00:00Kita beralih ke informasi selanjutnya, Saudara Kota Batu, Jawa Timur memiliki kue khas untuk merayakan idul fitri, yakni kue ladu.
00:08Kue jajanan ini dengan cita rasa manis dan juga gurih banyak dipesan warga untuk momen lebaran.
00:18Inilah kue ladu, jajanan tradisional yang berasal dari desa Gunung Sari, Kota Batu.
00:23Kue ladu terbuat dari tepung beras ketan yang dimasak dan ditumbuk, serta dicampur dengan gula.
00:30Cara pembuatan ladu juga masih tradisional.
00:34Adonan ladu yang sudah halus dijemur lalu dioven hingga mengembang seperti kerupuk.
00:40Sri Rahayu salah satu pembuat kue ladu bilang ladu memiliki makna langgeng, seduluran atau persudaraan yang abadi.
00:47Ladu kerap dijadikan hantaran atau disuhukan saat momen hari raya idul fitri.
00:52Sri menjelaskan dirinya adalah generasi ketiga pembuat ladu.
00:56Pada momen libur hari raya idul fitri, Sri Rahayu cukup kewalahan menyelesaikan pesanan ladu dari para pelanggannya.
01:04Maraknya media sosial juga membuat eksistensi kue ladu menyebar hingga luar kota.
01:09Tak heran jika pesanan kue ladu ini banyak berdatangan dari luar kota.
01:13Peningkatan nenek hari biasa 10 kg. Nenek lebaran 25 kg kurang.
01:20Untuk proses produksinya mulai awal ramadhan atau sebelum ramadhan?
01:25Sebelum ramadhan.
01:27Kalau ramadhan ya enggak mencukupi toh.
01:30Uangan permintaan konsumen iku dari hari-hari hak mau menjelang idul fitri iku.
01:36Peningkatan pesan banyak yang meminati.
01:39Bukan ya, sekeliling dulu lah satu wilayah batu.
01:42Sekarang orang mau kenalnya lewat banyak sosmed sekarang.
01:47Jika di hari biasa Sri memasak 8 kg bahan baku untuk ladu,
01:51namun di bulan ramadhan hingga hari raya idul fitri,
01:55Sri bisa memasak hingga 25 kg bahan baku ladu.
01:59Dedy Prasetyo, Kompas TV, Batu, Jawa Timur.
Komentar