Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Peristiwa tanah bergerak terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Tegal dan menyebabkan ratusan rumah warga terdampak.

Bupati Tegal menyampaikan bahwa hingga sore ini (07/02/2026) jumlah warga yang mengungsi mencapai 2.426 orang yang berasal dari 590 kepala keluarga.

Para pengungsi saat ini tersebar di beberapa posko yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah. Selain berdampak pada warga, pergerakan tanah juga menyebabkan kerusakan pada ratusan rumah.

Tercatat sebanyak 464 rumah terdampak, dengan sebagian besar mengalami kerusakan berat.

#tegal #tanahbergerak #fenomenalam

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/649253/full-bupati-tegal-sebut-ada-464-rumah-warga-rusak-akibat-peristiwa-tanah-bergerak
Transkrip
00:00Kita kesorotan lain, bencana tanah bergerak terjadi di Desa Padasari, Kecamatan Jati Negara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
00:08Pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari untuk mempercepat penanganan dan pemulihan dampak bencana.
00:19Petugas masih melakukan pemantauan kondisi tanah serta pendataan dampak kerusakan.
00:25Warga diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas mengingat potensi gerakan tanah masih dapat terjadi, terutama saat curah hujan tinggi.
00:35Jumlah warga yang mengungsi mencapai 1.700 orang dan berpotensi bertambah seiring pergerakan tanah yang masih terus terjadi hingga saat ini.
00:45Bencana ini juga merusak hampir 500 rumah.
00:48Warga siap direlokasi karena wilayah tersebut rawan tanah gerak dan pernah mengalami kejadian serupa.
00:55Ibu, posisinya lagi di mana?
01:00Di dalam.
01:01Di dalam rumah?
01:02Seperti apa, Bu?
01:03Bisa diceritakan?
01:03Jam 9 malam.
01:04Jam 9 malam.
01:05Itu kejadiannya seperti apa, Bu?
01:07Ya, ya, beruk, wak.
01:09Kedaruh buah, ya, ya.
01:12Mana ya?
01:13Namanya orang takut ya mau lari kemana.
01:15Nah, alam.
01:16Hujannya besar, tir.
01:18Keluar rumah?
01:20Koten.
01:20Masih di dalam rumah, Ibu?
01:22Kali-kali bapaknya.
01:23Masa sama bapaknya.
01:24Kalau misalkan dari pemerintah minta direlokasi, Ibu, pindah.
01:28Turun, Bu?
01:30Mau ya?
01:31Tidak tetap.
01:32Dan nanti ditarikan sekitar sini yang aman.
01:36Wah, wah, wah, wah, wah, wah, wah, wah, wah, wah, wah, wah, wah, wah, wah, wah, wah, wah, wah, wah, wah, wah, wah, wah, wah, wah, wah, wah, wah, wah, wah, wah.
01:46Selamat detik-detik saat rumah roboh akibat tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatindegara, Tegal, Jawa Tengah, Rabu Lalu.
01:54Kejadian ini dipicu hujan deras yang mengguyur kawasan ini sejak beberapa hari sebelumnya.
01:59Sejumlah infrastruktur desa rusak, seperti tiga titik jalan desa dan jalan kabupaten, satu bendung irigasi, dan satu jembatan desa.
02:08Ada pula bangunan musola dan fasilitas pendidikan ikut terdampak.
02:19Wakil Presiden Gibran Raka Buming meninjau langsung kondisi pengungsi dan lokasi terdampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatindegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
02:31Wapres menggunakan sepeda motor untuk melihat langsung lokasi bencana tanah bergerak.
02:36Wapres memberikan jaminan kepada warga yang kehilangan dokumen penting seperti sertifikat tanah, akta kelahiran, maupun kartu keluarga.
02:45Ia menginstruksikan jajaran terkait untuk memproses dokumen pengganti dengan cepat.
02:54Bagaimana kondisi warga yang menjadi korban tanah bergerak dan apa upaya yang sudah dilakukan Pemda untuk membantu mereka?
03:01Kami bahas dengan Bupati Tegal, Ishak Maulana Rohman. Pak Bupati, selamat petang.
03:07Iya, selamat sore Bu.
03:10Pak Bupati, boleh diupdate kembali Pak. Per hari ini artinya ada berapa warga yang terdampak dan rumah yang rusak?
03:16Ya, jadi bersore ini ada warga pengungsi ini yang sudah mengungsi di beberapa posko.
03:25Kami ada 2.426 warga.
03:29Dengan jumlah kakak 590 dan rumah yang terdampak ada 464 rumah.
03:37Di mana sebagian besar mengalami rusak berat.
03:39Untuk area kawasan atau luas daerah yang terdampak, ini sebenarnya berapa sih Pak? Seberapa luas?
03:49Kalau yang terdampak, hampir merata seluruh desa Bu.
03:54Petal ada rumah ini, di sini ada 1.200 rumah.
03:58Di mana 464-nya mengalami rusak berat, rusak ringan, dan rusak sedang.
04:05Dan ini dikhawatirkan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, Pak?
04:11Ya, jadi semenjak hari Selasa, perlu kami laporkan bahwa semenjak hari Selasa terjadi,
04:18mohon maaf hari Senin, hari Senin siang sampai malam itu terjadi hujan lebat,
04:23dan hari Selasa sore kami, PMK bersama Jajaran Porkom Binda, Pak Kapolres, Pak Dadim,
04:29langsung memutuskan untuk evakuasi warga, langsung kami siapkan tenda pengusian dan juga dapur umum pada hari itu.
04:40Sehingga sampai hari ini, Bu, dampaknya juga bertambah.
04:45Rumah yang awalnya 150 rumah yang terdampak sampai hari ini bertambah menjadi 464 rumah.
04:53Nah, kemarin juga Pak Gubernur Jawa Tengah sudah berkunjung, dilanjutkan oleh Pak Wakil Presiden,
05:00Pak Gibran juga sudah berkunjung di sini, dan kami sudah melaporkan kondisi terkini, kondisi update,
05:07dan kami juga minta arahan kepada Pak Wakil Presiden untuk melakukan langkah yaitu relokasi.
05:13Karena melihat mungkin wadah ketika akan dikembalikan ke sana lagi mengingat potensi bahayanya masih,
05:21dan rumah mayoritas sudah berat, ada 1% tren, tempat ibadah juga sudah rata dengan tanah.
05:31Nah, lokasi-relokasinya sudah ditentukan, Pak?
05:33Nah, hasil koordinasi kami pas ke kunjungan Pak Presiden, kami sudah meninjau kebetulan bahwa desa pada hari ini tidak memiliki bengkok desa.
05:46Sehingga langkah kami yaitu kami meminta izin kepada perutani untuk memakai lahan seluas 5 hektare.
05:53Tadi pagi sudah dilakukan kajian, asesmen bersama perutani,
05:58terus dinas teknis kami, bersama BPN untuk menentukan titik yang menurut tim teknis aman untuk menjadi tempat relokasi.
06:10Untuk faktor penyebabnya, Pak, tanah bergerak ini masih sudah terjadi dan dikhawatirkan masih akan terjadi itu karena apa sih, Pak?
06:19Ya, jadi perlu kami laporkan, Bu, bahwa bencana tanah bergerak di pada hari ini, ini bukan kali pertama.
06:26Tapi di tahun, menurut warga, di tahun 1986 juga pernah terjadi.
06:33Terus terakhir di tahun 2022 juga pernah terjadi, namun tidak begitu parah.
06:39Tapi di tahun 2026 ini, ini yang paling parah dan dampaknya paling besar.
06:44Nah, municin mengenai penyebab kemarin laporan yang kami terima dari ESTM Provinsi Desa Padasari ini
06:58berada di zona hancuran akibat sesarbu.
07:03Namun, kepastian rilisnya masih kami tunggu dari Badan Geologi.
07:08Jadi, nanti kami akan kembali.
07:11Baik. Pak Ishak Maulana Rohman, Bupati Tegal, terima kasih sudah berbagi bersama kami.
07:15Saya selalu, Pak, semoga segera rampung relokasi. Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan