Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Setelah dua tahun berperang, gencatan senjata antara Hamas-Israel dilakukan, menandai awal dimulainya perdamaian di Gaza.
Kedua pihak bertukar sandera, sebagai bagian dari fase pertama kesepakatan gencatan senjata.

Sebuah gerakan dikumandangkan, guna mengirimkan bantuan kemanusiaan dan menyuarakan solidaritas global bagi rakyat Palestina.

Global Sumud Flotilla diikuti warga sipil dari berbagai negara, menembus blokade Israel di Gaza, Palestina.

Rosianna Silalahi mengundang aktivis sosial, Wanda Hamidah. Juga aktivis kemanusiaan sekaligus koordinator Indonesia Global Peace Convoy, Muhammad Husein.

Saksikan dalam ROSI episode Cerita Perjalanan ke Gaza di Kapal Kemanusiaan. Tayang Kamis, 16 Oktober 2025 pukul 20.30 WIB LIVE di KompasTV!



#gaza #wandahamidah #aktivis

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/623555/full-cerita-perjalanan-kemanusiaan-wanda-hamidah-dan-husein-ke-gaza-rosi
Transkrip
00:00Terima kasih.
00:30Perasaannya campur aduk ya karena merasa belum menyelesaikan misi kami dengan Tuntas dan selama Palestina belum merdeka kami akan terus kembali dengan kapal yang lebih banyak, dengan pejuang yang lebih banyak dan lebih besar lagi yang bersedia memberhentikan Genosida dan memerdekakan Palestina.
01:00Indonesia, kita selesai ke Gaza. Kita berada di sini untuk menjelaskan perjalanan.
01:06Kita berada di sini untuk menjelaskan perjalanan.
01:36Kita berada di sini untuk menjelaskan perjalanan.
02:05Selamat malam, selamat bergabung di program ROSI.
02:14Tragedi kemanusiaan yang terjadi di Gaza telah menggerakkan solidaritas kemanusiaan lintas negara, lintas agama, kelompok dan semua identitas perbedaan.
02:23Mereka bergabung dalam pelayaran menembus Gaza untuk membawa bantuan kemanusiaan.
02:28When the world fail, we sail. Saat dunia gagal, kita berlayar.
02:34Malam hari ini, saya Rusia Nasilalahi mengundang aktivis sosial Wanda Hamidah serta aktivis kemanusiaan yang juga koordinator Indonesia Global Peace Convoy, Muhammad Hussein.
02:46Selamat malam, Bung Hussein, Wanda.
02:47Selamat malam, Brosi.
02:48Selamat datang kembali.
02:49Terima kasih.
02:50Terima kasih.
02:51Beberapa kali juga Bung Hussein diwancara di Kompas TV soal perjalanan ke Gaza, tapi saya mau ladies first dulu.
03:01Wanda, apa yang akhirnya membuat, tentu Wanda ikut juga Global March, tapi mengarungi samudera itu bukan sesuatu yang gampang.
03:11Tetapi pada poin apa yang menitik beratkan hati seorang Wanda Hamidah, bahwa ya saya akan berangkat.
03:19Sebetulnya tekad bulat ke Gaza itu sudah ada within these two years ya, semenjak jenoksida terjadi.
03:28Dan aku merasa ingin melakukan sesuatu yang maksimal, walaupun yang aku lakukan, like Greta said, it's a bare minimum as a human being.
03:41Aku merasakan bahwa kita sudah di titik kalau kita menormalisasikan jenoksida yang kita bisa lihat secara live streaming, detik by detik, day by day.
03:54Itu seperti kayak kita menjustifikasi itu.
03:58Menormalisasi semua kejahatan kemanusia yang terjadi di sana.
04:02We cannot, it's been almost hampir 800 hari kita lihat orang dilaparkan gitu.
04:09Let's say mungkin waktu holocaust belum ada media sosial gitu.
04:15Yang orang kekejaman, kejahatan, kekejian, kebiadaban gampang dengan mudah disembunyikan oleh kepala pelakunya.
04:24Tapi hari ini, detik ini udah gak bisa seperti itu lagi.
04:29Semua mata memandang.
04:30Semua mata memandang.
04:32Dan Palestina itu udah dibunuh, dijajah hampir delapan dekade.
04:4078 tahun.
04:41Dan kita baru terbuka dua tahun ini.
04:44Dan mereka bertambah kejam, bertambah kejam.
04:47Seperti yang mereka lakukan ini, seperti let's say, menghapuskan like native America, bangsa Indian di tanah Amerika.
04:58This is like the method-nya sama persis gitu ya.
05:02Mulai menduduki, perjanjian bikin perjanjian, lama-lama tanahnya gak ada, lama-lama ingin memusnahkan suatu etnis yang kita sekarang ini kita lihat secara live streaming.
05:12Dan kita harus melakukan sesuatu sebagai masyarakat.
05:15Karena mestinya, mestinya kita melawan, bukan melawan.
05:21Mereka punya senjata yang paling mutakhir di dunia.
05:25Dan mereka melakukan genusida itu bahkan gak cuma dengan tangannya.
05:30Tapi dengan robot-robot, dengan drone-drone, dengan rudal-rudal.
05:33Yang mereka bahkan gak mau mengotorin tangannya gitu.
05:38Dan solidaritas ini betul-betul secara serentak mendunia.
05:42Pada saat hampir bersamaan dengan aktivitas kemanusiaan, pelayaran.
05:49Kita juga baru saja, kalau ngasih hari Senin, penanda tanganan, gencatan senjata.
05:53Dan disaksikan juga oleh pemimpin-pemimpin negara.
05:57Ada Trump di situ, juga pemimpin negara Middle East, gencatan senjata.
06:04Tapi pada saat hari ini kita bicara hari Kamis 16 Oktober, kita sudah mendengar bahwa ternyata...
06:08105 Palestina dibunuh.
06:10Masih ada pelanggaran terhadap gencatan senjata.
06:14Jadi, kalau Bu Husein, kalau Anda lihat waktu terjadi kesepakatan gencatan senjata,
06:21Anda melihat itu sebuah titik yang paling gak cukup menjadi harapan mengakhiri kekerasan di Gaza.
06:29Ya, jadi tradisi ya.
06:32Saya bicara tradisi berdasarkan pengalaman saya 12 tahun tinggal di Gaza.
06:37Dan selama itu perang itu menjadi semacam agenda per dua tahunan di sana itu.
06:44Pembantaian, pengempuran, pembunuhan itu di depan mata saya terjadi ya.
06:48Dan memang secara khaslu, ujung dari konflik ini atau serangan-serangan ini ya, gencatan senjata.
06:55Dan bukan Israel namanya kalau tidak melanggar.
06:59Nah, itu satu yang patut.
07:00Jadi, Anda mau bilang ini bagian dari copy-paste ya?
07:04Jadi, ada penyerangan, lalu pembunuhan yang terus terjadi, lalu akan ada gencatan senjata.
07:10Tapi kemudian pasti itu akan dilanggar.
07:12Ya, karena kita bicara DNA, DNA bangsa penjajah.
07:16Ini bukan kata-kata saya ya.
07:17Sedangkan kalian cari satu statement, buku deh.
07:20Buku namanya ditulis oleh Profesor Ilan Pape.
07:24Ini Profesor sejarawan Yahudi.
07:27Dan dia menulis dalam bukunya itu bahwa memang genocide dan etnist cleansing itu DNA orang-orang Zionis hari ini.
07:35Maka, kesepakatan gencatan senjata apapun itu bentuknya, ya terlepas apakah itu akan bertahan setahun, dua tahun, sepuluh tahun.
07:44Tapi, kalau penjajahan ini tidak dihapuskan, akan selalu ada pelanggaran.
07:50Percuma ada penandatanganan gencatan senjata?
07:53Cuma sih tidak.
07:54Tapi ini adalah kesempatan buat kita masyarakat dunia.
07:58PR kita sekarang ini adalah bagaimana kita menjaga bersama-sama.
