00:00Saudara Museum Perumusan Naskah Proklamasi merupakan tempat bersejarah
00:03yang dahulu menjadi tempat perumusan naskah proklamasi oleh proklamator kita Bung Karno dan Bung Hatta.
00:11Dengan berkunjung ke museum ini, Anda dapat belajar dan mengerti sejarah kemerdekaan bangsa
00:15terlebih di momen yang ulang tahun ke-80 Republik Indonesia.
00:20Berikut liputan Jurnal Skompas TV, Jonah Hanomongan, dan Juru Kamera, Andika Pratama dari Museum Perumusan Naskah Proklamasi Jakarta.
00:27Saudara, saat ini saya berada di Museum Perumusan Naskah Proklamasi yang berada di Jalan Imam Bonjol, nomor 1 Jakarta Pusat.
00:36Tempat ini merupakan saksi sejarah perumusan naskah proklamasi.
00:41Jadi rumah ini awalnya adalah rumah dari Laksamana Mudameda, Parwira Tinggi Angkatan Lawan Jepang yang berdinas di Indonesia.
00:48Jadi tempat ini atau museum ini ada tiga bagian yang menjadi saksi atau tempat sejarah.
00:54Yang pertama saya akan masuk ke tempat pertama, ini adalah tempat pertama disebut dengan Pertemuan Dengan Maeda.
01:01Jadi kalau Anda lihat di belakang saya ini, ini ada kursi dan bangku, tempat pertemuan Bung Karno, Bung Hatta, Afang Sumbarjo dengan Laksamana Mudameda.
01:11Jadi tempat ini adalah tempat ketika proklamator kita mencetuskan keinginan bangsa Indonesia harus merdeka.
01:20Nah, lepas dari tempat ini atau selesai dari tempat ini, kita akan bergeser ke tempat berikutnya.
01:27Ini adalah ruang yang namakan dengan perumusan naskah proklamasi.
01:31Jadi inilah awal mula adanya tulisan tangan proklamasi di mana ada, kalau Anda ingat mungkin banyak sekali ada coletan-coletan.
01:39Jadi disinilah tempat dari penulisan.
01:41Yang menarik adalah, kalau kalian lihat dari teks proklamasi, Bung Karno yang menuliskan di awal ada kalimat seperti
01:49Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.
01:52Setelah itu dilanjut oleh Bung Hatta secara lisan kalimat yang membahas soal pengalian kekuasaan dan juga kalimat-kalimat berikutnya.
02:02Nah, lepas dari tempat ini yang berupa tempat tulisan tangan, kita akan bergeser ke tempat berikutnya.
02:09Ini adalah tempat di mana naskah proklamasi yang ditulis tangan akhirnya diketik.
02:16Nah, di tempat ini ada dua bagian yang cukup menarik.
02:20Yang pertama adalah tempat naskah itu diketik dan dilanjutkan dengan ada penarik tanganan.
02:26Seperti apa tempat pengetikannya? Ini ada berada di belakang saya.
02:31Jadi inilah visual atau penggambaran bagaimana maksa sekarang itu diketik.
02:38Siapa yang mengetik? Inilah Sayutin Melik menjadi salah satu tokoh pers nasional yang cukup dikenal pada masa itu.
02:47Setelah diketik oleh Sayutin Melik, akhirnya oleh Bung Karno ditandatangani di atas piano ini.
02:54Jadi kurang lebih seperti inilah visualisasi gambarannya.
02:58Dan ditandatangani pun, ini di 17 Agustus, akhirnya setelah ditandatangani,
03:05akhirnya naskah ini pun akhirnya dibawa ke Jalan Pegangsaan Timur untuk dibacakan pertama kalinya.
03:10Dan ini menandakan hari pertama atau hari kemerdekaan bangsa Indonesia.
03:16Bagi masyarakat yang ingin datang, bisa datang ke musyuk ini.
03:18Ini harga masuknya sangat murah. Untuk 13 tahun ke bawah harganya Rp3.000.
03:24Di atas 13 tahun harganya Rp5.000 saja.
03:27Sedangkan untuk WNA atau orang asing harga tiket masuknya adalah Rp25.000.
03:31Kapan hari bukanya? Jadi bukanya ini antara Selasa sampai Minggu.
03:35Untuk sonet ini close atau tutup dikarenakan ada hari perawatan.
03:39Dibuka dari pukul 8 sampai 16 atau 4 sore.
03:42Dan tempat ini menjadi tempat yang sangat baik bagi masyarakat yang ingin mengetahui bagaimana perumusan naskah proklamasi.
03:49Diharapkan masyarakat bisa lebih sadar atau tumbuh kecintaan terhadap bangsa Indonesia.
03:54Khususnya terhadap sejarah untuk mengetahui bagaimana langkah proklamatur kita dalam rangka kemerdekaan bangsa Indonesia.
04:02Cuna Munangan, Andika Pertama, Kompas TV, Jakarta.
Komentar