00:00Terima kasih saudara Anda masih bersama kami di Kompas Petang.
00:08Saudara sejak siang tadi masa dari sejumlah elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa.
00:15Apa yang menjadi tuntutan masa?
00:16Salah satunya adalah menolak tunjangan fantastis anggota DPR RI.
00:21Dan ini adalah visual terkini saudara di wilayah yang tak jauh dari kawasan DPR.
00:33Dimana masa masih menyuarakan aspirasi mereka terkait protes tunjangan anggota DPR RI.
00:45Sejak siang tadi.
00:51Dan untuk mengetahui informasi terkini saudara kita akan pantau langsung.
01:06Sudah ada jurnalis Kompas TV Jona Hamonangan.
01:09Jona bisa Anda informasikan kepada kami ini kawasan mana Jona?
01:15Dimana masa dari elemen masyarakat ini masih berunjuk rasa?
01:21Ya setiap posisi saya berada di jalan pejompongan Bendungan Hilir.
01:28Jadi saya berdiri persis di depan menara BNI.
01:32Jadi posisi saya ini sebenarnya adalah posisi tempat dimana masa berada.
01:37Jadi persis di belakang saya atau dari arah DPR ini adalah polisi yang akan mendorong masa.
01:44Nah sedangkan di depan kita ini adalah masa yang akan didorong ke belakang.
01:49Nah ini adalah sekarang dari pihak kepolisian.
01:55Ya sudah menembakkan gas air mata.
01:58Nah sedangkan dari pihak masa ini sudah juga membalas dengan lemparan batu.
02:04Tadi juga ada petasan.
02:06Tadi juga ada serpihan kaca, kerikil batu dan sebagainya.
02:11Jadi posisi kita ini persis berada di titik temu polisi yang melakukan penyerangan dan masa yang datang.
02:20Nah kalau kita lihat tadi masa yang datang ini semakin banyak.
02:22Tadi saya mendengar masa itu tetap datang ada yang dari STF,
02:26ada yang juga datang dari anak-anak pelakang.
02:29Nah inilah posisinya sekarang ini.
02:34Gas air mata terus ditembakkan.
02:35Dan di sebelah kiri saya ini petugas sudah mulai maju menembakkan gas air mata.
02:43Dan ini mobil barakuda sudah mulai masuk fungsi menekan masa mundur ke belakang.
02:49Kalau kita lihat tadi saya sudah ikut mereka kurang lebih ada sekitar lebih dari 200.
02:55Kita tambah lagi dengan pasukan dari Kodan Jaya.
02:57Tadi saya melihat mereka dari Batalion 202 Mekanis Tajimalela.
03:01Mereka datang jadi mereka terus menekan khususnya para pendemo yang tadi saya lihat terus berdatangan.
03:11Jadi ini dari para pasukan, ya dari polisi, terus di belakangnya juga dari TNI mereka terus menekan.
03:18Jadi tadi sempat berhenti lama di depan DPR kurang lebih sekitar 20 menit.
03:22Ketika mereka tadi sempat beristirah jenak akhirnya pasukan sudah mulai maju.
03:26Amunisi sudah diisi, amunisi geser mata, jadi mereka sudah mulai melakukan penyerang yang baik.
03:31Nah ini kalau kita lihat nih, mobil barakuda sudah mulai maju, terus menekan-menur sedangkan masa yang berani maju sesekali melepaskan batu.
03:42Jadi di samping barakuda, ini adalah ekskavator yang dipasangi seperti tirai.
04:00Jadi ini mengidari adanya batu yang terus melepaskan.
04:03Radilah, salah satunya adalah ekskavator yang terus menembakkan.
04:09Jona, apa sebenarnya, apakah Anda mendapatkan informasi?
04:19Apa yang sebenarnya membuat masa ini didesak mundur dari gedung DPR?
04:25Karena biasanya kita tahu bahwa izin mengaspirasikan suara itu berakhir pada pukul 18.00 waktu Indonesia Barat.
04:34Tapi saat ini waktu masih menunjukkan pukul hampir 17.00 waktu Indonesia Barat.
04:39Apakah izinnya ada yang bermasalah atau seperti apa, Jona, sebenarnya?
04:43Tadi saya sempat berbincang kepada salah satu perwira, perwira polisi yang tadi enggak disebutkan jabatannya apa.
04:54Mereka menilai ini adalah bukan bagian dari demo yang terjadwal, seperti demo aliasi masiswa ataupun demo guru.
05:01Jadi petugas menilai mereka ini adalah aksi atau orang-orang yang sebenarnya ingin memastikan momen ini untuk berbuat terus.
05:09Bisa dilihat ketika mereka mengoperasikan dan ketika banyak sekali logistik mulai dari air dan sebagainya datang.
05:16Dan ditambah lagi dengan mereka yang sepertinya dia untuk melakukan aksi rusuh.
05:20Jadi itulah jadi penilaian, maka petugas terus melakukan penekanan hingga ada pengurahan masa.
05:27Sebenarnya tadi itu berada di depan dari gedung DPR, pindah ke pintu Pancasila Daka,
05:32dan sekarang sudah dipukul mundur khususnya di arah di jalan pencumbungan Ben Hill ini.
05:35Jadi saya persis berada di depan Marabek ini, dan terus dipukul ini kemungkinan akan sampai ke arah Tanabang.
05:43Iya, Jonah memancing kericuhan yang seperti Anda sampaikan tadi, seperti apa misalnya Jonah dan apa yang dilakukan oleh masa ini?
05:53Untuk masa sendiri sebenarnya tadi mereka orasi seperti mereka menyuarakan terkait dengan menurut mereka DPR tidak penting,
06:06dan mereka menilai tujuan DPR ini sangat berlebihan, tidak sesuai dengan kondisi masyarakat,
06:12dan mereka juga melihat apa yang dilakukan DPR setelah adanya kepemimpinan presiden baru,
06:18masyarakat tidak mendapatkan manfaat seperti pengangguran, dan juga seperti ekonomi yang mulai semakin mahal.
06:25Itulah yang tadi yang saya lihat dan saya rasakan ngobrol dengan para pendemo.
06:29Namun, kalau kita lihat, aksi para pendemo ini atau para masa ini,
06:34banyak yang menilai mereka tidak terjatuh atau mereka tidak mendaftarkan diri.
06:38Seperti selayaknya mereka berdemonstrasi, itu sebabnya mengapa polisi akhirnya menekan mundur
06:43dikarenakan ini dianggap menimbulkan kekacauan atau kerihuan, khususnya masa yang melaksanakan aksi demonstrasi di DPR ini.
06:52Ya, baik. Terima kasih, Jurnalis Kompas TV, Jonah Hamonangan.
06:55Kami mohon untuk tetap menjaga diri Anda, Jonah. Terima kasih.
Komentar