Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Simak Video Upacara Detik-Detik Pengibaran Bendera Proklamasi 17 Agustus 2025 HUT ke-80 RI di Istana Merdeka https://www.youtube.com/watch?v=rwoEI-aorpE

Simak Video Upacara Penurunan Bendera Merah Putih 17 Agustus 2025 di Istana Merdeka Jakarta https://youtube.com/live/X02rnFK5WOY?feature=share
___
JAKARTA, KOMPAS.TV - Apa isi dari buku Jokowis White Paper dan mengapa buku tersebut baru muncul setelah adanya kasus ijazah palsu Presiden Jokowi? Untuk membahas hal ini, simak dialog bersama Rismon Sianipar, terlapor dalam kasus dugaan pencemaran nama baik Jokowi, serta Freddy Damanik, Wakil Ketua Umum Projo.

#jokowi #buku #roysuryo #ijazah

Baca Juga Supercar Alami Kecelakaan Tunggal saat Konvoi di Tol Kunciran Tangsel | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/regional/612322/supercar-alami-kecelakaan-tunggal-saat-konvoi-di-tol-kunciran-tangsel-sapa-pagi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/612325/full-rismon-projo-buka-bukaan-soal-buku-roy-suryo-jokowi-s-white-paper-ungkap-isi-harga

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Intro
00:00Saudara terlapor kasus dugaan pencemaran nama baik Jokowi Roy Suryo bersama Rismon Sianipar dan Tifa Uziah Tia Suma
00:17meluncurkan buku berjudul Jokowi's White Paper.
00:21Awalnya peluncuran buku ini direncanakan dilangsungkan di Ruang Nusantara University Club Universitas Yogyakarta
00:33namun dipindah ke coffee shop masih di lingkungan kampus UGM.
00:38Roy Suryo menyatakan buku setebal 500 halaman ini berisi kajian ilmu pengetahuan tentang peristiwa 2013.
00:51dan hari ini kita wujudkan itu untuk mewujudkan bahwa kami memang melakukan semuanya itu pure science, ilmu pengetahuan.
01:04Nanti di dalam buku ini, itu ada yang nanti akan terangkan, ada penjelasan tentang telematika, telekomunikasi media informatika
01:14tentang peristiwa yang terjadi pada tahun 2013 yang mengawali semuanya.
01:20Ketika seseorang mengaku lurusan UGM tetapi IPK-nya katanya di luar jua.
01:25Dan itu menimbulkan pertanyaan di masyarakat.
01:28Itulah yang mengawali semuanya.
01:30Lalu apa isi dari buku Jokowi's White Paper ini?
01:36Dan mengapa baru muncul setelah adanya kasus ijasa palsu Jokowi?
01:40Kita tanyakan langsung kepada Rismon Sianipar, terlapor kasus dugaan pencemaran nama baik Jokowi
01:46dan juga Freddy Damanik, Wakil Ketua Umum Projo.
01:50Selamat petang Bang Rismon, Bang Freddy, terima kasih sudah bergabung bersama kami di Kompas Petang.
01:54Saya langsung ke Bang Rismon.
01:55Bang Rismon, benar tadi acaranya berubah, kenapa nggak jadi di UGM Bang Rismon?
02:01Sebenarnya itu informasinya agak kurang valid ya.
02:03Sebenarnya yang terjadi adalah kami tetap di UGM, di UC Resto, UC UGM, University Club UGM.
02:13Tetapi kami tidak dijelaskan untuk menggunakan meeting room-nya.
02:17Nah, jadi kami sudah DP 1 juta, setelah itu isunya ada Polsek Bulak Sumur UGM dan Lidik UGM itu melarang kami
02:29untuk menyelenggarakan compare terkait dengan terbitnya atau soft launching-nya buku kami yang berjudul Jokowi's White.
02:38Artinya nggak sempat di launching karena dilarang, terus berhenti di tengah jalan seperti itu atau gimana?
02:45Tetap, tetap mbak kami soft launching, tetapi akhirnya di kafe-nya yang tidak khusus untuk meeting room-nya.
02:51Di kafe-nya saja begitu.
02:54Nah, apa yang terjadi juga kami merasa diintimidasi juga karena listriknya sengaja dimatikan.
03:02Di menit keberapa listrik dimatikan? Lampu dan AC katanya ya?
03:05Ada sejak awal itu, ya. Apa namanya, listrik dimatikan, AC juga dimatikan.
03:12Jadi kami panas-panasan dan gelap-gelapan di sana. Begitu, mbak.
03:16Oke, tapi izinnya sendiri itu diurusnya sejak kapan?
03:20Dan apakah sudah menerima bukti bahwa izin tersebut valid?
03:28Nah, ini kan cuma soft launching proses akademik saja, mbak.
03:31Jadi sifatnya kan, apa namanya, pertemuan ini sebenarnya pertemuan akademik.
03:36Ya, apa namanya, soft launching.
03:39Sebiasa saja kok.
03:40Jadi, saya kira tidak perlu pengurusan izin karena ini adalah bagian apa yang dinamakan dengan, apa namanya, gelar akademik juga.
03:49Oke.
03:50Jadi, bagi kami tidak memenuhkan karena hanya sekitar 30-50 orang saja.
03:54Tapi, maaf, sebelum kita masuk ke isi buku, sempat dijelaskan tidak oleh pihak pengelola kenapa listrik dimatikan?
04:04Tidak ada, mbak, penjelasan.
04:05Oke.
04:06Tidak ada.
04:07Dan kami merasa kami diintimidasi.
04:10Oke, sebenarnya isi buku apa?
04:12Jokowi, White Paper ini apa sih, Bang Rismond?
04:15Ini kan kompilasi dari penelitian kami yang sejak awal tahun sudah kami susun.
04:21Jadi, supaya tidak tercecer di mana-mana, ya kami susun.
04:26Dan kami persilahkan untuk pihak Pak Jokowi maupun pihak UGM atau pihak independen untuk menanggapi itu dalam bentuk buku juga.
04:36Karena memang seperti yang kami nyatakan selalu, kami tidak ada tendensi kebencian personal di sini.
04:42Kami murni melakukan kajian ilmiah kami berdasarkan bukti-bukti yang kami dapatkan.
04:49Oke, saya ke Bang Freddy.
04:51Bang Freddy, bagaimana menanggapi soal buku Jokowi White Paper ini?
04:58Ya, terima kasih.
05:01Pertama, saya belum bisa menanggapi karena saya belum lihat itu isi buku.
05:07Tetapi memang sudah diduga-duga sih.
05:09Tadi Bang Rismond sudah menyampaikan isinya apa.
05:12Macam konfigurasi apa yang selama ini mereka telah sampaikan lah.
05:19Saya rasa, saya kira juga tidak jauh beda lah ya.
05:22Apa yang mereka sampaikan di publik, di media, melalui akun-akun mereka juga sendiri-sendiri.
05:32Saya rasa memang tidak jauh beda.
05:33Menurut saya, itu hak mereka memang melakukan itu, hak mereka.
05:40Tetapi, sekali lagi ya, ini negara hukum.
05:44Di dalam kita melakukan apapun, di dalam kebebasan berekspresi,
05:50termasuk misalnya menuangkan pemikiran.
05:54Di dalam sebuah buku, tentu juga yang penting kalau bicara hukum tidak melanggar hak-hak orang lain.
06:04Tidak menyerang kehormatan orang lain.
06:06Karena kalau sampai melanggar itu, itu ada hukumnya dan ada konsekuensi hukumnya.
06:12Saya rasa, itu yang perlu diketahui.
06:17Karena memang, ya, sudah banyak sekali ya.
06:20Bicara dengan, dikaitkan dengan Pak Jokowi juga dulu banyak banget propaganda-propaganda ya.
06:26Algita begitu terkenal dengan obor rakyat, ya, banyaklah propaganda-propaganda seperti itu.
06:33Ya, kita sih belum tahu apa isinya.
06:35Tetapi, kalau memang seperti yang disampaikan selama ini,
06:39toh itu juga sudah banyak yang membantah, baik di publik.
06:44Oleh, katakanlah kalau memang dia bicara tentang kajian-kajian, apa namanya,
06:51analisa seperti yang mereka sampaikan, sudah banyak juga yang menjawab tentang itu.
06:58Misalnya, justru.
06:59Oke, coba gini deh, Bang Freddy, saya coba tanyakan langsung deh ke Bang Rismond.
07:02Bang Rismond ini kan sudah di-launching.
07:04Artinya kita boleh tahu dong, isinya sebenarnya apa sih,
07:07kalau tadi disebutkan juga di materi kami di Kompas Petang dari peristiwa yang terjadi di 2013.
07:14Apa peristiwanya?
07:17Ya, ini kan seperti saya katakan ya,
07:20kompilasi penelitian kami mulai dari keilmuan dari Pak Roy Suryo,
07:24Bu Tifa, dan saya.
07:26Itu kalau namanya kajian ilmiah kan namanya hasilnya numeri.
07:30Tentang apa?
07:31Kajian ilmiahnya tentang apa?
07:32Kajian, misalnya, proses akademik yang missing, ya.
07:38Di dalam proses akademik Pak Jokowi, yang kedua, kami teliti lembar pengesahan skripsinya,
07:44kami teliti dan bandingkan juga ijazah dari Pak Jokowi Dodo yang di-upload teledian Sandi Utama,
07:52dan apa namanya, dibandingkan dengan ijazah-ijazah lainnya.
07:56Nah, dan kalau tadi dibilang Bang Freddy itu dibantah, dibantah dalam hal apa, gitu loh.
08:02Tuliskan aja buku atau tulisan.
08:04Jadi inilah peradaban akademik kita, peradaban penelitian kita.
08:08Jadi, Bang Rismon, ini 500 halaman semuanya soal kajian ilmiah ijazah Jokowi, gitu?
08:15Sekitar 700, ya.
08:17700, semuanya tentang kajian ilmiah ijazah Jokowi?
08:20Iya, iya. Itu kompilasi dari, apa namanya, kompilasi dari penelitian kami bertiga.
08:27Jadi nggak ada yang salah.
08:28Bahannya apa? Dasarnya apa?
08:30Ketika membuat kajian kan tentunya harus ada dasar, fakta, dan semua yang harus dikaji ini.
08:37Loh, kalau dasar ya tentu banyak fakta dan bukti-bukti yang ada dikaji itu, Mbak.
08:43Misalnya?
08:43Lembar pengesahan skripsi, ya. Lembar pengesahan skripsi itu yang kita foto sendiri pada tanggal 15 April 2025.
08:51Dan kita teliti. Dan ada metode-metodenya.
08:53Dan itu bisa dibantah, dikoreksi, atau di apapun, gitu loh.
08:59Yang pasti kami bertanggung jawab untuk menyajikan ini kepada publik, gitu.
09:04Jadi tidak ada propaganda-propaganda.
09:07Dibaca aja nanti bukunya itu. Tidak ada propaganda politik apapun.
09:10Oke. Bang Freddy, gimana Bang Freddy?
09:13Kalau tadi Anda menyebutkan banyak sekali propaganda, tapi Bang Rismon menegaskan kembali,
09:18tidak ada propaganda. Semuanya berdasarkan kajian ilmiah.
09:23Saya belum bilang buku orang ini propaganda, tetapi yang saya katakan tadi,
09:27kalau memang ya, tadi saya kasih contoh obor rakyat, mudah-mudahan saya juga berharap itu tidak seperti obor rakyat.
09:34Tetapi kan Bang Rismon sudah sampaikan sendiri, itu semacam kompilasi apa yang mereka sampaikan, ya.
09:40Saya tadi mengatakan, karena saya memang bukan ahlinya di bidang itu, teknisnya.
09:46Tetapi saya juga mengikuti pendapat-pendapat, sebagian pendapat-pendapat yang telah membantah itu.
09:53Misalnya, tadi contoh, misalnya baru bicara proses akademis, ya.
09:58Proses akademis Pak Jokowi, itu kan sudah dijawab semua oleh UGM.
10:03Sudah dijawab semua oleh Bareskrim.
10:05Misalnya tentang lembar pengesahan, ya.
10:09Ada ratusan, ya.
10:11Ada ratusan, ya.
10:13Skripsi mahasiswa UGM tahun 80-an itu, bahkan hampir seluruh fakultas.
10:20Hampir seluruh fakultas.
10:22Yang seperti itu.
10:23Ada memang yang lengkap ditanda tangani.
10:26Ada yang memang banyak, saya bilang tadi ratusan, yang tidak ditanda tangani.
10:32Oke, tapi dengan adanya buku Jokowi's White Paper ini, projok keberatan tidak?
10:38Oh, tidak.
10:40Kita tidak dalam porsi atau tidak dalam hal untuk keberatan untuk itu.
10:46Yang saya sampaikan adalah, nanti kan publik akan melihat, justru, ya, ini mudah-mudahan, saya katakan, tidak berisi fitnah.
10:58Kalau berisi fitnah, ya, tentu ini bisa menjadi proses pemberat sendiri di dalam proses hukum yang sedang berlangsung.
11:05Atau jangan-jangan ada proses hukum yang baru nanti untuk itu.
11:10Jadi, kami tidak dalam posisi keberatan apapun lah kami untuk keberatan dengan apa yang mereka lakukan itu.
11:16Jadi, silakan saja.
11:19Itu bagian dari kebebasan ekspresi.
11:21Yang penting yang saya sampaikan adalah, isinya, jangan sampai menyerang hak orang lain, menyerang kehormatan orang lain, melanggar hukum hak-hak orang lain.
11:29Itu saja, ada konsekuensi hukum di situ.
11:31Itu saja yang saya beri catatan.
11:35Bang Rismun, isinya ada soal yang menyerang tidak?
11:40Seperti yang disebutkan oleh Bang Freddy.
11:43Oh, jauh dari menyerang.
11:47Jadi, apa namanya, kajiannya berupa parameter-parameter, output-output.
11:53Jadi, jauh sekali dari persepsi itu, ya.
11:55Jadi, saya perlu jelaskan kembali bahwa ini kan penelitian merupakan komplementer dari apa yang menjadi tulisan, ya,
12:03yang dituliskan oleh Pak Bambang Tri dalam Jokowi Undercover.
12:07Kalau Pak Bambang Tri kan menuliskannya dengan wawancara langsung, investigasi tetap muka.
12:12Nah, kalau kami dengan keilmuan kami, ini proses, apa namanya, komplementer yang bisa mencerdaskan publik.
12:18Dan kita perlu ingat bahwa ijasa Jokowi yang sudah menjadi milik publik tersebut,
12:24itu sudah memakan korban dua orang di penjara, begitu lho.
12:28Dan kami harus menjelaskan ini kepada publik.
12:32Oke, jelaskan kami yang orang awam dalam hal ini, penelitian yang Anda lakukan ini, metodenya seperti apa?
12:41Yang mungkin mampu diterima oleh masyarakat ini?
12:45Ini kita buktikan, baik, berbagai macam metode forensik yang umum digunakan dalam menguji keidentikan dua objek digital,
12:56dalam hal ini dokumen seperti ijasa, dan juga kami menguji, apa namanya, teknologi yang digunakan pada lembar pengesahan skripsi tersebut,
13:07Gitu lho, yang kami, misalnya beberapa kami lakukan uji overlay, kami lakukan uji, apa namanya, overlapping, kami uji juga proportional spacing dan learning,
13:19kami uji juga noise pattern analysis, dan lain-lain.
13:22Jadi, tidak ada menyerang apapun, diperliarkanlah ini ya, itu jangan diancam-ancam terus, ada proses.
13:29Bumlah, segala macam, negara kita menjadi negara apa sekarang? Tidak beradab jadinya kalau dikit-dikit lingkungan diancam-ancam oleh pasal-pasal, begitu kan?
13:39Ya, Bang Freddy, tadi di awal diskusi kita, Anda menyebut bahwa isi buku ini, Anda menduga-duganya nggak jauh beda.
13:48Nggak jauh beda artinya dalam soal apa nih? Kalau mungkin bisa dijelaskan kepada kami.
13:52Tadi Bang Rismon sudah menyampaikan, ini semacam kompilasi.
13:56Jadi, kan semua publik sudah tahu apa yang mereka sampaikan di publik ya, tentang katakanlah yang berkaitan dengan ijazah Pak Jokowi ini.
14:08Ya, saya berharap sebetulnya selain yang saya sampaikan tadi, mudah-mudahan ini juga bukan menjadi upaya, upaya pembenaran mereka ya,
14:22Seolah-olah bahwa yang mereka lakukan itu adalah kajian akademik.
14:30Ya, seolah yang mereka lakukan itu adalah apa namanya, penyelitian.
14:37Ya, karena proses hukum yang sedang berjalan di mana di Polda Metro Jaya itu, itu sudah terlebih dahulu, sudah terlebih dahulu pada yang mereka lakukan ini.
14:54Itu sudah, bahkan SP2 HP itu sudah 100 saksi, segala macam.
14:59Jadi, saya yakin betul bahwa ini tidak akan bisa, ya, tidak akan bisa menghilangkan pidana yang telah, yang diduga mereka lakukan di dalam perkara fitnah ijazah Pak Jokowi.
15:15Ya, jika Anda ingin mengetahui apakah buku ini ada upaya pembenaran terhadap kajian akademik atau tidak, Anda artinya akan membaca sampai habis buku ini?
15:27Saya, apa namanya, tidak juga berniat sekali membaca sampai habis, tetapi kalau saya nanti punya itu buku, tentu saya baca.
15:41Bang Rismon akan kasih nggak bukunya ke Projo mungkin? Singkat saja.
15:46Ya, karena ini perlu dana ya dibeli dong, Mbak.
15:50Oh, ini dijual berapa per buku? Harganya berapa per buku, Bang Rismon?
15:54Ya.
15:55Dijual bukunya?
15:57Iya dong, Mbak.
15:58Berapa?
15:59Begini ya.
15:59Berapa per buku? Waktu kita sudah mah habis, mohon maaf.
16:03Iya, karena biaya cetaknya juga kami masih mencari sponsor yang membuktikan kami tidak punya bohir, memang ini inisiasi kami, ini kan memang inisiasi ilmiah.
16:13Ya, berapa? Harga per bukunya berapa nih?
16:16Nanti ada tiga versi, Mbak. Ada versi e-book, ada versi biasa atau ekonomis, ada versi apa-nya, laks-nya.
16:23Jadi, semacam kertasnya lebih mewah.
16:25Oke, oke. Jadi harganya belum dirilis ya.
16:29Baik, terima kasih untuk Bang Rismon Sianipar dan juga Bang Freddy Damanik sudah berbagai perspektif di Kompas Petang sore hari ini. Terima kasih.
16:38Sudara informasi lainnya di Kompas Petang, Timnas Indonesia U17 akan menghadapi Wakil Afrika Mali U17 malam ini.
Komentar

Dianjurkan