- 1 jam yang lalu
- #pan
- #prabowo
- #gibran
- #pemilu2029
- #breakingnews
KOMPAS.TV - Pemilihan Presiden 2029 masih tiga tahun lagi. Namun, sejumlah partai politik telah secara tegas menyatakan dukungannya kepada Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju dalam Pilpres 2029.
Menariknya, bentuk dukungan tersebut tidak disertai dengan penyampaian nama calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo.
Hal ini memunculkan pertanyaan, apakah partai-partai politik tersebut memiliki nama lain yang ingin diusung sebagai pendamping Prabowo dalam Pilpres 2029?
Isu ini akan dibahas bersama Totok Daryanto, anggota Majelis Pertimbangan DPP Partai Amanat Nasional (PAN); Faldo Maldini, politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI); serta Yunarto Wijaya, pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Charta Politika.
Baca Juga [FULL] PKB Dukung Presiden Prabowo 2 Periode, Manuver Politik Cak Imin? Ini Respons PDI-P & Pengamat di https://www.kompas.tv/nasional/649240/full-pkb-dukung-presiden-prabowo-2-periode-manuver-politik-cak-imin-ini-respons-pdi-p-pengamat
#pan #prabowo #gibran #pemilu2029 #breakingnews
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/649243/pan-blak-blakan-dukung-prabowo-dua-periode-tanpa-gibran-ini-respons-psi-pengamat-sapa-malam
Menariknya, bentuk dukungan tersebut tidak disertai dengan penyampaian nama calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo.
Hal ini memunculkan pertanyaan, apakah partai-partai politik tersebut memiliki nama lain yang ingin diusung sebagai pendamping Prabowo dalam Pilpres 2029?
Isu ini akan dibahas bersama Totok Daryanto, anggota Majelis Pertimbangan DPP Partai Amanat Nasional (PAN); Faldo Maldini, politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI); serta Yunarto Wijaya, pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Charta Politika.
Baca Juga [FULL] PKB Dukung Presiden Prabowo 2 Periode, Manuver Politik Cak Imin? Ini Respons PDI-P & Pengamat di https://www.kompas.tv/nasional/649240/full-pkb-dukung-presiden-prabowo-2-periode-manuver-politik-cak-imin-ini-respons-pdi-p-pengamat
#pan #prabowo #gibran #pemilu2029 #breakingnews
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/649243/pan-blak-blakan-dukung-prabowo-dua-periode-tanpa-gibran-ini-respons-psi-pengamat-sapa-malam
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Pilpres 2029 ini masih 3 tahun lagi, tapi sejumlah partai politik nyatanya-nyatanya sudah tegas
00:06menyatakan dukungannya kepada Presiden Prabowo Subianto maju di Pilpres 2029.
00:12Tapi yang menarik bentuk dukungannya tidak secara tegas disampaikan dengan turut menyampaikan
00:18nama Wakil Presiden yang akan mendampingi Prabowo.
00:22Pertanyaannya apakah partai politik ini punya nama lain yang ingin diusung nanti di 2029?
00:28Kita akan membahasnya malam hari ini dengan Toto Daryanto, anggota Majelis Pertimbangan DPP PAN.
00:34Mas Toto, selamat malam.
00:36Ya, malam Mbak.
00:38Ada juga Faldo Maldidi, politisi PSI. Mas Faldo, malam.
00:41Selamat malam Mbak Audrey, selamat malam Pak Toto, Mas Yunarto juga.
00:45Selamat malam, Mas Yunarto Widjaya, pengamat politik, sekaligus juga Direktur Eksekutif Carta Politika Mas Yunarto, selamat malam.
00:53Selamat malam Audrey, Faldo, Mas Toto.
00:56Ya, saya mau nanya dulu nih ke PAN yang baru saja memberikan statement pernyataan dari Mas Edy, Pak Toto,
01:02yang menyebut belum tentu nih Pak Prabowo ini ternyata sepaket begitu ya dengan 2029.
