mas Agung.
15:25Mas Agung, kalau Anda melihat misalnya nih PKB memang fix,
15:28misalnya mau ke Pak Prabowo dengan jadi Cawapres,
15:32Cawapresnya Cak Imin, kira-kira bagaimana ke depannya?
15:35Dan kira-kira nih Mas Agung,
15:36kenapa sih kemudian belum kasih nama Wapresnya sekarang?
15:40Nggak sekalian Cak Imin jadi Wapresnya gitu.
15:43Apakah menimbang, mungkin masih ada nanti manuver-manuver di akhir gitu?
15:47Ya, ini saya juga kembali ke apa ya Mas ya,
15:52semacam aksi-reaksi politik juga.
15:55Ya saya melihat Cak Imin berusaha menormalisasi,
15:57misalkan kemarin ya Porosolo menerbitkan ya,
16:01Jokowi Gibran, ah sorry, Prabowo Gibran 2 priode, semacam itu.
16:05Kemudian di saat yang sama ada partai baru berdiri,
16:08ya partai gerakan rakyat,
16:09lagi dan lagi ya temannya Cak Imin,
16:11ya dengan mencapreskan Anies Baswedan, semacam itu,
16:15partai gemabang sana.
16:16PKB ingin tampil, memberikan narasi alternatif dari ya reaksi
16:21ataupun realitas politik yang sedang mengemuka, semacam itu.
16:24Jadi, kalau dalam politik apakah 3 tahun itu lama,
16:28ya 2 tahun itu lama, itu relatif karena kerja-kerja politik itu
16:32harus dicicil dari sekarang karena untuk masuk ke popularitas,
16:36akseptabilitas, sampai nanti elektabilitas,
16:38itu butuh waktu yang panjang.
16:41Nah, Cak Imin memahami itu karena sudah pengalaman 2 ya,
16:44pilpres sebelumnya, mau nggak mau harus dicicil dari sekarang,
16:47walaupun masuknya lewat narasi, program ya,
16:50dan hal-hal yang memiliki kesamaan pikiran dengan presiden semacam itu.
16:54Nah, yang kedua memang ini, ya suka atau nggak,
16:56PKB ini loyalitasnya nggak diragukan kalau di dalam koalisi pemerintahan, mas.
17:01Ya, tadi saya bilang, totalnya 100%.
17:02Tapi diunjung, kalau nggak masuk,
17:05Cak Imin Cawapres,
17:06ah, tunggu dulu Pak Huda, ya.
17:08Nanti, seperti sebelumnya tuh,
17:10dia jangku politik koalisi kebangkitan Indonesia Raya,
17:13KKIR, mas, berapa mana?
17:15Yang dari awal sudah bersama ya, Pak Prabowo, Cak Imin, semacam itu.
17:19Tapi tiba-tiba disimpang perjalanan,
17:22ya kemudian Porosolo masuk, ya.
17:25Cak Imin akhirnya harus mundur,
17:27walaupun maju selangkah,
17:28menyeberang ke Poros Gondang Dia, semacam itu.
17:30Jadi memang Gondang Dia Radensale ini kan dekat kalau jalanan ya,
17:34di Jakarta Pusat.
17:35Jadi memang, kalau ke,
17:38saya nggak tahu nanti,
17:39nanti ke Kertanegara lebih dekat,
17:42ketimbang nanti ke mana?
17:43Kalau Pak Jokowi kan Karanganyar gitu ya.
17:45Nah, saya nggak tahu.
17:46Ini PKB lebih diuntungkan kayaknya di 2029,
17:49karena ya, Kertanegara sampai Radensale lebih dekat,
17:52ketimbang Kertanegara dengan Karanganyar.
17:54Kira-kira begitu, Mas Brebo.
17:55Oke, nah saya ketahakan langsung ke Kang Huda.
17:58Kang Huda, dengan belum adanya nama cawapres yang disebut gitu ya,
18:02ini apakah memang tandanya,
18:04pengen menyandarkan kapal,
18:06jangkarnya turun,
18:07tapi tidak sekalian diikat kapalnya ke Dermaga.
18:10Jadi masih bisa fleksibel lah,
18:12untuk manufor-manufor yang berikutnya.
18:14Ketukumar juga bisa,
18:17lebih dekat Radensale juga, Mas.
18:20Jadi, benar.
18:23Tekai lagi,
18:24belum ada bahasan sama sekali.
18:26Kita belum ada bahasan menyangkut soal cawapres,
18:31karena itu tadi,
18:32ini objektif politik PKB,
18:35Pak Presiden ingin menegakkan undang-undang dasar,
18:38terutama pasal 33,
18:41butuh teman,
18:42butuh teman yang kira-kira
18:44merepresentasikan berbeda dari
18:47konstituensi dari Gerindra,
18:50karena misalnya kami adalah
18:53representasi dari kelompok Islam,
18:58termasuk kelompok
19:00kira-kira nasionalisme religius gitu,
19:03dan semangat itu yang kira-kira
19:07kami ingin menjadi teman Pak Prabowo
19:09untuk menegakkan undang-undang dasar,
19:12terutama pasal 33.
19:14Karena itu yang selama ini
19:16menjadi minus dari semua perjuangan kita.
19:20Dari berbagai pergantian pemimpin,
19:22kita dapati komitmen untuk menegakkan
19:25dan melaksanakan pasal 33,
19:28hampir 10-15 tahun terakhir
19:32kita tidak dapati itu.
19:33Dan begitu Pak Prabowo dekler,
19:37menyampaikan secara terbuka pada kami
19:39terkait dengan komitmen ini,
19:42ini kita menemukan kira-kira
19:44root perjuangan yang sama,
19:47dan saya kira pilihan kami untuk
19:50langsung mendukung kembali beliau
19:53adalah bagian dari upaya
19:55supaya Pak Presiden memastikan
19:57semua bisa berjalan dengan baik.
19:59Baik.
20:00Sementara ini teman dulu,
20:01kalau nanti ternyata berkembang,
20:02jadi wakil gitu ya nanti ya,
20:04gitu ya, Kang Huda ya.
20:06Oke, baik.
20:08Saya ke Mas Enno lagi.
20:09Mas Enno, ini kan ngomongin soal PDIP gitu ya,
20:11Pak Prabowo kemarin sempat menyebut bahwa
20:13beliau mendukung Pak Pram,
20:16atau Mas Pram,
20:16sebagai gubernur DKI,
20:17ya supaya DKI lancar sebuahnya,
20:19tapi nanti 2029 terserah.
20:23Nah, ini nih sinyal-sinyal dari Pak Prabowo ini,
20:25kemudian ditakap oleh PDP seperti apa, Mas Enno?
20:28Ya, itu tadi kan,
20:30ya semoga artinya itu suatu,
20:33kalau kita tafsirkan ya,
20:34artinya suatu penghormatan Pak Prabowo,
20:37bahwa ya harusnya kita ini sebagai negara demokratis,
20:40tempat kita untuk melakukan evaluasi,
20:43melakukan koreksi,
20:44melakukan pembenahan terhadap kepemimpinan kita,
20:48itu ya setiap kali pemilu.
20:50Itu kan di resim pemilu inilah yang kita sepakati,
20:52kita masukin bersama.
20:54Rakyat pada saat melihat pemimpinnya bekerja ABCDE,
20:57waktunya ya selama 5 tahun memimpin.
21:00Nah, waktu memberikan apresiasi atau evaluasi,
21:03ya setiap kali pemilu kan logikanya begitu.
21:05Maka harapannya,
21:07harapan kami ya,
21:08tafsirnya ya artinya ini suatu bentuk beliau menghormati,
21:11bahwa ya nanti kalau memang ada yang harus dikoreksi,
21:15kontestasi memunculkan nama-nama lain,
21:17kompetitor dan sebagainya,
21:19ya waktunya adalah di pemilu 2029.
21:22Sehingga agar kemudian buat kami internal ya,
21:26itu kita nggak PO-PO barang yang belum tentu jelas gitu loh hari ini,
21:30kalau kejauhan.
21:31Kan anak-anak muda sekarang kalau mau pesen belanja online kan,
21:34takut kena skem juga mas.
21:35Ini jangan-jangan kalau kejauhan pesannya sama datangnya barang kan,
21:39nggak tahu kualitas barangnya seperti apa.
21:42Nah, kalau udah deket-deket,
21:43baru nih kita bisa tahu review dari yang lain,
21:45review dari masyarakat tuh semakin clear gitu.
21:48Ini rekomen nggak bintang 5 toh.
21:50Ini ada skem-skemnya ini,
21:51yang pesen apa, datangnya apa gitu.
21:53Nah, ini kan rakyat kita nggak mau seperti itu.
21:56Nah, kita juga nggak mau seperti itu.
21:57Jadi buat kami,
21:59menentukan pemimpin itu sesuatu yang serius,
22:01karena menentukan jutaan nasib rakyat,
22:03jutaan nasib orang,
22:04gimana nggak perlu lagi ada anak-anak kecil
22:07seperti di NTT kemarin itu harus sampai meregang nyawa,
22:11harus kita kehilangan dia karena nggak bisa beli buku dan pensil.
22:15Itu suatu hal yang mengerikan buat kita dengarkan gitu.
22:18Nah, buat kami itu di 2029 adalah waktu kita
22:22dan seterusnya ya untuk dari sekarang,
22:24untuk kita melakukan terus evaluasi-evaluasi terhadap seluruh sistem
22:28dan kepemimpinan-kepemimpinan di setiap level.
22:31Sehingga itu menjadi ajangnya rakyat untuk bisa memberikan pilihan itu.
22:34Partai-partai politik tinggal mengkanal dan mengaspirasikan.
22:38Kita tinggal menggerakkan,
22:40melakukan edukasi politik dan seterusnya.
22:42Tapi kembali pilihannya harusnya di tangan rakyat.
22:44Jadi buat kami,
22:45kalau memang 2029 itu adalah momentum yang kita sepakati untuk tahun politik,
22:50ya ini jadi momentum yang luar biasa.
22:52Kalau artinya Presiden percaya pada demokrasi,
22:55yang mana ada evaluasi perkala terhadap kemimpinan kita.
22:58Begitu Mas.
22:58Oke, wait and see.
23:00Pengen yang pasti-pasti aja jangan sampai kena scam gitu ya.
23:03Baik, saya ke Mas Agung.
23:04Mas Agung,
23:04kalau Anda melihat PDIP dengan,
23:06ya sekarang masih fokus untuk membenahilah dalam tanda kutip,
23:09memberikan masukan di luar pemerintahan.
23:12Kemungkinan nanti di 2029,
23:14ini PDIP bakal jadi rival atau ngikut PKB nih, Mas Agung?
23:20Bisa kemana-mana kalau PDIP ini ya.
23:22Ke Pak Prabowo bisa, ke PKB bisa gitu ya.
23:25Tergantung situasi dan kondisi saja.
23:27Jadi, karena PDIP punya, ya, mesin politik yang besar, kuat, dasyat, sudah terbukti, teruji.
23:35Jadi ini bisa menjadi posisi tawar juga.
23:37Jadi kan nanti memang akan menghadapi Pilpres 2029.
23:41Tapi kalau misalkan PDIP merapat ke, ya, ke Pak Prabowo,
23:46otomatis PKB bisa jadi tidak merapat.
23:49Bisa jadi di luar.
23:50Lain halnya kalau misalkan, ya,
23:53PKB kemudian cintanya bertepuk sebelah tangan dengan Pak Prabowo gitu.
23:57Bisa jadi merapat PKB dengan PDIP-nya.
23:59Jadi, situasi internal Koalisi Indonesia Maju Plus pun sekarang sangat dinamis ketika bicara Cawapres, Mas Berman, ya.
24:07Bisa saja dari poros pemerintah sendiri itu dalam tanda petik bubar jalan karena memang tidak ketemu di sisi Cawapres-nya.
24:15Apalagi situasi dan ekosistem politik kita, ya, dengan putusan MK Presidencial Threshold dihapuskan,
24:20itu membuat semua partai, bahkan partai kecil yang menjadi peserta pemilu,
24:25nalarnya harusnya bisa mencalonkan Cawapres-Cawapres semacam itu.
24:28Sehingga, ya, dengan kondisi ini harusnya memang besok menu prasmanan demokrasi Cawapres-Cawapres kita akan banyak gitu, ya.
