KOMPAS.TV - Kisah pilu dialami sepasang suami istri di Solok, Sumatera Barat, usai bulan madu. Sang istri meninggal dunia dan suami yang sempat kritis berjuang hadir di pemakaman istrinya.
Dengan selang oksigen masih terpasang, Gilang Kurniawan bersikeras hadir untuk mengantarkan istrinya ke tempat peristirahatan terakhir di kawasan Gadut, Kota Padang.
Momen bulan madu yang mestinya penuh kebahagiaan justru berujung petaka bagi Gilang dan sang istri.
Keduanya ditemukan tak sadarkan diri di kamar penginapan pada Kamis, 9 Oktober lalu.
Sementara itu, keluarga Cindy Desta Nanda membatalkan proses autopsi.
Pembatalan dilakukan setelah sebelumnya keluarga sempat menyetujui autopsi pada jenazah Cindi.
Polisi menyebut, pembatalan persetujuan disampaikan keluarga saat pengurusan berkas di Polres Arosuka.
#glamping #bulanmadu #solok
Baca Juga 3 Orang Terluka Akibat Kebakaran Menara Pabrik di Morowali| KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/regional/622672/3-orang-terluka-akibat-kebakaran-menara-pabrik-di-morowali-kompas-malam
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/622674/full-tragedi-bulan-madu-berujung-petaka-polisi-suami-korban-belum-bisa-dimintai-keterangan
00:00Kisah pilu dialami sepasang suami istri di Solok, Sumatera Barat usai bulan madu.
00:06Sang istri meninggal dunia dan suami yang sempat kritis berjuang untuk hadir di pemakaman istrinya.
00:12Dengan selang oksigen masih terpasang, Gilang Kurniawan bersikeras untuk hadir menghantarkan istrinya ke tempat peristirahatan terakhir di kawasan Gadut, Kota Padang.
00:36Momen bulan madu yang mestinya penuh kebahagiaan justru berujung petaka bagi Gilang dan sang istri.
00:44Keduanya ditemukan tak sadarkan diri di kamar penginapan pada Kamis 9 Oktober lalu.
00:58Sementara itu keluarga Cindy Destananda membatalkan proses autopsi.
01:06Sebelumnya keluarga sempat menyetujui autopsi pada jenazah Cindy.
01:10Polisi menyebut pembatalan persetujuan ini disampaikan oleh pihak keluarga saat pengurusan berkas di Polres Arusuka.
01:18Kemudian kita dampingi biar keluarga korban ini sampai ke Polres Arusuka kita lengkapi administrasi untuk rencana autopsi mayat tersebut.
01:35Namun sekarang sampai di Polres Arusuka, pihak keluarga menguruhkan niatnya.
01:41Ya tidak jadi dilakukan autopsi dengan pertimbangan mungkin keluarga Cindy kita, mungkin yang biak keluarga Cindy yang lebih tahu, sehingganya autopsi mayat tidak dilaksanakan.
01:53Suami korban hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit Semen Padang, Provinsi Padang.
02:02Kondisinya mulai membaik.
02:04Sementara itu pihak keluarga berharap agar pihak melola penginapan bertanggung jawab atas peristiwa ini.
02:11Kami sudah mencoba menghubungi pihak mengelola penginapan saudara namun belum ada tanggapan.
02:16Perawatan yang baik, persiapan yang baik. Kemudian saya minta pertanggung jawapan dari penginapan itu.
02:31Seperti apa, mungkin kita masih nunggu.
02:35Selesai itu yang penting.
02:37Tentu pertanggung jawapannya bukan hanya pihak saya.
02:40Karena kan ada dua korban, nantu saya meninggal, anak saya dirawat seperti ini.
02:48Kita akan lihat seperti apa, kita akan melihatnya.
02:52Dan untuk membahas lebih lengkap terkait kasus kematian istri dan suami yang kritis saat berbulan madu di sebuah penginapan di Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
03:02Kita akan berbincang dengan kasat reskrim Polres Solok, ada AKP Evrian Mustakim Batiti.
03:07Selamat malam, Pak Evrian.
03:10Selamat malam, Pak.
03:12Ya, Pak Evrian, saya mau konfirmasi soal dugaan karena keracunan gas dari pemanas air.
03:18Benar seperti ini, Pak? Karena memang tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dari visum luar.
03:24Baik, selamat malam, Pak.
03:26Jadi, terkait situasi yang sampai saat ini kami temukan, bahwa benar dari hasil visum luar bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan.
03:36Oke, pasti proses penyelidikan hingga kini juga masih dilakukan, apalagi pihak keluarga dari korban ini juga meminta agar pemeriksaan terhadap pihak pengelola segera dilakukan.
03:51Sampai saat ini hasil temuan di lokasi kejadian seperti apa, Pak Evrian?
03:57Jadi, untuk sementara kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi, sampai tadi malam baru kami selesai melaksanakan pemeriksaan terhadap empat orang saksi.
04:13Ya, itu saksi-saksinya yang berada di lokasi TKP setelah kejadian.
04:20Ya, siapa saja itu, Pak? Empat orang saksi yang diperiksa?
04:23Jadi, empat orang saksi ini yang merupakan pihak yang berada di TKP pada saat setelah kejadian dan sebelum kejadian.
04:31Jadi, pemilik atau dalam hal ini karyawan yang berada di glamping resort tersebut.
04:37Oke, saya mencoba konfirmasi. Pihak pengelola dari tempat penginapan, kemudian termasuk juga keluarga dari korban. Istilahnya di sini suami begitu, Pak?
04:50Belum, belum. Untuk suami ataupun korban sendiri belum bisa kita minta keterangan karena sampai saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
04:58Oke, selain pemeriksaan saksi yang tadi Bapak sebut empat orang, dalam proses penyelidikan, terutama temuan yang di lokasi itu ada apa saja, Pak?
05:11Apa yang barang bukti yang hingga kini diamankan oleh polisi?
05:15Untuk barang bukti, pada saat kami melakukan TP-TKP dalam hal ini, TP-TKP dilakukan oleh Polsek Lembah Gumanti, diamankanlah beberapa pakaian milik korban.
05:31Selanjutnya, tas yang dibawa oleh korban yang berisi barang-barang pribadi tentunya.
05:35Selanjutnya, makanan yang sudah dibuka atau kita duga telah dimakan oleh korban dan kartu identitas milik korban sendiri.
05:48Itu saja yang kita amankan dari lokasi TKP.
05:54Temuannya seperti apa, Pak? Ini kan juga supaya bisa menjadi imbauan kepada masyarakat luas, terutama juga kehatian-kehatian ketika juga memiliki infonya
06:04adalah karena water heater begitu, yang kemudian memang ada gasnya.
06:09Nah, apa, Pak, temuan yang ada di lokasi, di tempat itu begitu? Jadi, kewaspadaan supaya bisa dibangun di tengah masyarakat?
06:17Kalau misalnya di lokasi, hal-hal yang pada umumnya berada di resort ya, namun untuk lokasi di kamar mandi sendiri
06:26yang menjadi dugaan oleh pihak kita, kepolusian, didugaannya itu adalah keracunan.
06:34Jadi, kita juga mengamankan tabung gas LPG tersebut.
06:40Oke, jadi memang dugaan sementara ini adalah masih keracunan.
06:44Sementara memang selain ada sejumlah barang pribadi yang diamankan polisi, tentu pendalaman juga dilakukan
06:51terkait juga dugaan-dugaan terkait gas water heater yang ada di kamar mandi dari tempat penginapan.
06:58Selain dari olah tempat kejadian, apa, Pak, yang didalami, terutama terhadap empat saksi
07:04yang ini pasti keterangannya sangat ditunggu oleh pihak keluarga?
07:08Baik, jadi dari hasil keterangan yang sementara dilaporkan kepada kami dari PRS Krim sendiri
07:19bahwa benar sesuai dengan narisi yang sudah di, yang sudah berada di, yang sudah beredar
07:27Jadi, pada pukul 7 WIB pada hari Kamis tanggal 9
07:35bahwa benar saksi mengantar sarapan, kemudian melakukan mengetok pintu
07:42kemudian menerima jawaban dari pihak korban dari laki-laki
07:46menyampaikan bahwa sebentar, Bang
07:48dari situ saksi menunggu
07:51saksi menunggu sekitar 15 menit
07:54selanjutnya tidak ada jawaban
07:56saksi kembali
07:58melanjutkan kegiatannya mengantar sarapan ke kamar-kamar lainnya
08:02setelahnya pada pukul 7.30
08:05saksi lainnya
08:06datang ke kamar tersebut
08:10mengetok pintu
08:11tidak ada jawaban
08:13saksi curiga
08:15saksi kemudian
08:16memanggil rekan-rekan lainnya
08:20dan pemilih administrasi
08:22untuk meminjam kunci dan dibuka paksa
08:26dari lokasi kamar tersebut
08:30didapatilah situasi yang dinarasikan
08:36selanjutnya membawa korban ke tempat tidur
08:39melakukan tindakan pertama
08:40penanganan pertama
08:42memberikan oksigen kepada korban
08:44namun karena korban tetap tidak sadarkan diri
Jadilah yang pertama berkomentar