Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV - Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari buka suara terkait reformasi hukum di satu tahun kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming.

Feri menilai kerusakan hukum sudah berlangsung dari peran Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

"Kerusakan hukum sudah berlangsung dari ayahnya Mas Gibran ya, Presiden Joko Widodo. Beliau merusak hukum sangat luar biasa sampai ke akar-akarnya. Hukum tidak lagi diperuntukkan untuk kemakmuran orang banyak, untuk bisa diterapkan oleh orang banyak, tapi hukum untuk digagas, diperuntukkan untuk kepentingan politik dan membunuh lawan politik," kata Feri di Zoomcast KompasTV Digital, Jumat (10/10/2025).

Ia pun menyinggung proses Gibran maju menjadi cawapres sarat dengan manipulasi kekuasaan.

"Ketika Presiden Prabowo berkuasa dengan anak Presiden Joko Widodo, kita tahu ini proses penuh dengan manipulasi ya. Yang sampai hari ini tidak satu pun fakta-fakta yang disampaikan oleh kami ke hadapan publik yang mampu dibantah kebenarannya. Artinya manipulasi kekuasaan itu dengan wajah dan cara hukum akan membuat hukum sulit ditegakkan karena mereka sendiri," kata Feri.

Sahabat KompasTV, bagaimana pendapat kalian terkait berita ini, tulis di kolom komentar ya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Aqshal

#jokowi #gibran #satutahunprabowogibran

Baca Juga Manajer Timnas Indonesia Tidak Menyangka Garuda Gagal ke Piala Dunia 2026 di https://www.kompas.tv/olahraga/622647/manajer-timnas-indonesia-tidak-menyangka-garuda-gagal-ke-piala-dunia-2026



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/622653/pengamat-singgung-nama-jokowi-di-satu-tahun-pemerintahan-prabowo-gibran
Transkrip
00:00Teranjut lagi nih soal hukum Bang. Sebagai pakar hukum tata negara nih, sebenarnya apa sih refleksi Bang Ferry terhadap arah reformasi hukum di Indonesia selama satu tahun pemerintahan Prabowo Gibran?
00:12Atau bahkan maju atau stagnan atau mundur?
00:17Kerusakan hukum itu sudah berlangsung dari ayahnya Mas Gibran ya, Presiden Joko Widodo.
00:23Beliau merusak hukum sangat luar biasa, sampai ke akar-akarnya.
00:28Hukum tidak lagi diperuntukkan untuk kemakmuran orang banyak, untuk bisa diterapkan oleh orang banyak.
00:36Tapi hukum untuk digagas, diperuntukkan untuk kepentingan politik dan membunuh lawan politik.
00:43Ketika Presiden Prabowo berkuasa dengan anak Presiden Joko Widodo, kita tahu ini proses penuh dengan manipulasi.
00:52Yang sampai hari ini tidak satupun fakta-fakta yang disampaikan oleh kami kehadapan publik yang mampu dibantah kebenarannya.
01:02Artinya manipulasi kekuasaan itu dengan wajah dan cara hukum akan membuat hukum sulit ditegakkan.
01:10Karena mereka sendiri adalah manipulator hukum itu.
01:13Hukum sebagai pedoman sebenarnya bukan punya orang hukum, bukannya Ferry Amsahari yang bicara hukum.
01:24Hukum itu milik bersama.
01:26Masalahnya yang membentuk hukum, yaitu pemerintah dan DPR, tidak peka terhadap publik.
01:32Mereka tidak lagi merepresentasikan kepentingan hukum publik untuk membentuk hukum.
01:39Mereka merepresentasikan kepentingan politik mereka dalam membentuk hukum.
01:44Ini yang menyebabkan wajah hukum kita Murad Marib.
01:48Wajah hukum kita seolah-olah banyak produk peraturannya.
01:53Tetapi tidak satupun yang ditegakkan.
01:55Wajah hukum kita buat peraturannya terlambat, lalu dibuat belakangan untuk meloloskan korups sendiri.
02:03Itu bahkan berada di titik sentral istana.
02:07Seskap Pak Presiden itu melantik Pak Seskap, tidak dengan atas dasar undang-undang TNI.
02:16Tapi begitu orang tahu pasal 47 itu ditentang dengan pelantikan Seskap,
02:21Presiden kemudian mengubah undang-undang hanya untuk bisa meloloskan seskapnya.
02:26Jadi hukum tidak dihormati oleh istana.
02:29Sehingga akhirnya rakyat jelata menjadi orang-orang yang ditindas oleh hukum.
02:34Jadi hukum tidak berlaku bagi rakyat kecil seperti Afan.
02:41Tidak berlaku bagi nelayan di Tangerang sana.
02:46Tidak berlaku di Riau ketika pabrik kaca didirikan.
02:50Tidak berlaku di demonstrasi yang menjalankan hak-haknya.
02:54Sampai hari ini teman-teman kepolisian tidak pernah mengumumkan
02:58apa dasar dan dalilnya orang-orang ditahan.
03:02Padahal penahanan orang harus ada batas waktunya.
03:06Harus ada didampingi oleh lawyer wasah hukumnya.
03:11Supaya penghormatan hukum.
03:12Hukum dengan wajah dan tampilan seperti ini bukanlah hukum.
03:16Ini adalah politik otoritarianisme, politik fasisme, politik militaristik
03:24yang sedang dibungkus dengan wajah seolah-olah hukum.
Komentar

Dianjurkan