Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BALI, KOMPAS.TV - Laklak merupakan kuliner tradisional khas Bali. Laklak dibuat dengan varian 5 rasa. Cara pembuatannya pun masih tradisional untuk menjaga kualitas rasa.

Laklak Bali yang terletak di kawasan Jalan Raya Celuk Sukawati Gianyar berbeda dengan sajian laklak pada umumnya. Di tempat ini laklak dihadirkan dengan 5 varian rasa.

Ada laklak daun pandan, laklak ubi ungu, laklak labu kuning, laklak nangka, dan laklak buah naga. Penasaran sama rasanya? Lihat saja asap mengepul, proses pembuatan laklak menjadi pemandangan di depan warung sederhana ini.

Pembuatan laklak secara tradisional tetap dipertahankan untuk kualitas rasa. Selain itu, bahan yang digunakan juga alami, membuat pembeli rela antre demi menikmati laklak dengan berbagai varian.

Setiap harinya Warung Laklak Bu Mangku ini bisa menghabiskan 25 kilo tepung beras, dan saat akhir pekan bisa lebih banyak lagi yang digunakan.

Harga laklak di warung ini sangat terjangkau. Mulai dari seribu rupiah untuk 1 biji laklak. Tapi kalau mau porsi lengkap 5 rasa, cukup merogoh kocek Rp5.000.
Laklak hangat dengan taburan kelapa parut dan gula merah siap dinikmati bersama minuman hangat maupun dingin, tentu lebih nikmat.

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal kuliner ini? Komentar di bawah ya!

#bali #laklak

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/lifestyle/610308/murah-dan-legendaris-laklak-bu-mangku-tetap-pakai-cara-tradisional

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:01Lak-lak Bali yang terletak di kawasan Jalan Raya Celuk Sukawati Gianyar berbeda dengan sajian lak-lak pada umumnya.
00:10Di tempat ini lak-lak dihadirkan dengan lima varian rasa.
00:15Ada lak-lak daun pandan, lak-lak ubi ungu, lak-lak labu kuning, lak-lak nangka, dan lak-lak buah naga.
00:23Penasaran kan sama rasanya?
00:25Lihat saja, asap mengepul proses pembuatan lak-lak menjadi pemandangan di depan warung sederhana ini.
00:33Pembuatan lak-lak secara tradisional tetap dipertahankan untuk kualitas rasa.
00:39Selain itu, bahan yang digunakan juga alami, membuat pembeli rela antri demi menikmati lak-lak dengan berbagai varian rasa ini.
00:49Udah langganan belanja di sini?
00:51Udah.
00:52Beli apa aja nih tadi?
00:52Oh, beli lak-lak, beli klepon, sama beli seler.
00:56Yang paling favorit apa?
00:58Lak-lak sih.
00:59Lak-lak ya?
00:59Iya.
01:00Gimana rasa lak-lak di sini?
01:01Mantap banget.
01:02Mantap ya?
01:03Iya.
01:03Kalau untuk harganya gimana?
01:05Menurut saya sih worth it ya.
01:08Sesuai sih dengan rasa, nggak ngecewain.
01:10Oke, pas banget.
01:11Pas banget.
01:12Setiap harinya, warung lak-lak buk mangku ini bisa menghabiskan 25 kg tepung beras.
01:19Dan saat weekend bisa lebih banyak lagi yang digunakan.
01:23Apa mungkin bedanya kalau di sini kan ada rasanya, ada rasa, apa tanahnya, 5 rasa di sini.
01:31Ada yang original, ada yang naka, ada yang pink itu strobeha buah naka, sama yang kuning.
01:39Harga lak-lak di warung ini sangat terjangkau.
02:05Mulai dari seribu rupiah untuk satu biji lak-lak, tapi kalau mau porsi lengkap lima rasa, cukup meronggoh kocek lima ribu rupiah saja.
02:15Lak-lak hangat dengan taburan kelapa parut dan gula merah, siap dinikmati bersama minuman hangat maupun dingin, tentu lebih nikmat.
02:24Lak-lak Bali buk mangku buka dari jam 6 pagi hingga jam 3 sore.
02:29Sinta Pramadewi, Kompas TV, Giyanyar Bali.
Komentar

Dianjurkan