00:00Anda kembali di berita utama bersama saya Jihan Novita.
00:05Saudara, dunia pendidikan berduka atas meninggalnya mahasiswa Universitas Udayana,
00:11Timboti Anugrah Saputra.
00:14Mirisnya saudara, usai kepergian korban, sejumlah mahasiswa lintas fakultas
00:19justru menunjukkan tindakan yang tak berempati dalam sebuah forum percakapan.
00:25Sikap nirempati memicu gelombang kemarahan publik.
00:29Banyak yang menilai tindakan mereka tak pantas dilakukan,
00:34apalagi beberapa pelaku aktif dalam organisasi kemahasiswaan.
00:39Lantas, apakah perlakuan kepada Timboti menjadi pemicu kematiannya?
00:44Atau ada penyebab lain?
00:51Timboti Anugrah Saputra.
00:53Merupakan mahasiswa jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Udayana.
01:03Ia dikenal sebagai mahasiswa yang cerdas, riang, dan juga kritis.
01:08Namun saudara, ia berpulang begitu cepat.
01:13Timboti meninggal dunia pada Rabu 15 Oktober lalu,
01:16diduga mengakhiri hidupnya dari lantai 4 gedung kampus Fisip Unut Denpasar.
01:22Ucapan duka cita dan untayan doa,
01:33terus mengalir untuk almarhum Timoti dari rekan sesama mahasiswa.
01:39Hening dalam doa, hangat dalam kebersamaan.
01:43Rekan sesama mahasiswa tak henti mengucap untayan doa untuk Timoti.
01:48Timoti Anugrah Saputra akan selalu dikenang sebagai mahasiswa yang baik
01:54dan kehadirannya merupakan anugerah bagi teman-temannya.
01:59Saya merasa turut pihatin kepada dia
02:07karena tidak yang seharusnya bisa menyelesaikan itu,
02:16tapi dunia tidak terlalu baik kepada Timoti,
02:22jadi saya berduka untuk beliau.
02:29Sebelum meninggal dunia,
02:32sejumlah mahasiswa yang berada di lantai 4 gedung Fakultas Fisip Unut
02:37mengaku sempat melihat keberadaan Timoti.
02:41Timoti datang dari arah lift lantai 4 gedung dengan membawa ransel.
02:46Ia terlihat tak biasa dan tampak gelisah.
02:50Bawa meriksa sekitar seolah-olah mencari seseorang.
02:54Tak lama kemudian, Timoti menghilang.
02:5918.30 itu sekiranya ada tiga orang mahasiswa di ilmu politik ya,
03:06yang ada di kampus ya, di gedung Fisip ya, di lantai 4.
03:14Itu mereka melihat almarhum Timoti itu ngondar-mandir di lantai 4.
03:21Kemudian, sesaat kemudian mahasiswa itu sudah tidak melihat lagi.
03:24Keterangan kampus yang berbelit dan tak konsisten
03:31dalam memberikan keterangan penyebab kematian anaknya membuat keluarga merasa tak puas, saudara.
03:40Di sisi lain, isu perundungan dan tindakan dirempati juga muncul pasca meninggalnya korban.
03:49Keluarga akhirnya mendatangi Polresta Denpasar untuk membuat laporan kematian anaknya
03:54dan meminta pengusutan kematian.
03:58Timoti.
04:01Benaran, kronologis dari kematiannya ini.
04:07Karena yang selama ini kita terima itu,
04:10ditanya masih sih pengsiur kronologis kematiannya.
04:15Oleh sebab itu, saya serahkan kepada pihak kepolisian
04:19yang memang sudah jadi tugasnya mereka.
04:24Karena saya pun juga tidak bisa untuk membuat masalah ini.
04:30Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara, saudara,
04:35untuk menggusut kematian Timoti.
04:39Sejumlah saksi juga telah diperiksa,
04:41mulai dari rekan mahasiswa hingga dosen.
04:44Polisi tidak menemukan indikasi korban jatuh akibat terpleset
04:50atau karena kecelakaan.
04:57Kalau untuk jatuh terpleset, tidak ya.
05:00Karena kan di sana itu tempat duduk,
05:02kemudian ada apa ya, apa namanya, pagar atau balkon ya.
05:05Jadi lebih memungkinkan itu korban itu naik,
05:11kemudian jatuh seperti itu.
05:14Lebih ke unsur, ke sengaja mungkin menjatuhkan diri seperti itu.
05:20Tapi ya tidak ada saksi yang melihat seperti itu.
05:24Cuma saksi yang melihat datang, duduk di situ,
05:28kemudian buka sepatu, itu sudah ada saksinya.
