00:00Wakil Ketua Komisi 3 DPR, Ahmad Shahroni ditantang beradu debat soal tunjangan fantastis anggota DPR oleh diaspora Indonesia.
00:08Tidak menjawab tantangan debat, Shahroni memilih berkomentar di media sosial.
00:16Tunjangan fantastis yang diterima anggota DPR terus menjadi perbincangan panas di masyarakat.
00:21Di sosial media, banyak warga membagikan protes mereka terhadap berbagai fasilitas mewah yang diterima anggota DPR yang dinilai sangat kontras dengan kondisi ekonomi masyarakat.
00:32Aku benar-benar murka banget ya, lihat kearuganan dari karyawan kita di DPR, Ahmad Shahroni dari partai Nasdem.
00:39Kenapa kita minta untuk bubarkan DPR?
00:41Satu, mereka udah gagal dalam menjalankan mandat dari masyarakat yang diberikan kepada mereka.
00:45Negara kita sedang defisit.
00:46Pemerintah mau mengeruk pajak sebesar-besarnya dari mulai pendapatan PPN dan lain sebagainya sampai pajak PBB juga mau dinaikin secara luar biasa kan sama pemerintah.
00:54Udah dari situ, kita, Indonesia, menghabiskan APBN tahun 2025 sebanyak 9,96 triliun sebesar itu untuk DPR RI.
01:05Diaspora Indonesia, Salsa Erwin Ahuta Galung menyebut,
01:08kesenjangan penghasilan anggota DPR dengan penghasilan rata-rata masyarakat Indonesia sangat jauh.
01:13Di Singapura, datanya gaji UMR individu, masyarakat UMR nih ya, berarti kan itu standar ya,
01:21itu gaji parlemennya hanya 2,6 kali lipat lebih besar dibandingin dari UMR.
01:27Di Malaysia, ini salah satu data tertinggi yang aku lihat ya, di Asia juga, yaitu 9 kali lipat, Kak.
01:33Nah, sedangkan di Sweden ya, atau deket banget nih sama Denmark ya, tempat aku tinggal,
01:39itu hanya berbeda 1,9 kali lipat.
01:43Jadi memang kesenjangannya nggak jauh agar kebijakan-kebijakan yang dibuat itu bener-bener bisa dirasakan masyarakat.
01:50Tapi, Kak, di Indonesia, bayangkan UMR kita secara nasional kalau dirata-ratakan itu hanya 3,5 juta per bulan,
01:58dibandingkan dengan take home pay yang hampir 120 juta, itu 34 kali lipat.
02:04Ini kesenjangan yang luar biasa besar.
02:07Kedua, masalah keadilan ya, Kak.
02:09DPR itu nggak bayar pajak.
02:11Dengan penghasilan sebesar itu, fasilitas yang luar biasa, patual, staff, tunjangan rumah,
02:17tunjangan telpon sampai berjuta-juta, mereka tidak membayar pajak.
02:21Kita bandingkan dengan masyarakat yang sebelum kita terima gaji, itu pajak kita udah dipotong langsung.
02:28Belum lagi, baru disahkan.
02:30PPN mau naik, PBB naik secara brutal dan membabi buta ya, sampai seribu kali lipat gitu di beberapa daerah.
02:36Jadi memang ini bener-bener kelihatan banget, Kak, secara terang-benderang seperti matahari,
02:41bahwa masyarakat dicekik habis-habisan, tapi pemerintah kita hidup dengan bermandi-mandi kemewahan.
02:47Menurut aku, ini ketidakadilan yang luar biasa besar.
02:50Kesal dengan gaya hidup anggota DPR yang dinilai tidak berempati,
02:54Salsa pun menantang Wakil Ketua Komisi 3 DPR, Ahmad Saroni, untuk beradu debat.
02:59Ahmad Saroni, jawab ya tantangan debat dari aku.
03:02Kapan? Kasih tahu, kita jalankan, kita laksanakan.
03:04Banyak juri-juri debat yang profesional.
03:06Jangan ambil dari teman-teman kamu lagi, gak punya empati mereka semua soalnya.
03:10Tidak menjawab tantangan debat Salsa, tapi Ahmad Saroni memilih berkomentar di akun sosial medianya.
03:15Dalam unggahannya, Saroni bilang, tidak akan meladeni ajakan debat itu.
03:20Ia juga mengunggah tangkapan layar Salsa saat tengah live bersama Kompas TV.
03:24Saroni bertanya, apakah Salsa sedang lomba debat di Denmark?
03:28Namun, unggahan itu tidak bertahan lama.
03:30Kurang dari 24 jam, Saroni sudah menghapus dua unggahannya terkait Salsa.
03:34Ya, bahkan kayaknya akun aku sudah di-block ya, karena mungkin begitu banyak mention kepada wakil rakyat kita yang satu itu.
03:42Dan dia sudah balas kalau katanya dia gak akan menerima ajakan debat itu karena dia masih bodoh dan masih perlu belajar.
03:50Ya, menurutku kalau memang dia merasa bodoh, maka itu bukan tempat yang baik ya untuk dia mengatakan orang-orang yang mau membubarkan DPR itu ya cenit gitu ya.
03:59Itu sudah gak masuk akal banget.
04:01Dan yang kedua, kalau memang bodoh, saat kita bodoh kak, aku pun gak tiba-tiba jadi mewakili Indonesia di lomba debat dunia kan.
04:10Itu kan ada proses untuk aku bisa jadi semakin baik.
04:12Harusnya dia mau belajar gitu.
04:14Dan yang aku pertanyakan di sini adalah, pertanggung jawabkan kata-katanya dan kesombongannya menantang masyarakat dengan begitu arogannya dia.
04:23Tunjangan fantastis anggota Dewan menjadi perhatian masyarakat di tengah sulitnya perekonomian dan efisiensi yang dirasakan saat ini.
04:31DPR dituntut untuk berempati dengan tidak semakin membebani rakyat.
04:35Apa sih kecapaian pekerjaan kamu sampai saat ini gitu ya?
04:38Aku lihat kamu di Instagram seneng banget tuh untuk pamer-pamer kekayaan ya kan.
04:42Wah, crazy rich Indonesia men, sultan gitu.
04:44Motornya, mobilnya, wadidaw, kaya banget loh bro.
04:48Kalau beneran kaya dan udah kaya, kenapa masih maruk mau mempertahankan tunjangan dari pajak hasil kerja rakyat Indonesia
04:55yang bekerja dengan sangat keras, sangat jujur, desak-desakan ditransportasi, susah cari pekerjaan yang pengen kamu pajakin kemana-mana itu.
05:01Ngapain mau ngambil duit kita kalau memang kamu sudah crazy rich?
05:05Di tengah riuh rendah polemik ketujuan.
Komentar