01:08Kira-kira kenapa memberikan dukungan ke Pak Prabowo di 2029 tapi belum tentu sepaket dengan Mas Gibran sebagai wapresnya?
01:15Ya, kita ini kan realistis saja tuh Mbak.
01:20Jadi, program dari pemerintah, Presiden Prabowo sekarang ini sangat-sangat cocok dengan partai seperti PAN ya.
01:30Karena ekonomi kerakyatan yang digerakkan ini benar-benar luar biasa.
01:36Seperti beliau juga sudah katakan, ada 1 juta tenaga kerja yang direkrut.
01:43Kemudian perputaran ekonomi yang bergerak di bawah, itu pasti akan mendorong pertumbuhan ekonomi.
01:50Jadi yang cocoknya cuma Pak Prabowo-nya aja nih, Mas Toto?
01:54Nah, itu kan programnya Pak Prabowo.
01:58Kita belum melihat soal wapres ya, jadi terhadap Presiden Prabowo udah pasti kita akan dukung menuntaskan seluruh program ini hingga 10 tahun, 2 periode maksimal.
02:11Maksimal yang dipolehkan oleh konstitusi, itu akan kita dukung.
02:16Kalau wapres ya nanti aja, nggak usah dibicarakan sekarang.
02:19Kenapa nanti kan jelas-jelas ini sudah sepaket di 2024, kenapa tidak dilanjutkan lagi nanti di 2029, Mas Toto?
02:27Sepaket.
02:29Ya dalam politik itu kan, politik ini nggak ada rumusnya tuh Mbak.
02:35Itu Mas Yunarto tuh suruh jelasin tuh, politik tuh nggak ada.
02:38Oke, jadi intinya.
02:40Rumus politik itu, realitas aktual.
02:43Realitas aktual artinya apa yang terjadi pada saat kejadiannya itu.
02:47Jadi kita nggak bisa perandai-andai, kalau Presiden udah pasti ya, karena udah kelihatan.
02:54Tapi kalau wapres ya nanti aja setelah menjelang 29 itu, apa realitas yang ada pada waktu itu.
03:00Oke, siapa pendamping Pak Prabowo?
03:02Oke, siapa pendampingnya Pak Prabowo?
03:05Katanya lihat nanti Mas Faldo yang pasti Pak Prabowo kami dukung.
03:10Ini PNSI sudah membacanya sebenarnya bahwa 2029 belum tentu nanti Mas Gibran sebagai wapres Pak Prabowo?
03:17Atau sebenarnya ini kaget nih, kenapa bisa menyatakan seperti itu berbagai partai politik?
03:23Iya Mbak, sebenarnya kan hari ini tadi realitas juga melanjutkan Pak Toto ya, bahwa kan ini pemerintahan memang baru berjalan.
03:30Pak Prabowo dan Pak Gibran.
03:31Jadi betul kalau kita bicara masa depan tentunya pijakannya salah satunya kalau menurut kami adalah yang bekerja sekarang bukan asumsi yang belum terjadi gitu.
03:41Karena ada orang yang berharap Pak Prabowo dengan Pak Gibran, kamilah kasarnya gitu.
03:45Tapi ada juga yang berharap sebaliknya, kami kira dua-duanya sah Mbak dalam demokrasi yang nggak bisa disalahin nih, satu sama lain nih.
03:53Tapi yang mau kami sampaikan adalah Pak Prabowo itu kan adalah keberlanjutan dari arah Pak Jokowi.
03:59Narasi keberlanjutan ini yang perlu kami kira soal stabilitas pemerintahan dan dua periode itu bukan soal orang ya, tapi soal menjaga arah pembangunan yang sudah berjalan Mbak.
04:12Dan kita kan nggak bisa bangsa ini kita tiap lima tahun mulai dari nol lagi gitu.
04:18Kita harus menyiapkan nih pemimpinan yang berkesinambungan.
04:23Nah di sini nih peran Wapres kami kira jadi strategis karena bukan sekedar pelengkap aja.
04:28Dan kita lihat sendiri hubungan yang terjadi hari ini stabil, konsisten.
04:33Dan Pak Prabowo selalu orang yang membesarkan pendahulu-pendahulunya itu loh Mbak.
04:38Kalau kita lihat gimana Pak Prabowo sebagai negarawan dan bukan politik balas dendam gitu.
04:42Dan nggak ada juga konflik yang terbuka, nggak ada kegaduhan di dalam yang ada kan memang baru dugaan dan tentunya harapan publik.
04:50Nah jadi nanti mas saja bakat, rakyat yang akan menilai.
04:53Tapi kalau misalnya kemarin PAM sudah mendukung, PKB juga, Golkar juga.
04:58Nah kalau PSI sendiri sebenarnya sudah nyata-nyata mendukung Pak Prabowo dengan sepaket dengan Mas Gibran?
05:02Atau juga masih mikir-mikir?
05:04Ya kalau kita kan siapapun pilihannya Pak Prabowo ke depan kan pasti ya ikut Pak Prabowo lah.
05:09Dan pasti punya kalkulasi politik.
05:11Tapi menurut PSI, satu-satunya wakil presiden yang hari ini punya pengalaman transisi nih Mbak ya.
05:17Dari Pak Jokowi ke Pak Prabowo.
05:19Dan memahami bagaimana negara ini bekerja adalah Mas Gibran.
05:22Jadi paham pusat dan daerah, ekonomi kerakyatan, digitalisasi, komunikasi generasi muda, pop culture.
05:30Nah ini modal real nih untuk mendampingi Pak Prabowo sekaligus memperbesar peluangnya untuk menang.
05:35Karena kita bicara elektoral juga.
05:37Soal beda pandangan itu biasa saya kira.
05:39Pan punya pandangan sendiri dan dalam politik makin dekat pemilu itu makin banyak aspirasi yang muncul.
05:44Kita mah nggak marah, kita hanya bicara soal harapan terkait keberlanjutan.
05:48Jadi kami kira Pak Prabowo dan Pak Gibran dua periode itu dasarnya itu stabilitas, pengalaman, dan kesinambungan atau keberlanjutan.
05:56Yang nggak berharap itu biasa.
05:58Tapi aneh aja kalau dipersoalkan.
06:00Sementara yang berharap itu kan sering dipersoalkan nih.
06:03Sementara yang punya agenda mengganti Mas Gibran itu nggak pernah ditanya motifnya.
06:07Kira-kira gitu.
06:08Oke nanti sebelum sampai motif ke sana saya mau nanya dulu ke Mas Yunarto.
06:11Mas Yunarto ini kepagian nggak sih bahas Pilpres 2029?
06:15Terus kemudian bahasnya juga termasuk Cawapres lagi?
06:18Itu yang menarik Audrey ya.
06:20Pertanyaannya kan kita baru setahun lebih sedikit.
06:23Tiba-tiba bukan hanya PAN loh.
06:25Yang dicatang saya ada Golkar, ada juga PKB.
06:29Pertanyaan Demokrat cenderung mengatakan kita bekerja dulu saja.
06:33Nah ketika situasi yang masih jauh dari Pilpres tapi semua berbondong-bondong.
06:37Pertanyaannya kan apa sih motifnya?
06:39Pilihannya dua.
06:40Yang pertama sedang berlomba ingin menunjukkan kesetiaan atau mencari perhatian.
06:45Atau bahasa kasar yang menjilat lah kalau bahasa netizen.
06:48Atau yang kedua, jangan-jangan ada komando.
06:52Ada yang meminta.
06:52Kalau ada yang meminta itu kan berarti dari atas.
06:54Nah pertanyaannya kalau memang ada yang mengkomando sampai bersamaan seperti ini.
06:59Apakah pesan mengenai WAPRES yang tidak bisa ditentukan sekarang?
07:04Jangan-jangan pesanan dari atas juga atau enggak?
07:06Ini spekulasi pertama ya.
07:07Yang kedua, kalau kita berspekulasi simple saja.
07:11Dari awal saya selalu mengatakan.
07:13Kalau ada orang mengatakan ini adalah duet antara dua kekuatan besar.
07:17Mantan presiden dengan presiden.
07:18Antara Jokowi dengan Prabowo dalam konteks Prabowo-Gibran.
07:21Saya selalu mengatakan ketika Prabowo dilantik.
07:24Magnet kekuasaan itu hanya satu.
07:26Namanya Prabowo.
07:27Tidak ada itu yang namanya magnet kekuasaan itu.
07:30Ada di mantan presiden.
07:31Dalam konteks itu, kalau kita melihat Gibran adalah turunan dari kekuasaan Jokowi.
07:37Sudah barang tentu, semakin seiring waktu, magnet ini akan menghilang juga dari tubuh Gibran.
07:42Pada titik itu, para pengikut atau partai pendukung koalisi tentu saja akan melihat magnet ini hanya Prabowo.
07:50Meskipun tadi Mas Fado bilang ini keberlanjutan.
07:52Kalau ada Mas Gibran ini keberlanjutan Pak Jokowi?
07:55Kalau Fado kan berbicara dalam konteks bagian dari Jokowi.
07:59Berbeda dengan Mas Toto Daryanto, berbeda dengan Cainin, berbeda dengan Golkar yang tidak merupakan bagian dari kepentingan Jokowi dan keluarga.
08:08Itu yang kedua.
08:09Berakhirnya atau makin lunturnya magnet kekuatan Jokowi yang sangat kuat pada saat kita bicara pemilu 2024.
08:16Yang ketiga, menurut saya ini lumrah kalau kita bicara pendidikan politik, Audrey.
08:20Partai-partai pasti berusaha sebisa mungkin ketika misalnya ketua umumnya nggak bisa jadi capres.
08:28Karena Presiden sekarang masih bisa maju kembali.
08:31Target berikutnya adalah jadi wapres dong.
08:33Malah jadi aneh.
08:34Kalau Zulkifli Hasan tiba-tiba majuin kakak ketua umumnya PSI.
08:40Kalau Cainin tiba-tiba memajukan kakak ketua umumnya PSI itu kan nggak nyambung.
08:44Nah, pertanyaan saya malah sekarang buat PSI harusnya dalam konteks kaderisasi yang disebut kader terbaik atau insan terbaik adalah Kaesang.
08:55Bukan Gibran.
08:56Karena ketumnya PSI itu namanya kan Kaesang.
08:58Pertanyaan saya atas dasar apa kemudian PSI memajukan Gibran.
09:03Apakah karena dia lebih tua dibanding ketua umumnya?
09:06Ini konteks pendidikan politik ya.
09:07Yang terakhir Audrey, saya tetap sedih.
09:11Seharusnya ketika kita bicara baru satu tahun, nggak ada nih perbincangan partai ini bicara mengenai konsolidasi elektoral.
09:18Ayo bicara kerusakan ekologis yang menyebabkan bencana di beberapa daerah.
09:22Ayo bicara guncangnya pasar saham kita yang sudah dua minggu menggoncang sektor politik.
09:26Daripada ribut-ribut masalah cawapres ya mas ya?
09:29Iya, cawapres itu masih kejauhan lah.
09:31Kalau gitu pertanyaan selanjutnya apakah dengan teka-teki ini mendukung Pak Prabowo tapi belum tentu sepaket dengan Mas Gibran.
09:39Artinya koalisi di dalam pemerintahan jangan-jangan lagi goyang.
09:42Usah aja deh Bapak-Bapak tetap bersama kami di Sampai Indonesia malam.
09:53Mas Faldo melanjutkan pertanyaan saya sebelumnya dengan ramai-ramai parpol mendukung Pak Prabowo maju di 2029.
09:59Dan tapi belum tentu sepaket dengan Mas Gibran pertanyaannya jangan-jangan koalisi di internal koalisi pemerintahan ini lagi panas.
10:08Iya sebenarnya kan tadi apa yang udah kami bilang Mbak kita melihat kan stabil baik-baik yang panas itu kan dugaan-dugaannya dan mungkin ada yang berharap juga.
10:17Tapi memang kalau kita lihat Pak Prabowo dengan konsolidasi politik yang selalu beliau lakukan adalah orang yang menyadari bahwa Indonesia ini gak bisa dibangun sendirian gitu.
10:26Nah menarik ketika tadi Mas Toto bilang tidak mengusung kader sendiri gitu.
10:32Karena kan kalau partai hanya mengusung kader ya mandek juga politik ini.
10:36Karena PAN dan PKB mungkin ya punya cara pandang sendiri tapi kami kira demokrasi yang sehat itu juga memberi ruang untuk regenerasi Mbak.
10:45Kalau figuran diterima publik malah ditolak hanya karena bukan dari rumah sendiri ya itu bukan strategi kami kira tapi ego organisasi.
10:51Nah koalisi itu kan juga soal kompabilitas Mbak bukan ownership, compatibility not ownership gitu.
10:58Karena dalam koalisi kan yang dicari itu kan bukan ini kader siapa nih gitu tapi siapa yang paling bisa kerja bersama Pak Presiden.
11:06Dan kami kira Mas Gibran compatible dengan Pak Prabowo dan agenda-agenda pemerintahan.
11:11Karena kan lagi-lagi kita melihat pilpres gitu bukan soal asal partai tapi soal elektabilitas, soal kinerja, pengalaman, jaringan dan penerimaan publik.
11:21Dan kami kira ini justru benar ketika Mas Toto bilang pendidikan politik ya politik jadi makin rasional gitu.
11:26Bahwa partai nggak mempromosikan orang sendiri gitu tapi cari figur yang memperkuat pemerintahan.
11:32Itu kemajuan kami kira bukan keanehan ya.
11:33Kalau gitu kalau misalnya nih berangkat dari pernyataannya juga Mas Zulhas juga Mas Edy, Pak Toto.
11:42Kalau misalnya PAN mendukung tapi belum tentu sepaket dengan Mas Gibran kita berandai-andai aja nih.
11:46Kalau gitu pilihan untuk cowok pres dari PAN, Pak Zulhas?
11:49Jadi gini, aku pertama pengen mengomentari tadi Mas Yunarto itu kan mengatakan ini belum apa-apa orang berbicara PAN 29 gitu kan.
12:03Sebetulnya ini bukan dari partai, belum tentu ini inisiatif dari partai.
12:07Berita ini melinding ini kan wartawan yang tanya, biasa.
12:11Wartawan kalau kurang berita kan tanyanya aneh-aneh.
12:13Tapi ditanggapi kemarin di Food Green Drive juga kan mendukung Pak Prabowo juga kan dialernya.
12:19Iya, kalau mendukung Pak Prabowo nggak artinya soal siapa Wapres dan lain sebagainya itu.
12:23Nah kemudian kita bicara tentang kesenambungan, kemudian stabilitas dan lain-lain.
12:30Sebenarnya sih soal kesenambungan, soal stabilitas itu yang penting menfigur presiden.
12:34Itu realitas politik kita, kita udah melihat dari periode ke periode soal kepresidenan kita ini, keperintahan kita ini ya begitu-begitu kan.
12:48Artinya Wapres itu bisa-bisa berganti.
12:52Misalnya seperti ketika Pak SBY dengan Pak JK, kan semua orang mengatakan itu stabil.
12:58Bagus, banyak problem dipecahkan dengan cepat, pasangan yang ideal, bahkan-bakan.
13:03Tapi ya bisa saja ketika diganti dengan Pak Budiono, tetap jalan juga.
13:08Stabil juga.
13:09Jadi yang penting presidennya gitu.
13:11Artinya Indonesia ini masih menganut pola presidensial itu ya presidennya yang penting.
13:18Wapres itu kayaknya sih ya masih jadi perlengkap lah gitu.
13:21Masih jadi perlengkap.
13:22Oke Mas Soto.
13:23Oke, kalau Anda kan sebagai politisi senior nih, saya mau tanya.
13:26Sebagai politisi senior, kira-kira apa sih yang membuat Cawapres ini kerap kali berganti-ganti tidak dua periode satu paket dengan presiden?
13:35Kira-kira apa yang membuat kira-kira itu bisa diganti atau tergantikan?
13:39Pertimbangannya banyak ya.
13:41Jadi pertimbangan internal dari Pak Presiden sendiri itu juga menjadi salah satu hal yang sangat-sangat kusil, sangat penting.
13:50Dan pertimbangan dari partai-partai pendukung itu juga sangat penting.
13:56Itulah yang saya katakan sebenarnya semua tergantung dari realitas politik pada saat itu.
14:03Jadi ya istilah saya mungkin realitas aktual ya.
14:08Realitas politik aktual.
14:11Jadi artinya ya pada saat itulah kita baru bisa mengatakan yang pas ini dan itu.
14:15Kalau sekarang ya nggak bisa, kalau sekarang kita ngomong Wapresnya ini misalnya gitu, Mas Gibran gitu ya.
14:22Nanti ketawain orang juga ini politisi apa ini ngomong-ngomong gitu.
14:25Oke, pertanian.
14:26Kita lihatnya nanti setelah menjelang 29 itu baru kita tahu oh yang pas siapa.
14:31Dan misalnya kalau ada suara-suara di depan ingin ketua umumnya juga jadi Wapres, itu pun juga saya kesah-sah saja.
14:38Kayak Mas Yeddy mengatakan kan ya kenapa nggak ketua umumku aja yang jadi presiden?
14:42Ya itu bagus, ya karena sudah sekarang jadi Menko itu ke atas lagi ya apalagi.
14:51Ya Wapres lah cocok gitu.
14:52Tapi semua itu tergantung dari bagaimana hasil kursinya nanti di panggungnya.
14:582029 ya?
14:59Oke pertanyaan yang sama kalau gitu saya nanya ke Mas Soto.
15:02Mas Soto mengikuti Pilpres berkali-kali.
15:04Kira-kira apa yang membuat posisi Wapres ini nampaknya memang penting tetapi juga ya bisa dipertanyakan bisa tergantikan, bisa digantikan?
15:11Memang dalam sistem presidensial yang namanya Wapres itu banseret.
15:17Yang kita pilih itu sebetulnya pemegang kontrak politik namanya presiden.
15:22Dan tidak dimungkinkan secara tata negara ketika presiden berhalangan itu kemudian kosong kekuasaan.
15:29Jadi sebetulnya secara tata negara memang fungsinya hanya menjadi pelengkap.
15:33Ada fungsi-fungsi yang bisa diperbantukan oleh Wapres itu pun melalui kepres.
15:38Jadi sangat bergantung.
15:40Jadi ada yang Wapres nganggur itu boleh secara tata negara.
15:44Ada Wapres yang kerjanya misalnya terlihat aktif seperti Pak JK tetap harus melalui kepres-kepres yang dibuat.
15:50Tapi kita tahu seringkali ketika Wapresnya menonjol, disitu ada nuansa matahari kembar, malah biasanya akan berhujung pada perpecahan.
