00:00541 ton potensi emas di Provinsi Kalimantan Barat,
00:07ilegal mining mandor, warga di Desa Retok berita penyakit kulit,
00:11ini kata Bruder Stepanus Paiman OFM Cup.
00:14Ilegal mining marak di Desa Kopiang, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak,
00:19berimplikasi luas.
00:21Air kerupakan coklat tercemar merkuri sebabkan warga di Desa Retok,
00:24Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kuburaya, berita penyakit kulit.
00:28Karena air limbah ilegal mining dibiarkan sejak 1980-an
00:33mengalir ke Sungai Perigang di Desa Kopiang.
00:36Sungai Perigang, bermuara di Sungai Retok.
00:39Terkesan oknum di Kabupaten Landak diduga buat masalah,
00:42warga di Desa Retok, Kecamatan Kuala Mandor, Kabupaten Kuburaya, terkena imbas.
00:48Tim Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak, FRKP, Provinsi Kalimantan Barat
00:53melakukan investigasi dua hari, 26-27 Juli 2025.
00:58Ketua FRKP Bruder Stepanus Paimano FM Cup,
01:01didampingi Victorius, Dimus dan Libertus menuju Dusundongan, Desa Retok.
01:06Tim FRKP memudiki Sungai Retok hingga di bagian paling hulu,
01:10yaitu Dusundongan, Desa Retok, Kecamatan Kuala Mandor B.
01:13Ini terkait dengan investigasi yang kedua kalinya setelah kita mendapat berita dari warga Retok,
01:25warga Sungai Perigang, yaitu Desa Dongan.
01:34Mereka mengatakan bahwa masih terjadi air kru, jadi tidak ada perubahan.
01:39Nah, untuk menyikapi itu, saya dengan tim turun langsung ke TKP.
01:50Artinya Sabtu kami berangkat, bermalam di Sungai Perigang di rumahnya Pak Timus,
01:57Minggu pagi kami langsung ke TKP.
01:59Dan saat menerusuri Sungai itu, dan benar,
02:06karena kami sampai di mulu sekali, di Desa Dongan itu,
02:10itu sudah tidak bisa lagi, jadi motor itu sudah kandas karena dangkal.
02:15Kemudian Sungai juga mengecil, sehingga speed kami sudah tidak bisa lagi lewat.
02:21Saya bilang cukup sampai di sini.
02:22Kita hanya membuktikan bahwa air dari Kopiang, dari daerah Mandor,
02:29benar, masih keruh.
02:31Nah, artinya aktivitas peti di Kabupaten Sebelah, daerah Mandor, masih terjadi.
02:39Nah, karena itu, saya mengucapkan apreciasi,
02:44ucapan terima kasih yang luar biasa kepada Bupati Kubur Raya, Bapak Sujiwuk,
02:49yang menindaklanjuti keluhan warga,
02:53misalnya dengan mereka yang terkena korengan, gatal-gatal,
02:58mereka mendapat pelayanan dari puskesmas, pengobatan.
03:03Kemudian, beliau juga menjanjikan sumur bor,
03:06dan itu juga beliau realisasikan janji tersebut.
03:13Jadi, luar biasa, Pak Jiwo.
03:14Investigasi dua hari, 26-27 Juli 2025,
03:22kedua kali dilakukan FRKP,
03:24karena hal serupa kemuara Sungai Perigang,
03:2614-15 Juni 2025.
03:29Minggu, 13 Juli 2025,
03:32masyarakat Desa Retok, korban ilegal mining Sungai Perigang,
03:35kembali mendatangi FRKP di Pontianak.
03:38Warga lapor pencemaran Sungai Retok,
03:40terus terjadi kendati sudah dijanjikan Bupati Kubur Raya,
03:43segera diusut tuntas.
03:45Tindak lanjut dari kedatangan masyarakat Desa Sungai Retok
03:48mendatangi FRKP di Pontianak, Rabu,
03:5111 Juni 2025.
03:53Bupati Kubur Raya, Sujiwo,
03:56perintahkan Dinas Lingkungan Hidup melakukan pengecekan di Desa Retok,
03:59Kamis, 12 Juni 2025.
04:02Tim Dinas Lingkungan Hidup ke Bupaten Kubur Raya,
04:05melakukan pengecekan tingkat pencemaran air tidak layak dikonsumsi.
04:08Bupati Kubur Raya, Sujiwo,
04:11melakukan peninjauan di Desa Retok,
04:13Jumat, 13 Juni 2025.
04:17Sujiwo di Desa Retok,
04:18mengecam tindak pengrusakan lingkungan di wilayah Kabupaten Landak,
04:21sebabkan warga Sungai Retok menderita.
04:24Sujiwo, Kamis, 25 Juni 2025,
04:28umumkan air Sungai Retok positif tercemar,
04:30mengandung unsur cyanida akibat ilegal mining di Sungai Kopiang.
04:33Kabupaten Sebelah,
04:37karena dua hari sebelum saya ke Retok,
04:42saya juga pergi ke Mandor.
04:43Saya pergi ke Mandor berdua,
04:47sayang teman saya,
04:49ya dengan berbagai pertimbangan,
04:52lalu masukkan-masukkan dari beberapa teman juga di Mandor.
04:55Mereka mengatakan,
04:56Udah, jangan ke TKP.
04:59Ya udah, saya putuskan tidak,
05:01jadi kami hanya kopi, hanya ke Mandor.
05:03Sambil mendengar cerita-cerita masyarakat.
05:07Bahwa memang benar,
05:10sempat ada informasi penggerebekan
05:16atau operasi dari pihak kepolisian di TKP.
05:22Katanya, ini hanya katanya ya,
05:25saya sendiri tidak tahu persis.
05:27Karena ketika saya tanyakan,
05:29siapa yang ditangkap?
05:30Ada yang tidak pekerjanya?
05:32Tidak ada.
05:33Ada yang tidak pernah bukti yang disita?
05:34Tidak ada.
05:35Jadi tanya-tanya juga untuk saya.
05:37Baik.
05:39Nah, dari carut-marut ini,
05:42saya coba memberikan satu pemikiran,
05:45masukan kepada pemerintah.
05:47Karena saya juga sudah bicara sebenarnya dengan salah seorang tokoh daya,
05:54panutan daya,
05:55yang punya pengaruh di Kalimantan
05:58dan punya relasi dengan Presiden Prabowo.
06:03Saya katakan dengan beliau,
06:04sampaikan ini dengan Pak Presiden,
06:07tentang ini.
06:08Nah, beliau katakan,
06:09dan ini sudah,
06:10tetapi perlu ditinjau kembali,
06:14perlu bla bla bla bla bla bla.
06:16Mungkin tidak bisa setahun-dua tahun di akhirat ini.
06:18Nah, saya punya saran,
06:20saya bilang.
06:21Saran saya sederhana.
06:23Buat satu waduk yang besar,
06:27ya, di beton,
06:28kemudian limbah dari pekerjaan peti ini,
06:34ditampung di limbah ini.
06:36Kemudian diproses.
06:39Mungkin untuk memprosesnya sulit,
06:41karena terkait dengan merkuri.
06:43Tapi kenapa tidak kita undang ahli,
06:46misalnya dari Israel,
06:49dari Cina,
06:50kita tahu Israel air asin diubahnya
06:53menjadi air tawar,
06:55sehingga bisa menjadi lahan pertanian,
06:57di gurun pasir.
06:59Luar biasa teknologi mereka.
07:01Cina,
07:03batu karang bagaimanapun,
07:05ditembus,
07:06bisa jadi tambah lorong untuk kereta api.
07:10Luar biasa.
07:11Nah, saya yakin,
07:13dua negara ini pasti punya keahlian untuk hal ini.
07:16Atau,
07:17kita tawarkan,
07:18mungkin bangsa kita sendiri ada yang bisa
07:21mengubah
07:25limbah merkuri ini menjadi apa?
07:27Dampak gitu kan.
07:29Nah,
07:30ditampung dalam satu lubang.
07:31Kemudian dialirkan,
07:32yang bersih air bersihnya,
07:34dialirkan ke sungai.
07:35Sehingga,
07:36warga lain tidak kena dampak seperti ini.
07:40Ini kan berdampak.
07:42Maaf kata,
07:43Kabupaten Randa,
07:44yang punya pekerjaan ini,
07:48ya,
07:49Kabupaten Tetangga,
07:51kubur rakyat yang menerima resiko dari pekerjaan ini.
07:55Nah,
07:55ini kan enggak benar juga.
07:57Jadi,
07:57solusinya itu tadi.
07:58Jadi,
07:58dibuatkan itu.
08:00Nah,
08:00kemudian,
08:01saya katakan,
08:02mereka sempat ditanya,
08:04penggunaan ini perlu biaya mahal,
08:07biaya besar.
08:08Saya katakan,
08:09ya tentu perlu biaya besar.
08:12Tetapi,
08:13kenapa tidak dipikirkan,
08:14selama ini kan cukong-cukong pemain-pemain,
08:17apa,
08:18emas ini kan,
08:19stor.
08:20Mulai dari tingkat kejamatan,
08:22kita tahulah itu,
08:23tingkat kabupaten,
08:24tingkat provinsi,
08:25sampai ke pusat,
08:26itu setorong.
08:29Nah,
08:29kalau setorong-setorong ini dikumpulkan,
08:31ditambah dengan biaya dari pemerintah,
08:33saya rasa enggak masalah membuat ide ini tadi.
08:36Ya,
08:37untuk mengelontrol dana yang katanya besar ini.
08:39Enggak masalah.
08:40Nah,
08:41yang kedua,
08:42ini soal ide,
08:43apa,
08:44biaya,
08:45ya,
08:46perasaan itu mendirikan ini.
08:47Yang kedua,
08:48legalkan.
08:50Legalkan,
08:51sehingga,
08:52pemerintah daerah,
08:53juga mendapat hasil,
08:55berupa PAD.
08:56Nah,
08:58untuk para pekerja,
08:59kalau ini dilegalkan,
09:00mereka enggak lagi kucing-kucingan dengan aparat.
09:03Mereka akan bekerja dengan tenang.
09:05Kenapa pekerjaan mereka legal?
09:08Jadi,
09:09ini,
09:09ini memasukkan dari saya,
09:10yang mengulia,
09:11kita kenal sederhana,
09:12sangat sederhana.
09:14Tapi,
09:14saya yakin.
09:15Karena,
09:16kenapa?
09:16Sekarang sudah marah nih,
09:17jadi,
09:18bukan hanya mandor,
09:19kita dengarkan sekarang,
09:21apa sulu?
09:23Sintang.
09:24Sintang teriak-teriak juga,
09:26ke Bupatinya.
09:27Katakan,
09:29kita enggak punya kewerangan untuk memberi izin atau melarang mereka.
09:33Karena yang memberi izin pusat,
09:35kementerian pusat.
09:36Nah,
09:36ini juga yang kita sering lihat di Youtube kan.
09:39yang memberi izin nih,
09:42kementerian,
09:43kementerian tertentu.
09:45Jadi,
09:45mereka juga yang punya ini ya,
09:46kita di daerah,
09:47enggak bisa buat apa-apa.
09:49Nah,
09:49gini loh.
09:50Ini juga yang harus dibenahi.
09:52Ini harus dibenahi.
09:54Kenapa harus kementerian yang mengurus bareng di daerah?
09:59Mungkin dalam hal-hal lain,
10:00oke lah.
10:00Tapi kalau yang seperti ini,
10:02enggak lah.
10:04Kalau pendapat saya yang sederhana ini.
10:06Jadi,
10:07sesuatu yang enggak perlu ribet,
10:09yang dibikin ribet lah.
10:10Kasian masyarakat.
10:11Karena yang berdampak,
10:12yang merasakan dampak ini adalah masyarakat bawah.
10:15Ketua FRKP,
10:17Stepanus Paiman,
10:19katakan,
10:19bukan pada posisi menyalahkan aktivitas ilegal mining di Kecamatan Mandor,
10:23Kabupaten Landa.
10:25Tapi mesti ada diskresi pemerintah,
10:27melegalkan aktivitas masyarakat,
10:29dan dicari solusi terbaik yang tidak berdampak kerusakan lingkungan meluas.
10:33Penambangan emas tradisional satu-satunya sektor usaha paling mudah diakses masyarakat,
10:37di tengah kondisi prekomian nasional masih lesu.
10:41Aktivitas penambangan emas tradisional di Kecamatan Mandor
10:44sudah berlangsung sejak tahun 1980-an.
10:48Perlu solusi berpihak rasa keadilan,
10:50agar masyarakat tidak terus-terusan menjadi korban kriminalisasi penegakan hukum,
10:54kata Stepanus Paiman.
10:56Aktivitas penambangan emas,
10:58paling menggiurkan dari segi ekonomi bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.
11:02Harga jual emas per 31 Juli 2025,
11:05berkisar antara Rp 1,6 juta hingga Rp 2,05 juta per gram,
11:09buyback Rp 1,770 juta hingga Rp 1,819 juta per gram.
11:15Bandingkan harga per gram emas dari tangan masyarakat tidak lebih dari Rp 45.000 sampai Rp 100.000 pada tahun 1980-an hingga tahun 1990-an.
11:24Provinsi Kalimantan Barat seluas 147.037 km persegi dihuni 5,6 juta jiwa tersebar di 14 kabupaten dan kota.
11:34Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral,
11:362024,
11:38mencatat potensi pertambangan emas di Provinsi Kalimantan Barat capai 541 ton.
11:43Potensi pertambangan emas kumulatif mencapai 541 ton,
11:47berada di Kabupaten Bengkayang,
11:49Kabupaten Sekadau,
11:51Kabupaten Sintang,
11:52Kapuasulu,
11:53Kabupaten Landak dan Kabupaten Melawi.
11:56Sekitar 12 perusahaan lakukan tahap eksplorasi.
11:59Dua perusahaan tambang emas di Kabupaten Bengkayang dan 10 lainnya di Kabupaten Landak.
12:05Masih terbuka luas untuk kegiatan eksplorasi maupun eksploitasi komoditas emas.
12:09Nah, saya salah satu warga yang terimbas limbah peti.
12:18Kemarin Pak Bupati sempat datang berkunjung ke sini dan menanyakan kepada kami,
12:23solusi yang utama yang betul-betul bisa dilakukan apa.
12:28Terus kami meminta,
12:30itu semurbur yang langsung ada kutat airnya.
12:33Pak Bupati pun mengatakan ya karena dia melihat situasi air yang sangat teru.
12:40Kemarin bahkan dia melarang kami untuk mandi di sungai.
12:43Tapi kami tidak bisa mandi di sungai karena kami tidak ada air.
12:48Terus, eh ternyata sudah berapa lama datanglah PU dan meninggal terus menganukan tempat yang mau bikin semurbur.
13:00Ternyata semurburnya hanya berdasarkan itu dapat jual.
13:05Katanya pun menggunakan dana pemerintah, bukan dana Pak Bupati sendiri.
13:12Sedangkan awalnya Pak Bupati bilang menggunakan dana dia sendiri.
13:16Setelah datang pun, awalnya hanya mau semurbur doang, tidak ada kekernya.
13:22Setelah saya protes, datanglah tong sama bahan-bahan yang untuk menjemihkan air.
13:29Tapi pun itu tidak ada hanya tongnya doang.
13:33Untuk bahan itu seperti kayu-kayu untuk fondasi meletakkan tongnya tidak ada.
13:37Jadi saya harap pemerintah jika menjadikan sesuatu kepada masyarakat,
13:44tolonglah diperhatikan ekonomi masyarakat.
13:47Jangan hanya memberi setengah-setengah.
13:49Seperti kami sekarang, tong kami belum bisa kami pakai semurbur kami.
13:52Karena bahan kami untuk meletakkan tongnya belum cukup.
13:56Ya seperti itu, halapan saya, pemerintah memberikan bantuan itu,
14:01tolonglah diperhatikan dan tolong memperhatikan masyarakat yang terpencil.
14:05Jangan hanya dikontrol saja.
14:07Tolonglah, kosok-kosok-kosok, biar dikabirkan semua.
14:10Eksplorasi memberikan multiplier efek bagi masyarakat lokal dalam bidang tenaga kerja,
14:15dan sumber pajak bagi daerah dan negara.
14:18Ada 631 izin pertambangan emas di Provinsi Kalimantan Barat,
14:22dan 174 di antaranya izin eksplorasi.
14:25Penambangan emas aluvial berlokasi di sepanjang aliran Sungai Mandor.
14:30Merupakan sebaran tailing terbagi menjadi dua blok.
14:32Mencakup blok menjalin luas area 3.209 hektare dan blok mandor seluas 3.514,7 hektare,
14:40menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
14:43Kandungan mineral ikutan teridentifikasi cukup merata pada contoh.
14:47Konsentrat dulang endapan tailing yaitu zirkon dan ilmenit.
14:51Potensi sumber daya hipotetik zirkon di blok menjalin sebesar 3.719,22 ton
14:56dan di blok mandor sebesar 46,396,23 ton.
15:00Sumber daya hipotetik ilmenit di blok menjalin sebesar 17.668,80 ton.
15:08Dan blok mandor sebesar 56.604,59 ton.
15:13Bahan galian emas teridentifikasi satu butir pada contoh tailing berukuran 1 Moisture Content atau MC,
15:19istilah kadar air dalam biji emas.
15:21MC setara dengan 0,313 Murni Gold Ring atau MGR,
15:25menunjukkan tailing masih ada butiran emas tertinggal, lolos dari proses pengolahan.
15:30Sebaran tailing tidak visibel digerap secara mekanikal,
15:33paling ideal bagi pelaku penambangan rakyat sebagaimana terjadi di kecamatan Mandor.
15:37Siapa nama Bapak?
15:41Pertinangkan nama saya Miss Wadi.
15:43Miss?
15:44Miss Wadi.
15:44Miss Wadi.
15:46Bapak tinggal di mana Pak?
15:47Di Retok.
15:48Di Retok?
15:48Ya, di daerah sinilah ya, bantaran sungai ini ya?
15:51Daerah tepi sungai.
15:52Oh, pinggiran sungai di Retok.
15:54Lalu kemarin kan katanya Pak Bupati, Pak Diwo sudah datang ke sini.
16:00Kemudian beliau juga mengatakan bahwa tempat pengerjaan peti ini adalah Kabupaten Landak.
16:10Dan beliau mengatakan akan berkoordinasi dengan Bupati Landak.
16:13Supaya Bupati Landak menertibkan peti di Mandor.
16:20Nah, tapi faktanya ini sudah hampir berapa minggu nih.
16:24Saya lihat airnya masih keruh.
16:25Mereka masih melapor ke saya.
16:27Buder, airnya masih keruh.
16:28Nah, bagaimana Bapak yang tinggal di pinggir sungai merasakan?
16:33Masih keruh ya?
16:37Lalu aktivitas mandi gimana Pak?
16:38Tidak bisa, Pak. Angkatan kaksang.
16:40Tidak bisa.
16:42Takut koreng?
16:43Koreng.
16:43Pak Dung, airnya keruh.
16:46Oh, airnya keruh.
16:48Bapak dapat bantuan itu Pak? Yang apa? Sumur bor yang dijanjikan Pak Bupati itu?
16:52Tidak ada, Pak.
16:53Di sekitar tempat Bapak tidak ada?
16:55Tidak ada.
16:55Tidak ada.
16:57Berarti di daerah mana yang dibantu itu ya?
17:00Di daerah kedarakan peti sungai lah.
17:04Oh, jadi di daerah Bapak tidak dapat ya?
17:06Tidak dapat.
17:07Padahal Bapak juga mengalami juga air keruh.
17:11dampak dari pekerjaan peti ini Pak ya?
17:14Harapan Bapak apa, Pak?
17:17Ya pokoknya air ini bersih, Pak.
17:19Air bersih supaya warga bisa beraktifitas lagi ya?
17:22Nyaman.
17:22Oh, iya.
17:25Ini nyaman.
17:26Mandi enak.
17:27Sekarang kalau mandi kemana, Pak?
17:29Ya, cari di parit-parit itu Pak, yang bening gitu.
17:33Mandi ke parit cari air yang bening.
17:36Artinya yang bukan airnya berasal dari sungai ini, Pak ya?
17:39Tidak.
17:39Tunggu air hujan, Pak.
17:43Tunggu air hujan.
17:45Sering hujan enggak, Pak, di sini?
17:47Ya, bulan-bulan ini masih kemarau.
17:49Bulan ini masih kemarau ya?
17:51Berarti ada hujan, tapi tidak lebat mungkin ya?
17:53Iya.
17:53Baik, Pak.
17:58Banyak terima kasih atas informasinya.
18:00Semoga nanti Pak Bupati, Pak Jiwo akan menindaklanjuti apa yang pernah beliau katakan.
18:08Terima kasih, Pak.
18:09Selamat siap.
18:11Kabupaten Landa dikenal memiliki kandungan intan di Provinsi Kalimantan Barat,
18:15terutama di sepanjang Sungai Landa.
18:17Intan ditemukan di Landa memiliki kualitas yang baik,
18:20ada yang menyebutkan sebagai yang terbaik di Indonesia.
18:23Ada cerita tentang penemuan intan seberat 118 karat di Landa,
18:27serta penemuan berlian 20 karat yang bernilai 5 miliar rupiah.
18:31Penemuan intan di Kabupaten Landa sejak tahun 1714 dan pada era Belanda,
18:36mulai dieksplorasi dan eksplotasi sejak tahun 1919.
18:41Stepanus Paiman memperingatkan pemerintah,
18:43bersikap arif dan bijaksana menangani ilegal mining di Provinsi Kalimantan Barat.
18:48Agar tidak menimbulkan gejolak sosial,
18:50karena masyarakat membutuhkan sumber mata pencaharian guna bertahan hidup.
18:54Stepanus Paiman,
18:56memperingatkan jangan sampai akses air bersih bagi masyarakat di Desert Talk
18:59jadi pemicu konflik sosial potensial.