00:00Sebuah tamparan jadi perdebatan panjang.
00:07Tamparan yang dimaksudkan sebagai teguran berubah menjadi polemik.
00:13Antara disiplin dan kekerasan, antara mendidik dan melukai, batasnya dipertanyakan.
00:19630 siswa dari SMA Negeri 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, mogok masal pada Senin 13 Oktober 2025 lalu.
00:31Aksi mogok masal ini sebagai bentuk protes dugaan kekerasan yang dilakukan kepala sekolahnya
00:36karena menampar salah satu siswa yang ketahuan merokok di lingkungan sekolah.
00:42Insiden ini memicu polemik di tengah masyarakat karena orang tua siswa tersebut melaporkan kepala sekolah ke polisi
00:49yang berujung pada penonaktifan kepala sekolah tersebut.
00:54Kejadian bermula saat kegiatan Jumat bersih di sekolah sedang berlangsung.
00:59Seorang siswa ketahuan merokok di lingkungan sekolah.
01:03Kepala sekolah memberi teguran keras secara verbal, disertai tamparan.
01:08Tak lama setelah insiden itu, ratusan siswa melakukan aksi mogok sekolah sebagai bentuk protes.
01:14Pemerintah Provinsi Banten lalu turun tangan dengan langsung menonaktifkan kepala sekolah
01:20untuk proses pemeriksaan demi menjaga kondusivitas belajar-mengajar di sekolah.
01:25Sebenarnya kalau masalah merokok itu adalah anak melanggar peraturan.
01:31Betul anak melanggar peraturan, tetapi ketika penanganan oleh kepala sekolah ada tindak kekerasan.
01:39Nah, untuk mengundaskan pemeriksaan, maka kepala sekolah itu dibebas tugaskan dulu sambil menunggu pemeriksaan.
01:47Berdasarkan peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 64 tahun 2015
01:53tentang kawasan tanpa rokok di lingkungan sekolah, khususnya di pasal 5 ayat 1 berbunyi,
01:59kepala sekolah, guru, peserta didik, dan pihak lain dilarang merokok di lingkungan sekolah
02:05dan tentunya akan ada sanksi bagi yang melanggar.
02:09Kasus ini pun akhirnya memunculkan perdebatan tentang batasan kedisiplinan dan perlakuan terhadap siswa.
02:15Sebagai lembaga yang mewadahi guru se-Indonesia, PGRI menegaskan bahwa mereka tidak membenarkan kekerasan dalam bentuk apapun.
02:25Namun mereka juga mengingatkan pentingnya penyelesaian masalah secara dialog dan musyawara
02:29tanpa mengedepankan ego dari pihak manapun dan tidak membebankan masalah ke satu pihak saja.
02:36Seperti-seperti ini, jadi jangan segala sesuatu itu dilimpahkan di satu pihak, kita harus melihat ke satu prinsip.
02:43Kita semua menginginkan, tidak boleh ada kekerasan, kita semua ingin-inginkan terjadi hubungan yang baik.
02:50Kalau kepala sekolah ada kesalahan, silakan dibenahi ya, tetapi mengomentari sesuatu yang belum jelas betul itu yang harus kita hindari.
03:00Saya ingin mengatakan demikian dan bukan berarti saya membela sepenuhnya, enggak sama sekali.
03:06Perilaku kekerasan itu tidak boleh terjadi, tetapi kita harus berhati-hati, itu yang ingin saya sampaikan.
03:13Insiden ini memunculkan beragam pandangan yang menyoroti isu kedisiplinan dan wewenang tenaga pendidik dalam menjaga ketertiban lingkungan sekolah.
03:22Di ruang pendidikan, disiplin adalah nilai yang dijunjung tinggi.
03:27Dan seorang guru dihadapkan pada tanggung jawab moral untuk menegakkan aturan.
03:32Disinilah titik di mana mendidik dan memberi sanksi diperlukan kecerdasan emosional,
03:38agar kekerasan tidak dianggap jadi hal yang lumrah.
03:41Untuk merokok sesuai peraturan sekolah pasti salah, tapi respon pihak sekolah terhadap anak yang berbuat kesalahan,
03:49ini yang sepertinya harus mengalami perbaikan.
03:52Tidak harus menggunakan fisik, walaupun kita lihat mungkin itu bukan jadi kebiasaan,
03:57tapi bisa dilakukan dengan memberikan tugas tambahan, proyek ekstra,
04:02atau dia diberikan punishment-nya yang nanti akan mendukung akademiknya,
04:07akan mendukung karakternya.
04:09Tapi kalau dibikin kekerasan, artinya kekerasan ini diperbolehkan di sekolah.
04:14Nah, guru, orang tua yang lebih dewasa dari kacamata anak-anak itu akan menjadi role model.
04:18Setelah sempat dinonaktifkan, kini Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Cimarga kembali menjalankan tugasnya.
04:36Ia pun meminta maaf secara terbuka.
04:39Ya, intinya bahwa tidak ada guru ingin mengenai muridnya, bahwa hari itu terjadi ya begitu saja refleks,
04:50dan sebagaimanapun seorang guru kepada muridnya, itu adalah bentuk kasih sayangnya.
04:56Ya, saya kan merasa sebenarnya tugas, karena Kepala Sekolah juga guru,
05:00maka apapun yang saya lihat, itu adalah semua bentuk penyimpanan, saya harus ikut menegur.
05:05Gitu. Hanya saja mungkin diwarnai dengan kehilapan saja.
05:09Gitu, saya akui dari itu ibu minta maaf ya, Pak.
05:12Ya, sama-sama kita minta maaf.
05:16Nah, luar biasa.
05:19Sementara, kuasa hukum dari siswa yang mendapatkan teguran keras juga menyampaikan permohonan maaf kliennya.
05:26Saat mediasi, orang tua siswa menyadari anaknya telah melanggar tata tertib sekolah.
05:31Selain permohonan maaf, pihak kuasa hukum juga menyampaikan sejumlah poin damai yang disepakati.
05:38Di antaranya pemulihan kondisi mental siswa, dan menjamin hak-hak anak secara menyeluruh.
05:42Poin kedua, ingat pertama menyadari bahwa perbuatan tersebut tidak dibenarkan di mata hukum.
05:50Misalnya, santa berjanji tidak akan mengolah mengembalikan kepercayaan nanti.
05:54Poin ketiga, ingat kedua, selaku orang tua menyadari bahwa perbuatan yang dilakukan oleh anak indah lukia lukia lukia tidak dibenarkan
06:03dan melanggar peraturan tata tertib di sekolah.
06:07Pihak penduduk juga meminta maaf kepada pihak pertama.
06:11Dan berjanji tidak akan terolong lagi dan akan mendidikan terjadi lebih baik dari saat ini.
06:17Gubernur Banten Andra Soni juga berharap tak ada lagi kasus seperti ini.
06:22Dan keberlangsungan belajar mengajar menjadi tanggung jawab semua pihak.
06:25Nah ini bisa jadi permasalahan hukum, padahal niatnya guru-guru adalah baik.
06:33Indra sendiri setelah menyadari kesalahannya dan sudah saling memaafkan.
06:38Mestinya selesai di situ kan.
06:41Nah sampai terjadi melukuk, ini kan mempertentangkan antara guru dengan murid.
06:45Dan saya berharap mudah-mudahan tidak terjadi lagi di Banten.
06:47Dan saya sudah minta kepada Pak Sekda, Kepala Dinas, untuk menyampaikan kepada guru-guru bahwa keberlangsungan belajar mengajar di sekolah itu tanggung jawab semua pihak.
07:00Bukan cuma tanggung jawab kepala sekolah, tanggung jawab Oli Kelas, tanggung jawab TU, tanggung jawab Penjaga Sekolah, tanggung jawab Pegu Persihan Sekolah, tanggung jawab semua.
07:08Tentang masuk tanggung jawab Pemilu.
07:11Hasil mediasi ini sekaligus menjadi akhir dari perselisihan antara Kepala Sekolah dan orang tua siswa.
07:17Setelah insiden yang menyita perhatian publik beberapa hari terakhir.
07:21Insiden ini juga membuka wacana tentang aturan dan batas kewenangan.
07:26Disiplin harus ditegakkan, namun kekerasan juga tidak dibenarkan.
07:31Tim Liputan, Kompas TV
Komentar