Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Dunia pendidikan berduka atas meninggalnya mahasiswa Universitas Udayana, Timothy Anugerah Saputra. Mirisnya, usai kepergian korban, sejumlah mahasiswa lintas fakultas justru menunjukkan tindakan tak berempati dalam sebuah forum percakapan.

Sikap nir-empati memicu gelombang kemarahan publik. Banyak yang menilai tindakan mereka tak pantas dilakukan, apalagi beberapa pelaku aktif dalam organisasi kemahasiswaan.

Lantas, apakah perlakuan kepada Timothy menjadi pemicu kematiannya? Atau ada penyebab lain?

Baca Juga Perbedaan Keterangan Polisi dan Kampus Soal CCTV Kasus Mahasiswa Udayana, Mana yang Benar? di https://www.kompas.tv/nasional/624447/perbedaan-keterangan-polisi-dan-kampus-soal-cctv-kasus-mahasiswa-udayana-mana-yang-benar

#timothyanugerah #udayana #mahasiswameninggal #breakingnews

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/624472/full-deret-fakta-timothy-meninggal-di-kampus-respons-unud-keluarga-hingga-rekan-mahasiswa

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Anda kembali di berita utama bersama saya Jihan Novita.
00:05Saudara, dunia pendidikan berduka atas meninggalnya mahasiswa Universitas Udayana,
00:11Timboti Anugrah Saputra.
00:14Mirisnya saudara, usai kepergian korban, sejumlah mahasiswa lintas fakultas
00:19justru menunjukkan tindakan yang tak berempati dalam sebuah forum percakapan.
00:25Sikap nirempati memicu gelombang kemarahan publik.
00:29Banyak yang menilai tindakan mereka tak pantas dilakukan,
00:34apalagi beberapa pelaku aktif dalam organisasi kemahasiswaan.
00:39Lantas, apakah perlakuan kepada Timboti menjadi pemicu kematiannya?
00:44Atau ada penyebab lain?
00:51Timboti Anugrah Saputra.
00:53Merupakan mahasiswa jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Udayana.
01:03Ia dikenal sebagai mahasiswa yang cerdas, riang, dan juga kritis.
01:08Namun saudara, ia berpulang begitu cepat.
01:13Timboti meninggal dunia pada Rabu 15 Oktober lalu,
01:16diduga mengakhiri hidupnya dari lantai 4 gedung kampus Fisip Unut Denpasar.
01:22Ucapan duka cita dan untayan doa,
01:33terus mengalir untuk almarhum Timoti dari rekan sesama mahasiswa.
01:39Hening dalam doa, hangat dalam kebersamaan.
01:43Rekan sesama mahasiswa tak henti mengucap untayan doa untuk Timoti.
01:48Timoti Anugrah Saputra akan selalu dikenang sebagai mahasiswa yang baik
01:54dan kehadirannya merupakan anugerah bagi teman-temannya.
01:59Saya merasa turut pihatin kepada dia
02:07karena tidak yang seharusnya bisa menyelesaikan itu,
02:16tapi dunia tidak terlalu baik kepada Timoti,
02:22jadi saya berduka untuk beliau.
02:29Sebelum meninggal dunia,
02:32sejumlah mahasiswa yang berada di lantai 4 gedung Fakultas Fisip Unut
02:37mengaku sempat melihat keberadaan Timoti.
02:41Timoti datang dari arah lift lantai 4 gedung dengan membawa ransel.
02:46Ia terlihat tak biasa dan tampak gelisah.
02:50Bawa meriksa sekitar seolah-olah mencari seseorang.
02:54Tak lama kemudian, Timoti menghilang.
02:5918.30 itu sekiranya ada tiga orang mahasiswa di ilmu politik ya,
03:06yang ada di kampus ya, di gedung Fisip ya, di lantai 4.
03:14Itu mereka melihat almarhum Timoti itu ngondar-mandir di lantai 4.
03:21Kemudian, sesaat kemudian mahasiswa itu sudah tidak melihat lagi.
03:24Keterangan kampus yang berbelit dan tak konsisten
03:31dalam memberikan keterangan penyebab kematian anaknya membuat keluarga merasa tak puas, saudara.
03:40Di sisi lain, isu perundungan dan tindakan dirempati juga muncul pasca meninggalnya korban.
03:49Keluarga akhirnya mendatangi Polresta Denpasar untuk membuat laporan kematian anaknya
03:54dan meminta pengusutan kematian.
03:58Timoti.
04:01Benaran, kronologis dari kematiannya ini.
04:07Karena yang selama ini kita terima itu,
04:10ditanya masih sih pengsiur kronologis kematiannya.
04:15Oleh sebab itu, saya serahkan kepada pihak kepolisian
04:19yang memang sudah jadi tugasnya mereka.
04:24Karena saya pun juga tidak bisa untuk membuat masalah ini.
04:30Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara, saudara,
04:35untuk menggusut kematian Timoti.
04:39Sejumlah saksi juga telah diperiksa,
04:41mulai dari rekan mahasiswa hingga dosen.
04:44Polisi tidak menemukan indikasi korban jatuh akibat terpleset
04:50atau karena kecelakaan.
04:57Kalau untuk jatuh terpleset, tidak ya.
05:00Karena kan di sana itu tempat duduk,
05:02kemudian ada apa ya, apa namanya, pagar atau balkon ya.
05:05Jadi lebih memungkinkan itu korban itu naik,
05:11kemudian jatuh seperti itu.
05:14Lebih ke unsur, ke sengaja mungkin menjatuhkan diri seperti itu.
05:20Tapi ya tidak ada saksi yang melihat seperti itu.
05:24Cuma saksi yang melihat datang, duduk di situ,
05:28kemudian buka sepatu, itu sudah ada saksinya.
05:33Polisi hingga kini masih menyelidiki penyebab kematian dari Timoti, saudara.
05:38Selain dugaan perundungan, ada juga yang menyebut aksi nekatnya
05:44karena tekanan saat penyusunan skripsi yang tengah dilakukannya.
05:50Namun, pihak Universitas Udayana dan Pasar Bali menegaskan,
05:55kematian Timoti bukan karena faktor tekanan skripsi.
05:59Korban baru memasuki tahap penyusunan skripsi
06:03dan menjalani proses bimbingan selama 20 hari.
06:09Proses bimbingan belajar berjalan lancar tanpa catatan keluhan.
06:14Kami juga ini memklarifikasi isu lain
06:20di mana ada percakapan di sosial media
06:25atau komentar-komentar di sosial media
06:28yang menyatakan bahwa almarhum meninggal
06:31karena tekanan dalam penyusunan skripsi.
06:35Proses bimbingan berjalan dengan baik, sangat komunikatif
06:38dan dosen pembimbing selalu mengakomodir topik yang diajukan almarhum.
06:42Jadi, dari keterangan dosen pembimbing,
06:47kami sudah memeriksa juga dosen pembimbing
06:49dan tidak ada catatan ataupun keluhan.
06:56Dalam penyelidikan penyebab kematian Timoti,
07:00pihak keluarga mempertanyakan
07:02mengenai keberadaan CCTV di kampus
07:05yang berubah-ubah dari pihak kampus.
07:09Ia meminta polisi mengusut tuntas
07:12kasus kematian anaknya.
07:15Di antaranya soal lokasi jatuhnya korban
07:17dan keberadaan kamera pembantau atau CCTV di TKP.
07:22disampaikan dari pihak kampus bahwa
07:27anak saya lompat dari lantai 2.
07:30Kemudian, di hari berikutnya,
07:33dikasih keterangan bahwa
07:35dari lantai 4,
07:37nah dari
07:38keterangan yang tidak sinkron itu
07:41dan penyebabnya masalahnya apa,
07:44saya rasa
07:44saya lebih baik lapor ke polisian
07:47biar nanti ke polisian.
07:49Karena
07:49dari pihak
07:51dari pihak
07:52universitas pun
07:53saya tanyakan masalah CCTV pun
07:55alasannya di CCTV
07:57di lantai 4 tidak ada.
08:00Sedangkan saya lihat di
08:01sekarang saya
08:03langsung
08:04menuju ke
08:05kampusnya juga mas
08:06mau lihat kondisi benar-benar ada CCTV atau tidak.
08:09Di lantai 4 itu ada CCTV.
08:11ini pintu masuk, pintu masuk itu
08:14pintu masuknya yang jatuhnya
08:16anak saya itu
08:17pas di pintu masuk
08:18dari
08:20kampus, eh dari
08:21fakultas visip.
08:22Jadi
08:22harusnya sih
08:25saksi mata pun juga ada
08:26karena memang itu jam 9
08:27jamnya lagi sibuk-sibuknya ya.
08:33Polisi menyebut
08:34dari hasil koordinasi dengan pihak kampus
08:37CCTV di lantai 4 gedung
08:39visip dalam kondisi rusak
08:41sejak tahun
08:422023 lalu.
08:44Namun
08:45pernyataan tersebut
08:46dibantah oleh pihak kampus.
08:49Pihak Universitas Udayana
08:51menyebut
08:51CCTV dalam kondisi normal.
08:54Pihak Unut juga
08:55menjelaskan
08:56memang ada beberapa titik
08:59yang mengalami blind spot
09:00sehingga
09:01tidak berhasil merekam
09:02seluruh aktivitas korban
09:04saat berada di
09:05lantai 4 tersebut.
09:07kami jelaskan juga
09:11kalau CCTV
09:12di lobi