08:01Kita kawal bersama-sama, agar kali ini kita jangan tidur lagi.
08:06Karena kalau kita tidur sebentar, maka akan terjadi pelanggaran besar.
08:10Penandatangan akan kembali terjadi di Gaza.
08:11Ketika dunia gagal, maka masyarakat sipil yang akan bergerak untuk sama-sama menjaga perdamaian atau untuk menjaga Gaza dari pembunuhan masal yang terjadi.
08:24Dan kalau Rosy lihat ya, dari tahun 1948 ketika mereka men-declare Israel State, semua perjanjian atau dalam tanda kutip peace, peace, peace, deal, peace, deal, peace.
08:38Itu hanya memperpanjang penjajahan, penderitaan negara Palestina.
08:47Lahannya semakin kecil, semakin kecil.
08:50Pembunuhan semakin banyak, semakin banyak.
08:52Dan klimaksnya ya di Genosida ini terjadi.
08:55Bung Hussein, Anda merasa cukup bangga dalam hal ini ketika bisa dibilang Anda termasuk yang menjadi koordinator Indonesia Global Peace Convoy.
09:11Makin banyak orang Indonesia ikut dalam aktivitas solidaritas kemanusiaan seperti ini.
09:17Saya tentu banyak, tidak bisa kita bilang cuma 1, 2, 3, atau 10, 100.
09:24Saya rasa pasti semua hatinya sama.
09:26Tapi Anda merasa cukup ini nggak?
09:29Merasa wow, ternyata Indonesia dan banyak negara lain lintas benua, lintas keyakinan.
09:34Semua identitas yang selama ini membungkus perbedaan.
09:37Punya kesamaan hati tentang bahwa keadilan itu lintas batas dan itu semua untuk Gaza.
09:45Iya, jadi kalau masyarakat Indonesia komitmen dan konsistensinya untuk Palestina itu bukan 2 tahun terakhir saya lihat ya.
09:5312 tahun lalu saya ke Gaza bersama delegasi dan saya tinggal di sana.
09:59Saya sudah melihat memang selama ini Indonesia ini Masya Allah komitmennya luar biasa.
10:04Di Gaza ada namanya Rumah Sakit Indonesia.
10:06Dan saya bagian dalam pembangunan itu, saya tim pembangunan itu sejak 2011.
10:10Itu adalah satu bukti nyata.
10:15Itu Rumah Sakit megah, 4 lantai di tengah-tengah kota yang sangat strategis.
10:21Tiga kota di wilayah utara, Indonesia Hospital.
10:24Ini selalu diulang-ulangkan selama binocidin.
10:26Ini bukti nyata bahwa kami tinggal jauh di sana.
10:32Ribuan kilo membinsahkan kita.
10:34Tapi jauh-jauh kita satu.
10:38Maka dari itu Indonesia, ini bukan pertama kali.
10:42Karena kenapa saya ditanyakan ini?
10:44Coba kita lihat Amerika.
10:45Misalnya katakan pemerintah Amerika yang selama ini lebih banyak condong kepada Israel.
10:50Kita lihat bagaimana artis-artis Hollywood dengan sangat terbuka.
10:54Mereka berani speech untuk mengatakan Free Palestine, Gaza, dan negara-negara Eropa.
11:00Meskipun pemerintahan mereka berat sebelah kepada Israel.
11:04Tapi lihat civil society mereka, selebritas mereka.
11:07Tidak cuma aktivis kemanusiaan.
11:09Tapi ini juga menular kepada kelompok-kelompok yang selama ini krem-delah krem.
11:13Tapi secara terbuka mau mengatakan Gaza harus ditolong.
11:18Dan ini semua tugas mata kita semua untuk terus mengawasi apa yang terjadi di Gaza.
11:23Tapi saya ingin ingatkan satu hal penting.
11:26Kreditnya Gaza.
11:27Warga Gaza. Kesabaran, ketegaran, kebaikan mereka.
11:32Jadi kalau saya selalu mengatakan teman-teman,
11:33jangan terlalu silau deh melihat tokoh-tokoh aktivis Barat, Eropa ya.
11:38Tiba-tiba sekarang bersuara Free Palestine.
11:41Itu bukan pencapaian.
11:42Itu adalah sinyal paling dasar mereka dikatakan manusia.
11:48Jadi standarnya bukan ketika mereka bicara Free Palestine lalu, oh ini hebat ya.
11:51Enggak. Itu normal.
11:53Melihat genusida separah ini, orang kalau tidak teriak Free Palestine,
11:56pertanyaannya masih manusia gak sih?
11:58Itu yang pertama.
11:59Yang kedua,
12:00kenapa dunia, Barat terutamanya, bisa berubah narasinya kepada Gaza?
12:08Mereka melihat, eh ternyata para pejuang Gaza digempur, dibunuhi keluarganya.
12:14Tapi mereka merawat tawanan-tawanan Israel dengan penuh manusiawi.
12:17Ini kan catatan tambahan.
12:20Jadi singkatnya, saya bilang seperti ini.
12:23Dua tahun genusida terjadi, dua tahun pembantaian terjadi, dua tahun anak-anak Gaza tidak sekolah.
12:28Namun selama dua tahun ini, anak-anak Gaza, komunitas Gaza, mereka menyokalakan kita di luar sini.
12:35Mereka membuat standar baru apa itu arti kemanusiaan, ketegaran, kesabaran.
12:39Wanda sendiri, ketika memutuskan untuk ikut dalam pelayaran ini, pernah berpikir dua kali gak?
12:50Gimana nantinya?
12:51Atau keikut sertaanmu untuk bergabung dengan pelayaran global ini adalah sesuatu pikiran tunggal,
13:01mau kembali one-way ticket atau masih bisa pulang lagi?
13:04It is a one-way ticket.
13:06It is a one-way ticket?
13:07Karena pertama kita meninggalkan keluarga, kita meninggalkan anak-anak keluarga,
13:16dan ketika orang bilang kayak,
13:18Wanda lu, you have four kids.
13:22Terus aku bilang kayak, that's exactly,
13:25exactly karena I'm a mother of four,
13:27karena saya seorang ibu yang saya gak,
13:31kayak kata Ustaz Hussein tadi,
13:32mungkin pengorbanan saya dibandingkan apa yang warga Gaza alami gak,
13:38it's nothing gitu.
13:39Tapi mereka memberikan,
13:42mengkasih lihat keteguhannya,
13:44kesabarannya.
13:45Bayangin,
13:46Rosie,
13:47sebelumnya aku humanitarian aid ke Al-Quds,
13:50sama ke Jordania.
13:52Aku ketemu seorang ibu yang baru satu minggu sampai di Amman,
13:56di Jordania.
13:57anaknya ditembak,
13:58mati kepalanya.
14:00Aku lihat anak perempuannya,
14:04kok pakai sepatunya cuma satu,
14:06dia pakai telana panjang.
14:07Ternyata satu diamputasi,
14:09Rosie.
14:10And then masih ada dua anak lagi yang,
14:13dia cuma bilang,
14:14kita yang datang,
14:16menangis,
14:17gak tertahankan,
14:18dan there's no tears in her eyes,
14:21cuma Alhamdulillah,
14:23Alhamdulillah,
14:23Alhamdulillah gitu.
14:26Gimana kita gak,
14:28kayaknya yang,
14:30oke,
14:31it's only a month gitu,
14:32cuma kalau ini gak dilakukan,
14:36kita seperti monster juga gitu,
14:40yang akhirnya membiarkan genusida itu terjadi terhadap mereka.
14:43Jadi,
14:44sebetulnya aksi ini,
14:45kita pengen,
14:46kita lihat,
14:47we hear you,
14:48we see you,
14:49kita dengar kamu,
14:50kita lihat kamu,
14:51dan kita merasakan,
14:52we feel your pain,
14:53kita juga merasakan,
14:54maybe our government don't,
14:56but we feel your pain,
14:58kayak,
14:58dan gak cuma,
14:59aku satu dunia,
15:01semua demo ini,
15:03terjadi,
15:03gak cuma di negara-negara muslim,
15:06tapi,
15:07satu dunia,
15:08seluruh dunia,
15:09matanya terbuka,
15:10bahwa,
15:10this is,
15:11genocide is going on,
15:12dan kita harus,
15:14men-stop ini,
15:15dan yang bikin aku terharu,
15:16di Global Sumud Flotilla,
15:19half of them,
15:20is not muslim,
15:21dari Spanyol,
15:23dari Itali,
15:24mereka bukan muslim,
15:25tapi mereka gak berpikir,
15:27dua kali,
15:28untuk rebutan,
15:29masuk ke dalam kapal,
15:31yang kita tahu,
15:32resikonya apa,
15:33dengan resiko,
15:34one way ticket,
15:35belum tentu,
15:36bisa pulang kembali,
15:37armada kapal sipil,
15:38dari berbagai negara,
15:39berlayar,
15:40untuk menembus blokade Israel,
15:41di Gaza,
15:43demi menyalurkan,
15:44bantuan kemanusiaan,
15:45Wanda Hamida,
15:45menjadi satu-satunya,
15:46delegasi perempuan,
15:47dari Indonesia,
15:48seperti apa tantangannya,
15:49sebuah gerakan,
15:53dikumandangkan,
15:53untuk mengirimkan,
15:54bantuan kemanusiaan,
15:55dan menyuarakan,
15:56solidaritas global,
15:57bagi rakyat,
15:58Palestina,
15:59Global Sumud Flotilla,
16:00diikuti warga sipil,
16:02dari berbagai negara,
16:03menembus blokade Israel,
16:04di Gaza,
16:04Palestina,
16:06saya masih bersama,
16:06dengan aktivis,
16:07kemanusiaan Gaza,
16:08Muhammad Hussein,
16:08serta relawan,
16:09kemanusiaan Gaza,
16:10Wanda Hamida,
16:11yang menjadi,
16:12satu-satunya,
16:12delegasi perempuan,
16:13dari Indonesia,
16:14yang ikut dalam,
16:15misi kemanusiaan,
16:16Global Sumud Flotilla,
16:17saya mau ke Wanda,
16:20tadi,
16:21saya sudah tanya,
16:22apa akhirnya,
16:22yang mengatakan,
16:23bahwa,
16:23ya,
16:24ini saya mau ikut,
16:25terlepas bawah ini,
16:26tanpa keraguan,
16:27tanpa keraguan,
16:28yakin,
16:29ini bisa jadi,
16:30one way ticket,
16:31jadi,
16:32Wanda,
16:33mungkin bisa,
16:34diceritakan sedikit saja,
16:35supaya,
16:36banyak penonton Rosi,
16:37mendapatkan gambaran,
16:38kamu ke Tunisia dulu,
16:39ke Tunisia,
16:40semua delegasi Indonesia,
16:4233 orang ke Tunisia,
16:43oke,
16:44dan itu dari berbagai negara,
16:45di Tunisia,
16:46oke,
16:47dari situlah yang kemudian bergabung,
16:49dengan,
16:49ratusan aktivis,
16:51kapal voltil lah ini,
16:52oke,
16:53dan,
16:54apa yang terjadi di Tunisia?
16:59daftar dulu,
17:00isi form,
17:01isi form,
17:01di hari pertama,
17:03ke hari kedua,
17:03ketiga, keempat,
17:04kita mulai masuk,
17:05training,
17:07apa yang harus kita lakukan,
17:08apa yang tidak boleh kita lakukan,
17:10dan mereka selalu tekankan,
17:11this is a non-violent movement,
17:13this is a humanitarian aid,
17:15kita membantu,
17:16kita membuka blokade,
17:18Palestina,
17:19dari pengepungan,
17:21ilegal Israel,
17:22selama delapan dekade,
17:23jadi,
17:23sebetulnya,
17:24selain bantuannya,
17:26yang penting,
17:27juga lebih dalam,
17:28membuka pengepungan,
17:29karena selama ini,
17:31kita tahu,
17:31kondisi Palestina,
17:33there's a hundred of borders,
17:35dan Rafah,
17:36suka ditutup,
17:37Jordan juga ditutup,
17:38jadi ini kan konteksnya,
17:38ketika darat sudah ditutup semua,
17:40dikepung semua,
17:41maka laut menjadi salah satu pilihan,
17:43karena salah satu waktu kita global movement,
17:46global march to Gaza,
17:48kita bahkan gak bisa ke checkpoint kan,
17:50jadi kami merasa,
17:51dunia internasional merasa gagal,
17:53lewat darat,
17:54karena,
17:55begitu kejamnya,
17:57pemerintah Mesir,
17:58LCC pada saat ini,
18:00masih,
18:01masih LCC,
18:02jadi kita ngerasa gak bisa,
18:03lewat darat ini udah,
18:04it's impossible,
18:05karena kita udah coba,
18:07dan kita,
18:08habis,
18:09ya kalau Rosilia,
18:10to global march to Gaza,
18:12turun pesawat,
18:13mereka disuruh balik lagi,
18:14kalau kami,
18:15kami dikepung,
18:16di hotel kami,
18:17dan kami diperintah,
18:18untuk tidak keluar dari Cairo,
18:19secara langsung,
18:20oleh polisinya,
18:21kalau kalian berani keluar dari Cairo,
18:23kalian akan ditangkap,
18:26gitu,
18:26itu udah depan muka aku,
18:28mereka ngomong begitu,
18:29jadi,
18:29dan ketika di checkpoint,
18:31ada aktivis yang satu,
18:32dua berhasil masuk checkpoint,
18:34itu kan bentrokan ya,
18:35dihabisi juga di checkpoint,
18:37dan itu warga negara dunia,
18:39warga negara Mesirnya sendiri,
18:41gak berani turun,
18:42karena ancamannya,
18:44penjara dan pembunuhan,
18:45dan penculikan,
18:45oleh pemerintah Mesir,
18:48fasis militer Mesir.
18:50Waktu di Tunisia ini,
18:51semua aktivis ada di situ,
18:53untuk kemudian,
18:54bisa ikut berlayar,
18:56dengan membawa bantuan kemanusiaan itu kan?
18:58Betul,
18:58tapi ya itu idenya,
19:00membuka blokade,
19:01pengepungan ilegal Israel.
19:03Pernah terpikir gak nanti kapalnya,
19:05bentuknya seperti apa,
19:06bentuknya seperti apa,
19:07berapa hari akan di sana.
19:10Semuanya jauh dari bayangan saya,
19:13karena,
19:13aku pikir ya,
19:15oke lah kondisi kapalnya,
19:17baik-baik aja,
19:21ternyata,
19:22banyak kondisi kapal yang tidak baik juga,
19:24dan salah satu,
19:25kondisi kapal yang tidak baik,
19:26yang aku dapatkan ya kapal,
19:27kapal Kayser ini,
19:28kapal yang aku naiki dari Tunisia,
19:30kapal yang lumayan cukup tua,
19:32dan,
19:33tapi kan gak ada pilihan lain,
19:35karena,
19:35aku menunggu,
19:36lama di pelabuhan,
19:37untuk berangkat,
19:39ke Gaza,
19:40dan gak ada pilihan,
19:41kamu naik kapal itu,
19:42atau kamu gak naik sama sekali.
19:44Jadi,
19:45pokoknya ada kapal,
19:46langsung mau berangkat.
19:46Ada kapal,
19:47langsung berangkat,
19:48apapun,
19:49bagaimanapun,
19:49kondisi kapal tersebut,
19:50gitu.
19:51Dan memang benar,
19:52ketika berangkat,
19:53jam 11 malam,
19:55kondisi kapal memang udah,
19:5611 malam itu diputuskan bisa naik kapal?
20:00Iya.
20:01Untuk yang memang rencananya mau ke Gaza?
20:03Yes.
20:04Itu kapal udah miring ke kiri,
20:06karena selain ada bantuan,
20:08ada tas-tas kita,
20:10ada,
20:11apa namanya,
20:13bahan bakar di atas kapal kita,
20:15yang cukup berat,
20:16dan,
20:17ketika jam 3 pagi,
20:20kapal mengalami menabrak harang,
20:22dan ombak cukup besar,
20:24cadangan bahan bakar kita jatuh ke laut,
20:29tanpa bisa kita selamatkan.
20:31Gitu,
20:32jadi,
20:33gak menyangka akan,
20:36secobaannya akan,
20:38seberat dan sedasyat itu,
20:40tapi,
20:41tapi gak apa-apa,
20:42nobody is complain,
20:43karena,
20:45apapun untuk Gaza,
20:46gitu,
20:47jadi kondisi apapun,
20:48kita akan tetap berangkat,
20:50sehingga kita stranded di Kiblia,
20:53masih kota di Tunisia,
20:54dan kita harus,
20:56bermalam lagi di Kiblia,
20:57karena kapal,
20:59mesti isi bahan bakar,
21:00mesti ada yang dibetulin,
21:03gitu,
21:03tapi,
21:04gimana ya,
21:04karena tujuannya Gaza,
21:06gak menyurutkan semangat kami sama sekali,
21:07dan di Tunisia itu,
21:09rakyatnya,
21:10ketika kita tahu,
21:11mau ke global sumut flotila,
21:12kita akan ke Gaza,
21:13mereka menyambut kita dengan suka cita,
21:16nyalain lagu-lagu Palestina,
21:18meneriakan,
21:19yel-yel free Palestine,
21:21bahkan memberikan,
21:22apa yang mereka berikan,
21:23itu mereka berikan,
21:24memberikan kita kopi gratis,
21:26naik gratis,
21:26menarik ya,
21:27karena bisa dibilang sama sekali,
21:28gak kenal satu sama lain,
21:30yang memperkenalkan,
21:31atau menyatukan itu,
21:32adalah pertolongan kemanusiaan untuk Gaza,
21:34iya betul,
21:35padahal bisa dibilang,
21:36itu orang-orang yang benar-benar asing,
21:37satu sama lain,
21:38betul,
21:39dan di kapal,
21:41Bu Andenis,
21:41sebelas orang,
21:42laki-laki,
21:43laki-laki,
21:43sendirian,
21:44dan yang lain,
21:45latar belakangnya itu,
21:46tadi bilang dari Spanyol,
21:47Italia,
21:48iya,
21:48dari Tunisia,
21:50Algeria,
21:51dari Maroko,
21:52dari Oman,
21:53dari Bahrain,
21:53dari Turki,
21:54gitu,
21:56ya aku,
21:56ada kondisi satu,
21:57aku gak bisa bahasa Arab,
21:59tapi ada beberapa orang,
22:00yang bisa bahasa Inggris,
22:01jadi aku selalu minta,
22:03mereka translate,
22:04dan mereka sangat menghormati,
22:06perempuan,
22:07gitu,
22:07mungkin karena aku juga,
22:08satu-satunya selalu diperhatikan,
22:11gitu,
22:12tapi kondisi kapal,
22:12ya gitu,
22:13saking sempitnya,
22:14aku tuh sampai kakiku harus dilipat,
22:17gitu,
22:17aku gak bisa menyelonjorkan kaki,
22:19satu-satu aku bisa menyelonjorkan kaki,
22:21itu kalau aku tidurnya di deck kapal,
22:24yang pakai sleeping bag,
22:25ya itu satu-satunya,
22:26aku bisa menyelonjorkan kaki,
22:30gitu,
22:30jadi,
22:31tapi gak apa-apa,
22:32karena I love being in the boat.
22:34Ini visual,
22:35ini bisa kasih tau gak Wan?
22:37Nah ini akhirnya,
22:39ini sedih banget,
22:40karena akhirnya mereka tahu,
22:42aku menunggu berhari-hari untuk dapat kapal,
22:44dan ketika aku dapat kapal,
22:46mereka ikut nangis karena terharu,
22:48gitu,
22:49jadi setiap yang berangkat naik kapal,
22:51semuanya tuh di,
22:53kayak ada,
22:55ada pelepasan, gitu,
22:57dari semua aktivis,
23:00siapapun yang berangkat ke Gaza,
23:01mereka,
23:02mereka,
23:03mereka,
23:04kawal dengan sukacita,
23:07gitu,
23:08menitipkan,
23:09menitipkan,
23:10menitipkan harapan,
23:11harapannya,
23:12waktu mau berangkat,
23:14itu Greta Thunberg,
23:16kan mau berangkat,
23:17udah duluan,
23:18dan cerita Greta itu kan,
23:20cerita yang juga sangat,
23:22luar biasa,
23:23dia kapalnya,
23:25ditangkap,
23:26dia sendiri mendapat perlakuan,
23:28yang sangat tidak menyenangkan,
23:29diikat,
23:29dan dipaksa untuk mencium,
23:30bendera Israel,
23:33Greta duluan kan sebenarnya,
23:35Greta,
23:35iya,
23:37kan ketika di intercept,
23:38itu ketika di,
23:39atau itu sebenarnya pada saat itu,
23:41kalian berada di samudera yang sama,
23:42enggak,
23:43kita,
23:44gini,
23:45jadi ceritanya,
23:46aku,
23:47dari Tunisia,
23:48aku berangkat,
23:49paginya dari Kiblia,
23:50aku sampai di Porto Palo,
23:53Italia,
23:55nah di situ,
23:55di Porto Palo itu,
23:57udah banyak kapal-kapal yang rusak,
23:58kira-kira ada 10 kapal yang rusak,
24:00termaksud,
24:01Kesar ini,
24:03gitu,
24:03dan aku ketemu,
24:04dari Indonesia,
24:06satu lagi,
24:06namanya Fatur,
24:07dari AXA Working Group,
24:09dia juga,
24:10dia kapalnya,
24:11gak apa-apa,
24:11tapi kapten kapalnya,
24:13kabur,
24:14jadi banyak permasalahan,
24:16yang memang,
24:17dinamikanya sangat,
24:18sangat besar,
24:19dan kita menunggu lagi,
24:20di Porto Palo,
24:22lama sekali,
24:23sehingga kita harus tidur,
24:24di,
24:26pinggir-pinggir pelabuhan,
24:27kan kita gak punya,
24:28visa Schengen ya.
24:29Maksud pertanyaanku adalah,
24:30ketika seorang Greta saja,
24:32yang namanya mendunia,
24:33ikon internasional,
24:35untuk,
24:35untuk environmental,
24:39keadilan sosial,
24:40dia diperlakukan,
24:43dengan cara yang sangat,
24:44luar biasa,
24:45saya bisa bilang,
24:47wah,
24:48dia,
24:48savage sekali,
24:50dan dia diikat,
24:51dan dipaksa,
24:52untuk melakukan,
24:52mencium bendera Israel,
24:54gitu.
24:56Pertanyaan saya,
24:57itu udah kedengeran duluan gak?
24:59Kenapa saya nanyain ini?
25:00Karena,
25:00jadi gini,
25:01Greta aja digituin,
25:02jangan-jangan,
25:04kami bisa mendapat perlawan,
25:05yang jauh lebih,
25:06tidak manusiawi.
25:07Apakah yang,
25:07terjadi pada Greta itu,
25:09tidak menyurutkan,
25:10Wanda?
25:11Enggak.
25:14I wish that,
25:15kalau bisa berharap,
25:17ketika di Sicilia,
25:18kita melihat teman-teman,
25:21yang di intercept,
25:22di Sandra,
25:23ditangkap,
25:25kita nangis,
25:25karena,
25:26mestinya kita ada di situ.
25:27Oh.
25:29We all cried,
25:30like,
25:30kita,
25:31kita 24 jam,
25:32kita pasang,
25:33Global Sumut Flotila,
25:34karena kita bisa lihat secara live,
25:36kan,
25:36bagaimana cara mereka meng intercept,
25:39we stay late,
25:40sampai kita gak tidur,
25:41untuk,
25:42kita nangis,
25:43karena,
25:44bukan karena melihat,
25:45mereka ditangkap,
25:46tapi karena kita,
25:47mestinya ada di situ.
25:51Membersamai Palestina.
25:53Kamu,
25:53gini,
25:54kenapa hatimu,
25:56dan teman-teman aktivis lainnya,
25:57dari belahan dunia itu,
25:58merasa bahwa,
25:59harusnya kita juga ada di situ.
26:01Ya,
26:01karena memang kita harusnya,
26:02ada di situ,
26:03kalau kapal kita bisa berlayar,
26:04dan gak rusak.
26:06Dan kayak,
26:07gimana ya,
26:08kayak ngerasain bahwa,
26:10membersamai Palestina,
26:12kita juga,
26:15ingin ngerasain penderita,
26:16setitik ya,
26:18setitik,
26:19penderitaan rakyat Palestina.
26:22gitu.
26:23Jadi,
26:23kita mau,
26:25Palestina merasa,
26:26rakyat Palestina merasa,
26:27you are not alone,
26:28dan kita masyarakat dunia,
26:31ini semua melek,
26:32and we have our love,
26:35our sympathy,
26:36our empathy for you,
26:37and this is what we do for you.
26:39Kita ingin bersama Palestina,
26:40untuk mereka gak merasa,
26:42sendirian.
26:44Makanya ketika,
26:45dengan seluruh cuaca,
26:47bayangin kalau kita ngeliat,
26:49Greta digituin,
26:52bayangin gak,
26:52Palestina diapain,
26:54diculik,
26:56direp,
26:56dimakan sama anjing,
26:58disiksa,
26:59dimutilasi,
27:00dilaparkan berbulan-bulan,
27:02lihat yang keluar dari penjara kemarin,
27:04kondisinya,
27:05mental dan fisiknya,
27:07hancur,
27:08sehancur-hancurnya,
27:09tapi mereka tetap sabar,
27:11dan mereka gak pantang menyerah.
27:15Tadi,
27:16Wanda sudah cerita soal pengalamannya,
27:19ikut dalam pelayaran kemanusiaan,
27:20Global Smooth Flotilla,
27:23itu,
27:23kalau mereka mau ikutan,
27:26dalam pelayaran global,
27:27kemanusiaan,
27:28untuk membawa bantuan kemanusiaan,
27:30untuk Gaza ini,
27:30itu sebenarnya,
27:32negara mana saja,
27:34atau kota mana saja,
27:35yang bisa menjadi meeting point.
27:36Kan,
27:36perginya tetap sendiri-sendiri dong,
27:38Wanda ke Tunisia,
27:39yang lain bisa ke negara lain.
27:41Mana saja sih itu?
27:43Pertama,
27:44Itali,
27:45Spanyol,
27:46Tunisia,
27:47Yunani,
27:48kemudian,
27:49Turki,
27:50kemudian,
27:50Libya.
27:51Jadi,
27:51masing-masing individual,
27:53itu datang ke masing-masing tempat meeting point.
27:56Sebetulnya,
27:56ada,
27:57ada sering komitinya,
27:58sudah terorganis,
27:59jadi,
27:59jadi,
28:00waktunya tuh,
28:01oke,
28:01sampai sini,
28:02tanggal segini ya,
28:03dari yang berangkat dari Itali,
28:05nanti kita ketemu di sini ya,
28:06gitu.
28:07Tapi,
28:07tidak semua orang,
28:08itu berapa sih jumlahnya?
28:09Banyak nggak?
28:10Sebetulnya,
28:12proyeknya tuh seribu orang.
28:13Seribu orang?
28:14Ya,
28:1580 kapal.
28:16Banyak banget.
28:1780 kapal,
28:18ya.
28:18Dan ini hebatnya apa?
28:20Mendadak.
28:21idenya,
28:22baru dicetuskan di Tunisia,
28:25tanggal 22 Juni.
28:27Perlayaran,
28:29tanggal September,
28:314 September harusnya kan ya.
28:32Juni,
28:33Juli,
28:33Agustus,
28:34September,
28:34tiga bulan.
28:35Dalam tiga bulan tuh,
28:36mereka,
28:36patungan beli kapal yuk,
28:39beli kapal yuk cari kapten yuk,
28:41kemudian pendaftaran yuk.
28:42Indonesia pun kirim lima kapal di situ.
28:45Memang serba mendadak.
28:46Menyumbang kapal lah gitu kan?
28:47Menyumbang kapal.
28:49Dan yang datang itu bisa sampai seribu orang?
28:52Memang yang daftar tuh lebih dari seribu orang sebetulnya.
28:54Dan mereka bilang,
28:56yang daftar,
28:57aku baca di Global Summit Votila,
28:5833 ribu.
29:00Apa?
29:00Yang daftar.
29:01Yang daftar.
29:02Yang mau ikut berlayar.
29:04Ya,
29:04cuman yang akhirnya sebetulnya lulus seleksi itu sekitar seribu ya.
29:07Apa aja sih yang diseleksi?
29:09Ada namanya itu fitting ya.
29:11Fetting,
29:12fitting.
29:12Jadi,
29:13macem-macem lah track recordnya.
29:16Pokoknya,
29:16karena ini non-violence movement,
29:19jadi dicek banget jangan sampai orang ini misalnya pernah karena kasus hukum misalnya kan.
29:24Kemudian juga dari segi jasmannya juga dipertimbangkan.
29:27Kemudian pengalamannya.
29:28Banyak sekali pertimbang-pertimbangannya.
29:31Dan uniknya Mbak Rosi,
29:32saya mau sedikit ceritakan pengorbanan mereka oleh orang Eropa ya.
29:36Itu mereka cerita ke saya.
29:37Tahu gak,
29:38saya demi ikut aksi ini,
29:40movement ini,
29:41saya dipecat dari perusahaan saya.
29:43Ada yang bilang,
29:43kalau saya menarik diri,
29:44saya resign.
29:45Jadi memang karena mereka ini orang Eropa,
29:48karena mereka orang Eropa ya,
29:49dan mereka punya hubungan diplomatik dengan Israel,
29:52itu mereka sudah,
29:54lebih baik saya pengangguran,
29:55daripada saya harus nontonin orang genosida,
29:58yang dibunuhi,
29:59lebih baik saya naik kapal.
30:00Itu benar-benar pengorbanan besar mereka.
30:03Beneran kalau ditanya,
30:06Wanda kapan pulang?
30:07Gak tahu.
30:08Wanda kapan pergi?
30:09Gak tahu.
30:09Itu pertanyaan yang gak pernah bisa saya jawab.
30:12Jadi dalam konteks Wanda,
30:13nunggu di Tunisia itu juga antara pergi,
30:16gak pergi,
30:16pergi, gak pergi.
30:17Saya tidak tahu kapan saya pergi,
30:17saya tidak tahu kapan saya pulang.
30:19Tapi kan,
30:19orang yang bekerja,
30:21kan gak mungkin bisa,
30:22saya gak tahu kapan saya pulang.
30:24Kamu mau cuti berapa lama,
30:25kan gak mungkin.
30:26Jadi once we go to Gaza,
30:29ya beneran bahwa pekerjaan dan keluarga,
30:34kita sudah harus tinggalkan pada saat itu.
30:37Pada waktu,
30:39ya tadi kan,
30:41mengisi form,
30:42lalu tadi,
30:43latihan training,
30:44latihan training,
30:46itu apa aja yang dilatih?
30:48Pertama,
30:48tadi ide,
30:50bahwa ini adalah non-balance.
30:52Jadi sampai kita bicara teknis,
30:53nanti kalau kita di intercept,
30:55posisi tangan,
30:57jangan dalam kantong.
30:58Oh, I see.
30:58Nah,
30:59jadi bener-bener.
31:00Jadi kondisi-kondisi itu sudah diprojeksikan,
31:02dan langsung di share.
31:03Kalau misalnya di intercept,
31:04atau di hadang,
31:05diserang misalnya,
31:06gitu kan.
31:07Posisi tangan.
31:07Apa yang dibawa,
31:09jangan bawa HP utama kalian,
31:11bawa burner phone namanya,
31:12HP murah yang,
31:13kalau intercept langsung dibuang ke laut.
31:16Karena jangan sampai HP-HP kita ini,
31:19dijarah oleh Israel,
31:21nanti data-datanya,
31:22akan terekspos semua.
31:24Sampai ke situ.
31:25Tapi ke situ.
31:26Jadi bener-bener,
31:28berdasarkan pengalaman sebelumnya,
31:30kita semua dipersiapkan untuk.
31:32Jadi pilihan-pilihan apa,
31:34yang diberikan pada Wanda,
31:36misalnya cerita,
31:37atau Bung Hussein,
31:39ketika memang mau,
31:40diupayakan untuk masuk ke Gaza,
31:42membawa bantuan kemanusiaan dengan kapal ini,
31:44pilihan-pilihan apa sebenarnya yang dimiliki,
31:46oleh setiap aktivis itu?
31:48Satu,
31:48kalau ditangkap,
31:49di intercept,
31:50dihadang,
31:50itu ditangkep dong pasti.
31:51Ya.
31:52Oke.
31:52Kedua kalau?
31:54Kalau tertembak.
31:55Oh, oke.
31:56Sampai ke situ ya.
31:56Ya, karena kan pernah terjadi,
31:58film marah-marah berapa yang dibunuh?
32:00Banyak gitu.
32:00Sembilan orang dibunuh.
32:01Sembilan orang.
32:03Terus,
32:04ya biasanya kalau kita ditangkap.
32:07Satu,
32:07dihadang,
32:08dikepung,
32:09ditangkep.
32:10Diculik,
32:10kan tangkep ya.
32:11Diculik.
32:12Karena yang ilegal mereka,
32:13bukan kita.
32:14Iya.
32:15Kedua,
32:16kondisi yang paling,
32:17paling berat yaitu,
32:20dibunuh.
32:21Dibunuh.
32:22Oke.
32:22Dua lagi apa?
32:23Di penjara.
32:24Penjara?
32:25Oke.
32:26Di penjara itu kan gini,
32:28misalnya ada,
32:29kalau ketika ditangkap,
32:30ada yang harus ditandatangani,
32:31mereka bisa segera dideportasi.
32:33Tapi kalau Rosy lihat,
32:34kemarin ada beberapa orang
32:36yang tidak mau menandatangani
32:38dan mereka memilih untuk dipenjara,
32:39kemudian melakukan hunger strike.
32:42Seperti Tiago ya?
32:43Iya.
32:45Maksudnya apa tuh?
32:47Mereka memilih,
32:48nggak mau dideportasi,
32:49mereka memilih stay di dalam penjara.
32:52Ada pilihan itu juga?
32:53Karena gerakan ini legal.
32:56Gerakan global,
32:57sumber-sumber-sumber ini
32:58dilindungi oleh hukum internasional.
33:00Jadi nggak pilih saya dideportasi.
33:01Saya bukan penghuni ilegal,
33:04saya bukan imigran ilegal.
33:06Saya mau masuk ke Gaza,
33:08membawa bantuan kemanusiaan,
33:09kenapa saya harus di deportasi?
33:10Ya, gitu.
33:12Tapi ada yang memilih,
33:13nggak mau di deportasi,
33:14mau milih di penjara.
33:15Iya, ada.
33:16Dan melakukan hunger strike,
33:17waktu itu ada senator dari Pakistan
33:19dan beberapa orang yang...
33:22Wow.
33:23Apa pilihan lain lagi?
33:25Ya, pilihan terbaik ya,
33:26bisa masuk ke Gaza.
33:27Bisa sampai ke Gaza.
33:28Dari semua pelayaran,
33:30saya tahu bahwa pelayaran ini,
33:32pelayaran kemanusiaan ini sudah ada
33:34sejak tahun 2008-2009.
33:38Sehingga kapal-kapal itu bisa menembus
33:39atau masuk ke Gaza.
33:40Tapi kan kita bicara dalam konteks
33:42dua tahun ini ketika Gaza itu
33:45benar-benar sebagai
33:46menjadi beladang pembunuhan
33:48yang luar biasa.
33:50Apakah dari semua upaya,
33:52ikhtiar baik kemanusiaan ini,
33:54karena darat tidak bisa dilalui,
33:58maka laut menjadi pilihannya,
33:59apakah sudah ada satu kapal
34:01yang bisa mendekat
34:02dan memberikan bantuan ke Gaza?
34:05Nggak ada.
34:06Paling dekat itu kan kapal marinit ya,
34:09hampir nyampe,
34:10tapi ya di intercept juga.
34:12Jadi belum ada satu.
34:13Kepala dekat cuma 7 mil dari Gaza kemarin.
34:17Apakah itu melemahkan hati kalian?
34:19Nggak dong, lebih semangat lagi.
34:21Pengen datang lebih banyak lagi.
34:24Pengen datang,
34:26kalau bisa kita datang dengan seribu kapal,
34:29dengan seratus ribu pejuang
34:31untuk stop genocide ini.
34:34Selama genocide masih berlangsung,
34:37kita sivil mesti melakukan sesuatu.
34:39Paling nggak ini menjadi,
34:41membuat mata dunia lebih terbuka gitu,
34:44bahwa actually this is
34:45bukan tugasnya warga sipil.
34:48Actually ini tugasnya pemerintah
34:50menghentikan pemerintah negara,
34:52negara, semua negara
34:53menghentikan melucuti senjata,
34:56melindungi rakyat Palestina,
34:58kemudian melucuti senjata Israel.
35:01Zionis ini harus ditiadakan
35:03dari muka bumi dunia
35:05supaya dunia bisa menjadi
35:07a better place to live
35:08without a Zionis.
35:10coba saya sudah harus jodah,
35:13tapi saya masih ingin mendengar
35:14bentuk intercept seperti apa,
35:17penghadangan, penyerangan,
35:19yang dialami oleh puluhan kapal-kapal
35:21yang selama ini berusaha menembus Gaza
35:23sehingga balik lagi atau nggak bisa masuk.
35:25Seperti apa?
35:27Jadi gini, step by stepnya ya,
35:29pertama ada negosiasi.
35:31Ketika kapal-kapal ini sudah memasuki yellow zone,
35:34biasanya ada teguran,
35:36atau ada pantauan dari drone.
35:39Kalau tidak berhenti,
35:40masuk ke red zone.
35:41Red zone di sini lah,
35:42mulai ada pengaruh suara,
35:44kemudian radio,
35:46nanti negosiasi di situ.
35:47Berhenti, kembali.
35:49Nanti kata kaptennya,
35:50oh nggak bisa kembali,
35:51kami di perayaan internasional,
35:52kami menuju Gaza,
35:53kami dilindungi oleh undang-undang internasional,
35:55kami membantuan.
35:57Akhirnya Zionis karena itu hanya formalitas ya,
35:59akhirnya mereka mengirimkan kapal-kapal
36:01namanya Shatayet,
36:02Satuan Khusus Komandos Israel,
36:04Shatayet ada sekitar,
36:05di angkatan lautnya,
36:06sekitar 20 kapal mendatangi,
36:09dan mereka mulai mengepung kapal-kapal utama,
36:12tenteranya masuk dengan membawa senjata
36:15dan atribut militer lengkap,
36:17sambil mengintimidasi,
36:19sambil mengancam,
36:20lalu mulai kapal-kapal itu
36:22dikosongkan dari penumpangnya,
36:24diculik ke kapal yang lain,
36:27kapten-kapalnya dipaksa untuk merapat
36:29ke asidat pelabuhannya Israel.
36:32Semua satu persatu.
36:33Makanya proses intercept hari itu,
36:35itu berjalan selama 12 jam.
36:38Nggak sejam dua jam,
36:39dari jam 8 malam sampai,
36:41lebih 12 jam ya,
36:42sampai jam 12 siang.
36:43Terus proses intercept satu persatu.
36:46Disisir semua tuh satu-satu ya?
36:47Disisir,
36:48sampai semua akhirnya dipaksa
36:49untuk ke pelabuhan Zionis Israel,
36:52lalu semua dikumpulkan,
36:54dan kita lihat ketika dikumpulkan,
36:56kan dibully kan?
36:58Dibully oleh smart rich itu ya,
36:59bukan smart rich,
37:00Ben Gavir.
37:01Ben Gavir.
37:01Kalian itu adalah teroris,
37:03kalian perusak.
37:0447 negara itu yang hadir itu.
37:07Benar-benar,
37:09ini cara mereka untuk membebukkan.
37:12Melemahkan.
37:13Enggak nih,
37:13saya bicara 47 negara ini ya.
37:15Kenapa sih lewat laut?
37:17Jadi mereka ingin face to face
37:18langsung dengan Israel.
37:19Karena kalau lewat darat,
37:21yang ketemu ya,
37:22Jordan,
37:23Mesir,
37:24tapi lewat laut,
37:25mereka bisa face to face,
37:25dan kenapa 47 negara?
37:28Mereka ingin membuka mata dunia.
37:29Kalian kan cuma dengar katanya-katanya.
37:31Setanda 47 negara,
37:32aktivis yang ikut dalam global flotila ini kan?
37:35Ada 47 negara yang ikut.
37:37Jadi masing-masing negara itu ingin,
37:38masing-masing aktivis itu ingin memberikan pesan.
37:41Nih,
37:42buktinya ya bahwa,
37:43bukan hanya Palestina yang menjadi korban,
37:44kita jadi korban loh.
37:46Datanglah itu perwakilan dari negara-negara
37:48untuk melihat langsung bagaimana perlakuan.
37:49Jadi para aktivis dari berbagai negara ini,
37:5147 negara ini,
37:52ingin memperlihatkan
37:53bagaimana pengalaman mereka
37:55berhadapan dengan tentara Israel.
37:56Dan bagaimana jahatnya Israel.
37:58Makanya,
37:59prinsip kita gini,
38:00kalau kita sampai ke Gaza,
38:02kapal-kapal kita sampai ke Gaza,
38:03maka congratulations,
38:04kita berhasil memecah blokade Gaza.
38:07Namun,
38:07kalaupun kapal-kapal kita tidak sampai ke Gaza,
38:10paling tidak kita sudah berhasil
38:11memecah kebisuan dunia.
38:14Malam hari ini kita bercerita
38:15tentang bagaimana gerakan kemanusiaan seluruh dunia
38:19untuk mau memberikan bantuan kemanusiaan
38:23ketika darat di blokade atau ditutup,
38:25maka laut menjadi pilihannya.
38:27Ada Wanda Hamida di sini,
38:28dan juga ada Mas Hussein,
38:31Muhammad Hussein.
38:32kan saya agak sedikit confused,
38:37tolong Wanda klarifikasi di sini.
38:40Kan yang ikut banyak tuh ya,
38:41saya juga dengar banyak,
38:44beberapa orang Indonesia juga banyak.
38:46Tapi kenapa Wanda selalu di media
38:47dibilang sebagai satu-satunya
38:49delegasi perempuan ya?
38:50Kan banyak yang ikut.
38:51Ya, karena waktu itu kan kita 33 orang.
38:55Diputuskan, kemudian menarik diri.
38:57Tapi ya aku tetap
38:59pengen ikut terus.
39:01Menarik diri maksudnya apa?
39:03Jadi pada saat itu,
39:07ya karena satu dan lain hal,
39:09mungkin dinamika yang sangat cair di lapangan,
39:13ketidakpastian kapal yang tersedia
39:16untuk para partisipan,
39:18mungkin nanti usah-usah bisa menerangkan.
39:21Tapi ya aku ketika diputuskan mundur,
39:24aku pengen coba terus sampai akhir.
39:28Oh jadi memang banyak yang berangkat kan?
39:30Karena saya lihat kan banyak liputannya itu.
39:32Oh tetapi sampai di Tunisia
39:34memilih untuk balik gitu.
39:37Ya gini, jadi kita paham bahwa
39:40yang paling utama bukan ketanai kapal,
39:42tapi kesuksesan misi ini.
39:45Saat itu bayangkan,
39:47sudah banyak aktivis-aktivis Eropa,
39:49dari Itali, dari Spanyol,
39:52merapat ke Tunisia,
39:53mereka sudah meninggalkan semuanya loh.
39:55Pekerjaan mereka tinggalkan.
39:57Bahkan sudah ada yang di ancam oleh pemerintahnya.
39:59Kamu siap menjara loh tulang dari situ.
40:01Masa bodoh.
40:02Sampai ke Tunisia,
40:04kapal-kapal mereka ini rusak dalam perjalanan.
40:07Dengan semua pengorbanan yang sudah mereka ambil,
40:10maka mereka harus kembali.
40:12Maka kita sebagai warga Indonesia,
40:14kita juga paham,
40:15kita paham.
40:16Keberadaan kita,
40:17warga Indonesia,
40:18itu tidak sekuat keberadaan
40:19orang-orang kulit putih di atas kapal-kapal itu.
40:21Secara politik ya.
40:22Karena mereka untuk menekan pemerintah
40:24yang punya diplomatik dengan Israel,
40:27maka dari itu kita memutuskan,
40:29oke deh,
40:30daripada tekanan-tekanan
40:32dan ada konflik horizontal
40:34di tengah-tengah aktivis itu
40:35dan mereka sudah berkorban.
40:38Sudah konflik horizontal apa?
40:40Antara teman-teman aktivis,
40:42jadi kan dari banyak aktivis yang sampai ke Tunisia,
40:44itu banyak kapal-kapal yang rusak.
40:46Jadi ada perubutan,
40:47akan ada reduksi di situ.
40:48Redusi aktivis.
40:50Oke, kalian tidak ikut.
40:51Kenapa saya yang dikeluarkan?
40:52Karena banyak sekali kan?
40:53Banyak sekali.
40:53Makanya kita memilih,
40:55oke di Indonesia,
40:56kita tidak apa-apa,
40:57kita serahkan bangku-bangku kita untuk mereka.
41:00Sekali lagi,
41:01karena posisi kita secara politik
41:03dalam kapal itu,
41:04itu tidak sekuat orang kulit putih.
41:06Makanya oke.
41:07Tapi kalau hatinya untuk Gaza,
41:09kenapa harus menyerah?
41:10Kita bukan menyerah.
41:11Semua kita pengen.
41:11Atau mengalah?
41:12Nah, itu tepatnya.
41:14Karena kita melihat
41:15teman-teman steering committee ini,
41:17kewalahan.
41:18Ini tidak ada yang mengalah ini.
41:19Semua mau naik kapal semua ini.
41:21Nah, akhirnya kita membantu
41:23agar misi ini sukses.
41:24Maka kita bilang,
41:25silahkan,
41:26kursi kami.
41:28Kalian ambil.
41:29Jadi dari 33,
41:31orang Indonesia
41:32yang ikut dalam pelayaran Vautila kemarin,
41:3533 itu,
41:36akhirnya memilih untuk pulang.
41:38Menyerahkan.
41:39Kita tidak pulang.
41:40Mengalah.
41:41Kita tidak pulang.
41:42Supaya kursi kapal itu
41:43diserahkan kepada aktivis negara lain.
41:45Yang lebih strategik.
41:47Posisinya secara politik.
41:49Karena mereka orang-orang kulit putih kan.
41:51Namun, kita semua komitmen.
41:52Kita menunggu sampai akhir.
41:54Kalau ada kursi yang ternyata available,
41:56kita naik.
41:57Itulah kenapa akhirnya Mbak Wanda naik.
41:59Saya naik.
42:00Fatur naik.
42:01Karena kami bukan,
42:02bukan kita tidak naik.
42:03Karena kita tidak mau.
42:04Kita mau.
42:05Tapi kita melihat
42:06misi ini
42:07sebagai satu kesatuan.
42:09Ini bukanlah misi Indonesia loh.
42:11Di situ ada misi
42:12Itali,
42:13Spanyol,
42:14Tunisia,
42:14Al-Jazeera.
42:15Kita mempentingkan
42:17suksesnya misi secara umum
42:19daripada
42:20perorangan.
42:21Untuk Wanda,
42:22mengapa mengalah
42:23dalam tanda kutip
42:24tidak jadi pilihan?
42:27Karena buat aku
42:28perjuangan ini
42:29tidak bisa diwakilin.
42:31Perjuangan,
42:32gini,
42:32kalau aku merasa
42:33bahwa
42:34ini perjuangan
42:37akhirat juga
42:38gitu ya
42:38membela gaza
42:39ini kan perjuangan
42:40akhirat juga
42:41dan itu
42:42tidak bisa diwakili.
42:43Kalau kita
42:44urusan dunia
42:45misalnya
42:46aku punya mobil,
42:47aku punya rumah,
42:48aku punya ros,
42:50aku punya tiket konsert,
42:51I give it to you,
42:53it's okay.
42:54But this is
42:55my ticket to
42:56for me,
42:58this is my ticket to Janna.
43:00Jadi
43:00ini perjuangan
43:02yang harus
43:03aku lakukan
43:05dan
43:06rasakan
43:07dan aku lakukan
43:08sendiri.
43:08Jadi kamu
43:09memilih untuk
43:10tidak mengalah
43:10untuk pulang
43:12karena kamu
43:13masih ingin
43:13mencoba terus
43:14masuk ke Gaza
43:15membawa
43:16bantuan kemanusiaan.
43:17Karena nanti
43:18yang ditanya adalah
43:19Wanda Hamidah
43:20kamu di mana
43:22ketika
43:22Genosida terjadi?
43:25Jadi
43:25aku memilih
43:27untuk
43:27bertahan.
43:28Sendirian berarti?
43:29Bertahan ya?
43:30Oke dengan
43:31aktivis yang lain.
43:32Kalau dari Indonesia
43:33ya sendirian.
43:35Tapi ada banyak
43:35aktivis yang lain
43:37di saat
43:38teman-teman
43:39mengundurkan diri
43:40aku
43:40tetap berjuang
43:42sampai
43:43prinsipku adalah
43:44tetap berjuang
43:45sampai perahu
43:46terakhir
43:47benar-benar
43:48meninggalkan
43:48Tunisia
43:49dengan
43:50atau tanpa
43:51saya.
43:52Ya Alhamdulillah
43:53dengan saya.
43:54Karena kamu
43:54masih tetap punya
43:55harapan ada kapal
43:56yang bisa membawa
43:57kamu ke Gaza
43:57dengan bantuan
43:58kemanusiaan itu.
44:00Pilihannya itu.
44:01Sampai
44:02sampai titik
44:04keringat terakhir.
44:05Ya betul.
44:06Dan sampai dapat
44:06kapal Kaser
44:07oke nih aku
44:08lihat ini
44:09kayaknya
44:09tapi gak apa-apa
44:10yaudah Bismillah
44:11naik.
44:13Terus apa yang terjadi?
44:15Ya dengan
44:15segala
44:16dengan segala
44:17perjuangan ya
44:18bahwa
44:18kapalnya
44:19kelebihan
44:20menabrak
44:21sekarang
44:21ombak yang
44:23kapalnya bocor
44:24bocor
44:25aku belum cerita
44:26kapal itu bocor
44:27di tengah
44:27jadi ketika dari
44:29Sicilia
44:29mau berangkat
44:31ke Yunani
44:33kapal itu bocor
44:34di tengah-tengah
44:35ya kemudian
44:38Alhamdulillah
44:39bisa balik lagi
44:39tapi ya kita harus
44:40siap-siap juga
44:41kalau kapal
44:42tenggelam dan lain-lain.
44:43Anyway
44:44meskipun
44:45dan sampai tidur
44:46di pelabuhan
44:47tidur di pelabuhan
44:48dengan sleeping bag
44:49itu juga
44:50sampai kita mandi
44:52mandi
44:53susah jadi
44:53ngerasain
44:54seujung jari
44:55wow ternyata
44:57sampai Indonesia
44:59kayak
44:59air bersih
45:02itu nikmat
45:03yang luar biasa
45:04gitu
45:04karena kita
45:05mau mandi
45:05dan ini
45:07gak dirasakan
45:08rakyat Gaza
45:09selama
45:10dua tahun terakhir
45:12makan
45:12sorry
45:13aku potong
45:14karena aku ingin
45:14jadi moral ceritanya
45:16adalah kamu memilih
45:17untuk tidak mengalah
45:18bersama delegasi Indonesia
45:20pulang
45:20tapi kamu memilih
45:22untuk menunggu
45:23sebetulnya
45:23gak pulangnya kita
45:24kan ketika
45:25Mbak Wanda
45:26berlarang
45:26kita disitu
45:27tapi kan masih ada
45:29delegasi lainnya
45:30iya
45:30maksudnya
45:31kita emang komitmen
45:33kita bertahan
45:33sampai sini
45:34kita gak lantas
45:35menyerahkan
45:35aku selalu kita pulang
45:36kita bertahan
45:37sama seperti Mbak Wanda
45:39kita akan menunggu
45:40kalau masih ada
45:41seat yang available
45:42kita akan naik
45:43gitu loh
45:43cuman
45:44ya tadi
45:45beberapa pertimbangan-pertimbangan
45:46bagi kita
45:47kita ngasih kapal pun
45:48kita datang pun
45:49itu sudah bagian dari misi
45:51gitu kan
45:51dan ya
45:52kita menamani Mbak Wanda juga
45:54di pelabuhan
45:55sampai malam-malam itu kan
45:56ya bahkan
45:57saya juga komunikasi
46:00karena saya koordinator
46:01saya tekan itu
46:02teman-teman
46:02steering committee
46:03ini loh
46:03Mbak Wanda ini
46:04orang parlemen loh
46:06kalau gak naik
46:07ini
46:08sayang sekali
46:09itu saya sampaikan
46:10ke namanya Wail
46:11akhirnya kan
46:13Mbak Wanda dapat kapal
46:14dan saya pun akhirnya
46:15naik kapal juga
46:16bukan artinya kita
46:17kita mengalah
46:18kalau kita kembali
46:19layaran
46:23kemanusiaan
46:25yang mendunia
46:26sampai atau tidak
46:28sampai ke Gaza
46:29bukan itu
46:31tujuan
46:31akhirnya
46:33tujuan yang paling penting
46:36adalah bagaimana
46:37membuka mata dunia
46:39untuk menghentikan
46:40Janosida
46:41tidak ada waktu
46:42yang lebih lama lagi
46:44dan jangan menunda
46:45pertolongan
46:46untuk Gaza
46:47terima kasih Wanda
46:49terima kasih Ros
46:50terima kasih Hussein
46:51sama-sama
46:53tetap ingin berlayar
46:55selalu
46:56sampai Janosida berhenti
46:58dan Palestina merdeka
46:59undangan ke Gaza
47:02selalu aku
47:02nanti
47:03walau
47:04harus berlayar
47:05berbulan-bulan
47:06when the world fails
47:07we sail
47:09terima kasih
47:10dan saya harap
47:11nanti kalau berlayar lagi
47:12kalian semua ikut
47:13dengan kapal yang lebih banyak
47:15dan pasukan
47:16makhluknya pejuang
47:17kemanusiaan
47:17yang lebih banyak lagi
47:19amin amin
47:19terima kasih telah
47:21menyaksikan program
47:22Rosy
47:23kita jumpa lagi
47:23di kamis depan
47:24tetaplah di
47:25Kompas TV
47:26independen
47:26terpercaya
47:27saya Rosyana Silalahi
47:28sampai jumpa
Komentar

Dianjurkan