00:00Kita keberita lain saudara, warga Lahat Sumatera Selatan dikejutkan
00:04dengan kemunculan seekor macan dahan yang masuk ke permukiman.
00:09Terima kasih.
00:39Awalnya warga mengira hewan itu kucing peliharaan yang hilang.
00:45Namun saat dilihat jelas di bawah mobil, ternyata bukan kucing,
00:50melainkan seekor macan dahan yang bersembunyi.
01:09Balai konservasi sumber daya alam wilayah setempat menjalankan proses evakuasi macan dahan.
01:28Sempat ada aksi kejar-kejaran karena macan lolos dari kepungan akibat ramainya warga yang menyaksikan.
01:39Kepala Seksi Konservasi Wilayah 2 BKSDA Sumsel Yusmono
01:46menduga macan dahan bukan berasal dari alam liar,
01:50melainkan sempat dipelihara oleh pihak tertentu sebelum akhirnya lepas.
01:55Sebenarnya di tengah-tengah kota dan di tengah-tengah pemukiman yang cukup padat,
02:02sehingga jauh dari hutan sebagai habitat macan dahan.
02:07Jadi kecil kemungkinan kalau ini adalah macan dahan yang liar.
02:12Ini adalah kemungkinan besar,
02:13dugaan kami itu adalah piaraan yang lepas.
02:20Begitu sudah sehat, kita akan lakukan proses rehabilitasi
02:25untuk kemudian kita lepas jahat kembali di alamnya.
02:31Di Bandung, Jawa Barat, macan tutul yang sempat masuk ke perkampungan warga
02:36sudah dibawa pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam setempat.
02:41Macan tutul akan dibawa ke pusat rehabilitasi untuk diperiksa lebih lanjut.
02:46BBK SD Ajo Barat menyatakan,
02:49wilayah Maruyung atau tempat macan tutul berkeliaran
02:52berdekatan dengan gunung yang menjadi habitat dari macan tutul ini.
03:00Macan tutul itu adalah satwa dilindungi,
03:03sehingga sudah dilakukan penanganan agar macan tutulnya tidak mengalami hal-hal yang tidak diinginkan,
03:10diantaranya ada dilukai ataupun dibunuh.
03:15Terus masyarakat di sini mengetahui bahwa di sini pun ada,
03:19masih habitat macan tutul.
03:21Kalau masyarakat yang di sini sering melihat,
03:23dari zaman dulunya memang ada.
03:25Dan itu wajar sekali ya.
03:27Kurang dari 6 bulan terakhir,
03:41dua kali macan tutul masuk ke permukiman warga.
03:44Kamis kemarin,
03:45seekor macan tutul masuk ke dalam desa Maruyung,
03:48Kejamatan Pacet, Kabupaten Bandung Barat.
03:51Macan tutul ini sempat berusaha kabur,
03:53namun terjepit di antara pagar dan tembok rumah.
03:57Dua orang terluka saat mencoba mengevakuasi macan tutul yang berusaha mengamuk.
04:03Kedua jam karena terbentur alat dan ruangan yang di tempat ini itu susah,
04:11jadi perlu ada alat untuk memotong besi.
04:15Yang saya tahu, saya sendiri melihat ada dua,
04:19usia di bawah 50 dan di atas 40.
04:22Apanya, Pak?
04:23Tangannya.
04:24Kegigit?
04:24Kegigit, parah.
04:26Yang satu parah banget.
04:27Yang satu ya cuma paling sekitar 20 sentian.
04:31Terus yang satu lagi di punggung sampai saya tahu saya gak nyaksikan.
04:34Apanya digigit atau dicangat?
04:35Digigit.
04:40Oktober tahun lalu,
04:41macan tutul jawa justru masuk ke dalam kamar hotel di Bandung.
04:45Proses evakuasi satwa liar yang dilindungi ini pun berlangsung dramatis
04:49dan memakan waktu cukup lama.
04:52Wahi Jabar menduga,
04:53masuknya macan tutul ke permukiman warga.
04:56Diduga berkaitan dengan kondisi luasan hutan Jabar
04:59yang terus menyusut sehingga satwa terancam kehilangan habitatnya.
05:03Tim Liputan, Kompas TV.
05:05Kami diskusikan fenomena macan dahan yang masuk ke permukiman warga lahat Sumatera Selatan ini
05:15bersama Kepala Seksi Konservasi Wilayah 2,
05:17BKSDA Sumatera Selatan, Yus Mono.
05:20Pak Yus, selamat sore dengan Tival di studio, Pak.
05:23Selamat sore, Pak.
05:25Oke, terima kasih sebelumnya sudah bergabung bersama kami.
05:27Sebelumnya sempat disampaikan dugaan bahwa
05:29macan dahan ini dipelihara warga.
05:32Sudahkah ini dikonfirmasi siapa pemiliknya, Pak?
05:35Sampai saat ini kita masih menelusuri
05:38apakah itu memang peliharaan benar-benar peliharaan warga
05:40atau memang dari hutan sekitar.
05:44Itu baru dugaan kami,
05:46tetapi kita belum bisa memastikan.
05:49Sampai sekarang kita masih terus melakukan penelusuran
05:52dari mana asal masyandahan ini.
05:56Jadi itu belum kita pastikan.
05:59Sampai keluar ada dugaan itu oke,
06:01walaupun dugaan dan ini masih ditelusurin,
06:03tapi hal apa yang menjadi tolak ukur,
06:05oh ini tampaknya memang ada upaya keadaan,
06:07arahnya ke sana begitu, Pak.
06:09Apa bukti yang menguatkan ke situ?
06:11Ya, itu karena lokasinya itu berada di pusat kota Lahat,
06:16berada di pusat kota Lahat yang cukup rame,
06:18dan itu lokasi juga pemukiman yang padat.
06:21Jadi, apa namanya, terus kemudian agak jauh dari hutan,
06:29sehingga dugaannya itu memang berasal dari sekitaran situ,
06:33dari sekitaran warga situ.
06:34Itu yang mendasari dugaan kami.
06:37Tetapi itu kita masih terusuri juga,
06:40apakah memang itu peliharaan atau tidak gitu kan.
06:43Dan kalau kemudian itu terbukti,
06:47dan pemiliknya,
06:48kalaupun benar dugaan itu terbukti dan pemiliknya diketahui,
06:51sanksinya bakal gimana, Pak?
06:54Ya, kita serahkan kepada mekanisme hukum,
06:57karena ini merupakan satwa yang dilindungi,
06:59yang dilindungi oleh undang-undang,
07:01sehingga ini ada sanksih hukum.
07:03Nah, dalam hal ini kita akan,
07:05apa namanya,
07:07lakukan ini, apa namanya,
07:11apakah kita akan konsultasikan,
07:13apakah kemudian ini bisa akan diproses lebih dalam,
07:16lebih lanjut ya, secara hukum,
07:18ataukah kemudian ada sanksih-sanksih yang lainnya gitu.
07:22Oke, Anda mau mengatakan bahwa ini bakal harus dikoordinasikan lagi
07:25dengan Polres tempat begitu?
07:27Ya, pihak-pihak terkait gitu, Pak.
07:30Melihat fenomenanya ini, Pak,
07:35hewan liar bisa masuk ke permukiman warga sebatas
07:38karena alam yang diusik,
07:40atau gimana publik bisa membaca ini,
07:42melihat indikator-indikator yang berpeluang
07:44bisa memicu hal peristiwa semacam ini, Pak?
07:48Ya, di lahat itu kan hutan-hutannya itu juga merupakan habitat macan dahan.
07:54Jadi memang kemungkinan bahasanya macan dahan itu
07:57berasal dari hutan di sekitar lahat itu memang bisa.
08:00Dan, apa namanya,
08:03saat ini kan pembangunan juga semakin banyak,
08:07dan juga, apa namanya,
08:10banyak yang habitat-habitat di,
08:13terutama habitat macan dahan ini,
08:15terjadi, apa namanya,
08:18ada beberapa yang kemudian menjadi perkebunan masyarakat,
08:22bukan seperti itu.
08:23ataupun kemudian terusik,
08:25hal ini menjadi terusik gitu,
08:28sehingga menyebabkan beberapa satwa yang berubah daripada pola,
08:34berlaku,
08:36dan juga ininya,
08:37sebarannya seperti itu.
08:39Sehingga kalau kemudian muncul lagi fenomena seperti ini, Pak,
08:43hewan liar masuk ke permukiman warga,
08:45apa langkah warga yang perlu dan bijak dilakukan?
08:48Apakah,
08:48karena kan visualnya tampak panik nih,
08:50kalau ada hewan liar masuk ke permukiman mereka.
08:52Ya, pertama harus menjauh,
08:55jaga jarak,
08:56harus tetap waspada.
08:58Kedua, kemudian itu,
09:00disadari bahwa itulah satwa dilindungi,
09:02sehingga tidak boleh dilukai,
09:04dan apalagi sampai dibunuh.
09:06Nah, hal yang pertama adalah,
09:08kita harus warga melaporkan kepada kami,
09:11Balai KSDA Sumatera Selatan,
09:13untuk segera dilakukan evakuasi,
09:16dengan memperhatikan prinsip-prinsip kesejahteraan satwa seperti itu.
09:20Baik, Pak Yus,
09:21terima kasih banyak sudah berbagi informasi dan perspektif bersama kami.
09:24Selamat sore, Pak.
Komentar