24:35Jadi, saya sebagai pemilih itu akan kebingungan karena yang maju banyak dan bagus-bagus juga.
24:41Semacam itu.
24:42Tapi yang jelas, saya kira PDIP bisa menjadi salah satu alternatif poros Pilpres, ya.
24:48Baik ketika merapat, karena akan memberikan kontraksi politik di internal Koalisi Indonesia Maju Plus,
24:52ataupun membuat poros sendiri yang memang hari ini PDIP kita tahu sebagai penyimbang.
24:57Dan saya berharap, ya, apapun pilihan PDIP, ya, bisa membuat alternatif pilihan itu semakin banyak,
25:05dan membuat demokrasi kita semakin sehat.
25:07Ya, saya mengapresiasi PDIP yang sejak dulu konsisten, ya, menjaga demokrasi kita,
25:12membuat check and balances itu bisa berjalan optimal,
25:15dan harapannya peran-peran ini bisa terus dijalankan dengan maksimal seperti itu.
25:20Dan untuk PKB, ini sedikit banyak ini, Mas, bagaimana?
25:23Ya, kemarin waktu retreat, saya imin kan di warning Pak Prabowo tuh, spesial tuh.
25:28Saya imin mana? Saya imin mana, ya?
25:30Wah, gitu, Pak.
25:31Jadi, saya melihat ketika diboyong ke istana itu memastikan saya imin nggak kemana-mana.
25:35Seperti itu, Mas.
25:36Oke, baik.
25:37Baik, saya imin nggak kemana-mana.
25:38Tapi, berarti kalau Kang Huda ini udah fix, berarti kalau untuk Pak Prabowo pasangan sama Gibran lagi nggak ya?
25:44Tapi, cowok presenya nanti nunggu, gitu, Kang Huda.
25:48Ya, tentu ini proses politik, ya.
25:50Jadi, dinamikanya cukup tinggi.
25:55Semua aturan main menyakut soal politik kita terus bertumbuh, terus berubah.
26:03Kita lihat saja.
26:04Karena presidenya, sekali lagi, ini bukan manuver politik PKB, menyangkut soal dukungan kami kepada Pak Presiden.
26:10Ini betul-betul karena komitmen dan dedikasi dan kesamaan visi dan perjuangan kami.
26:17Apa yang tadi saya sampaikan, untuk memproteksi dan memberikan akses sepenuhnya pada ekonomi rakyat kita,
26:26menghadapi liberalisme ekonomi yang luar biasa dan akhirnya menjadikan rakyat kita menjadi korban.
26:34Dan tentu, ini termasuk ini, ya.
26:38Saya kira termasuk menjawab Mas Seno.
26:40Karena ini bagian dari keseriusan kami untuk memastikan kepimpinan dan mencari pemimpin masa depan itu.
26:49Dan ini bagian dari kami, cara kami termasuk memastikan kepimpinan yang bisa efektif.
26:55Dan termasuk kami menilai Pak Apra bahwa sekali lagi punya komitmen yang kuat untuk menjaga berbagai pilar.
27:04Terutama menyakut soal ekonomi, kembali kepada ekonomi konstitusi.
27:08Di mana semua sumber daya alam dan seterusnya sepenuhnya menjadi untuk kesehatan rakyat kita.
27:17Baik, baik.
27:18Oke, terakhir nih saya mau ke Mas Seno lagi.
27:20Mas Seno, ini memang kita masih bicara soal Pilpres masih sangat jauh, masih wagu kalau kita ngomonginnya sekarang gitu ya.
27:27Tapi kan Pak Prabowo ngomong terus nih soal kalau ada yang mengkritik, nanti yaudah siap-siap aja ditantang di 2029.
27:34Ini PDP lagi-lagi nih Mas.
27:36Kita pengen tahu sikapnya, pengennya gimana sih ke depannya, apakah bikin poros baru atau seperti apa gitu Mas.
27:41Terakhir, singkat saja.
27:43Ya, kita dari dulu berdirinya di konstitusi Mas.
27:46Kita juga nggak kemana-mana.
27:47Dan artinya sebenarnya sangat mudah kok membaca PDP perjuangan itu.
27:52Konstitusi bilang apa yang kita ikutin, itu aja kalau secara sikap partai.
27:56Dan konstitusi kita bilangnya simple bahwa ya berada di luar pemerintahan itu sah-sah aja kok.
28:00Di dalam konsep pernegara kita.
28:03Maka kalau kita memberikan kritik, memberikan masukan, memberikan saran.
28:07Itu adalah bagian dari kami menjalankan tugas dan hak konstitusional kami sebagai partai.
28:12Untuk mengingatkan agar jangan sampai itu adalah yang menjadi blind spot pemerintah dan left undone gitu loh.
28:18Nggak dikerjakan dengan baik karena itu.
28:20Nah, kan sayang sekali kalau kemudian nggak ada yang mengingatkan.
28:23Justru kami menjalankan tugas dan kewenangan serta hak politik kami untuk menyampaikan itu.
28:29Maka bicara soal hari ini posisi kami di mana dan 2029 di mana.
28:34Itu gampang saja membaca kami.
28:36Konstitusi itu geraknya seperti apa itu berdirinya di mana.
28:40Ya, kami bergerak ke arah itu.
28:42Kami berdiri di situ gitu.
28:43Dan hari ini kami sedang menjalankan tugas itu.
28:45Jadi simple aja.
28:47Kalau PKB hari ini mau melakukan itu, mau nggak.
28:49Itu suatu hal yang kami hormati, suatu langkah yang kami hormati sebagai bagian memperkaya diskusi kita hari ini.
28:56Tapi buat kami BDI Perjuangan memilih pemimpin itu saya kira agak sulit kalau kita langsung tetapkan sikap jauh-jauh hari.
29:02Takutnya tiba-tiba nanti dekat-dekat situ waktu momentum timingnya malah ada yang pindah ke lain hati gitu pada waktu itu.
29:09Buat kami itu nanti sangat sayang gitu ya momentum dan waktu yang harusnya bisa diisi dengan energi untuk rakyat, malah kita curahkan untuk itu.
29:20Jadi buat kami, kami mengambil jalan yang berbeda, menempuh jalan yang berbeda, tetapi kami tetap berdiri di mana konstitusi ada.
29:27Itu aja mas.
29:28Baik, terakhir untuk kesimpulan mas Agung.
29:32Kita bicara soal timing di politik gitu ya.
29:35Lebih awal lebih baik atau timing yang tepat itu yang paling menguntungkan?
29:39Iya, kalau PKB secara institusional kan memang sudah punya basis ya mas ya.
29:43Jadi tinggal diorkestrasi mereka harus punya figur.
29:46Nah saya kira figur Caimin ini harus dari sekarang memang melakukan kerja-kerja politik dan kerja-kerja publik misalkan sebagai Menko.
29:53Nah kalau kerja-kerja politiknya kan tampak moncer sekali.
29:57Nah kita menanti kerja-kerja Caimin sebagai Menko nih.
30:00Apa yang bisa diorkestrasi sehingga publik semakin yakin bahwa Caimin itu sebagai menu prasmanan alternatif kita ketika api pras digelar.
30:08Dan harapannya dia bisa masuk ke poros manapun, ke capres mana saja.
30:13Sehingga memang Caimin ini bukan lagi mengejar-ngejar, tapi dikejar-kejar.
30:17Begitu mas Berman.
30:18Baik, bukan mengejar-kejar tadi.
30:20Kita nantikan sebenarnya nanti bagaimana dari PKB, dari semua partai, manuvernya seperti apa.
30:26Masih ada 3 tahun lagi, semuanya masih cair.
30:28Bagaimana nanti peta politiknya juga kita masih belum tahu seperti apa.
30:31Kita nantikan bersama-sama.
30:32Kang Siapuluda, terima kasih.
30:35Ketua DPP PKB, kemudian ada Mas Seno Bagaskoro, juri bicara PDIP.
30:39Dan juga Mas Agung Bagaskoro, Direktur Eksekutif Trias Politika.
30:43Terima kasih, Mas Agung.
30:43Di Sapa Indonesia Pagi.
30:45Selamat pagi.
30:46Sampai jumpa di video selanjutnya.
Komentar