09:13pada saat
09:15korban itu datang
09:17kemudian
09:18pada saat
09:19korban
09:20terjatuh
09:21itu ada.
09:23Jadi terkam oleh CCTV
09:25pada saat korban masuk
09:26ke gedung
09:27itu di lobi depan
09:29di CCTV yang sama
09:31juga merekam
09:31pada saat
09:32korban terjatuh.
09:33namun
09:34memang
09:35di lantai 4
09:36itu
09:37ada CCTV
09:38tetapi
09:39CCTV-nya
09:40rusak.
09:41CCTV kami
09:43bisa
09:45berfungsi dengan baik
09:46namun
09:47ada blind spot
09:48yang tidak bisa
09:49menangkap
09:50kejadian secara
09:51usul.
09:53Bahwa
09:53almarhum
09:55tertangkap
09:56kamera CCTV
09:57berjalan di lorong
09:59itu ada.
10:01Tapi
10:01pada saat
10:02setelah itu
10:03tidak tertangkap
10:04bagi sesendiri.
10:07Duka dan
10:08keprihatinan
10:09atas kematian
10:09Timothy
10:10disampaikan
10:11mendikti
10:11Saintec
10:12Brian Yuliarto.
10:14Ia menegaskan
10:15kampus harus
10:16menjadi ruang
10:17yang aman
10:18dari tindakan
10:19perundungan.
10:25Ini juga sudah
10:27mendapatkan laporan
10:28dari Bapak Rektor
10:29bahwa
10:29pihak Rektor
10:30sudah membentuk
10:31tim
10:31untuk
10:32pertama
10:33menginvestigasi
10:34mengecek
10:35apa yang sebenarnya
10:36terjadi.
10:37Kampus itu adalah
10:38ruang yang
10:39aman
10:40harus aman
10:42dari tindakan
10:43kekerasan
10:44maupun
10:45pembulian.
10:46Saudara pasca
10:48kematian
10:49Timothy
10:50bukannya
10:51empati
10:51malah muncul
10:52beberapa komentar
10:53yang tidak baik
10:54tentang kematian korban.
10:56Di hari
10:57kepergiannya
10:58sebuah
10:58grup percakapan
10:59kalangan
10:59mahasiswa
11:00menulis
11:01percakapan
11:01tak etis
11:02bahkan
11:03kematian
11:04Timothy
11:04dijadikan
11:04bahan
11:05candaan.
11:06Mereka
11:07tidak sadar
11:07kata-kata
11:08tak pantas
11:09lewat
11:09jari-jari mereka
11:10akan berdampak
11:12terhadap
11:12masa depannya.
11:14Pihak kampus
11:15menyebut
11:15akan memberikan
11:16sanksi
11:17kepada
11:17mahasiswanya
11:18yang nirempati
11:19terhadap
11:20kematian
11:21korban.
11:22Permohonan
11:25maaf
11:25kepada
11:26seluruh pihak
11:27yang tidak
11:27berkenan
11:28atas
11:29perkataan
11:29dalam chat
11:30saya.
11:30Saya menyadari
11:31bahwa
11:32tindakan
11:32nirempati
11:33yang saya
11:33lakukan
11:34tidak dapat
11:35dimenarkan
11:35dalam keadaan
11:36apapun.
11:39Saya
11:39sungguh
11:39menyesal
11:40dan menyandikan
11:41kejadian ini
11:42sebagai
11:43pelajaran
11:44besar
11:44dalam hidup
11:45pad saya
11:45untuk
11:46lebih
11:46berhati-hati
11:47dan bersikap
11:48lebih peka
11:49terhadap
11:49perasaan
11:50online
11:50dan
11:51lebih
11:51bertanggung
11:51menjawab
11:52atas
11:52setiap
11:52kata
11:53yang saya
11:53ucapkan.
11:55Jika
11:55ada
11:56terjadi
11:56kasus
11:58perlindungan
11:59dan juga
12:01pelanggaran
12:02etika
12:03itu bisa
12:04berkaca
12:05dari kasus
12:06yang sebelumnya
12:06adalah
12:07dikeluarkan
12:08dari
12:09universitas.
12:11Saudara
12:12kepergian
12:13dari
12:13Timoti
12:14Anugrah
12:15Saputra
12:15membuka
12:17Tabir
12:17Kelam
12:18sebuah
12:18sistem
12:19sosial
12:19kampus
12:20yang
12:20kehilangkan
12:21arah.
12:21Bukan
12:22hanya
12:23sekedar
12:23kehilangan
12:24seorang
12:24mahasiswa.
12:25Peristiwa ini
12:26memantulkan
12:27cermin rusak
12:28dari sistem
12:29sosial kampus
12:30di mana
12:31seharusnya
12:32kampus menjadi
12:33ruang tumbuh
12:34dan beradab
12:34justru berubah
12:36menjadi arena
12:37perundungan
12:38dan hilangnya
12:39empati.
12:40Kematian
12:41Timoti
12:41bukan hanya
12:42meninggalkan
12:43duka bagi
12:43keluarga dan
12:44sahabat
12:45tetapi
12:46juga
12:46menyisakan
12:47sebuah
12:47pertanyaan
12:48apa
12:49yang
12:49salah
12:50dengan
12:51sistem
12:51sosial
12:52dan moral
12:53di dalam
12:53institusi
12:54pendidikan
12:55kita.
12:55selamat menikmati
12:56selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan