00:00Intro
00:00Ratusan umat Buddha dari wihara Mahawira Geraha Kota Sumarang
00:14melepas ribuan pelita di pantai Marina pada minggu 14 September malam.
00:21Prosesi ini merupakan serangkaian kegiatan dalam ritual ulambana
00:26yang dalam tradisi umat Buddha adalah penghormatan kepada orang tua dan leluhur
00:32dimana ritual ini dilakukan pada bulan ketujuh penanggalan lunar atau penanggalan jina.
00:41Prosesi melakukan sumbah yang bersama mendoakan leluhur di wihara
00:45umat Buddha kemudian berjalan kaki menuju pantai Marina yang berjarak sekitar 1 km dari wihara.
00:54Oleh umat Buddha, pelita berbentuk bunga teratai yang didalamnya berisi doa-doa harapan itu
01:02kemudian dilepas di laut.
01:06Biksu Samanera Wihara Mahawira Geraha Sumarang, Suhu Xuanshi menjelaskan
01:12pelepasan pelita merupakan simbol melepas hal baik untuk menemukan kebahagiaan.
01:18Jadi kita dalam akhormat Buddha itu tujuan utama kita itu bahagia
01:22jadi tujuan utama bagi itu secaranya itu kita bisa melepaskan segala hal
01:27jadi kita sebagai simbolis itu dengan cara melepaskan pelita.
01:33Ulambana atau upacara sumbah yang leluhur ini
01:36dilaksanakan pada hari raya Tiongkwancwe
01:40yang dipercayai sebagai hari pintu gerbang neraka dibuka.
01:43Konon untuk menghindari para leluhur yang telah meninggal
01:48mengalami penderitaan di neraka
01:50maka dilaksanakanlah ritual ini.
01:54Dari kota Sumarang, Jawa Tengah, Suryawicaksono
01:57kantor berita antara mewartakan.
01:59Suhan, Jawa Tengah dan berita dengan menyerĐŻ
02:12luparite panasコp woah
02:12sang-p則 kini surfaces
02:14tidur antara mewartakan
02:15ini ditaruh
02:16ketika riding
02:24atas Corsi