Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
PALESTINA, KOMPAS.TV - Ribuan pengungsi yang tinggal di tenda-tenda dan di antara reruntuhan bangunan di Gaza, Palestina, tidak hanya berjuang melawan kekurangan makanan dan air, tetapi juga menghadapi gelombang panas yang semakin memperparah kondisi kehidupan mereka.

Nida Abu Hamad, seorang pengungsi dari Jalur Gaza Utara sekaligus ibu tiga anak, mengantre sejak pukul 03.00 untuk mendapatkan air.

Ia dan anak-anaknya kelelahan akibat panas, mengalami luka pada kulit karena suhu ekstrem, serta kekurangan perawatan medis dan salep obat kulit. Simak kisah selengkapnya pada tayangan berikut.

Sahabat KompasTV, bagaimana pendapatmu melihat kondisi ini?

#gaza #gelombangpanas #israel

Baca Juga [FULL] Haru! Cerita Keluarga Wartawan Tewas di Sumur, Apa Motif Pelaku? | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/610776/full-haru-cerita-keluarga-wartawan-tewas-di-sumur-apa-motif-pelaku-kompas-siang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/610778/full-kisah-ibu-3-anak-di-gaza-antre-air-sejak-dini-hari-di-tengah-gelombang-panas-sapa-siang

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Kita beralih ke sorotan lain, saudara, yang datang dari ribuan pengungsi di jalur Gaza
00:04yang tinggal di tenda-tenda dan runtuhan bangunan,
00:08mengalami kekurangan makanan dan juga air yang parah.
00:12Sementara itu, gelombang panas menyebabkan warga kelelahan,
00:16luka pada kulit, dan kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar
00:19seperti air dan juga roti.
00:25Ribuan pengungsi yang tinggal di tenda-tenda
00:27dan di antara reruntuhan bangunan di Gaza, Palestina,
00:31tidak hanya berjuang melawan kekurangan makanan dan air,
00:34tetapi juga gelombang panas yang semakin memperparah kondisi kehidupan mereka.
00:40Nida Abu Hamad, seorang pengungsi dari jalur Gaza Utara
00:43dan ibu dari tiga anak, mengantre sejak pukul tiga pagi untuk mendapatkan air.
00:50Ia dan anak-anaknya kelelahan akibat panas dan luka pada kulit akibat suhu ekstrim,
00:55serta kurangnya perawatan medis dan salep obat kulit.
00:58Perempuan lain, Hana Sawboh,
01:27yang juga mengungsi dari jalur Gaza Utara,
01:30terpaksa duduk di samping tuku bakar kayu yang menyala
01:32untuk memanggang roti bagi anak-anaknya,
01:36sementara suaminya pergi ke perbatasan dengan Israel
01:39untuk mengumpulkan kayu bakar.
01:42Riham Akel, perempuan pengungsi lainnya mengatakan
01:45bahwa tidak ada tempat berlindung yang memadai
01:48untuk melindungi mereka dari panas
01:50karena tenda-tenda terbuat dari plastik dan kain.
01:53Tidak, perempuan pengungsi lainnya.
02:24Gelombang panas terjadi ketika pemerintah Israel memutuskan
02:27untuk mengintensifkan perang 22 bulannya dengan Hamas
02:31dengan mengambil alih kota Gaza.
02:34Ini memicu kekhawatiran bagi warga sipil Palestina
02:37dan sandra Israel yang masih ditahan di Gaza,
02:40serta memicu kembali tekanan internasional
02:43untuk mengakhiri konflik.
02:46Perang udara dan darat Israel Hamas
02:47telah menewaskan puluhan ribu orang di Gaza,
02:50membuat sebagian besar penduduk mengungsi
02:52kehancuran infrastruktur yang luas
02:55dan mendorong wilayah itu menuju kelaparan.
02:58Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan