00:00Pengawasan rantai pasok mulai dari pemilihan, penyimpanan, pengolahan bahan baku dan pendistribusian menjadi kunci untuk menjaga kualitas MBG.
00:08Membahas lebih dalam sudah ada ahli gizi masyarakat, Dr. Tan Sotien. Selamat malam, Bu Dokter.
00:16Selamat malam.
00:18Saya simak Anda kan datang juga kemarin ke DPR.
00:21Jadi menurut yang Anda cermati, apa saja yang harus dievaluasi yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan MBG ini, Bu Dokter?
00:31Ya, pertama tentu saja dari pertama kali MBG diselanggarakan, kita sudah ribut dengan masalah tata kelola.
00:38Tata kelola itu termasuk bukan cuma sekedar HACCP-nya saja yang mesti diperhatikan, tetapi juga bagaimana setiap SPPG itu punya keseragaman.
00:48Jadi keseragaman dalam pengertian bahwa sudah ada di dalam dokumen BGN sendiri, bahwa suhu aman itu dijaga penting.
00:55Jadi suhu aman itu adalah bicara tentang keluar dari suhu kritis.
00:59Barangkali teman-teman harus tahu bahwa antara 5 sampai dengan 60 derajat Celcius, kita anggap sebagai suhu kritis.
01:05Suhu kritis itu adalah suhu di mana kontaminasi bakteri bisa tumbuh.
01:09Nah, itu sebabnya kenapa makanan yang akan dibagikan itu harus dalam kondisi suhu di atas 60 derajat.
01:17Jadi kalau misalkan dengan kondisi seperti itu, apakah Anda dapat informasi atau pernah juga mengecek bahwa ada juga ya SPPG yang tidak menerapkan seperti itu atau kesulitan menerapkan prosedur seperti itu?
01:30Ya, masalahnya kan pertanyaannya adalah ketika makanan itu selesai dimasak sampai di tangan penerima, dalam hal ini adalah siswa atau siapapun penerima manfaat.
01:45Itu kan suhunya sudah lepas atau dibawah dari 60 derajat.
01:49Bahkan ada yang sudah selesai dimasak subuh, baru kemudian dimakan sekitar jam makan siang.
01:55Nah, itu tentu saja membuat apapun yang dimakan lalu menjadi berbahaya, mas.
01:59Silahkan.
01:59Kalau misalkan ini, boleh mungkin kita logika seperti yang awam mungkin membandingkan dengan bagaimana pengusaha catering yang harus menjanjikan makanan, hijienis.
02:11Mas, tapi ini soal bahan juga apakah ikut berpengaruh?
02:16Tidak hanya tadi soal suhu semata ketika distribusi penyiapan, dokter.
02:21Ya, tetapi kalau Anda perhatikan dari orang-orang yang banyak penyelenggarakan catering, Anda sering melihat ya di dalam kardusnya itu di atasnya ada tulisan sebaiknya dikonsumsi segera atau Anda harus dikonsumsi kurang dari 2 jam.
02:34Itu di atas kardusnya ada, mas.
02:36Lalu kedua, kalau Anda barangkali pergi ke hajatan, itu biasanya makanan-makanan prasmanan, di bawahnya kan ada pemanasnya.
02:44Nah, pemanasan itu bukan supaya makanannya enak dan anget, tetapi untuk disuat jaga supaya tidak jatuh ke dalam suhu 60 derajat ke bawah.
02:51Jadi sekarang memang prosedurnya sudah seperti itu.
02:53Ya, jadi bukan sekarang sih, dari dulu juga kayak begitu.
02:56Nah, yang lebih menarik lagi adalah satu hal yang paling penting adalah bisak lolosan.
03:00Saya membawa suara dari teman-teman aligisi, terutama dari mereka yang bekerja di SPPE.
03:05Oke, dikatakan bahwa satu aligisi bertanggung jawab untuk sekitar 3.000 porsi ya.
03:11Buat saya ini tidak masuk di akal.
03:13Nggak ideal itu dok.
03:13Jadi saya membawa keprihatinan teman-teman kita, ya.
03:16Di mana satu aligisi bekerja untuk menghasilkan sama-sama 3.000 porsi ya.
03:20Jadi tentu saja aligisinya bisa nggak tidur kalau kayak gitu caranya.
03:24Jadi sekali lagi perhatian tentang sumber daya itu lalu sumber daya manusia yang bekerja di SPPE itu penting sekali.
03:30Silahkan.
03:31Ini yang di Bandung Barat hasil sampel dibawa ke Labkesda Jabar dok.
03:35Kemudian juga ditemukan ada Salmonella, ada E. coli, nitri juga.
03:40Dengan tadi yang disampaikan adanya temuan-temuan itu, ini indikasinya mengarah kemana dok?
03:45Ya, ditemukannya bakteri-bakteri yang barusan disebutkan itu sangat berbahaya ya.
03:50Kita tahu bahwa sepertinya kayak Bacillus Aureus itu menandakan bahwa nasi basi ya.
03:55Jadi Aureus itu banyak sekali ditemukan pada nasi ya.
03:58Lalu kemudian adanya Salmonella, ada E. coli.
04:01Ini menandakan bahwa yang dimakan itu memang terkontaminasi.
04:05Dan terutama kotoran manusia, siapa lagi gitu ya.
04:11Jadi masalah kebersihan menjadi masalah.
04:13Nah, yang lebih penting lagi adalah dalam hal ini ditemukannya nitrit tadi ya.
04:17Nah, nitrit itu berhubungan erat dengan pangan-pangan olahan.
04:20Seperti yang Anda tahu, belakangannya sering dibagi burger-burgeran ya.
04:23Yang mana di bagian tengahnya itu bukan daging asli, tapi merupakan produk olahan.
04:30Tentu saja itu tinggi nitrit.
04:31Bahkan ada MBG-MBG yang makan bergisi gratis yang membagikan telur asin ya.
04:39Wah, itu luar biasa mas.
04:41Kembali pada Anda.
04:42Oke.
04:43Dok, jadi solusi yang...
04:46Sarah dari dokter bagaimana agar tadi di SPPG ada keseragaman,
04:51siswa yang mengkonsumsi juga terjamin keamanannya dokter?
04:55Ya, untuk menjamin keselamatan makan dari orang yang menerima bahan-bahan manfaat,
05:02tentu banyak hal yang harus kita bisa telah-telah ya.
05:05Salah satunya adalah terapan dari HACCP,
05:07yang saya sudah berkali-kali terangkan sejak bahan-bahan dibeli sampai dengan makanan dibagi dan dimakan.
05:13Dan yang kedua tentu saja dalam hal ini ketika masalah keracunan sudah terjadi,
05:18maka kita harus menelusuri yang disebut dengan penelusuran secara epidemiologi.
05:23Jadi tidak bisa seperti kayak kita membahas kayak orang keracunan si Anida ya,
05:28karena ini ceritanya berbeda gitu loh.
05:30Kembali pada Anda.
05:31Jadi kalau alangkah baiknya sekarang bagaimana ketika ada evaluasi,
05:35apakah sebagian bisa lanjut dengan instruksi yang berbeda,
05:39atau dihentikan sementara sambil evaluasi secara total menurut dokter?
05:44Ya, tentu saja dalam hal ini kami pernah mengajukan beberapa rekomendasi ya.
05:51Jadi bukan cuma marah-marah doang nih, rekomendasinya adalah,
05:54boleh nggak sih nanti kelanjutannya kita juga melibatkan PEMDA,
05:58dalam hal ini adalah dinas kesehatan.
06:00Tentu saja puskesmas ya,
06:01karena di dalam puskesmas itu sudah ada yang disebut sebagai fungsi kesehatan lingkungan.
06:06Oke, baik.
06:08Terima kasih.
06:08Dr. Tan Sotien,
06:13ahli gizi masyarakat telah bergabung bersama kami di program.
06:16Badan-badan lain atau sumber daya lain gitu loh.
06:19Kompas malam.
06:19Terima kasih.
06:20Kembali pada Anda.
06:21Terima kasih dokter untuk insight-nya.
06:23Ya.
06:23Badan-badan lain atau sumber daya lain atau sumber daya lainnya.
Komentar