Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
SUMEDANG, KOMPAS.TV - Calon Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) asal Ternate, Maluku Utara meninggal saat menjalani pendidikan dasar mental dan disiplin praja.

Pihak IPDN menegaskan tak ada unsur kekerasan dalam kejadian ini.

Sebelum meninggal, Maulana Izzat Nurhadi mengikuti apel pukul 22.00 malam pada hari Rabu (8/10/2025).

Ia sempat pingsan dan diberikan pertolongan pertama oleh tim medis.

Tak kunjung membaik, Maulana kemudian dibawa ke Rumah Sakit Unpad tak jauh dari IPDN.

Namun, pada pukul 23.50, Maulana dinyatakan meninggal dunia oleh dokter akibat henti jantung.

Pihak IPDN menegaskan tak ada unsur kekerasan dan sudah menawarkan visum kepada pihak keluarga, namun keluarga menolak.

Baca Juga Terkuak! IPDN Jelaskan Kronologi Meninggalnya Calon Praja Maluku Utara di Kampus Jatinangor di https://www.kompas.tv/nasional/622264/terkuak-ipdn-jelaskan-kronologi-meninggalnya-calon-praja-maluku-utara-di-kampus-jatinangor

#ipdn #malukuutara #calonprajaipdn

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/622328/ipdn-buka-suara-soal-calon-praja-asal-ternate-yang-meninggal-saat-diksar-indo-update
Transkrip
00:00Kita ke sorotan lainnya, calon Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri atau IPDN asal Ternate, Maluku Utara
00:05meninggal saat menjalani pendidikan dasar mental dan disiplin Praja.
00:09Pihak IPDN menegaskan tak ada unsur kekerasan dalam kejadian ini.
00:20Sebelum meninggal, Maulana Izzat Nurhadi mengikuti apel pukul 22 malam pada hari Rabu.
00:26Ia sempat pingsan dan diberikan pertolongan pertama oleh tim medis.
00:30Tak kunjung membaik, Maulana kemudian dibawa ke rumah sakit Unpad yang tak jauh dari IPDN.
00:36Namun pada pukul 23.50, Maulana dinyatakan meninggal oleh dokter akibat henti jantung.
00:42Pihak IPDN menegaskan tak ada unsur kekerasan dan sudah menawarkan visum kepada pihak keluarga, namun keluarga menolak.
00:49Pada pukul 23.50, Maulana dinyatakan tak ada unsur kekuasaan dan diberikan pertolongan pertama oleh Rabu.
00:56Apel malam itu, selesai apel malam, Al-Mahrum mengeluh lemas.
01:02Lemas, kemudian kita cek di sana kenapa dikasih minum, lain-lain gitu kan.
01:07Kemudian dibawalah ke KSA.
01:08Dari KSA, setelah malam itu di cek kenapa tensi segala macam rutin biasa, kemudian kita kirim ke RS4.
01:16Di RS4, di ceking, ceking, ceking, kemudian kita kirim ke RSAS untuk diadakan pemulasaraan.
01:23Penyebabnya hanya lemas dan dari dokter mengatakan henti detak jantung.
Komentar

Dianjurkan