Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Kota Batu, Jawa Timur, memiliki kue khas untuk merayakan Idulfitri, yakni kue ladu. Jajanan bercita rasa manis dan gurih ini banyak dipesan warga saat momen Lebaran.

Kue ladu merupakan jajanan tradisional yang berasal dari Desa Gunungsari, Kota Batu. Ladu terbuat dari tepung beras ketan yang dimasak dan ditumbuk, kemudian dicampur dengan gula.

Proses pembuatannya masih dilakukan secara tradisional, yakni adonan yang telah halus dijemur lalu dioven hingga mengembang seperti kerupuk.

Salah satu pembuat kue ladu, Sri Rahayu, mengatakan ladu memiliki makna langgeng seduluran atau persaudaraan yang abadi. Kue ini kerap dijadikan hantaran atau disajikan saat Hari Raya Idulfitri. Sri juga menyebut dirinya merupakan generasi ketiga pembuat ladu.

Pada momen libur Lebaran, Sri Rahayu mengaku kewalahan memenuhi pesanan yang terus meningkat. Maraknya media sosial turut membuat eksistensi kue ladu semakin dikenal hingga luar kota, sehingga pesanan pun datang dari berbagai daerah.

#ladu #batu #lebaran

Baca Juga 3 Hari Usai Lebaran, Pelabuhan Bakauheni Masih Lancar-Penumpang Diprediksi Meningkat | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/nasional/658731/3-hari-usai-lebaran-pelabuhan-bakauheni-masih-lancar-penumpang-diprediksi-meningkat-sapa-pagi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/658734/kue-ladu-khas-kota-batu-laris-saat-lebaran-sarat-makna-persaudaraan-sapa-pagi

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Kita beralih ke informasi selanjutnya, Saudara Kota Batu, Jawa Timur memiliki kue khas untuk merayakan idul fitri, yakni kue ladu.
00:08Kue jajanan ini dengan cita rasa manis dan juga gurih banyak dipesan warga untuk momen lebaran.
00:18Inilah kue ladu, jajanan tradisional yang berasal dari desa Gunung Sari, Kota Batu.
00:23Kue ladu terbuat dari tepung beras ketan yang dimasak dan ditumbuk, serta dicampur dengan gula.
00:30Cara pembuatan ladu juga masih tradisional.
00:34Adonan ladu yang sudah halus dijemur lalu dioven hingga mengembang seperti kerupuk.
00:40Sri Rahayu salah satu pembuat kue ladu bilang ladu memiliki makna langgeng, seduluran atau persudaraan yang abadi.
00:47Ladu kerap dijadikan hantaran atau disuhukan saat momen hari raya idul fitri.
00:52Sri menjelaskan dirinya adalah generasi ketiga pembuat ladu.
00:56Pada momen libur hari raya idul fitri, Sri Rahayu cukup kewalahan menyelesaikan pesanan ladu dari para pelanggannya.
01:04Maraknya media sosial juga membuat eksistensi kue ladu menyebar hingga luar kota.
01:09Tak heran jika pesanan kue ladu ini banyak berdatangan dari luar kota.
01:13Peningkatan nenek hari biasa 10 kg. Nenek lebaran 25 kg kurang.
01:20Untuk proses produksinya mulai awal ramadhan atau sebelum ramadhan?
01:25Sebelum ramadhan.
01:27Kalau ramadhan ya enggak mencukupi toh.
01:30Uangan permintaan konsumen iku dari hari-hari hak mau menjelang idul fitri iku.
01:36Peningkatan pesan banyak yang meminati.
01:39Bukan ya, sekeliling dulu lah satu wilayah batu.
01:42Sekarang orang mau kenalnya lewat banyak sosmed sekarang.
01:47Jika di hari biasa Sri memasak 8 kg bahan baku untuk ladu,
01:51namun di bulan ramadhan hingga hari raya idul fitri,
01:55Sri bisa memasak hingga 25 kg bahan baku ladu.
01:59Dedy Prasetyo, Kompas TV, Batu, Jawa Timur.
Komentar

Dianjurkan