Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
SLEMAN, KOMPAS.TV - Penuding ijazah palsu Jokowi, Roy Suryo mengklaim skripsi mahasiswa Kehutanan UGM tahun 1985 termasuk milik Jokowi tidak ada di perpustakaan UGM.

Roy mengatakan hal itu berdasarkan pengecekan yang dilakukan oleh rekannya Rismon Sianipar.

Menurut Roy Suryo, rekannya sesama penuding ijazah palsu Jokowi itu datang langsung ke perpustakaan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, namun tidak menemukan skripsi mahasiswa tahun 1985.

"Soal skripsi kami mendapatkan fakta bahwa ketika dokter Rismon ke kampus Fakultas Kehutanan ternyata hari-hari ini perpustakaannya lagi direnovasi dan dikatakan skripsi-skripsi fisik sudah tidak ada. Orang dipaksa melihat ETD," ujar Roy Suryo ditemui pada Senin, (18/8/2025).

Baca Juga Roy Suryo Cs Hadiri Pemeriksaan terkait Kasus Ijazah Jokowi di Polda Metro Jaya di https://www.kompas.tv/nasional/612578/roy-suryo-cs-hadiri-pemeriksaan-terkait-kasus-ijazah-jokowi-di-polda-metro-jaya

#roysuryo #ijazahjokowi #jokowi

Video Editor: Vila Randita

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/612584/roy-suryo-klaim-skripsi-jokowi-tidak-ada-di-perpustakaan-ugm
Transkrip
00:00Kebetulan kami waktu itu bersama-sama mengecek ketika tidak hanya skripsi, yang pertama adalah koran.
00:06Terus untuk skripsi yang tahun 1985 hilang juga seperti apa?
00:10Nah itu, jadi artinya sama juga.
00:12Kalau ini kebetulan kami waktu itu bersama-sama mengecek ketika tidak hanya skripsi, yang pertama adalah koran.
00:20Dokumentasi koran terutama Harian Kedaulatan Rakyat edisi tanggal 18 Juli tahun 1980
00:25yang memuat nama-nama orang yang diterima di proyek perintah 1.
00:31Nama seleksi perbulan tinggi itu namanya PP1, proyek perintah 1.
00:36Kalau saya mencari terus penmaruh, kemudian ada lagi nama-nama yang lain.
00:40Itu ternyata tidak ada.
00:42Kami cek ke perpustakaan wilayah, ternyata itu ada bendel-bendel bahkan tidak hanya bulan Juli,
00:47tapi juga beberapa bulan itu diambil.
00:49Padahal sebenarnya kami simple, hanya ingin mengecek saja.
00:51Karena waktu di Bareskrim itu ditunjukkan bulan yang tertulis itu, bulan Jawanya itu puasa.
00:58Padahal dalam bahasa Jawa itu tidak ada puasa, adanya pasa, poso.
01:01Dan kami ngecek di perpustakaan tahun-tahun berikutnya, tahun-tahun 82, 83, itu semuanya tertulis pasa.
01:08Kok bisa ada puasa?
01:11Kami waktu itu hanya ditunjukkan digitalnya.
01:13Kalau digitalnya itu tidak bisa dijadikan bukti, karena digital itu kemudian kami lihat fisiknya.
01:19Itu yang pertama, soal koran.
01:20Yang kedua, soal skripsi.
01:22Kami juga mendapatkan fakta bahwa ketika Dr. Esmond lagi-lagi ketika ke kampus Fakultas Kehutanan,
01:28ternyata sekarang hari-hari ini perpustakaannya lagi direnovasi dan dikatakan skripsi-skripsi fisik itu ternyata sudah tidak ada.
01:37Orang dipaksa untuk hanya melihat ke ETD.
01:40ETD itu Electronic Thesis and Dissertation.
01:44Nah, ini yang ngarawan ya, Amerika Serikat saja, negara yang sudah ratusan tahun menggunakan teknologi untuk menyimpan kearsipan.
01:52Orang mungkin tidak banyak ngerti bahwa di bawah lantai kota New York, itu adalah naskah-naskah arsip yang sudah usianya ratusan tahun.
01:59Itu masih disimpan, tidak dihilangkan atau tidak dimustahkan.
02:03Balski pun sudah digitalisasi.
02:05Jadi, sangat menyayangkan ya, kami sangat menyayangkan kalau ada informasi, kalau ternyata berkas-berkas yang manual atau berkas analog itu dihilangkan.
02:14Apa jadinya nanti misalnya saya kasih tonton?
02:16Apa jadinya nanti kalau ada perselisihan tanah?
02:18Misalnya sekarang akan dipopulerkan namanya Electronic Certificate, e-certificate.
02:24Tapi ternyata kalau e-certificate sudah dibuat, nanti sertifikat aslinya dicari tidak ada, padahal kan orang merucuk pada barang aslinya kayak apa?
02:31Nah, ini yang berbahaya.
02:33Jadi, sekali lagi, saya sangat menyayangkan ya, kami bertiga sebenarnya sangat menyayangkan, Roy, Resmontiva, sangat menyayangkan.
02:39Kalau ada bukti-bukti yang sebenarnya bisa digunakan untuk melacak keaslian atau keabsahan ijazah yang kami sudah teliti dan kami pastikan dari skripsinya itu 99,9% palsu itu tidak dapat lagi kita retrieve ya.
02:52Padahal banyak sekali bukti-bukti yang ketika ditampilkan oleh DTV DUM Baris Krim, ya waktu itu menunjukkan banyak sekali kesetidak samaan dengan fakta yang ada.
03:01Contoh, misalnya, forum registrasi itu hanya dilingkari sarjana muda, tidak pernah ada forum sarjana yang dilingkari oleh Jokowi Dodo.
03:09Pembayarannya juga hanya sampai pada semester 4, kemudian juga berkas-berkas yang lain itu tidak cocok.
03:15Kemudian juga ketika saya, Dr. Esmo, Dr. Tifa datang ke kampus UGM ini, tanggal 15 April, kami melihat betul bahwa skripsi itu tidak ada lembar pengujian skripsinya.
03:25Itu firm, tidak ada lembar pengujian skripsinya.
03:27Kalau tidak ada lembar pengujian skripsinya, maka skripsi itu tidak pernah diuji.
03:30Skripsi yang tidak pernah diuji, berarti tidak pernah lulus.
03:34Orang tidak pernah lulus, tidak mungkin punya ijasa.
03:36Kalau tiba-tiba ada ijasa yang dikatakan itu asli, diakini asli, pada skripsinya tidak ada, lembar pengujiannya kan aneh gitu.
03:44Ijasanya muncul dari mana gitu loh.
03:46Nah, makanya ini kami mempertanyakan hal itu gitu.
03:48Kalau kemudian ada statement yang aneh, juga muncul.
03:51Oh, ada kok lembar pengujiannya.
03:52Ada di mana?
03:54Lembar pengujian skripsi itu ya melihat dengan skripsinya.
03:56Tidak mungkin dilepas-lepas atau taruh di belakang tempat yang lain.
03:59Jadi, itu fakta-fakta yang kami temukan dan itu semua ada di lembuku setebal 500 lebih alaman.
04:05Bahkan hampir 700 alaman yang baru saja kami self-launching hari ini.
04:09Terima kasih telah menonton!
04:39Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan