KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto dinilai telah melakukan langkah besar dalam memberikan amnesti kepada kader PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto.
Lalu, akan seperti apa hubungan antara Prabowo, Megawati, dan Jokowi usai pengampunan diberikan Prabowo kepada kader PDI-P?
Kita bahas bersama Wakil Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari dan Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti.
Baca Juga Pemanggilan Roy Suryo Cs di Ijazah Palsu Jokowi Ditunda Karena Jelang HUT RI, Belum Ada Jadwal Baru di https://www.kompas.tv/nasional/611751/pemanggilan-roy-suryo-cs-di-ijazah-palsu-jokowi-ditunda-karena-jelang-hut-ri-belum-ada-jadwal-baru
#prabowo #pdip #megawati #jokowi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/612270/full-ray-rangkuti-blak-blakan-soal-dinamika-hubungan-prabowo-jokowi-megawati-usai-amnesti-hasto
Lalu, akan seperti apa hubungan antara Prabowo, Megawati, dan Jokowi usai pengampunan diberikan Prabowo kepada kader PDI-P?
Kita bahas bersama Wakil Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari dan Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti.
Baca Juga Pemanggilan Roy Suryo Cs di Ijazah Palsu Jokowi Ditunda Karena Jelang HUT RI, Belum Ada Jadwal Baru di https://www.kompas.tv/nasional/611751/pemanggilan-roy-suryo-cs-di-ijazah-palsu-jokowi-ditunda-karena-jelang-hut-ri-belum-ada-jadwal-baru
#prabowo #pdip #megawati #jokowi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/612270/full-ray-rangkuti-blak-blakan-soal-dinamika-hubungan-prabowo-jokowi-megawati-usai-amnesti-hasto
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Presiden Prabowo Subianto dinilai telah melakukan langkah besar dalam memberikan amnesti kepada kader PDI Perjuangan, Hasto Kristianto.
00:07Lalu akan seperti apa hubungan antara Presiden Prabowo Subianto, Megawati Soekarno Putri, dan Joko Widodo Usai pengampunan ataupun amnesti diberikan Prabowo kepada kader PDI Perjuangan.
00:20Kita bahas bersama Wakil Kepala Staff Kepresidenan sudah ada Bang Muhammad Kaudari melalui sambungan Zoom dan di studio sudah ada pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Lingkar Madani Bang Ray Rangkuti.
00:33Saya akan ke Bang Ray terlebih dahulu. Setelah adanya amnesti yang diberikan secara prerogatif dari Presiden Prabowo ke Hasto Kristianto, bagaimana Anda melihat hubungan baik itu Pak Prabowo, Pak Jokowi, dan juga Bumega?
00:48Hubungan segitiga ini kan hubungan yang kalau satu mendekat yang lainnya lepas gitu. Jadi kalau Pak Prabowo mendekat ke Ibu Mega, kemungkinan Jokowi yang agak dilepas gitu.
00:59Dan begitu sebaliknya kalau misalnya Pak Jokowi atau Pak Prabowo lebih dekat ke Pak Jokowi, mungkin Ibu Mega yang agak menjauh gitu.
01:07Dan saya kira polanya akan begitu lima tahun ini.
01:10Polanya akan seperti itu?
01:10Dan tidak ada yang benar-benar putus, tapi juga tidak ada yang benar-benar melekat gitu.
01:14Jadi Pak Prabowo hanya mengayuh di situ. Kadang-kadang mungkin akan mendekati Ibu Mega, kadang-kadang mungkin akan...
01:19Artinya Pak Prabowo melakukan teknik tarik ulur kepada keduanya, baik Ibu Mega dan juga kepada Pak Jokowi?
01:26Saya kira di antara ketiganya malah model ini yang sama-sama dibutuhkan gitu.
01:32Ibu Mega juga mungkin tidak, seperti yang sekarang kita ketahui, tidak ingin terlalu dekat juga dengan Prabowo.
01:38Dan oleh karena itu melalui mukernas mereka kemarin gitu, mereka sudah menyatakan tidak oposisi, tapi juga tidak ikut bergabung di dalam koalisinya Pak Prabowo gitu.
01:47Oke. Bang Koderi, lalu apakah ada statement dari Pak Presiden sendiri ataupun pembahasan-pembahasan komunikasi usai amnesti diberikan?
01:57Apakah artinya PDI Perjuangan akan masuk dalam koalisi?
02:01Jadi begini, kalau cara melihat hubungan Pak Prabowo dengan Ibu Mega Wati dan Pak Jokowi itu menurut saya tidak harus dikotomis.
02:14Terutama kalau dari kacamata Pak Prabowo ya, beliau sebagai Presiden, Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan tentu harus dekat dan harus mengayami semua tokoh dan kelompok-kelompok yang ada di masyarakat di Indonesia.
02:29Dan artinya apa? Kalau dengan Pak Jokowi dekat dengan Ibu Mega juga bisa dekat.
02:38Bukan berarti kemudian zero sum game dekat dengan Pak Jokowi lalu kemudian tidak dekat dengan Ibu Mega atau sebaliknya.
02:44Kita tidak boleh lupa bahwa Pak Prabowo sendiri selain memang seseorang yang tadi pada posisi sebagai pemimpin Republik ini harus dekat dengan semua.
02:57Beliau juga sebetulnya punya hubungan yang panjang dengan kedua tokoh yang disebut tadi dengan Ibu Mega Wati.
03:04Punya hubungan yang panjang, pernah kenal dari kecil lalu kemudian pernah dibantu.
03:12Dengan Pak Prabowo juga Pak Jokowi pernah mengajak Pak Prabowo ke dalam pemerintahan.
03:17Pak Prabowo pernah menjadi menterinya Pak Jokowi.
03:21Jadi menurut saya sih tidak harus zero sum game.
03:24Dan pertimbangan-pertimbangan mengenai kenapa diberikan amnesti itu variable-variable yang memang sesuatu yang bersifat menyeluruh ya.
03:38Bahwa kemudian di luar sana keadaan tidak baik-baik saja.
03:43Banyak konflik di dunia internasional.
03:44Tapi gini Bang Kodari, kalau tadi Anda menyebut pernah...
03:48Maka kemudian persatuan dan kesatuan itu harus menjadi sesuatu yang utama yang harus dijaga dan dikedepankan.
03:54Kita ini kan nggak tahu nih dinamika kedepan akan seperti after.
03:56Tapi kita sudah menyaksikan peristiwa yang sebetulnya tidak kita duga juga.
04:02Bahwa misalnya kemarin Israel bisa serang Irak, sewaktu-waktu bisa eskalasi, lalu kemudian Kamboja dengan Thailand negara tetangga.
04:10Oke, mungkin kita terlalu jauh ke situ.
04:12Tapi Bang Kodari ada, maaf-maaf saya potong.
04:14Maka jauh, nggak bisa.
04:16Ini alasan memberikan amnesti dana munisi itu, itu penting.
04:22Untuk tidak supaya lari kemana-mana analitanya, begitu loh.
04:25Itu penting sekali, bukan kemana-mana.
04:28Justru itu adalah intinya.
04:30Bang Kodari, kalau tadi Anda menyebutkan ini adalah bahwa pernah dibantu.
04:35Apakah amnesti itu bagian dari politik utang budi maksudannya?
04:40Tidak.
04:41Nah, yang poin dari saya adalah bahwa ada hubungan baik antara Pak Jokowi dengan Pak Prabowo, antara Ibu Meka dengan Pak Prabowo.
04:50Dan dalam konteks ini kemudian tidak berarti kemudian dekat dengan salah satu, itu membuat dengan yang lain itu harus berjauhan.
04:58Itu poinnya. Saya menjawab apa yang disampaikan oleh kawan saya, Bang Ray Rangkuti.
05:05Itu konteksnya.
05:06Kalau soal diberikan amnesti kan saya sudah jelaskan tadi bahwa konteksnya adalah dunia internasional yang sedang berkonflik pada hari ini.
05:15Oke, Bang Ray, jika amnesti sudah diberikan dan sudah dipastikan Pak Hasto sudah bebas, apa yang bisa berdampak di dunia politik nasional saat ini?
05:26Ketika situasi sekarang bisa dikatakan antara setiap pihak adem gitu?
05:32Iya, landai dan adem.
05:33Jadi memang itu salah satu targetnya menurut saya, baik kepada pemberian amnesti kepada Pak Hasto maupun pemberian, apa namanya, abulisi terhadap Tom Lembong.
05:45Kan Tom Lembong ini kan, dan Hasto itu kan sebetulnya berada dalam dua barisan oposisi kan.
05:52Hasto bersama PD perjuangannya, tetapi Tom Lembong kan bersama komunitas yang dulunya menjagokan Anies Baswedan dan apa namanya itu, Caimin sebagai calon presiden.
06:03Dan kedua-duanya berpotensi sangat kritis kepada pemerintahan Pak Prabowo yang sekarang ini.
06:08Dan di tengah dimana, tadi disebutkan oleh Bung Kodari, Pak Prabowo sedang membutuhkan semacam kenyamanan politik di tengah begitu banyak tantangan di Republik ini.
06:18Jadi sebetulnya dari kerangka politik, apa yang dilakukan oleh Pak Prabowo ini tepat untuk saat ini gitu loh.
06:23Jadi amankan dulu ibu meganya.
06:25Jadi kalau Anda menyebut Pak Prabowo membutuhkan kenyamanan politik, artinya di situasi saat ini Pak Prabowo merasa tidak nyaman?
06:31Ya tentu saja, kan tadi disebutkan banyak tantangan nih.
06:36Sekarang aja orang mendekati 17 Agustus, bendera One Piece mau disandingkan orang dan sebagainya gitu.
06:43Nah setidaknya Pak Prabowo ngamanin dulu deh politik formalnya gitu.
06:47Politik formalnya itu ya salah satunya PD perjuangan, mungkin komunitas-komunitas lain seperti yang disebut tadi kan.
06:54Misalnya dari para pendukungnya Anies Baswedan dan sebagainya.
06:56Dan oleh karena itu setidaknya untuk saat 2025 mungkin akan landai begitu.
07:01Tapi belum tentu ada jaminan 2026.
07:04Dan oleh karena itu kedekatan Pak Prabowo dengan Ibu Mega sekarang ini misalnya,
07:08saya kira itu temporal ya, boleh jadi itu sampai 2025.
07:12Tapi 2026 bisa juga lain ceritanya gitu.
07:15Oke, Bung Kodari, betul Pak Prabowo saat ini sudah membutuhkan kenyamanan politik sehingga memberikan amnesti kepada salah satu orang yang bisa dikatakan paling penting di PDI perjuangan yang saat ini adalah oposisi?
07:28Ya kembali lagi ya, analisanya itu adalah kepentingan bangsa dan negara secara keseluruhan.
07:36Ya kalau kemudian misalnya terjadi konflik yang besar di dunia internasional, kemudian di dalam negeri sendiri tidak kompak satu dengan yang lain.
07:45Diperlukan, itu kan nanti akan membuat pengambilan keputusan dan kebijakan menjadi repot.
07:49Ingat pada saat COVID tahun 2020-2021, salah satu yang bisa membuat pemerintah cepat mengambil keputusan, bisa mengusahakan antisipasi terhadap COVID mulai dari mendatangkan vaksin, kemudian melakukan pembatasan sosial,
08:09itu karena adanya kekompakan dari tokoh-tokoh dan elit-elit politik di dalam negeri.
08:15Kalau misalnya pada waktu itu, misalnya kita bayangkan ya, ada satu oposisi besar katakanlah Pak Prabowo, kemudian menyatakan menolak vaksin atau menolak PSBB,
08:25tentunya pemulihan bangsa Indonesia dari COVID tidak secepat itu, dan ekonomi bisa terganggu karena penyebaran COVID akan sangat meluas.
08:33Nah kita tentu belum tahu persis seperti apa dampaknya, tetapi bisa dikatakan bahwa kalau terjadi konflik dunia internasional,
08:39mulai dari energi sampai pangan itu bisa mengalami hambatan gitu, dan kita membutuhkan percepatan-percepatan untuk mengantisipasi masalah-masalah yang tadi saya sebutkan.
08:51Jadi kita bukan bicara Pak Prabowo pribadi ya, kita bicara kepentingan bangsa dan negara Indonesia.
08:57Oke, kalau kita bicara kepentingan bangsa dan negara saat ini, Pak Hasto sudah bebas dari hukuman,
09:04tapi juga belum menjabat sebagai sekjen PDI Perjuangan kembali.
09:09Apakah ini salah satu bentuk sinyaliman bahwa Hasto akan masuk dalam pemerintahan?
09:16Tentunya yang tahu jawabannya persis adalah Pak Prabowo dan Ibu Megawati ya,
09:22tetapi pada hari ini seperti kata Bang Raya tadi, saya tidak melihat ada sebuah tanda yang kuat bahwa PDI Perjuangan akan masuk ke dalam pemerintahan.
09:32Jadi, selama ini juga hubungan Ibu Megawati dengan Pak Prabowo sudah berjalan dengan sangat baik ya,
09:43dan itu tidak membuat kemudian Pak Hasto harus masuk ke dalam pemerintahan,
09:49termasuk juga dari menteri-menteri yang lain dari PDI Perjuangan.
09:54Tetapi ini tentu semua kembali kepada pertimbangan dari Bapak Presiden, karena ini adalah prerogatif Presiden.
09:59Oke, kalau dari Bang Raya sendiri membacanya bagaimana?
10:03Pak Hasto belum kembali menjabat sebagai sekjen, apakah ada kemungkinan ia akan masuk dalam pemerintahan, kabinet?
10:10Saya yakin ya, 90% enggak.
10:14Enggak? Karena?
10:16Rugi Pak Prabowo.
10:18Jadi untuk banyak PDIP gitu maksud Anda?
10:20Iya, Pak PDIP mungkin enggak akan dapat kerugian, tapi jelas-jelas pemerintahan Pak Prabowo akan dirugikan kalau Pak Hasto masuk ke landscape ya,
10:30pemerintahannya Pak Prabowo gitu.
10:33Oleh karena itu saya kira ya, jauh dari harapan itu untuk ditarik masuk ke anggota kabinet.
10:38Oke, kerugian seperti apa ketika PDIP masuk dalam kabinet? Kerugian apa yang didapatkan oleh Pak Prabowo?
10:44Lah, memberi amnesti aja, respon publiknya udah negatif kan. Apalagi sampai ya dimasukkan ke dalam anggota kabinet gitu.
10:52Jadi responnya bertambah-tambah.
10:54Dan saya kira, apa namanya itu ya, konyol lah kalau sampai itu dilakukan oleh Pak Prabowo gitu.
11:00Oke.
11:00Oleh karena itu saya enggak yakin.
11:02Jangankan Pak Prabowo masukkan ke kabinet, Ibu Megha menetapkan Pak Hasto sebagai sekjen aja enggak berani kok sekarang.
11:08Jadi harus ada langkah yang hati-hati ya?
11:10Ya, tapi mungkin 2, 3 tahun, 4 tahun berikutnya akan berbeda ya.
11:15Meskipun untuk Hasto saya kira terkunci ya harapannya untuk bisa masuk menjadi anggota kabinet karena statusnya.
11:21Karena amnesti itu kan terbukti melakukan tindakan pidana, cuma dibebaskan oleh presiden kan.
11:27Itu aja beda tuh.
11:28Oke.
11:28Nah kalau itu dilakukan oleh Pak Prabowo, ya orang akan mengatakan makin nyata Pak Prabowo ini omon-omon gitu loh kira-kira tuh.
