Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Desa Adat Bali Jadi Benteng Hadapi Perubahan Iklim

Peran desa adat Bali kembali menjadi sorotan sebagai garda terdepan menghadapi perubahan iklim. Nilai-nilai tradisi seperti Tri Hita Karana terbukti selaras dengan strategi adaptasi dan mitigasi, bahkan jauh sebelum istilah itu populer. Bagaimana menurut Semeton, apakah desa adat bisa terus jadi benteng hijau Bali di masa depan?

Reporter : AGA
Editor : FDI

#Bali
#AllAboutBali
#BeritaBali
#DesaAdatBali
#TriHitaKarana
#PerubahanIklim
#GreenBali
#EnergiBersih
#TransportasiListrik
#KearifanLokal
#HutanLestari
#ClimateAction
#BaliUpdate
#LingkunganHidup
#BaliGoGreen
Transkrip
00:00Desa adat Bali jadi benteng hadapi perubahan iklim.
00:03Denpasar, peran desa adat Bali kembali menjadi sorotan dalam upaya menghadapi tantangan perubahan iklim.
00:09Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menegaskan bahwa nilai-nilai tradisi Bali sejatinya telah lama mempraktikan strategi adaptasi dan mitigasi iklim,
00:19bahkan jauh sebelum istilah itu populer digunakan.
00:22Kalau kita tarik jauh ke belakang, desa adat kita sudah memiliki konsep menjaga keseimbangan.
00:27Trihita karena harmoni antara Tuhan, manusia, dan alam sesungguhnya sudah merupakan bagian dari adaptasi dan mitigasi iklim,
00:35ujar Dewa Indra saat berbicara dalam Forum Bisanur, Kota Denpasar, Senin 25 Agustus 2025.
00:43Menurutnya, kearifan lokal masyarakat ada terbukti sangat adaptif.
00:48Dalam praktik pertanian misalnya, pola tanam, pengelolaan air, hingga penentuan musim tanam selalu mempertimbangkan kondisi iklim.
00:55Mereka tahu dari mana sumber airnya, kapan menanam, dan bagaimana menjaganya.
01:02Itu semua bagian dari strategi menghadapi perubahan iklim, jelasnya.
01:06Ia juga menyeroti kesamaan antara Bali dan Sumatera Barat,
01:10yang sama-sama memiliki basis masyarakat adat kuat desa adat di Bali dan nagari di Sumbar.
01:15Sebanyak 81 persen nagari berada di kawasan hutan,
01:18sehingga peran mereka sangat penting dalam menjaga hutan sebagai paru-paru bumi.
01:22Bukankah substansi pengendalian emisi adalah menjaga hutan agar produksi oksigennya lebih tinggi dari karbon?
01:30Kalau hutan lestari, maka kita sudah berada di jalur yang benar.
01:34Tegasnya, selain penguatan peran desa adat, Bali juga terus mengembangkan energi bersih.
01:40PLN didorong mengganti pembangkit berbahan solar menjadi gas LPG dan energi surya.
01:45Bahkan, bangunan-bangunan diwajibkan menggunakan solar cell,
01:50di sektor transportasi, kampanye kendaraan listrik juga semakin masif.
01:55Forkompinda Bali sudah semua menggunakan kendaraan listrik.
01:59Bahkan, di Pemda setiap hari Jumat wajib menggunakan kendaraan listrik.
02:03Tinggal bagaimana kita dorong desa adat ikut terlibat, kata Dewa Indra.
02:08Sembari dirinya menambahkan, bahwa kolaborasi Bali dan Sumatera Barat adalah contoh konkret
02:13bahwa masyarakat adat bukan hanya warisan budaya,
02:16tetapi juga benteng utama dalam menjaga bumi dari krisis iklim global.
02:19Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan