Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV - Menkeu Purbaya menjawab tantangan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi soal membuka data yang mengendap.

"Tanya aja ke bank sentral. Itu kan data dari sana. Harusnya dia cari. Kemungkinan besar anak buahnya juga ngibulin dia loh. Kalau itu kan dari laporan perbankan, kan data pemuda sekian ini sekian ini sekian. Sepertinya data saya sama dengan data Pak Tito," kata Menkeu Purbaya, Selasa (21/10/2025).

Purbaya pun menggunakan penjelasan yang ia dengar dari Mendagri Tito Karnavian.

"Waktu saya ke Pak Tito kemarin tuh kan pagi Pak Tito jelaskan kan data di perbankan ada berapa angkanya mirip kok. Jadi Pak Dedi tahu semua bank kan dia hanya tahu Jabar aja kan. Saya enggak pernah describe data Jabar kan. Kalau dia bisa turunkan sendiri saya enggak tahu dari mana datanya. Dia debat sama dia sendiri. Saya enggak tahu," kata Menkeu.

Sebelumnya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membantah dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Barat senilai Rp 4,17 triliun mengendap di bank melainkan hanya Rp 2 triliun.

Sahabat KompasTV, bagaimana pendapat kalian terkait berita ini, tulis di kolom komentar ya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Frashiva Rizaldi

#menkeupurbaya #dedimulyadi #danapemda

Baca Juga Prabowo Targetkan Mobil Buatan Indonesia dalam 3 Tahun, Apa Saja yang Perlu Disiapkan? | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/624453/prabowo-targetkan-mobil-buatan-indonesia-dalam-3-tahun-apa-saja-yang-perlu-disiapkan-sapa-malam



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/624460/menkeu-purbaya-ke-dedi-mulyadi-soal-dana-jabar-mungkin-anak-buahnya-ngibulin

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Pak, soal Kang Bedi mulia di Pak, kan Bapak ditantangin buat buka data yang dana mengendap itu Pak,
00:06Kang Bedi katanya udah ngecek deposito jabar, gak ada Pak dana mengendap di sana.
00:12Tanya aja ke Bank Sentral, itu kan data dari sana.
00:15Harusnya dia cari, mungkin besar anak banyak juga ngibulin dia loh.
00:19Kalau itu kan dari laporan perbankan kan, data pemuda sekian, sekian, sekian.
00:24Sepertinya data saya sama dengan data Pak Tito, waktu saya ke Pak Tito kemarin tuh.
00:30Kan Pagi Pak Tito jelaskan kan, data di perbankan ada berapa, angkanya mirip kok.
00:36Jadi, Pak Dedi tau semua bank, kan dia hanya tau jabar aja kan.
00:41Saya gak pernah describe data jabar kan.
00:44Kalau dia bisa turunkan sendiri, saya gak tau dari mana datanya.
00:48Dia debat sama dia sendiri.
00:50Saya gak tau.
00:51Jadi, saya gak pernah bilang jabar segi berapa kan.
00:54Saya bilang data di perbankan sekian punya pemenda.
00:58Dan data itu dari laporan, bukan laporan, apa sih?
01:02Sistem keuangan Bank Sentral, dia ada.
01:04Saya lupa namanya.
01:06BI, apa sih?
01:07Di situ ada tuh, ada flagnya.
01:10Punya pemenda sekian, punya pemenda pusat sekian.
01:12Even punya pemenda pusat juga, orang saya masih gak percaya segitu.
01:16Saya kan masih suruh periksa lagi.
01:18Itu uang apa sebetulnya.
01:19Pak, tapi kan dari Pak Dedi bilang, itu gak ada disimpan di depositor.
01:23Tapi dia gak menjelaskan secara langsung disimpan di mana.
01:25Apakah nanti akan ada koordinasi, misalnya, apa khusus nih.
01:28Jadi, dia udah bilang kayak gitu.
01:29Apakah dari komentar akan khusus melihat data uang pemendanya si jabar atau ditaruh ke mana gitu?
01:35Saya bukan pegawai pemenda jabar.
01:38Kalau mau dia periksa, periksa aja sendiri.
01:39Itu data dari sistem monitoring BI yang dilaporkan oleh perbankan setiap hari kali ya.
01:48Setiap berapa minggu sekali.
01:50Itu seperti itu datanya.
01:51Dan di situ ada flag, ada contrengan nih.
01:53Data punya siapa, punya siapa, punya pemenda, jenisnya apa, deposito, giro, dan lain-lain.
02:00Jadi jangan Pak Dedi nyuruh saya kerja.
02:02Pak, tapi ada remennya.
02:04Katanya mau periksa yang data selisih 18 triliun dengan kemendagri itu hasilnya apa ya?
02:12Ada selisih 18 triliun.
02:17Bukan saya mau dicapai, itu harusnya periksa.
02:20Kalau di catatan perbankan seperti itu.
02:22Kan dilaporkan oleh banknya seperti itu kan.
02:24Bank melaporkan ke bank sentral setiap saat mungkin.
02:28Seperti apa.
02:29Terus setiap berapa minggu sekali, tiap hari mungkin disimpulkan oleh bank sentral.
02:34BI atau datanya disilihkan.
02:36Atau kalau kita bisa dapat akses data bank sentral setiap saat bisa lihat kok.
Komentar

Dianjurkan