11:36Oke.
11:36Nah kalau kita buat konteks pemberantasan korupsi, oleh karena itu 90% saya memiliki keyakinan enggak akan terjadi.
11:41Tidak akan masuk ke kabinet.
11:42Tapi yang menjadi perhatian adalah ketika amnesti diberikan seorang presiden kepada PDI Perjuangan,
11:49lalu bagaimana Anda membaca hubungan antara Pak Prabowo dengan Pak Jokowi?
11:53Apakah dalam landscape hubungan yang Anda sebut, apa tadi, tiga segitiga, hubungan segitiga ini akan merenggang atau akan biasa-biasa saja?
12:03Otomatis. Ini kan kalau kita buat hubungan segitiga ini, Pak Prabowo di sini satu-satu kiri-kanan kan.
12:09Jadi kalau ayunannya ke kiri yang kanannya ketinggalan. Kalau ayunannya ke kanan yang kirinya ketinggalan.
12:15Kalau dalam saat ini, Anda melihatnya Pak Jokowi yang...
12:18Saya kira sampai 2025, ya kan, saya yang mengatakan tadi, saya 2025 Pak Prabowo dengan Ibu Mega ini akan punya hubungan yang lumayan landai gitu, istimewa lah ya.
12:30Dengan setidunya Pak Prabowo akan tertinggalan gitu.
12:32Lalu mengapa Pak Prabowo membuat keputusan yang bisa dikatakan atau bisa dibaca oleh sejumlah analis politik akan membuat hubungannya renggang dengan Pak Jokowi?
12:41Ya, karena ya kalau berhitung secara politik lebih menguntungkan berhubungan dengan Ibu Mega ketimbangannya Pak Jokowi.
12:49Kan kelemahan politik Pak Jokowi itu tidak terinstitusionalisasi kan.
12:53Siapa yang mesti diandalkan oleh Pak Prabowo kalau terjadi apa, oh sorry, Pak Jokowi kalau terjadi apa-apa secara politik dengan Pak Prabowo.
12:59Tapi Ibu bisa mengatakan 21 persen suara saya di DPR dan kepala daerah di banyak tempat di seluruh Indonesia.
13:07Jadi itu yang seringkali saya menyebut kerjasama Pak Prabowo dengan Ibu Mega itu untuk masa depan, tapi berkawan dengan Pak Jokowi itu untuk masa lalu.
13:17Oke, oke.
13:18Ya tentu ingin mau kembang masa depan.
13:20Gimana, Bung Kodari, Anda melihat dan juga memaknai dari analisa politik dari Bang Rai Rangkuti?
13:27Oke, benar seperti itu?
13:30Pak Prabowo itu orang yang sangat menghargai hubungan-hubungan yang pernah terjadi ya di masa lalu, masa kini maupun masa depan.
13:41Itu kelihatan sekali kok dari hubungan beliau yang panjang dengan para tokoh-tokoh dari masa lampau.
13:46Dan terbaca juga kalau Anda baca buku kepemimpinan militer ya, terutama buku satu.
13:51Itu kelihatan sekali bahwa Pak Prabowo itu sangat menghargai dan sangat menjaga semua bentuk dan jenis-jenis hubungan.
13:58Sekali lagi, saya melihat bahwa persoalan itu kita bisa tempatkan pada konteks Pak Prabowo sebagai kepala negara, kepala pemerintahan yang harus dekat dengan semua tokoh.
14:12Dan sewaktu-waktu harus mengambil tindakan yang membutuhkan dukungan dari semua kelompok dan semua kalangan.
14:19Berhadapan dengan situasi dan kondisi eksternal yang pada hari ini tidak baik-baik saja.
14:23Ya, kalaupun misalnya ada analisis yang lain-lain ya tentu dipersilahkan ya karena ini kan negara demokrasi.
14:30Tetapi kalau saya yang ditanya, saya pasti mengatakan bahwa tesis dekat dengan salah satu membuat dengan yang lain itu menjadi jauh itu tidak tepat.