15:58Dan sejarah kita memperlihatkan tidak pernah ada Wapres dua periode dan jauh lebih sedikit di level kepala daerah juga wakil kepala daerah yang bisa berjalan dua periode.
16:08Nah pertanyaannya kan sekarang kemudian bukan sekedar sosok Prabowo dengan sosok Gibran.
16:13Orang melihat Prabowo Gibran itu adalah representasi dari dua sosok yang dianggap sangat kuat secara politik.
16:21Prabowo dengan Jokowi.
16:22Itu yang menyebabkan pertanyaannya kemudian adalah apakah Prabowo Jokowi akan tetap sejalan?
16:28Apakah Prabowo akan merasa cukup perjaya diri secara elektoral dan politik untuk maju sendiri tanpa Jokowi?
16:35Dan pertanyaannya adalah kalau Jokowi masih dianggap kuat dan kalau Gibran tidak diajak, apakah dia mungkin akan membangun kekuatan politik sendiri dan gerbong politik sendiri?
16:43Itu yang kemudian menjadi menarik bahasanya.
16:45Saya tetap melihat menjawab pertanyaan itu, sehebat apapun seorang presiden dianggap dalam sebuah sejarah, katakanlah Pak Jokowi disebut sebagai bapak infrastruktur dan lain-lain, fenomena 2014.
16:58Tapi dalam sejarahnya siapapun yang sudah tidak memiliki kekuasaan, pada titik itu pula kita harus melihatnya secara berbeda, secara kekuatan politik.
17:08Itu yang menurut saya sekarang sedang terjadi.
17:10Kenapa sih? Dulu partai-partai yang dianggap dekat dengan Jokowi, tidak pasang badan buat Gibran, tidak pasang badan buat kekuatan Jokowi lagi.
17:18Apalagi ketika Jokowi makin melekatkan dirinya pada satu partai, kan menjadi sirusang game.
17:23Katakanlah Jokowi nanti misal jadi ketua Dewan Pembina PSI.
17:27Kalau Mas Toto dengan Bang Zul atau Caimin atau Bahlil mendukung Gibran yang mewakili PSI, nanti PSI yang gede dong.
17:36Itulah menyebabkan saya mengatakan sangat rasional kalau partai-partai yang lain ini tidak ingin Gibran, dan kalau bisa ketum saya yang maju.
17:46Karena partai saya juga akan jadi besar.
17:48Tapi ketika terpaksa memilih luar kader pun, di luar kalau bisa bukan kader partai.
17:53Tapi orang yang bisa dikatakan tidak mewakili partai manapun, tidak tidak zero something dengan partai saya.
17:58Dan artinya juga berarti tidak menutup kemungkinan kalau misalnya Mas Gibran nanti tidak terpilih sebagai kandidat, bisa saja Mas Gibran yang maju.
18:07Jadi capres.
18:08Bisa jadi nggak Mas? Toto singkat aja.
18:10Kan yang ngomong Pak Ahmad Ali, bukan saya.
18:15Lengkapnya nggak gitu.
18:16Bisa kemudian menjadi lawan kuat.
18:19Dan itu normal ya.
18:20Bahwa siapa sih lawan terkuat dari seorang presiden yang masih bisa maju kembali.
18:24Jadi logika kualitatifnya adalah seorang wakil presiden yang tidak diajak kembali.
18:29Tapi kan pertanyaannya apakah faktor kualitatifnya itu bisa dimiliki oleh seorang wakil presiden?
18:34Belum tentu.
18:36Tidak semua wakil presiden punya potensi untuk memiliki kekuatan elektron besar.
18:40Apalagi kita tahu Gibran ini lebih karena digendong oleh nama besar ayahnya.
18:44Oke baik, sudah kita tangkap pesannya Mas Soto.
18:46Terima kasih Mas Faldo.
18:48Terima kasih Mas Soto.
18:49Terima kasih.
18:51Terima kasih.
Komentar