Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, ditantang beradu debat soal tunjangan fantastis anggota DPR oleh diaspora Indonesia.

Namun, alih-alih menjawab tantangan tersebut, Sahroni justru memilih berkomentar melalui media sosial.

Isu tunjangan fantastis yang diterima anggota DPR terus menjadi perbincangan panas di masyarakat. Di media sosial, banyak warga menyuarakan protes mereka terhadap berbagai fasilitas mewah yang dinilai sangat kontras dengan kondisi ekonomi masyarakat.

Diaspora Indonesia, Salsa Erwina Hutagalung, menyoroti kesenjangan besar antara penghasilan anggota DPR dengan rata-rata pendapatan masyarakat Indonesia. Sahabat KompasTV, bagaimana menurutmu soal kenaikan ini?

#dpr #ahmadsahroni #tunjangan #gajidpr

Baca Juga [FULL] Intip Terowongan Raksasa Ikon MRT Jakarta di Stasiun Monas, Dibangun dengan Teknologi Modern di https://www.kompas.tv/nasional/614171/full-intip-terowongan-raksasa-ikon-mrt-jakarta-di-stasiun-monas-dibangun-dengan-teknologi-modern



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/614175/panas-diaspora-tantang-ahmad-sahroni-debat-soal-fasilitas-mewah-dpr-kompas-siang

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Wakil Ketua Komisi 3 DPR, Ahmad Shahroni ditantang beradu debat soal tunjangan fantastis anggota DPR oleh diaspora Indonesia.
00:08Tidak menjawab tantangan debat, Shahroni memilih berkomentar di media sosial.
00:16Tunjangan fantastis yang diterima anggota DPR terus menjadi perbincangan panas di masyarakat.
00:21Di sosial media, banyak warga membagikan protes mereka terhadap berbagai fasilitas mewah yang diterima anggota DPR yang dinilai sangat kontras dengan kondisi ekonomi masyarakat.
00:32Aku benar-benar murka banget ya, lihat kearuganan dari karyawan kita di DPR, Ahmad Shahroni dari partai Nasdem.
00:39Kenapa kita minta untuk bubarkan DPR?
00:41Satu, mereka udah gagal dalam menjalankan mandat dari masyarakat yang diberikan kepada mereka.
00:45Negara kita sedang defisit.
00:46Pemerintah mau mengeruk pajak sebesar-besarnya dari mulai pendapatan PPN dan lain sebagainya sampai pajak PBB juga mau dinaikin secara luar biasa kan sama pemerintah.
00:54Udah dari situ, kita, Indonesia, menghabiskan APBN tahun 2025 sebanyak 9,96 triliun sebesar itu untuk DPR RI.
01:05Diaspora Indonesia, Salsa Erwin Ahuta Galung menyebut,
01:08kesenjangan penghasilan anggota DPR dengan penghasilan rata-rata masyarakat Indonesia sangat jauh.
01:13Di Singapura, datanya gaji UMR individu, masyarakat UMR nih ya, berarti kan itu standar ya,
01:21itu gaji parlemennya hanya 2,6 kali lipat lebih besar dibandingin dari UMR.
01:27Di Malaysia, ini salah satu data tertinggi yang aku lihat ya, di Asia juga, yaitu 9 kali lipat, Kak.
01:33Nah, sedangkan di Sweden ya, atau deket banget nih sama Denmark ya, tempat aku tinggal,
01:39itu hanya berbeda 1,9 kali lipat.
01:43Jadi memang kesenjangannya nggak jauh agar kebijakan-kebijakan yang dibuat itu bener-bener bisa dirasakan masyarakat.
01:50Tapi, Kak, di Indonesia, bayangkan UMR kita secara nasional kalau dirata-ratakan itu hanya 3,5 juta per bulan,
01:58dibandingkan dengan take home pay yang hampir 120 juta, itu 34 kali lipat.
02:04Ini kesenjangan yang luar biasa besar.
02:07Kedua, masalah keadilan ya, Kak.
02:09DPR itu nggak bayar pajak.
02:11Dengan penghasilan sebesar itu, fasilitas yang luar biasa, patual, staff, tunjangan rumah,
02:17tunjangan telpon sampai berjuta-juta, mereka tidak membayar pajak.
02:21Kita bandingkan dengan masyarakat yang sebelum kita terima gaji, itu pajak kita udah dipotong langsung.
02:28Belum lagi, baru disahkan.
02:30PPN mau naik, PBB naik secara brutal dan membabi buta ya, sampai seribu kali lipat gitu di beberapa daerah.
02:36Jadi memang ini bener-bener kelihatan banget, Kak, secara terang-benderang seperti matahari,
02:41bahwa masyarakat dicekik habis-habisan, tapi pemerintah kita hidup dengan bermandi-mandi kemewahan.
02:47Menurut aku, ini ketidakadilan yang luar biasa besar.
02:50Kesal dengan gaya hidup anggota DPR yang dinilai tidak berempati,
02:54Salsa pun menantang Wakil Ketua Komisi 3 DPR, Ahmad Saroni, untuk beradu debat.
02:59Ahmad Saroni, jawab ya tantangan debat dari aku.
03:02Kapan? Kasih tahu, kita jalankan, kita laksanakan.
03:04Banyak juri-juri debat yang profesional.
03:06Jangan ambil dari teman-teman kamu lagi, gak punya empati mereka semua soalnya.
03:10Tidak menjawab tantangan debat Salsa, tapi Ahmad Saroni memilih berkomentar di akun sosial medianya.
03:15Dalam unggahannya, Saroni bilang, tidak akan meladeni ajakan debat itu.
03:20Ia juga mengunggah tangkapan layar Salsa saat tengah live bersama Kompas TV.
03:24Saroni bertanya, apakah Salsa sedang lomba debat di Denmark?
03:28Namun, unggahan itu tidak bertahan lama.
03:30Kurang dari 24 jam, Saroni sudah menghapus dua unggahannya terkait Salsa.
03:34Ya, bahkan kayaknya akun aku sudah di-block ya, karena mungkin begitu banyak mention kepada wakil rakyat kita yang satu itu.
03:42Dan dia sudah balas kalau katanya dia gak akan menerima ajakan debat itu karena dia masih bodoh dan masih perlu belajar.
03:50Ya, menurutku kalau memang dia merasa bodoh, maka itu bukan tempat yang baik ya untuk dia mengatakan orang-orang yang mau membubarkan DPR itu ya cenit gitu ya.
03:59Itu sudah gak masuk akal banget.
04:01Dan yang kedua, kalau memang bodoh, saat kita bodoh kak, aku pun gak tiba-tiba jadi mewakili Indonesia di lomba debat dunia kan.
04:10Itu kan ada proses untuk aku bisa jadi semakin baik.
04:12Harusnya dia mau belajar gitu.
04:14Dan yang aku pertanyakan di sini adalah, pertanggung jawabkan kata-katanya dan kesombongannya menantang masyarakat dengan begitu arogannya dia.
04:23Tunjangan fantastis anggota Dewan menjadi perhatian masyarakat di tengah sulitnya perekonomian dan efisiensi yang dirasakan saat ini.
04:31DPR dituntut untuk berempati dengan tidak semakin membebani rakyat.
04:35Apa sih kecapaian pekerjaan kamu sampai saat ini gitu ya?
04:38Aku lihat kamu di Instagram seneng banget tuh untuk pamer-pamer kekayaan ya kan.
04:42Wah, crazy rich Indonesia men, sultan gitu.
04:44Motornya, mobilnya, wadidaw, kaya banget loh bro.
04:48Kalau beneran kaya dan udah kaya, kenapa masih maruk mau mempertahankan tunjangan dari pajak hasil kerja rakyat Indonesia
04:55yang bekerja dengan sangat keras, sangat jujur, desak-desakan ditransportasi, susah cari pekerjaan yang pengen kamu pajakin kemana-mana itu.
05:01Ngapain mau ngambil duit kita kalau memang kamu sudah crazy rich?
05:05Di tengah riuh rendah polemik ketujuan.
Komentar

Dianjurkan