14:40Presiden itu bisa dekat dengan semua dan memang pada dasarnya harus dekat dengan semua.
14:44Saya kira semua presiden akan begitu termasuk Pak Jokowi ketika menjabat dan Pak Ibu Mega sendiri ketika menjabat harus menjaga hubungan.
14:51Atau seperti yang Anda katakan, kalau tadi Anda mengatakan apa yang menjadi dasar Pak Prabowo adalah untuk kepentingan bangsa dan negara.
14:58Apakah ini artinya menjaga hubungan lebih baik dengan PDI Perjuangan adalah jangka panjang untuk menjaga kepentingan bangsa dan negara?
15:05Semuanya harus di jangka dan gini dalam politik itu kan ada masa untuk berkompetisi dan ada masa untuk pemerintah.
15:16Jadi kita ini jangan pakai kacamata kompetisi pemilu di saat sedang menjalankan pemerintahan.
15:22Apalagi pemerintahnya ini belum satu tahun dan hampir satu tahun.
15:25Jadi kacamata sebelum 2029 kacamatanya adalah kacamata pemerintahan dan kacamata pemerintahan itu adalah kacamata kebersamaan.
15:34Nanti kalaupun misalnya sudah jadwalnya untuk berkompetisi mungkin nanti masing-masing punya jago dan punya calon.
15:40Tetapi pada waktu itu juga kita tidak bisa pastikan format koalisinya atau format pasangannya seperti apa.
15:48Tidak seorang pun yang bisa memastikan format koalisi yang akan terjadi pada 2029 nanti akan seperti apa.
15:53Dan pada titik itu sebetulnya memiliki hubungan baik dengan semua itu juga sama pentingnya.
15:58Jadi menjaga hubungan baik dengan semua itu penting dalam menjalankan pemerintahan, dalam mengerjakan.
16:04Dan juga penting untuk membangun komunikasi di masa depan.
16:08Tapi Bung Kodari kalau seperti kita menanggapi apa statement yang sudah disampaikan Bang Ray.
16:13Menurut Anda sendiri mana yang lebih baik, lebih penting dalam kacamata Pak Prabowo untuk menjaga hubungan baik dengan PDI Perjuangan Megawati dalam hal ini atau dengan Pak Jokowi?
16:26Sama-sama baik, sama-sama penting.
16:27Sama-sama baik, sama-sama penting.
16:30Oke, jawaban aman ya.
16:33Bung Kodari ya.
16:34Bang Ray, kalau kita membaca ini ya, sepengetahuan saya,
16:38Bu Megawati belum ada merespon terkait dengan amnesti yang diberikan Pak Prabowo sampai saat ini.
16:45Mengapa hal itu belum diberikan statement oleh Bu Megawati saat ini Pak Hasto hanya mengucapkan terima kasih dari Pak Hasto tapi tidak oleh PDI Perjuangan?
16:55Ucapan terima kasihnya?
16:58Dari Bu Megawati mungkin?
17:00Ya, kita ini kan memang 10 tahun terakhir ini agak terbiasa diajak oleh Pak Jokowi politik perbal ya.
17:07Semua diucapkan melalui lisan meskipun ditindakannya beda.
17:10Nah, jadi perbincangan kita soal pertanyaan ini juga menurut saya ikut gaya itu.
17:16Jadi harus diucapkan terima kasihnya supaya kelihatan orang berterima kasih.
17:19Bahwa Ibu Megawati satu, PDI dalam ini tentu ya, gak ribut tuh perjanjian Indonesia dengan Amerika yang dianggap oleh banyak orang menguntungkan Amerika gitu.
17:29Kemudian rekening bank yang diblokir dengan 3 bulan itu gak ribut.
17:33Itu ucapan terima kasih.
17:33Jadi ucapan terima kasih PDIP dalam bentuk tidak...
17:37Dua kasus itu aja dulu ya.
17:38Dua kasus itu tidak menunjukkan sikap oposisi gitu ya?
17:41Betul. Padahal kalau secara politik itu diambil oleh PDI Perjuangan, besar sekali manfaatnya bagi mereka.
17:47Menaikkan rating mereka, popularitas mereka dan sebagainya.
17:50Mereka ternyata diam saja kan.
17:52Nah, jadi ucapan terima kasih mana yang dibuat dari...
17:57Jadi 10 tahun ini kita memang terbawa gaya.
17:58Apakah sikap atau ucapan seperti itu ya?
18:00Iya, kita selama ini 10 tahun ini terbawa gaya politiknya Pak Jokowi.
18:04Ngomong A bertindak B gitu loh.
18:06Oke.
18:07Bu Ngkodari, jika melihat dari beberapa hari ini atas amnesti yang diberikan Pak Prabowo,
18:14Apakah Pak Prabowo akan bertemu Bu Mega dalam waktu dekat agendanya?
18:19Saya belum mendengar.
18:21Tetapi tentu tidak tertutup kemungkinan itu untuk dilakukan pertemuan.
18:26Jadi saya tidak bisa mengkonfirmasi apa-apa.
18:30Yang jelas kan PDI Perjuangan per hari ini,
18:33seperti kita saksikan masih merampungkan kegiatan internal mereka yang sangat-sangat besar.
18:38Yaitu acara Kongres ya di Bali.
18:41Jadi mungkin ya, mungkin masih berkonsentrasi dengan kegiatan-kegiatan internal di PDI Perjuangan.
18:49Tapi kalau telepon-teleponan sudah Bu Mega dan Pak Prabowo?
18:52Saya tidak pada posisi untuk bisa mengkonfirmasi apakah komunikasi telepon dan komunikasi lainnya sudah dilaksanakan pada saat ini.
19:01Oke.
19:01Baik, Bang Rai mungkin statement terakhir dari Anda.
19:05Pesan apa sebenarnya yang ingin disampaikan Pak Prabowo melalui sikap ataupun hak prerogatif yang ia berikan kepada partai yang merupakan oposisinya?
19:16Saya kira pesannya bukan hanya, kalau pesannya ke Pak Ibu Mega jelas kan.
19:20Saat ini ya melandai dululah.
19:22Tapi kalau pesannya ke Pak Jokowi, menurut saya juga jelas.
19:27Setidaknya sampai 2025 Pak Jokowi lebih baik fokus untuk urusan-urusan yang berhubungan dengan ijazah palsu lah dan sebagainya.
19:34Oke.
19:34Jadi jangan tampil dulu, fokus aja dulu di situ.
19:39Jadi saya kira dengan mendekatnya Pak Prabowo dengan Ibu Mega itu memberi peluang kepada Pak Jokowi untuk konsentrasi menghadapi berbagai tanda kutip gangguan terhadap dirinya itu.
19:54Oke, apakah Anda juga ingin mengatakan bahwa saat ini Pak Prabowo ada bagian untuk meninggalkan Jokowi?
20:01Enggak, seperti yang saya sebut, itu benar. Pertanyaan tadi benar.
20:05Ini enggak akan putus nih.
20:08Nah cuman tarikannya kemana dulu nih.
20:10Makanya saya mengatakan 2025 ini kayaknya dengan Mega Wati, tapi belum tentu dengan 2026.
20:16Makanya persis seperti yang disebutkan oleh Bung Kodari, Bilya ini akan jaga persawatan dengan kutipan pihak,
20:21cuma kadang-kadang condong ke sana, kadang-kadang condong ke sini.
20:24Baik, tergantung dari Pak Prabowo ya?
20:26Iya, 2020 ini condongnya ke Mega Wati.
20:29Oke, baik. Terima kasih Bang Rai Rangkuti dan terima kasih Pak Bung Kodari sudah berbagi perspektif di Kompas Petang sore hari ini.
20:36Terima kasih. Salam sehat.
20:38Salam sehat.
Komentar