Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 10 bulan yang lalu
SLEMAN, KOMPAS.TV - Polisi membantah bekerja untuk Bandar Judi Daring dalam kasus penangkapan lima pemain judol di Bantul, Yogyakarta.

Sebelumnya, netizen juga mempertanyakan siapa yang menjadi pelapor, sehingga polisi melakukan penangkapan.

Tak sedikit diantara netizen yang bahkan menuding polisi bekerja untuk bandar judi online yang dirugikan oleh para pemain yang kerap menang.

Direktur Kriminal Khusus Polda DIY, AKBP Saprodin menyebut penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang ditindaklanjuti dengan pantauan tim intelijen mereka di lokasi penggrebegan.

Bagaimana menurut Sahabat KompasTV terkait kasus ini, tulis di kolom komentar ya!

Video Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/610292/singgung-pernyataan-kunto-aji-polda-diy-bantah-bekerja-untuk-bandar-usai-tangkap-5-pemain-judol
Transkrip
00:00Tidak ada istilah korporasi atau titipan bantar yang saya kena harus ditangkap, tidak ada satupun bantar yang kena saya.
00:11Soal laporan tadi bisa dijelasin?
00:13Soal laporan, dimana tugas polisi itu mau ada laporan atau tidak, kalau sudah itu merupakan kejahatan, pelanggaran hukumnya wajib.
00:24Jadi kalau sampai mengejar pelapor, pelapor memang sudah hasil itu dan semuanya, masyarakat yang baik mau melaporkan polisi itu sudah jempat.
00:37Dan tugas kami melindungi pelaporan.
00:40Kalau pelaporan yang fair terus terang berani dalam konteks-konteks peristiwa ini, kami buka.
00:47Tapi kalau mereka sifatnya mendukung, memberitahu, Pak nanti saya jangan dihubatkan, itu masih tetangga atau mungkin familia atau bagaimanapun.
00:59Perlindungan hukum terhadap lapor, mungkin syaksi, mungkin anak yang dibawah umur.
01:07Itu tugas kami jangan sampai menangani kasus yang harusnya penegakan hukum dana, akhirnya berebet jadi mengurai ke belakang, dendam atau bagaimana, yang mengkongkini, ini siapa.
01:22Jadi saat penanganan judi seber ini, murni tindakan kami penegakan hukum.
01:30Masyarakat boleh saja menilai, misalnya kayak Mas Aji, siapa itu namanya?
01:55Tentu Aji, menilai, memahami, cara membaca, memberat kemasan rekan-rekan berita itu kan, bisa multitafsir, terus mungkin sudah nge-fund dengan polisi, harus mengoreksi bagaimana, atau dia membenci polisi atau apa.
02:13Yang jelas saya anggap, dia adalah masyarakat mau menyampaikan koreksi itu, menurut saya, boleh-boleh saja.
02:21Yang jelas, tapi dari tinggi kita, tidak ada istilah korporasi atau titipan bandar yang saya kena harus ditangkap, tidak ada satupun bandar yang kena saya, dan belum ada yang ngelobi saya.
02:39Understand?
02:40Berarti pelakonnya menurut masyarakat dan bukan bandar ini?
02:43Ya, bukan.
02:45Dan sampai nisong laca, itu bandar, 100% menjadi sahabat saya, partner penegak hukum.
02:53Dan momen nyebut identitasnya, itu pelapor bisa dijelaskan, mengapa dia kemudian melaporkan itu, kecurigaannya seperti apa awal?
03:01Berarti aktivitas rumah, itu kelihatan juga, dia kan sebenarnya kategori bukan pemasang ya.
03:11Dia itu termasuk penyelenggara, cuma akun nyodok ke atasnya, atasnya itu akun mana-mana, luar negeri atau enggak.
03:19Dia tidak mau mengaku.
03:20Tapi dia koordinator istilahnya kalau perdagangan itu ya seperti depo lah ya, produksi barang depo beridang.
03:31Misalnya begitu, dari produksi yang pusat sana bantarnya juga pinter piawek, menutupi perbuatannya.
03:41Dia juga mengikut itu, menutupi perbuatannya.
03:44Masa saya suruh di luar hamba, kan enggak enggak enggak.
03:50Mungkin secara kasat mata juga dari wang-wang-wang-wang-wang-wang-wang-wang-wang-wang-wang-wang-wang-wang-wang-wang-wang-wang-wang-wang-wang-wang-wang-wang-wang.
04:00Nah, disampaikan saya cerita, pulis itu punya intelijen, punya analisa, punya direktor.
04:10Analisa saya seperti itu.
04:12Terus.
04:12Kalau sambang masih tanya-tanya aja, ya lihat aja di lokasi.
04:18Tapi kan saya yakin, jenenghan pun, oh saat penami gini, gini, gitu.
04:22Kalau ngomong jujur ya, yang ngomong perming, ya enggak ngerti.
04:26Sampai jumpa di video selanjutnya.
04:28Sampai jumpa di video selanjutnya.
04:32Saya Rahmat Ibrahim.
04:58Saksikan program-program Kompas TV melalui siaran digital, pay TV, dan media streaming lainnya.
05:05Kompas TV, independen, terpercaya.
Komentar

Dianjurkan