Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bercerita pernah mengingatkan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) saat membantu ekonomi.

Purbaya mengingatkan Jokowi agar menarik uang dari Bank Indonesia (BI) kemudian disimpan di perbankan agar sistem perekonomian jalan.

Hal itu disampaikan Purbaya saat rapat bersama Komisi XI DPR RI, Jakarta, pada Rabu (10/9/2025).

"Saya pernah ditanya Pak Jokowi dulu waktu di istana. Pak balikin uangnya ke sistem, lho apa bedanya kan enggak bisa belanja juga. Pak kalau uang bapak ditaruh di BI, dosa bapak dua. Satu bapak enggak bangun ekonominya, yang kedua sistem kering enggak bisa bangun juga," ujar Purbaya.

Baca Juga Menohok! Menkeu Purbaya Jawab Keraguan Publik Ekonomi Bisa ke 6-7 Persen di https://www.kompas.tv/ekonomi/616992/menohok-menkeu-purbaya-jawab-keraguan-publik-ekonomi-bisa-ke-6-7-persen

#jokowi #purbaya #menkeupurbaya

Video Editor: Noval

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/616996/cerita-menkeu-purbaya-ingatkan-jokowi-soal-ekonomi-kalau-taruh-uang-di-bi-dosa-bapak-dua
Transkrip
00:00Saya pernah tanya Pak Jokowi dulu waktu saya di standar, Pak balikin uangnya ke sistem, loh apa bedanya? Kan nggak bisa belanja juga.
00:08Pak, kalau uang Bapak ditaruh di BI, berusaha Bapak dua, satu Bapak nggak bangun ekonominya.
00:16Yang kedua, sistem kering nggak bisa bangun juga.
00:19Jadi kalau balikin ke sistem perekonomian, ke bank, himbaran misalnya, berusaha Bapak tinggal satu.
00:26Yaitu satu, yang nggak bangun aja, tapi ekonominya bisa jalan.
00:34Kalau itu yang dimanfaatkan adalah real sector.
00:38Saya ingin tunjukkan lagi ya, kenapa zaman tadi udah cek belum ya?
00:41Zaman Pak SBY tumbuh 6%, zaman Jokowi rata-rata 5% apa di bawah, Pak SBY sama Pak Jokowi ya.
00:50Kalau Anda lihat di pertumbuhan uang M0-nya, base money, teori dasar moneter itu,
01:00di zaman Pak SBY rata-rata tumbuh 17% lebih.
01:06Akibatnya uang di sistem cukup, kredit tumbuh berapa? 22%.
01:10Jadi pada waktu jalan Pak SBY, walaupun dia nggak bangun infrastruktur abis-abisan,
01:16private sector yang hidup, yang menjalankan ekonomi.
01:22Itu berhubungan juga dengan rasio tax.
01:26Ketika tax private sector yang jalan, dia akan lebih banyak bayar pajak dibanding pemerintah.
01:32Tax ratio kita tinggal tumbuh 0,5% lebih tinggi dibanding ketika zaman Pak Jokowi.
01:37Pada zaman Pak Jokowi, uang tumbuh hanya sekitar 7% M0-nya.
01:45Bahkan di titik-titik itu sepanjang tahun, dua tahun terakhir sebelum krisis, itu tumbuhnya 0%.
01:51Memang ekonomi sedang dicekek.
01:53Cuman saya nggak tahu waktu itu karena saya di maritim.
01:58Jadi 2020 saya diminta bantu, saya kaget.
02:00Pak, kenapa begini Pak?
02:02Bapak bangunan bapak mati-matinya nggak bisa.
02:04Karena mesin ekonomi kita pincang.
02:07Hanya pemerintah yang jalan, sedangkan yang tadi 90% berhenti atau diperlambat.
02:18Zaman Pak Prabowo juga bisa sama.
02:21Ini sekarang masih baru.
02:23Kalau pemerintahnya masih lambat belanjanya dan menjekik perekonomian juga dari isi lain,
02:28dan monetarnya juga sama,
02:31maka akan lebih buruk dibanding yang dua zaman sebelumnya.
02:34Dua mesin mati.
02:38Jadi tugas saya di sini adalah menghidupkan kedua mesin tadi,
02:43mesin monetar dan mesin fiskal.
02:45Nanti saya mohon restu dari parlemen untuk saya menjalankan tugas itu.
02:50Langkah pertama sudah kami jalankan.
02:52Saya sudah lapor ke Presiden, Pak, saya akan taruh uang ke sistem perekonomian.
02:59Berapa?
02:59Saya sekarang punya 425 triliun di BI cash.
03:04Besok saya taruh 200 triliun.
03:06Sudah jalan, Pak?
03:07Sudah jalan?
03:09Lagi dijalankan.
03:11Lagi dijalankan.
03:12Kalau itu masuk ke sistem,
03:14dan saya nanti sudah minta ke Bank Sentral,
03:15jangan diserap uangnya.
03:17Biar aja kalau Anda menjalankan kebijakan monetar,
03:19kami dari sisi fiskal yang menjalankan sedikit.
03:22Tapi nanti mereka juga mendukung.
03:25Artinya,
03:26ekonomi akan bisa hidup lagi.
03:29Terima kasih telah menonton!
03:59Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan