Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Massa mahasiswa hari ini menggelar unjuk rasa di depan gedung DPR MPR RI, Jakarta pada Kamis (28/08/2025).

Aksi digelar mahasiswa untuk memprotes kenaikan tunjangan fantastis anggota DPR.

Hingga sore ini, polisi masih berusaha untuk membubarkan massa.

Massa di Jalan Asia Afrika masih melakukan unjuk rasa, saat ini terlihat aksi pembakaran.

Kita bahas aksi demo di DPR bersama Pengamat Adi Prayitno dan Anggota DPR Ahmad Doli Kurnia.

Baca Juga Demo di DPR, Begini Arus Lalu Lintas di Kawasan Asia Afrika Senayan | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/614325/demo-di-dpr-begini-arus-lalu-lintas-di-kawasan-asia-afrika-senayan-sapa-malam

#demo #dpr #tunjangandpr

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal ini? Komentar di bawah ya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/614328/diprotes-soal-tunjangan-fantastis-ahmad-doli-ungkap-langkah-dpr-usai-didemo-sapa-malam

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Masih di Sapa Indonesia Malam bersama Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Praitno dan anggota Komisi 2 DPR RI Ahmad Doli Kurnia.
00:11Kita lihat dulu bagaimana kondisi terkini saat ini di area gedung DPR RI dan juga di kawasan jalan Asia Afrika.
00:20Tadi sebelum jeda kami menginformasikan jalan ini sebenarnya sempat dibuka sekitar 15 menit lalulah sempat dibuka dari jalan Asia Afrika menuju Sudirman maupun sebaliknya karena tadi masa sudah membubarkan diri sempat ada bakar barang dan juga fasilitas umum di daerah Asia Afrika.
00:43Tapi sudah sempat dibubarkan dengan kendaraan pengurai masa tapi sekitar 5 menit lalu sempat terjadi ricoh kembali.
00:53Nah sekarang kita pantau bagaimana kondisinya tampaknya sudah bisa dibuka jalurnya di satu sisi baru satu sisi saja dari Asia Afrika menuju ke kawasan Sudirman.
01:09Di dekat kawasan Senayan ini sudah mulai dibuka tapi sebaliknya dari Sudirman menuju ke Asia Afrika dan juga ke arah patal Senayan ini ditutup kembali.
01:23Ini adalah gambar terbaru yang diambil oleh jurnalis Kompas TV Jonah Hamonangan dan juga Bondan Wicaksono.
01:30Kalau ini gambar tadi sebelumnya pada saat polisi mengurai masa dari jalan Asia Afrika menuju Sudirman yang sebelumnya tadi kita lihat sebelum dibuka kembali kita bahas lagi.
01:45Ini kan sebenarnya tadi sudah dibahas juga Bung Doli bahkan sudah meminta maaf atas nama kawan-kawan di DPR yang dianggap pernyataannya kontraproduktif.
01:54Sekarang kan Bung Doli yang harus diantisipasi pasca ini satu apa yang harus dilakukan secara segera agar ketidaksukaan publik ini bisa mereda setidaknya.
02:08Bung Doli apa sebenarnya sih yang bisa dilakukan dari DPR secara lembaga ataupun juga anggota DPR yang dianggap kontraproduktif.
02:16Karena kan kalau kita lihat juga di media sosial kritikan itu bahkan langsung dilancarkan ke media sosial masing-masing anggota DPR tersebut.
02:26Ya pertama tentu kita teman-teman terutama yang selama ini ya dikirapkan ya harus menahan diri menurut saya.
02:37Ya tidak juga kemudian tetap reaktif menanggapi komentar-komentar yang mungkin banyak sekali yang negatif.
02:45Ya terus terang saja sekarang DPR ini termasuk saya ngomentar masalah apa aja soal wilkanah, soal pengilu, soal macam itu dan ya agak apa namanya ya tetap aja mendapat respon yang negatif gitu loh.
02:59Tapi ya sudah lah mungkin konsekuensi kita ya sebagai wakil rakyat yang memang ekspektasi masyarakat publik mungkin juga kepada kami juga tinggi.
03:14Begitu tidak sampai mereka merah kecewa sikapnya macam-macam ya sudah lah kita tidak ikhlas gitu.
03:21Itu konsekuensi sebagai wakilnya mereka, wakilnya rakyat gitu.
03:25Jadi mending kita cooling down ya tidak usah apa namanya menindaklanjutan komentar reaksi yang kita angkat negatif terhadap kita itu itu satu.
03:37Nah yang kedua, wakilnya kemarin BPN DPR kan sudah menjelaskan, Pak Dasko menjelaskan bahwa salah satu yang utama dipersoal oleh rakyat itu kan suatu minat rumah.
03:48Nah sudah dijelaskan bahwa itu cuma sampai Oktober ya mudah-mudahan itu juga bisa membuat keredaan situasi gitu.
03:57Nah yang ketiga ya kita tetap fokus bekerja, jangan meninggalkan tanggung jawab petugas yang lain ya yang selama ini sudah kita jalankan dan fokus dalam peningkatan kinerja untuk kepentingan rakyat dan bangsa negara kita.
04:19Ya kalau misalnya tadi seperti yang disampaikan Bung Doli ya sebenarnya sudah disampaikan apa yang harus dilakukan DPR.
04:26Tapi kan Mas Adi juga melihat untuk mengendalikan kemarahan publik dari manapun itu kanalnya tidak mudah.
04:35Nah sekarang siapa yang bisa bergerak untuk meredam ini?
04:39Kalau DPR, wakil ketua DPR sudah kasih statement soal tunjangan tapi di sisi lain juga masih ada ketidakpuasan dengan berbagai tuntutan.
04:47Itu apa yang harus dilakukan agar ini tidak apa ya jadi menunggangi unjuk rasa untuk kepentingan lainnya?
04:55Ya itu yang harus dibatasi.
04:56Ya saya kira memang secara prinsip pertama memang kawan-kawan politisi Senayan sebaiknya tidak perlu reaktif ya.
05:04Suara-suara publik di medsos itu kan berisik dan bahkan sangat kasar statement-statementnya.
05:08Nah dan tidak perlu statement-statement kasar itu kan adalah politisi itu mengamplifikasi di medsosnya.
05:14Ini nih netizen yang ngomong ngata-ngatain dengan bahasa yang kasar.
05:18Saya kira tidak perlu dan bahkan kalau bisa sih kalau ada suara-suara lantang kayak gitu tutup mata, tutup kuping dan gak perlu direspon sebenarnya.
05:25Anggap aja ingin angin lalu.
05:27Kecuali kritik yang benar ya.
05:28Betul.
05:28Yang penting apa yang disampaikan secara subtansi itu didiskusikan.
05:32Nah yang kedua, kalau kita jujur ya sulit untuk mendeteksi siapa yang sebenarnya melakukan aksi demonstrasi.
05:38Seperti yang hari ini masih belum bumbar.
05:40Kalau dengan buruh enak.
05:42Kan ada misalnya asosiasi-asosiasi buruh.
05:45Ada kelompok-kelompok buruh.
05:46Kalau yang melakukan protesi itu adalah BEM mahasiswa, BEM Nusantara, BEM BSI, BEM Jabotabek, BEM Jakarta.
05:52Enak penetrasinya.
05:54Ada sesuatu yang bisa diajak diskusi dan bisa diajak dialog.
05:57Tapi kalau demo seperti hari ini terserah, gak jelas ini nama kelompoknya, tak jelas itu siapa aktor kuncinya.
06:05Tentu langkah-langkah persuasi semacam ini yang saya kira agak sulit untuk bisa dideteksi.
06:09Karena kemarahan-kemarahan yang semacam ini tentu tidak terukur.
06:13Oleh karena itu bagi saya memang tugas dari pihak keamanan sebenarnya untuk mendeteksi.
06:19Sebenarnya aktor ataupun siapa yang sebenarnya mendesain protesi ini memang sebisa mungkin ajak dialog.
06:25Bukankah DPR itu sudah menyambut dengan tangan terbuka.
06:29DPR menyatakan bahwa soal tunjangan rumah dinas 50 juta sampai Oktober aja.
06:35Sementara setelah November dan seterusnya sudah tak ada lagi.
06:38Itu sudah didengarkan aspirasinya.
06:40Jadi hal-hal yang sifatnya kontraproduktif, menimbulkan gejolak,
06:44seperti merusak fasilitas publik tidak terulang di kemudian hari jikapun ada protes.
06:49Oleh karena itu pentingnya melakukan langkah-langkah persuasi kepada kelompok-kelompok yang terus melakukan protes itu menjadi penting.
06:56Bagaimana caranya?
06:57Mendeteksi, tanya kepada mereka siapa yang kemudian menjadi aktor yang mendesain aktivitas itu baru kemudian dicarikan solusinya.
07:04Apa langkah-langkah yang paling mungkin bisa didudukan bersama untuk menghindari hal-hal yang sifatnya kegaduhan dan kontraproduktif.
07:12Kan seterhana itu saja sebenarnya Friska.
07:14Kalau Bang Doli juga apakah melihat hal yang sama, Bung Doli?
07:17Jadi ada yang menyampaikan ketidakpuasan, memang menyampaikan kritik kepada DPR,
07:22tapi ada aktor lain yang dianggap tanda kutip menunggangi momentum ini?
07:29Ya tentu kita tidak berharap seperti itu.
07:33Aspirasi yang disampaikan itu harusnya murni.
07:38Kritik terhadap kita kita terima.
07:40Tapi kalau kemudian sudah masuk ke wilayah yang lebih luas, wilayah politik, ada penunggangi dan setelah macam,
07:49ya saya kira ya itu juga harus kita perangi sama-sama.
07:53Karena itu sudah out of context kan gitu loh.
07:55Apalagi DPR kan sebetulnya ya kami misalnya menerima saja kritik, masukan itu gitu.
08:04Dan sudah ada yang dikoreksi-koreksi juga.
08:06Nah tapi kalau kemudian ada motif lain, ya kita pun juga harus sama-sama ya masyarakat harus juga sama-sama memahami dan memerangi itu.
08:17Ya nggak boleh, rakyat itu kan menyampaikan aspirasinya nggak boleh dimanipulasi juga.
08:21Menyampaikan aspirasi sebaiknya tidak sampai mengganggu fasilitas umum.
08:25Pertama-tama tentu sekali lagi kami atas nama pemerintah menghormati segala bentuk penyampaian aspirasi.
08:45Dalam hal ini kemarin tanggal 25 dan tanggal 28 hari ini menyampaikan aspirasi.
08:58Tentu kita menghormati.
08:59Kalaupun melalui cara penyampaian aspirasi demo itu juga tidak masalah.
09:07Yang penting semangatnya kami semua berharap untuk kemudian tidak menimbulkan, apa namanya, mengganggu fasilitas-fasilitas umum itu aja.
09:23Jadi kalau dalam kondisi sekarang artinya Mas Adi harus bisa dibedakan ya, mana yang memang menyampaikan kritik, mana yang tadi memanfaatkan situasi.
09:34Ya kalau kita mau jujur sebenarnya, apa yang dilakukan oleh kawan-kawan aktivis buruh misalnya dari pagi dan siang membebarkan diri itu jelas.
09:42Apa tuntutan-tuntutan yang mereka sampaikan secara terbuka di depan DPR ya, dan di berbagai tempat di provinsi.
09:48Mereka meminta misalnya supaya outsourcing dihilangkan, supaya mereka itu tidak ada lagi upah-upah yang rendah terhadap buruh jelas.
09:56Dan mereka membubarkan diri.
09:58Yang agak rumit mendeteksi adalah ketika begitu banyak kelompok-kelompok yang kemudian dia juga melakukan protes dan demonstrasi,
10:05nama organisasinya tidak jelas, dan siapa yang kemudian dianggap bertanggung jawab terkait dengan protes yang hingga hari ini masih sedang diupayakan untuk dilakukan pembubaran.
10:14Makanya penting langkah-langkah persuasi itu dalam aktivis dan demonstrasi, itu dalam konteks karena ada sesuatu yang bisa dinegosiasikan sebenarnya Friska.
10:23Kita sebagai aktivis dulu memang sering dorong-dorongan dengan para aparat.
10:27Kalau memang melewati batas jam 6 sore itu kan tidak boleh.
10:30Apa yang bisa dinegosiasikan? Kita dipersilakan bubah dengan tertib, dan besok turun lagi.
10:36Kalau aspirasinya tidak didengarkan, turun lagi.
10:39Kalau tidak didengarkan, turun lagi, turun lagi, sehingga aspirasi itu didengarkan.
10:43Itulah yang saya sebutkan, bahwa tidak ada yang disebut dengan instankun fayakun.
10:47Hari ini protes, hari ini menyampaikan aspirasi, kemudian akan didengarkan.
10:51Itu sulit. Itu sangat sulit.
10:53Ini adalah protes yang cukup luar biasa.
10:55Tapi pada saat yang sama, bagi saya, siapapun pengambil kebijakan publik di negara kita,
11:00jangan sampai publik itu nunggu marah.
11:03Jangan sampai misalnya publik itu harus bakar-bakaran.
11:07Kalau memang ada hal-hal yang penting, esensial, dan penting untuk didengarkan,
11:11saya kira memang sangat layak untuk didengarkan.
11:13Misalnya ketika ada keinginan tanggal 25 Agustus yang lalu,
11:17supaya rancangan undang-undang terkait dengan perampasan atlet itu disahkan,
11:21itu kan mudah saja.
11:23Apa sih yang membuat undang-undang ini tidak kunjung disahkan?
11:26Bukankah hari ini palemen solid?
11:28Bukannya sama dengan pemerintah?
11:29Apa yang kemudian membuat undang-undang ini tidak segera disahkan?
11:32Bagi saya kan simpel saja sebenarnya untuk merespon.
11:35Hal-hal yang sifatnya untuk mengantisipasi yang kita sebut dengan tindakan anarkis.
11:39Ini masuk kategorian anarkis sebenarnya.
11:42Karena mengganggu ketertiban umum.
11:44Tidak boleh membakar-bakar di jalanan,
11:47mengganggu ketertiban umum, orang tidak boleh lewat.
11:50Sementara orang kan juga punya kesibukan masing-masing.
11:52Bukan hanya soal mereka yang punya kepentingan untuk menyampaikan aspirasi.
11:56Oke, terakhir ke Bung Doli,
11:58ketertiban umum harus dijaga.
11:59Tapi di sisi lain tadi untuk menjawab juga tuntutan dari publik,
12:04apa yang harus dilakukan dalam waktu cepat?
12:05Misalnya soal legislasi, soal tunjangan dan lain-lain.
12:08Tunjangan tadi sudah dijawab ya.
12:09Tapi untuk legislasi misalnya, untuk produktif,
12:12beberapa hal termasuk perampasan aset apa yang bisa dijawab oleh DPR?
12:16Singkat saja.
12:18Tentu kan kita tadi, kita kembali bekerja seperti bagaimana biasanya.
12:24Urusan legislasi terus dijelankan.
12:26Mana yang sudah masuk dalam prolektas-prolektas, kita jalankan.
12:32Nah, termasuk undang-undang yang tadi disampaikan,
12:34itu kan kemarin sudah dijawab juga ya.
12:37Bahwa DPR, bersama pemerintah,
12:40kan mulai membahas soal undang-undang pemerasan aset itu
12:44setelah undang-undang KUHAP selesai.
12:48Nah, sekarang undang-undang KUHAPnya kan sudah berjalan.
12:51Dan itu secara terbuka disampaikan.
12:53Sekarang kan mengakses DPR itu kan nggak susah.
12:56TV Parlemen ada, YouTube ada, media online ada.
13:00Setiap hari juga bisa dimonitor itu pekerjaan-kekerjaan di DPR.
13:03Jadi undang-undang KUHAP itu sekarang sudah dikejar oleh teman-teman Komisi 3.
13:09Ya, kita tunggu supaya nanti, apa namanya,
13:12linear dengan undang-undang perampasan aset.
13:14Baik, terima kasih Bung Ahmad Doli Kurnia,
13:18anggota DPR RI, fraksi Gulakar.
13:20Terima kasih juga Mas Adi Payno,
13:23Direktur Eksekutif Parimeter Politik,
13:25sudah membahas ini di Sapa Indonesia Malam.
13:27Kita berharap juga kondisi segera kondusif
13:28setelah unjuk rasa yang berlangsung di gedung DPR RI.
13:33Aspirasi silahkan disampaikan catatannya dengan tertib.
13:36Kami akan kembali dengan informasi lainnya
13:39masih di Sapa Indonesia Malam, Usai Jeddah.
Komentar

Dianjurkan