Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Massa yang menggelar unjuk rasa tolak tunjangan fantastis anggota DPR berlangsung ricuh. Massa bergerak ke Gerbang Pancasila atau area belakang Gedung DPR.

Unjuk rasa dari sejumlah elemen masyarakat di DPR RI berlangsung ricuh sejak Senin siang.

Aksi massa berujung ricuh setelah satu motor dibakar pengunjuk rasa.

Salah satu yang menjadi tuntutan massa yakni soal tunjangan anggota DPR segera dibatalkan.

Sebelumnya, unjuk rasa tolak tunjangan DPR berlangsung di depan Gedung DPR RI.

Polisi menyemprotkan meriam air ke arah pengunjuk rasa.

Kabid Humas Polda Metro Jaya menyatakan ada 1.200 personel untuk mengamankan demo di DPR.

Baca Juga Kala Massa Demo DPR Nyanyikan Tanah Airku, Protes Gaji & Tunjangan Anggota Dewan di https://www.kompas.tv/nasional/613654/kala-massa-demo-dpr-nyanyikan-tanah-airku-protes-gaji-tunjangan-anggota-dewan

#demo #demodpr #tunjangandpr #gajidpr

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/613670/live-pantauan-terbaru-ricuh-demo-tolak-tunjangan-anggota-dpr-ri-polisi-tembakkan-gas-air-mata

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Terima kasih saudara Anda masih bersama kami di Kompas Petang.
00:08Saudara sejak siang tadi masa dari sejumlah elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa.
00:15Apa yang menjadi tuntutan masa?
00:16Salah satunya adalah menolak tunjangan fantastis anggota DPR RI.
00:21Dan ini adalah visual terkini saudara di wilayah yang tak jauh dari kawasan DPR.
00:33Dimana masa masih menyuarakan aspirasi mereka terkait protes tunjangan anggota DPR RI.
00:45Sejak siang tadi.
00:51Dan untuk mengetahui informasi terkini saudara kita akan pantau langsung.
01:06Sudah ada jurnalis Kompas TV Jona Hamonangan.
01:09Jona bisa Anda informasikan kepada kami ini kawasan mana Jona?
01:15Dimana masa dari elemen masyarakat ini masih berunjuk rasa?
01:21Ya setiap posisi saya berada di jalan pejompongan Bendungan Hilir.
01:28Jadi saya berdiri persis di depan menara BNI.
01:32Jadi posisi saya ini sebenarnya adalah posisi tempat dimana masa berada.
01:37Jadi persis di belakang saya atau dari arah DPR ini adalah polisi yang akan mendorong masa.
01:44Nah sedangkan di depan kita ini adalah masa yang akan didorong ke belakang.
01:49Nah ini adalah sekarang dari pihak kepolisian.
01:55Ya sudah menembakkan gas air mata.
01:58Nah sedangkan dari pihak masa ini sudah juga membalas dengan lemparan batu.
02:04Tadi juga ada petasan.
02:06Tadi juga ada serpihan kaca, kerikil batu dan sebagainya.
02:11Jadi posisi kita ini persis berada di titik temu polisi yang melakukan penyerangan dan masa yang datang.
02:20Nah kalau kita lihat tadi masa yang datang ini semakin banyak.
02:22Tadi saya mendengar masa itu tetap datang ada yang dari STF,
02:26ada yang juga datang dari anak-anak pelakang.
02:29Nah inilah posisinya sekarang ini.
02:34Gas air mata terus ditembakkan.
02:35Dan di sebelah kiri saya ini petugas sudah mulai maju menembakkan gas air mata.
02:43Dan ini mobil barakuda sudah mulai masuk fungsi menekan masa mundur ke belakang.
02:49Kalau kita lihat tadi saya sudah ikut mereka kurang lebih ada sekitar lebih dari 200.
02:55Kita tambah lagi dengan pasukan dari Kodan Jaya.
02:57Tadi saya melihat mereka dari Batalion 202 Mekanis Tajimalela.
03:01Mereka datang jadi mereka terus menekan khususnya para pendemo yang tadi saya lihat terus berdatangan.
03:11Jadi ini dari para pasukan, ya dari polisi, terus di belakangnya juga dari TNI mereka terus menekan.
03:18Jadi tadi sempat berhenti lama di depan DPR kurang lebih sekitar 20 menit.
03:22Ketika mereka tadi sempat beristirah jenak akhirnya pasukan sudah mulai maju.
03:26Amunisi sudah diisi, amunisi geser mata, jadi mereka sudah mulai melakukan penyerang yang baik.
03:31Nah ini kalau kita lihat nih, mobil barakuda sudah mulai maju, terus menekan-menur sedangkan masa yang berani maju sesekali melepaskan batu.
03:42Jadi di samping barakuda, ini adalah ekskavator yang dipasangi seperti tirai.
04:00Jadi ini mengidari adanya batu yang terus melepaskan.
04:03Radilah, salah satunya adalah ekskavator yang terus menembakkan.
04:09Jona, apa sebenarnya, apakah Anda mendapatkan informasi?
04:19Apa yang sebenarnya membuat masa ini didesak mundur dari gedung DPR?
04:25Karena biasanya kita tahu bahwa izin mengaspirasikan suara itu berakhir pada pukul 18.00 waktu Indonesia Barat.
04:34Tapi saat ini waktu masih menunjukkan pukul hampir 17.00 waktu Indonesia Barat.
04:39Apakah izinnya ada yang bermasalah atau seperti apa, Jona, sebenarnya?
04:43Tadi saya sempat berbincang kepada salah satu perwira, perwira polisi yang tadi enggak disebutkan jabatannya apa.
04:54Mereka menilai ini adalah bukan bagian dari demo yang terjadwal, seperti demo aliasi masiswa ataupun demo guru.
05:01Jadi petugas menilai mereka ini adalah aksi atau orang-orang yang sebenarnya ingin memastikan momen ini untuk berbuat terus.
05:09Bisa dilihat ketika mereka mengoperasikan dan ketika banyak sekali logistik mulai dari air dan sebagainya datang.
05:16Dan ditambah lagi dengan mereka yang sepertinya dia untuk melakukan aksi rusuh.
05:20Jadi itulah jadi penilaian, maka petugas terus melakukan penekanan hingga ada pengurahan masa.
05:27Sebenarnya tadi itu berada di depan dari gedung DPR, pindah ke pintu Pancasila Daka,
05:32dan sekarang sudah dipukul mundur khususnya di arah di jalan pencumbungan Ben Hill ini.
05:35Jadi saya persis berada di depan Marabek ini, dan terus dipukul ini kemungkinan akan sampai ke arah Tanabang.
05:43Iya, Jonah memancing kericuhan yang seperti Anda sampaikan tadi, seperti apa misalnya Jonah dan apa yang dilakukan oleh masa ini?
05:53Untuk masa sendiri sebenarnya tadi mereka orasi seperti mereka menyuarakan terkait dengan menurut mereka DPR tidak penting,
06:06dan mereka menilai tujuan DPR ini sangat berlebihan, tidak sesuai dengan kondisi masyarakat,
06:12dan mereka juga melihat apa yang dilakukan DPR setelah adanya kepemimpinan presiden baru,
06:18masyarakat tidak mendapatkan manfaat seperti pengangguran, dan juga seperti ekonomi yang mulai semakin mahal.
06:25Itulah yang tadi yang saya lihat dan saya rasakan ngobrol dengan para pendemo.
06:29Namun, kalau kita lihat, aksi para pendemo ini atau para masa ini,
06:34banyak yang menilai mereka tidak terjatuh atau mereka tidak mendaftarkan diri.
06:38Seperti selayaknya mereka berdemonstrasi, itu sebabnya mengapa polisi akhirnya menekan mundur
06:43dikarenakan ini dianggap menimbulkan kekacauan atau kerihuan, khususnya masa yang melaksanakan aksi demonstrasi di DPR ini.
06:52Ya, baik. Terima kasih, Jurnalis Kompas TV, Jonah Hamonangan.
06:55Kami mohon untuk tetap menjaga diri Anda, Jonah. Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan