00:00Kita beralih ke sorotan lain, saudara, yang datang dari ribuan pengungsi di jalur Gaza
00:04yang tinggal di tenda-tenda dan runtuhan bangunan,
00:08mengalami kekurangan makanan dan juga air yang parah.
00:12Sementara itu, gelombang panas menyebabkan warga kelelahan,
00:16luka pada kulit, dan kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar
00:19seperti air dan juga roti.
00:25Ribuan pengungsi yang tinggal di tenda-tenda
00:27dan di antara reruntuhan bangunan di Gaza, Palestina,
00:31tidak hanya berjuang melawan kekurangan makanan dan air,
00:34tetapi juga gelombang panas yang semakin memperparah kondisi kehidupan mereka.
00:40Nida Abu Hamad, seorang pengungsi dari jalur Gaza Utara
00:43dan ibu dari tiga anak, mengantre sejak pukul tiga pagi untuk mendapatkan air.
00:50Ia dan anak-anaknya kelelahan akibat panas dan luka pada kulit akibat suhu ekstrim,
00:55serta kurangnya perawatan medis dan salep obat kulit.
00:58Perempuan lain, Hana Sawboh,
01:27yang juga mengungsi dari jalur Gaza Utara,
01:30terpaksa duduk di samping tuku bakar kayu yang menyala
01:32untuk memanggang roti bagi anak-anaknya,
01:36sementara suaminya pergi ke perbatasan dengan Israel
01:39untuk mengumpulkan kayu bakar.
01:42Riham Akel, perempuan pengungsi lainnya mengatakan
01:45bahwa tidak ada tempat berlindung yang memadai
01:48untuk melindungi mereka dari panas
01:50karena tenda-tenda terbuat dari plastik dan kain.
01:53Tidak, perempuan pengungsi lainnya.
02:24Gelombang panas terjadi ketika pemerintah Israel memutuskan
02:27untuk mengintensifkan perang 22 bulannya dengan Hamas
02:31dengan mengambil alih kota Gaza.
02:34Ini memicu kekhawatiran bagi warga sipil Palestina
02:37dan sandra Israel yang masih ditahan di Gaza,
02:40serta memicu kembali tekanan internasional
02:43untuk mengakhiri konflik.
02:46Perang udara dan darat Israel Hamas
02:47telah menewaskan puluhan ribu orang di Gaza,
02:50membuat sebagian besar penduduk mengungsi
02:52kehancuran infrastruktur yang luas
02:55dan mendorong wilayah itu menuju kelaparan.
02:58Terima kasih.
Komentar