Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memberangkatkan ratusan pemudik yang hendak kembali bekerja ke wilayah Jabodetabek.

Pemberangkatan dilakukan di halaman Balai Kota Yogyakarta pada Senin (23/3/2026) pagi.

Program Balik Kerja pascamudik Lebaran kembali digelar BPKH di sejumlah daerah. Di Yogyakarta, sekitar 675 pemudik diberangkatkan menuju Jabodetabek menggunakan 15 unit bus.

Sebelum diberangkatkan, para peserta terlebih dahulu mendapatkan pembekalan manajemen keuangan untuk program haji dari perwakilan Bank Muamalat setempat.

Anggota Badan Pelaksana BPKH, Sulistiyowati, menyebut animo masyarakat terhadap program ini terus meningkat. Namun, peserta yang lolos merupakan pemudik yang telah terverifikasi memiliki pekerjaan di wilayah Jabodetabek.

#bpkh #warga #jabodetabek

Baca Juga Timnas Indonesia Siap FIFA Series 2026, Punya Peluang Besar? | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/olahraga/658727/timnas-indonesia-siap-fifa-series-2026-punya-peluang-besar-sapa-pagi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/658729/warga-antusias-bpkh-berangkatkan-675-pemudik-balik-kerja-ke-jabodetabek-dari-yogyakarta

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Saudara Badan Pengelola Keuangan Haji atau BPK HAM
00:03berangkatkan ratusan pemudik yang hendak kembali bekerja di wilayah Jabodetabek.
00:07Pemberangkatan dilakukan di alaman kantor Balai Kota Yogyakarta pada Senin pagi.
00:15Program Balik Kerja Pasca Mudik Lebaran
00:18kembali digelar Badan Pengelola Keuangan Haji atau BPKH di sejumlah daerah.
00:23Di Yogyakarta, sekitar 675 pemudik yang hendak kembali bekerja
00:27diberangkatkan kembali ke wilayah Jabodetabek menggunakan 15 unit bus.
00:32Anggota Badan Pelaksana BPKH, Sulis Tiawati, menyebut
00:35animo masyarakat terhadap program balik kerja ini terus meningkat.
00:39Namun, mereka yang lolos sebagai penerima manfaat balik kerja bareng BPKH
00:43adalah para pemudik yang telah terverifikasi memiliki pekerjaan di Jabodetabek.
00:49Jadi kenapa kita bikin program balik kerja?
00:51Karena kita tahu bahwa setelah lebaran, tadi juga banyak yang mengucapkan terima kasih,
00:56matur nungun bu, sanggunya itu sudah habis.
00:58Jadi BPKH menyediakan fasilitas gratis dengan naik bus, kita siapkan kaosnya,
01:04kita siapkan makanannya, sneknya, pokoknya semua, dan souvenir.
01:07Jadi kita siapkan semuanya sehingga mereka tetap happy dan bisa semangat kembali kerja ke Jakarta.
01:14Tapi syaratnya memang mereka harus punya kerjaan di Jakarta, jadi bukan cari kerja.
01:19Program balik kerja bareng BPKH ini adalah kali keempat digelar.
01:23Apresiasi atas program ini disuarakan anggota Komisi 8 DPR RI, Singgi Janurat Moko.
01:30Menurut Singgi, program ini sangat bermanfaat membantu keuangan para pemudik ketika hendak balik kerja.
01:37Kita dari Komisi Laban DPR RI sangat apresiasi dan mendukung sekali program balik kerja bareng BPKH ini.
01:44Dan saya saksikan, teman-teman dari DPR juga menyaksikan bahwa program ini sangat baik, membantu sekali.
01:50Tadi saya tanya di BIS juga, karena kalau orang ke Bali ke Kepas Mudi kan sudah bawa uang.
01:56Karena ke Jakarta uangnya sudah habis sangunya, mereka sangat terasa terbantu.
02:00Ada yang satu keluarga tadi, empat, kan minimal dia sudah meringankan beban satu setengah sampai dua juta.
02:06Dan nanti kita harapkan tadi kita peseni semangat balik ke Jakarta.
02:10Salah seorang penerima manfaat balik kerja bareng BPKH, Ahmadifandi, mengaku program ini membantu keuangan dirinya dan tiga orang anggota keluarganya.
02:20Karena bisa berhemat ongkos balik ke Jakarta.
02:23Alhamdulillah ini kan program yang hampir tiap tahun ada ya, jadi kebetulan coba apply, ternyata Alhamdulillah bisa diterima juga.
02:33Kebetulan membagi juga untuk dari segi pendanaan juga ya, karena ini kan ini free.
02:41Pembiayaan program balik kerja bareng BPKH bersumber dari dana abadi umat,
02:45yang diharapkan pengelolaannya bisa memberikan nilai manfaat bagi masyarakat.
02:50Selain di Yogyakarta, program serupa juga digelar di Solo, Surabaya, dan Lampung dengan target penerima manfaat sekitar 2.700 orang.
03:00Michael Aryawan, Kompas TV, Yogyakarta.
Komentar

Dianjurkan