00:00Tapi Bung Refi, Anda memberikan ruang nggak kepada para hakim yang dilaporkan?
00:05Seperti yang tadi ada katakan, mungkin mereka nggak bodoh.
00:08Dan mungkin mereka juga bukan mau menghukum.
00:11Tapi mereka memang dapat tekanan untuk meluluskan pesanan tertentu.
00:16Jadi nggak ada daya juga.
00:18Saya kalau mau jujur ya, ya begitulah kasus-kasus yang aneh itu.
00:23Jadi ini kan persoalan terbesar adalah bagaimana kekuasaan yudikatif kita ini tidak benar-benar independen.
00:33Baik karena ada tekanan kekuasaan maupun tekanan mafia peradilan.
00:38Karena begini, karena selama ini kita hanya menyalahkan aparat penegak hukum tanpa memberikan ruang bahwa mereka juga berada dalam posisi yang tidak bisa menolak ketika diperintahkan sesuatu.
00:48Gini, ada dua ya jawabannya.
00:51Nah, Anda nggak usah jadi hakim dah.
00:53Kalau Anda penakut, satu.
00:54Karena itu sumpahnya dunia dan akhirat.
00:56Makanya, oke ya.
00:57Anda tak, oke.
00:58Tapi yang kedua, saya mau toleransi.
01:01Kita harus berbicara atas kacamata hakim.
01:05Jangan jadi hakim kan, mereka sudah jadi hakim.
01:07Sebuah, saya mau tanya sama Prof. Gayus.
01:09Kita perlu nggak memberikan ruang juga pada aparat penegak hukum yang mereka juga tidak,
01:13mereka mau sebenarnya menjalankan tugas mereka secara profesional.
01:16Tapi memang ada keputusan-keputusan politik atau perintah-perintah politik yang mereka tidak bisa abaikan begitu saja.
01:24Perbaikan dunia peradilan berulang-ulang bersama si hakim agung 2014.
01:29Saya usulkan memang ada perombakan di makam agung dan jajan di bawahnya.
01:35Bahkan saya mengatakan, dievaluasi hakim-hakimnya yang masih baik dipertahankan, yang selek dibuang.
01:41Tapi pertanyaan saya tentang bagaimana mendapat tekanan dari atas, tekanan politik.
01:46Siapapun, pejabat manapun, pasti dari rezim manapun, pasti pernah menjawab aparat penegak hukum.
01:53Ketika Zarub Rikar itu terima di gerbek dan kemudian ada 1 triliun,
01:59saya mengatakan harusnya disutdown makam agung oleh Presiden Prabowo.
02:03Itu berlebihan lah.
02:04Oh no, no, no. Tidak berlebihan.
02:05Karena kalau kita ingin memperbaiki dunia hukum secara fundamental, harus ada langkah-langkah revolusioner.
02:12Kalau langkah-langkahnya instrumental seperti ini, itu tidak akan bisa ada perbaikan.
02:16Cuma masalahnya adalah apakah kita memiliki pemimpin yang betul-betul benevolent, pemimpin yang baik.
02:23Itu persoalannya.
02:24Ini yang akan kita bahas kemudian, karena apakah abolisi untuk Pak Tom Lembong, amnesti untuk Pak Hasto akan jadi presiden dalam penegakan hukum?
02:35Terima kasih telah menonton!
Komentar