00:00Masih bersama saya Budi Mantan Rejo di Satu Meja The Forum.
00:06Wirdian, Anda ini sebagai konten kreator bekerja sendiri,
00:11menyampaikan protes-protes publik gitu.
00:13Apa Anda tidak merasa diwakil oleh partai politik sebetulnya?
00:18Faktanya hari ini kami menganggap bahwa partai politik jadi 11-12 dengan kekuasaan istana gitu ya, Mas.
00:27Walaupun harusnya partai ini juga harusnya teman-teman muda menghegemoni juga gitu.
00:32Masuk ke dalam kalau perlu, kawal juga dari luar kalau perlu,
00:36supaya kemudian memang menjadi jembatan untuk aspirasi publik secara langsung gitu kepada kekuasaan, Mas.
00:43Tapi kedua yang saya ingin sampaikan adalah,
00:46beneruan pes ini jangan ditanggapi ini adalah bentuk kita tidak cinta bangsa dan makar,
00:54tapi justru ini bentuk titik tercinta kita kepada sang-sangsa merah putih.
00:59Kita nggak pengen merah putih kita di 80 tahun kemerdekaan ini,
01:02justru yang terjadi adalah,
01:04tadi kalau Bang Gaudari bilang Pak Prabowo itu One Piece sendiri,
01:08bisa marah nih fans One Piece.
01:10Kenapa? Karena di One Piece diceritakan,
01:12salah satu yang dilawan oleh Lufi itu adalah penghapusan sejarah.
01:15Jadi nggak mungkin kalau misalnya Pak Prabowo masih mencoba untuk melakukan penghapusan
01:19atau revisi sejarah, nggak bisa sejalan dengan kita-kita yang nonton One Piece teman-teman.
01:24Oke.
01:25Yang kedua terakhir saya ingin sampaikan,
01:26ya semoga Presiden dan publik itu sendiri justru bersinergi.
01:32Nggak malah kami dituduh, nggak malah kami difitnah,
01:34nggak malah kami disiderai dan juga kami yang lama-lama jadi pengen kabur aja dulu,
01:38itu lama-lama jadi terjadi kalau gitu.
01:39Oke, baik.
01:40Rob Komar, ada diskoneksi kelihatannya antara rakyat One Piece dengan partai politik.
01:45Iya, kalau bicara partai politik, subjektifitas saya melihat satu,
01:52parpol itu kental dengan dinastiismenya, bukan milik rakyat,
01:57tapi dimiliki oleh sekelompok keluarga.
02:00Perusahaan gitu ya?
02:01Yang kedua, ketika pilkada pemilu, itu bukannya rakyat menyumbang pada parpol,
02:10tapi parpol membeli suara rakyat.
02:12Artinya apa? Sudah terjadi diskoneksitas.
02:16Yang ketiga, parpol itu bagian dari oligarki,
02:19dan oligarki itu juga bagian dari kekuasaan atau manfaatkan kekuasaan,
02:25sehingga akhirnya antara parpol, legislatif, eksekutif,
02:30itu kemudian satu nafas, satu apa namanya ya, satu barisan.
02:37Jadi teori cek and balance itu tidak ada.
02:41Jadi legislatif bagian dari eksekutif.
02:44Di luar negara itu ada lagi aktor di luar state, yaitu oligark-oligark.
02:49Iya, maka rakyat itu terputus dan parpol.
02:53Oke, baik.
02:54Usman, kalau kita lebih konkret pada kasus pati ya,
02:58itu kan rakyat berhadapan langsung dengan bupati.
03:00Ketika bupati itu menaikkan PBB 250 persen gitu.
03:04DPRD juga diam, partai politik juga kemudian diam.
03:07Apa yang terjadi pada negeri ini sebetulnya?
03:08Yang terjadi underrepresentasi.
03:11Underrepresentasi?
03:12Tidak ada lagi politik keterwakilan oleh partai politik.
03:15Jadi memang kecenderungan akibat dari koalisi gemuk,
03:18koalisi yang terlalu pelangi.
03:20Sehingga seolah-olah demokrasi Indonesia tidak boleh ada oposisi.
03:24Bahkan PDIP saja yang belakangan relatif bersuara kritis,
03:28misalnya Pak Hastol sebagai sekjen PDIP, dikriminalisasi.
03:32Meskipun ada kasusnya misalnya banyak para gerakan antikorupsi mengatakan gitu.
03:36Tapi pada akhirnya itu tidak terbukti.
03:38Tidak terbukti menghalangi keadilan dan seterusnya gitu.
03:41Yang kedua adalah pemerintah curiga pada intermediary yang lain,
03:46selain partai politik, yaitu Syaita.
03:48Kita tadi sudah dengar dari Firdian sendiri,
03:51yang protes kejalanan misalnya dianggap dibiaya oleh asing.
03:55Jadi retorikanya masih retorika seperti negara-negara fasis,
03:58dengan retorika nasionalisme yang agresif gitu.
04:01Mencurigai segala yang asing.
04:03Padahal pemerintah baru saja meloloskan kebijakan dengan kerjasama dengan Amerika,
04:07yang sangat pro asing, dan tidak berpihak kepada kepentingan nasional gitu.
04:11Lalu yang terakhir saya kira intermediary yang juga penting adalah media.
04:15Beberapa kali sejak kampanye, bahkan sampai terakhir,
04:18Pak Prabowo bikin pidato,
04:20itu mereka yang bekerja untuk demokrasi, hak asas manusia, dan kebebasan pers,
04:23termasuk Dewan Pers ini,
04:25itu dianggap mereka yang dibiaya oleh asing, termasuk dibiaya oleh koruptor.
04:28Jadi kecenderungan untuk meniadakan intermediary ini menjadi kecenderungan pemimpin populis di dunia.
04:34Di Brazil, di banyak negara gitu.
04:36Jadi ini akan merusak demokrasi.
04:38Bahkan beberapa indeks demokrasi yang ternama,
04:40sudah menyebut Indonesia bukan lagi demokrasi.
04:42Melainkan otokrasi elektoral.
04:45Otokrasi.
04:45Jadi otoriter tapi masih ada pemilunya.
04:47Atau beberapa sarjana lain menyebutnya,
04:49pemilunya bersifat kompetitif tapi otoriter.
04:52Nah ini menyedihkan sebenarnya.
04:54Kita terpukul mundur gitu.
04:56Nah kembali ke soal bendera One Piece ini,
04:58saya kira kita harus tegaskan bahwa pertama,
05:01ini bukanlah provokasi.
05:04Yang kedua, bukan tindak pidana.
05:06Yang ketiga, bukan makar.
05:08Dan yang keempat,
05:10kalau mau dikatakan ini,
05:11katakanlah memecah belah bangsa,
05:14bukan juga.
05:15Dan kalau Presiden benar-benar menyetujui atau mentoleransi gerakan ini,
05:19bolehkanlah mereka untuk mengibarkan itu.
05:21Kita tunggu buktinya dalam hari-hari.
05:22Oke, baik.
05:22Kodari, bagaimana Anda respon bahwa ada kecantungan menghilangkan intermediari dalam politik itu sendiri?
05:28Pertama, partai politik itu mungkin tidak ada dalam sistem demokrasi.
05:32Itu suatu kenis cairan.
05:33Iya ada, tapi nggak ngapa-ngapain gitu.
05:34Jelas, ngapa-ngapain dong.
05:36Mereka kan menjalankan tugas di eksekutin.
05:38Memilih Presiden.
05:40Di legislatif, ya kan?
05:41Mereka menjalankan tugas.
05:43Karena kalau tidak ada partai politik,
05:45mereka tidak menjalankan tugas di DPR.
05:47Tidak ada kebijakan publik, tidak ada pemerintahan yang bekerja.
05:51Kacau semua, transportasi kacau, pangan tidak tersedia.
05:56Ini semua yang kita rasakan pada hari ini tidak jatuh dari langit.
06:00Maksudnya agregator kepentingan rakyat.
06:02Ada yang bekerja di sana.
06:03Sebagai agregasi kepentingan?
06:05Berjalan.
06:06Berjalan juga.
06:06Nah, soal kemudian masyarakat ketidakpercayaan kepada partai politik itu terendah pada hari ini.
06:16Kan begini, institusi itu kan ada banyak.
06:18Bukan cuma partai politik.
06:19Ada Presiden.
06:20Tidak kepercayaan pada Presiden tinggi.
06:22Kepada TNI tinggi.
06:23Kepada Polri tinggi.
06:24Kepada Ormas juga tinggi.
06:25Kabinet juga isinya bukan cuma partai politik.
06:28Ada yang dari latar belakang akademik.
06:30Bu Sri Mulyani misalnya.
06:31Pak Suhasil Nazara.
06:34Ada juga yang latar belakang dari Ormas.
06:38Menteri Dikdasmen dari Muhammadiyah.
06:42Menteri Agama dari NU misalnya.
06:46Jadi sebetulnya yang mengerjakan negara ini banyak pihak.
06:50Termasuk juga partai politik.
06:52Nah, Presiden sendiri saya tegaskan, saya katakan keberpihakannya kepada masyarakat.
06:57Dan beliau membaca betul apa yang terjadi pada hari ini.
06:59Misalnya beliau mengatakan, kita harus punya suasembada pangan.
07:03Beliau berusaha mengejar.
07:04Agar pangan kita di tengah konflik dunia yang lagi meningkat seperti ini.
07:08Itu bisa betul-betul mencapai satu titik.
07:10Di mana kalau terjadi yang terburuk.
07:12Ya, kita tetap aman secara pangan.
07:14Soal energi, betul-betul dikejar.
07:16Memang saya latar belakangnya.
07:18Bukan orang minyak.
07:19Tapi saya orang survei.
07:21Jadi begini.
07:22Kita itu di dalam itu ya.
07:24Sebagai komisari.
07:24Itu neken.
07:25Habis itu direksi Anda nih 400.
07:28Apa namanya?
07:29400 ribu barrel per hari.
07:30Sebetulnya cadangannya ada apa enggak?
07:31Ada apa?
07:32Loh, kenapa enggak dikejar jadi satu juta?
07:34Coba disusun bagaimana?
07:36Roadmap menuju satu juta itu.
07:38Oke.
07:39Apa namanya?
07:40Bagaimana caranya?
07:40Dengan minyak konvensional.
07:42Dengan cara tidak konvensional.
07:44Kita juga mau ngejar ini loh.
07:45Sell oil loh, Mas.
07:46Oke, baik.
07:46Menggunakan chemical.
07:47Sudah kejauhan.
07:48Enggak, ini soalnya.
07:49Ini soal komisaris tadi.
07:51Oh, komisaris.
07:51Kita kerja betul-betul.
07:55Kita kerja betul-betul itu.
07:57Untuk supaya kinerja perminyakan kita semakin meningkat.
08:00Oke, baik.
08:01Buang Madari.
08:02Makasih, Buang Usman.
08:02Orang survei yang bekerja untuk kekuasaan.
08:04Oke, baik.
08:05Makasih, Mas Komar.
Komentar