05:33Polisi hingga kini masih menyelidiki penyebab kematian dari Timoti, saudara.
05:38Selain dugaan perundungan, ada juga yang menyebut aksi nekatnya
05:44karena tekanan saat penyusunan skripsi yang tengah dilakukannya.
05:50Namun, pihak Universitas Udayana dan Pasar Bali menegaskan,
05:55kematian Timoti bukan karena faktor tekanan skripsi.
05:59Korban baru memasuki tahap penyusunan skripsi
06:03dan menjalani proses bimbingan selama 20 hari.
06:09Proses bimbingan belajar berjalan lancar tanpa catatan keluhan.
06:14Kami juga ini memklarifikasi isu lain
06:20di mana ada percakapan di sosial media
06:25atau komentar-komentar di sosial media
06:28yang menyatakan bahwa almarhum meninggal
06:31karena tekanan dalam penyusunan skripsi.
06:35Proses bimbingan berjalan dengan baik, sangat komunikatif
06:38dan dosen pembimbing selalu mengakomodir topik yang diajukan almarhum.
06:42Jadi, dari keterangan dosen pembimbing,
06:47kami sudah memeriksa juga dosen pembimbing
06:49dan tidak ada catatan ataupun keluhan.
06:56Dalam penyelidikan penyebab kematian Timoti,
07:00pihak keluarga mempertanyakan
07:02mengenai keberadaan CCTV di kampus
07:05yang berubah-ubah dari pihak kampus.
07:09Ia meminta polisi mengusut tuntas
07:12kasus kematian anaknya.
07:15Di antaranya soal lokasi jatuhnya korban
07:17dan keberadaan kamera pembantau atau CCTV di TKP.
07:22disampaikan dari pihak kampus bahwa
07:27anak saya lompat dari lantai 2.
07:30Kemudian, di hari berikutnya,
07:33dikasih keterangan bahwa
07:35dari lantai 4,
07:37nah dari
07:38keterangan yang tidak sinkron itu
07:41dan penyebabnya masalahnya apa,
07:44saya rasa
07:44saya lebih baik lapor ke polisian
07:47biar nanti ke polisian.
07:49Karena
07:49dari pihak
07:51dari pihak
07:52universitas pun
07:53saya tanyakan masalah CCTV pun
07:55alasannya di CCTV
07:57di lantai 4 tidak ada.
08:00Sedangkan saya lihat di
08:01sekarang saya
08:03langsung
08:04menuju ke
08:05kampusnya juga mas
08:06mau lihat kondisi benar-benar ada CCTV atau tidak.
08:09Di lantai 4 itu ada CCTV.
08:11ini pintu masuk, pintu masuk itu
08:14pintu masuknya yang jatuhnya
08:16anak saya itu
08:17pas di pintu masuk
08:18dari
08:20kampus, eh dari
08:21fakultas visip.
08:22Jadi
08:22harusnya sih
08:25saksi mata pun juga ada
08:26karena memang itu jam 9
08:27jamnya lagi sibuk-sibuknya ya.
08:33Polisi menyebut
08:34dari hasil koordinasi dengan pihak kampus
08:37CCTV di lantai 4 gedung
08:39visip dalam kondisi rusak
08:41sejak tahun
08:422023 lalu.
08:44Namun
08:45pernyataan tersebut
08:46dibantah oleh pihak kampus.
08:49Pihak Universitas Udayana
08:51menyebut
08:51CCTV dalam kondisi normal.
08:54Pihak Unut juga
08:55menjelaskan
08:56memang ada beberapa titik
08:59yang mengalami blind spot
09:00sehingga
09:01tidak berhasil merekam
09:02seluruh aktivitas korban
09:04saat berada di
09:05lantai 4 tersebut.
09:07kami jelaskan juga
09:11kalau CCTV
09:12di lobi
09:13pada saat
09:15korban itu datang
09:17kemudian
09:18pada saat
09:19korban
09:20terjatuh
09:21itu ada.
09:23Jadi terkam oleh CCTV
09:25pada saat korban masuk
09:26ke gedung
09:27itu di lobi depan
09:29di CCTV yang sama
09:31juga merekam
09:31pada saat
09:32korban terjatuh.
09:33namun
09:34memang
09:35di lantai 4
09:36itu
09:37ada CCTV
09:38tetapi
09:39CCTV-nya
09:40rusak.
09:41CCTV kami
09:43bisa
09:45berfungsi dengan baik
09:46namun
09:47ada blind spot
09:48yang tidak bisa
09:49menangkap
09:50kejadian secara
09:51usul.
09:53Bahwa
09:53almarhum
09:55tertangkap
09:56kamera CCTV
09:57berjalan di lorong
09:59itu ada.
10:01Tapi
10:01pada saat
10:02setelah itu
10:03tidak tertangkap
10:04bagi sesendiri.
10:07Duka dan
10:08keprihatinan
10:09atas kematian
10:09Timothy
10:10disampaikan
10:11mendikti
10:11Saintec
10:12Brian Yuliarto.
10:14Ia menegaskan
10:15kampus harus
10:16menjadi ruang
10:17yang aman
10:18dari tindakan
10:19perundungan.
10:25Ini juga sudah
10:27mendapatkan laporan
10:28dari Bapak Rektor
10:29bahwa
10:29pihak Rektor
10:30sudah membentuk
10:31tim
10:31untuk
10:32pertama
10:33menginvestigasi
10:34mengecek
10:35apa yang sebenarnya
10:36terjadi.
10:37Kampus itu adalah
10:38ruang yang
10:39aman
10:40harus aman
10:42dari tindakan
10:43kekerasan
10:44maupun
10:45pembulian.
10:46Saudara pasca
10:48kematian
10:49Timothy
10:50bukannya
10:51empati
10:51malah muncul
10:52beberapa komentar
10:53yang tidak baik
10:54tentang kematian korban.
10:56Di hari
10:57kepergiannya
10:58sebuah
10:58grup percakapan
10:59kalangan
10:59mahasiswa
11:00menulis
11:01percakapan
11:01tak etis
11:02bahkan
11:03kematian
11:04Timothy
11:04dijadikan
11:04bahan
11:05candaan.
11:06Mereka
11:07tidak sadar
11:07kata-kata
11:08tak pantas
11:09lewat
11:09jari-jari mereka
11:10akan berdampak
11:12terhadap
11:12masa depannya.
11:14Pihak kampus
11:15menyebut
11:15akan memberikan
11:16sanksi
11:17kepada
11:17mahasiswanya
11:18yang nirempati
11:19terhadap
11:20kematian
11:21korban.
11:22Permohonan
11:25maaf
11:25kepada
11:26seluruh pihak
11:27yang tidak
11:27berkenan
11:28atas
11:29perkataan
11:29dalam chat
11:30saya.
11:30Saya menyadari
11:31bahwa
11:32tindakan
11:32nirempati
11:33yang saya
11:33lakukan
11:34tidak dapat
11:35dimenarkan
11:35dalam keadaan
11:36apapun.
11:39Saya
11:39sungguh
11:39menyesal
11:40dan menyandikan
11:41kejadian ini
11:42sebagai
11:43pelajaran
11:44besar
11:44dalam hidup
11:45pad saya
11:45untuk
11:46lebih
11:46berhati-hati
11:47dan bersikap
11:48lebih peka
11:49terhadap
11:49perasaan
11:50online
11:50dan
11:51lebih
11:51bertanggung
11:51menjawab
11:52atas
11:52setiap
11:52kata
11:53yang saya
11:53ucapkan.
11:55Jika
11:55ada
11:56terjadi
11:56kasus
11:58perlindungan
11:59dan juga
12:01pelanggaran
12:02etika
12:03itu bisa
12:04berkaca
12:05dari kasus
12:06yang sebelumnya
12:06adalah
12:07dikeluarkan
12:08dari
12:09universitas.
12:11Saudara
12:12kepergian
12:13dari
12:13Timoti
12:14Anugrah
12:15Saputra
12:15membuka
12:17Tabir
12:17Kelam
12:18sebuah
12:18sistem
12:19sosial
12:19kampus
12:20yang
12:20kehilangkan
12:21arah.
12:21Bukan
12:22hanya
12:23sekedar
12:23kehilangan
12:24seorang
12:24mahasiswa.
12:25Peristiwa ini
12:26memantulkan
12:27cermin rusak
12:28dari sistem
12:29sosial kampus
12:30di mana
12:31seharusnya
12:32kampus menjadi
12:33ruang tumbuh
12:34dan beradab
12:34justru berubah
12:36menjadi arena
12:37perundungan
12:38dan hilangnya
12:39empati.
12:40Kematian
12:41Timoti
12:41bukan hanya
12:42meninggalkan
12:43duka bagi
12:43keluarga dan
12:44sahabat
12:45tetapi
12:46juga
12:46menyisakan
12:47sebuah
12:47pertanyaan
12:48apa
12:49yang
12:49salah
12:50dengan
12:51sistem
12:51sosial
12:52dan moral
12:53di dalam
12:53institusi
12:54pendidikan
12:55kita.
12:55selamat menikmati
12:56selamat menikmati
Komentar