Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama


KOMPAS.TV - Mengenai warga Kabupaten Lahat Sumatera Selatan dikejutkan dengan kemunculan seekor macan dahan yang masuk ke permukiman warga.

Peristiwa ini terjadi di Desa Talang Berangin, Kelurahan Bandar Agung, Kabupaten Lahat, Kamis pagi Awalnya warga mengira hewan tersebut adalah kucing peliharaan yang hilang Namun saat dilihat jelas di bawah mobil, ternyata bukan kucing melainkan seekor macan dahan yang bersembunyi.

Soal macan dahan yang masuk ke permukiman warga di Lahat Sumatera Selatan kita tanyakan ke Kepala Seksi Konservasi Wilayah Dua BKSDA Sumatera Selatan, Yusmono.

#BKSDA #macandahan #sumsel

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/649250/full-bksda-sumsel-soroti-asal-usul-macan-dahan-berkeliaran-di-permukiman-diduga-peliharaan-warga
Transkrip
00:00Kita keberita lain saudara, warga Lahat Sumatera Selatan dikejutkan
00:04dengan kemunculan seekor macan dahan yang masuk ke permukiman.
00:09Terima kasih.
00:39Awalnya warga mengira hewan itu kucing peliharaan yang hilang.
00:45Namun saat dilihat jelas di bawah mobil, ternyata bukan kucing,
00:50melainkan seekor macan dahan yang bersembunyi.
01:09Balai konservasi sumber daya alam wilayah setempat menjalankan proses evakuasi macan dahan.
01:28Sempat ada aksi kejar-kejaran karena macan lolos dari kepungan akibat ramainya warga yang menyaksikan.
01:39Kepala Seksi Konservasi Wilayah 2 BKSDA Sumsel Yusmono
01:46menduga macan dahan bukan berasal dari alam liar,
01:50melainkan sempat dipelihara oleh pihak tertentu sebelum akhirnya lepas.
01:55Sebenarnya di tengah-tengah kota dan di tengah-tengah pemukiman yang cukup padat,
02:02sehingga jauh dari hutan sebagai habitat macan dahan.
02:07Jadi kecil kemungkinan kalau ini adalah macan dahan yang liar.
02:12Ini adalah kemungkinan besar,
02:13dugaan kami itu adalah piaraan yang lepas.
02:20Begitu sudah sehat, kita akan lakukan proses rehabilitasi
02:25untuk kemudian kita lepas jahat kembali di alamnya.
02:31Di Bandung, Jawa Barat, macan tutul yang sempat masuk ke perkampungan warga
02:36sudah dibawa pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam setempat.
02:41Macan tutul akan dibawa ke pusat rehabilitasi untuk diperiksa lebih lanjut.
02:46BBK SD Ajo Barat menyatakan,
02:49wilayah Maruyung atau tempat macan tutul berkeliaran
02:52berdekatan dengan gunung yang menjadi habitat dari macan tutul ini.
03:00Macan tutul itu adalah satwa dilindungi,
03:03sehingga sudah dilakukan penanganan agar macan tutulnya tidak mengalami hal-hal yang tidak diinginkan,
03:10diantaranya ada dilukai ataupun dibunuh.
03:15Terus masyarakat di sini mengetahui bahwa di sini pun ada,
03:19masih habitat macan tutul.
03:21Kalau masyarakat yang di sini sering melihat,
03:23dari zaman dulunya memang ada.
03:25Dan itu wajar sekali ya.
03:27Kurang dari 6 bulan terakhir,
03:41dua kali macan tutul masuk ke permukiman warga.
03:44Kamis kemarin,
03:45seekor macan tutul masuk ke dalam desa Maruyung,
03:48Kejamatan Pacet, Kabupaten Bandung Barat.
03:51Macan tutul ini sempat berusaha kabur,
03:53namun terjepit di antara pagar dan tembok rumah.
03:57Dua orang terluka saat mencoba mengevakuasi macan tutul yang berusaha mengamuk.
04:03Kedua jam karena terbentur alat dan ruangan yang di tempat ini itu susah,
04:11jadi perlu ada alat untuk memotong besi.
04:15Yang saya tahu, saya sendiri melihat ada dua,
04:19usia di bawah 50 dan di atas 40.
04:22Apanya, Pak?
04:23Tangannya.
04:24Kegigit?
04:24Kegigit, parah.
04:26Yang satu parah banget.
04:27Yang satu ya cuma paling sekitar 20 sentian.
04:31Terus yang satu lagi di punggung sampai saya tahu saya gak nyaksikan.
04:34Apanya digigit atau dicangat?
04:35Digigit.
04:40Oktober tahun lalu,
04:41macan tutul jawa justru masuk ke dalam kamar hotel di Bandung.
04:45Proses evakuasi satwa liar yang dilindungi ini pun berlangsung dramatis
04:49dan memakan waktu cukup lama.
04:52Wahi Jabar menduga,
04:53masuknya macan tutul ke permukiman warga.
04:56Diduga berkaitan dengan kondisi luasan hutan Jabar
04:59yang terus menyusut sehingga satwa terancam kehilangan habitatnya.
05:03Tim Liputan, Kompas TV.
05:05Kami diskusikan fenomena macan dahan yang masuk ke permukiman warga lahat Sumatera Selatan ini
05:15bersama Kepala Seksi Konservasi Wilayah 2,
05:17BKSDA Sumatera Selatan, Yus Mono.
05:20Pak Yus, selamat sore dengan Tival di studio, Pak.
05:23Selamat sore, Pak.
05:25Oke, terima kasih sebelumnya sudah bergabung bersama kami.
05:27Sebelumnya sempat disampaikan dugaan bahwa
05:29macan dahan ini dipelihara warga.
05:32Sudahkah ini dikonfirmasi siapa pemiliknya, Pak?
05:35Sampai saat ini kita masih menelusuri
05:38apakah itu memang peliharaan benar-benar peliharaan warga
05:40atau memang dari hutan sekitar.
05:44Itu baru dugaan kami,
05:46tetapi kita belum bisa memastikan.
05:49Sampai sekarang kita masih terus melakukan penelusuran
05:52dari mana asal masyandahan ini.
05:56Jadi itu belum kita pastikan.
05:59Sampai keluar ada dugaan itu oke,
06:01walaupun dugaan dan ini masih ditelusurin,
06:03tapi hal apa yang menjadi tolak ukur,
06:05oh ini tampaknya memang ada upaya keadaan,
06:07arahnya ke sana begitu, Pak.
06:09Apa bukti yang menguatkan ke situ?
06:11Ya, itu karena lokasinya itu berada di pusat kota Lahat,
06:16berada di pusat kota Lahat yang cukup rame,
06:18dan itu lokasi juga pemukiman yang padat.
06:21Jadi, apa namanya, terus kemudian agak jauh dari hutan,
06:29sehingga dugaannya itu memang berasal dari sekitaran situ,
06:33dari sekitaran warga situ.
06:34Itu yang mendasari dugaan kami.
06:37Tetapi itu kita masih terusuri juga,
06:40apakah memang itu peliharaan atau tidak gitu kan.
06:43Dan kalau kemudian itu terbukti,
06:47dan pemiliknya,
06:48kalaupun benar dugaan itu terbukti dan pemiliknya diketahui,
06:51sanksinya bakal gimana, Pak?
06:54Ya, kita serahkan kepada mekanisme hukum,
06:57karena ini merupakan satwa yang dilindungi,
06:59yang dilindungi oleh undang-undang,
07:01sehingga ini ada sanksih hukum.
07:03Nah, dalam hal ini kita akan,
07:05apa namanya,
07:07lakukan ini, apa namanya,
07:11apakah kita akan konsultasikan,
07:13apakah kemudian ini bisa akan diproses lebih dalam,
07:16lebih lanjut ya, secara hukum,
07:18ataukah kemudian ada sanksih-sanksih yang lainnya gitu.
07:22Oke, Anda mau mengatakan bahwa ini bakal harus dikoordinasikan lagi
07:25dengan Polres tempat begitu?
07:27Ya, pihak-pihak terkait gitu, Pak.
07:30Melihat fenomenanya ini, Pak,
07:35hewan liar bisa masuk ke permukiman warga sebatas
07:38karena alam yang diusik,
07:40atau gimana publik bisa membaca ini,
07:42melihat indikator-indikator yang berpeluang
07:44bisa memicu hal peristiwa semacam ini, Pak?
07:48Ya, di lahat itu kan hutan-hutannya itu juga merupakan habitat macan dahan.
07:54Jadi memang kemungkinan bahasanya macan dahan itu
07:57berasal dari hutan di sekitar lahat itu memang bisa.
08:00Dan, apa namanya,
08:03saat ini kan pembangunan juga semakin banyak,
08:07dan juga, apa namanya,
08:10banyak yang habitat-habitat di,
08:13terutama habitat macan dahan ini,
08:15terjadi, apa namanya,
08:18ada beberapa yang kemudian menjadi perkebunan masyarakat,
08:22bukan seperti itu.
08:23ataupun kemudian terusik,
08:25hal ini menjadi terusik gitu,
08:28sehingga menyebabkan beberapa satwa yang berubah daripada pola,
08:34berlaku,
08:36dan juga ininya,
08:37sebarannya seperti itu.
08:39Sehingga kalau kemudian muncul lagi fenomena seperti ini, Pak,
08:43hewan liar masuk ke permukiman warga,
08:45apa langkah warga yang perlu dan bijak dilakukan?
08:48Apakah,
08:48karena kan visualnya tampak panik nih,
08:50kalau ada hewan liar masuk ke permukiman mereka.
08:52Ya, pertama harus menjauh,
08:55jaga jarak,
08:56harus tetap waspada.
08:58Kedua, kemudian itu,
09:00disadari bahwa itulah satwa dilindungi,
09:02sehingga tidak boleh dilukai,
09:04dan apalagi sampai dibunuh.
09:06Nah, hal yang pertama adalah,
09:08kita harus warga melaporkan kepada kami,
09:11Balai KSDA Sumatera Selatan,
09:13untuk segera dilakukan evakuasi,
09:16dengan memperhatikan prinsip-prinsip kesejahteraan satwa seperti itu.
09:20Baik, Pak Yus,
09:21terima kasih banyak sudah berbagi informasi dan perspektif bersama kami.
09:24Selamat sore, Pak.
Komentar

Dianjurkan